Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Desa Hijau Dalam Menunjang Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Bina Baru Mujahidin, Mujahidin; Mursyidin, Mursyidin; Karmila, Karmila; Sukmawati, Sukmawati; Sinar, Sinar; Sittiana, Sittiana; Abdullah, Abdullah; Yusril Hafid, Muhammad; Nur Arifin, Marmukassimah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.8043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi desa hijau dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Bina Baru. Desa hijau diartikan sebagai penerapan praktik ramah lingkungan yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif untuk menilai potensi kesuburan tanah, pemanfaatan sumber daya, dan kondisi kesejahteraan masyarakat Desa Bina Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa hijau berpotensi signifikan dalam pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya dukungan teknologi ramah lingkungan dan strategi pemberdayaan masyarakat untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dan lingkungan. Sebagai Kesimpulan, Desa Bina Baru, dengan kesuburan tanah yang baik dan kesejahteraan sosial yang cukup, memiliki potensi besar untuk menjadi desa hijau yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
PERANCANGAN SMART DOOR LOCK BERBASIS RFID DAN KEYPAD Fathiah, Fathiah; Maulana, Hafidz; Baihaqi, Baihaqi; Mursyidin, Mursyidin
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v8i2.25668

Abstract

Security and security are important issues in everyday life. Using simple authentication systems such as mechanical keys has proven vulnerable to breaches. RFID technology and keypads are considerable solutions to this problem. The research aims to design and implement a smart door locking system that combines RFID and keypad technology to enhance room security. System design is based on ease of use, reliability, and security. The system is designed with a higher level of security, i.e. by combining RFID, keypad, and PIR sensors so that to open the door it requires an RFID scan, inserting a pin on the keypad and moving hands or something else to detect movement by the PIR sensor. The evaluation of usability shows that the system is well accepted by users with an average of 4.2 on the 5th scale.
Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Nelayan Tangkap Di Pulau Banyak Aceh Singkil Mursyidin, Mursyidin; Sopar, Sopar; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sariyanti, Lilis; Samwil, Samwil
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.242-249

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana peran panglima laot dalam adaptasi nelayan tangkap di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran panglima laot di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Pengumpulan data lapangan yang dibutuhkan peneliti gunakan metode wawancara mendalam atau indefth interview dan observasi lapangan secara partisipatif. Wawancara dilakukan terhadap Panglima laot dan juga nelayan yang bertempat tinggal di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa panglima   laot   secara umum memiliki   peran   untuk   mengatur   segala   hal   yang berkaitan dengan pesisir dan kelautan di wilayah adatnya. Panglima Laot dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempunyai batas-batas wilayah kewenangan yang diatur melalui ketentuan adat laot yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Peran panglima laot dalam adaftasi nelayan tangkap meliputi peran dalam menentukan waktu melaut, peran dalam menentukan alat tangkap yang digunakan, peran dalam menggunakan teknologi modern sebagai fasilitas melaut serta peran dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan tangkap
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Pemberdayaan Komunitas dalam Peningkatan Ekonomi Pasca Fenomena Kekeringan pada Sektor Pertanian di Gampong Manyang Baroh, Aceh Utara Nasiruddin, Muhammad; Mursyidin, Mursyidin; Al Farid, Zani; Arini, Ruhmi; Meri, Meri; Nadia, Nadia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i1.12409

Abstract

Manyang baroh Village in North Aceh experienced the impact of long-term drought which caused a decrease in agricultural production and community income, especially rice farmers. To overcome this, community empowerment was carried out through various methods such as observation, identification of needs, entrepreneurship training, land conversion, and development of MSMEs. The results found showed an increase in household income of up to 30%, increased skills, and strengthening social networks and awareness of local potential. This program also succeeded in improving the community's economy and strengthening village community solidarity after the drought. The methods used in this program include long-term observation, identification of community needs, entrepreneurship training, conversion of non-productive land to productive land, and development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This program encourages collaboration between students and local residents through discussions, surveys, and interviews to coordinate activities that are in line with the long-term needs of the community.
The Crisis of the Agency for Customary Institutions (Keujruen Blang): From the New Order, Reformation to Peace of Aceh Mursyidin, Mursyidin; Saputra, Akmal; Baihaqi, Baihaqi; Saputra, Jumadil; Siregar, Wardah Muharriyanti
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v11i1.911

Abstract

This article examines why the Keujruen Blang, as a traditional institution, has continued to experience crises since the New Order Reformation to post-peace in Aceh. This study aimed to reveal and provide an overview of how the Acehnese people's local wisdom, or local knowledge, has been experiencing a crisis, particularly a recent issue with paddy field management. This study was conducted in Aceh Jaya and used qualitative research. Observations and direct interviews were conducted with 17 informants. The technique for determining informants used a purposive technique. In addition to the interview, data were collected through a review of the literature and other documents on the crisis agency of local actors (keujruen blang). These related documents and articles were identified, reviewed, and analyzed. The data analysis techniques used was data reduction, data display, and verification. Reproduction of the keujruen blang authority had yet to bring the expected results. Even though laws, government regulations, and Aceh Qanun had been issued, Keujruen Blang still needed to be strengthened. This fact occurred because there were overlapping roles and functions between the customary institution of keujruen blang and the formal P3A institution.
The Struggle for Wealth and Power in the Age of Black Gold Thalal, Muhammad; Husaini, Husaini; Kurdi, Muliadi; Mursyidin, Mursyidin
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v10i3.730

Abstract

This article discussed the historiography of oil history presented in this review article. This article aimed to demonstrate that oil historians are continually conversing with one another through their publications, even if it is not always visible. This historiographical perspective was supposed to provide a valuable framework for understanding this debate. This article used descriptive analysis in analyzing data to examine major disputes in oil history and how interpretations of those debates have influenced the trajectory of oil history and diplomatic and economic events. The Prize, a famous work by Daniel Yergin, focused on the article's debate. The goal was to examine historical events or topics in oil history from many angles, drawing on several sources that have affected historians' contributions to the field. According to the article, Oil has always been linked to a quest for money and power. The global economy, the result of conflicts, and the political landscape of states were altered by this battle. This study showed that a never-ending attempt to secure Oil, as long as it is vital to human civilization, would eventually lead to wars and conflicts.
ANALISIS WEBSITE ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN STANDART ISO/IEC 9126 Mursyidin, Mursyidin; Sabaruddin, Sabaruddin; Naldi, Roji April; Syafari, Muhammad
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.176-181

Abstract

Informasi daerah potensi penangkapan ikan sangat diperlukan oleh nelayan untuk mendukung proses penangkapan ikan, dan website dapat menjadi media yang efektif untuk menyajikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem informasi berbasis web yang menyajikan zona potensi penangkapan ikan di wilayah Aceh guna meningkatkan efisiensi dan hasil tangkapan nelayan. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi agile dan memanfaatkan data citra satelit Aqua MODIS untuk memetakan parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut dan klorofil-a. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian performa teknis menggunakan PageSpeed Insights serta penilaian persepsi pengguna dengan kuesioner berbasis likert yang mencakup aspek kegunaan, efisiensi, reliabilitas, kemudahan belajar, dan kepuasan pengguna. Hasil uji validitas (r ≈ 0,75) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha ≈ 0,821) menunjukkan instrumen survei sangat layak dan konsisten. Analisis umpan balik menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, desain antarmuka, dan kualitas informasi merupakan keunggulan utama sistem, masing-masing memperoleh lebih dari 95% umpan balik positif, dengan tingkat kelayakan tertinggi pada aspek kegunaan (86,67%) dan kualitas informasi (85,38%). Namun, aspek kinerja sistem (81,54%) dan kepuasan pengguna (78,46%) masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, sistem dinilai sangat layak (83,62%) dan mampu memenuhi kebutuhan mayoritas pengguna, meskipun perbaikan pada kinerja dan kepuasan pengguna tetap diperlukan untuk meningkatkan penerimaan dan manfaat sistem di kalangan nelayan Aceh.
Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Nelayan Tangkap Di Pulau Banyak Aceh Singkil Mursyidin, Mursyidin; Sopar, Sopar; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sariyanti, Lilis; Samwil, Samwil
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.242-249

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana peran panglima laot dalam adaptasi nelayan tangkap di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran panglima laot di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Pengumpulan data lapangan yang dibutuhkan peneliti gunakan metode wawancara mendalam atau indefth interview dan observasi lapangan secara partisipatif. Wawancara dilakukan terhadap Panglima laot dan juga nelayan yang bertempat tinggal di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa panglima   laot   secara umum memiliki   peran   untuk   mengatur   segala   hal   yang berkaitan dengan pesisir dan kelautan di wilayah adatnya. Panglima Laot dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempunyai batas-batas wilayah kewenangan yang diatur melalui ketentuan adat laot yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Peran panglima laot dalam adaftasi nelayan tangkap meliputi peran dalam menentukan waktu melaut, peran dalam menentukan alat tangkap yang digunakan, peran dalam menggunakan teknologi modern sebagai fasilitas melaut serta peran dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan tangkap
Model Pelatihan Literasi Digital dan Keamanan Siber Adaptif untuk Generasi Muda dan Orang Tua: Studi Kasus Kebutuhan di Aceh dan Pembelajaran dari Komunitas Urban Ramindra Rd. Bangkok Fathiah; Baihaqi, Baihaqi; Mursyidin, Mursyidin; Yuswardi, Yuswardi
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pengembangan model pelatihan literasi digital dan keamanan siber yang adaptif bagi generasi muda dan orang tua, berdasarkan studi kebutuhan di Aceh serta pembelajaran dari komunitas urban Ramindra Rd., Bangkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil studi di Aceh menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman antara generasi muda dan orang tua terkait penggunaan teknologi serta rendahnya kesadaran terhadap risiko keamanan digital, terutama dalam keluarga yang aktif menggunakan media sosial. Sementara itu, komunitas di Ramindra Rd. Bangkok menunjukkan praktik pelatihan berbasis komunitas yang inklusif, berbasis pengalaman, dan mudah diakses oleh lintas generasi. Berdasarkan kedua temuan tersebut, dirumuskan sebuah model pelatihan adaptif yang menggabungkan pendekatan berbasis konteks lokal, pembelajaran intergenerasional, serta metode partisipatif. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan ketahanan digital masyarakat di era transformasi digital yang semakin cepat.
Co-Authors Abdul Karim Abdullah Abdullah Abdullah Akhyar Nasution Abidin Abidin Abidin Nurdin Ade Ikhsan Kamil Afdhal Fuadi Akmal Saputra Al Farid, Zani Al Misbah, Iyan Al Zuhri Alwi Alwi Amelia, Ubratul Amin, Arifil Andila, Fani Arhamar Ridha Arini, Ruhmi Aulia Syarif Aziz Aulia, Faizul Azrul Rizki Chai, Napat Chalid, Ibrahim Darmansyah, Dedy Darmono Deddy Satria M Dinda, Rizka Anggia ema, ema Fajri M.Kasim Fathiah Fathiah Fathiah Fatwa Wati Fauzi Fauzi Fazilah, Rida Furqan, Arsalna Hafinuddin Hafinuddin hamsa, amrizal Hasan, Riza Hasibuan, Paizah Herman Rusli Herman, RN Husaini Husaini Husni, Fauzul Huzaifah, Huzaifah Ikawijaya, Natali Ikhsan Ikhsanul Khairi Indrianto Indrianto Iqbal Irfany, Mohammad Ismail Sulaiman Jillbert , Julius karmila karmila Khairi, Muhammad Sajadal Lailasari, Linda Lia Muliana Ligar Abdillah Lukman Maulana M. Faisi Ikhwali Maliati, Nulwita Mardhiah, Ainol Maulana, Hafidz Melisa Rahayu Meri, Meri Mohd Harun MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rizal Muhammad Rizki Muhammad Syakir Muharriyanti Siregar Mujahidin Mujahidin Muliadi Kurdi Muparrizki Kaloko, Aziz Mustafa Muthohharoh, Marhamah Nadia Nadia Naldi, Roji April Nasiruddin, Muhammad Nirzalin Nur Arifin, Marmukassimah Nur Hafni Pao, Chai Prayogi, Aldi Putri Ananda, Hijrah Qadri, Fitrah Rahma, Intan Tri Rahmad Nuthihar Rahmah, Amelia Ramli Ramli Rani Putri Rani Putri Rayuwati Rayuwati Riki Yulianda Rivandi, Agung Riza Hasan Roza Yusfiandayani Sabaruddin Sabaruddin Sadrina Sadrina Samsul Bahri Samsul Bahri Samwil, Samwil Saputra, Jumadil Sarini Vita Dewi Sariyanti, Lilis Sinar, Sinar Siregar, Wardah Muharriyanti Sittiana, Sittiana Sopar Suadi Suadi Suadi Zainal Sukmawati Sukmawati Supriadi Supriadi Su’un, Muhammad Syafari, Muhammad Teuku Kemal Fasya Teuku Zulkarnaen Thalal, Muhammad Vellayati Hajad Wahdaniah Wahyudi Wardah Muharriyanti Siregar Yulianda, Riki Yulianita Yusril Hafid, Muhammad Yuswardi yuswardi, Yuswardi Zulfitriani Zulfitriani