Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN SMART DOOR LOCK BERBASIS RFID DAN KEYPAD Fathiah, Fathiah; Maulana, Hafidz; Baihaqi, Baihaqi; Mursyidin, Mursyidin
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v8i2.25668

Abstract

Security and security are important issues in everyday life. Using simple authentication systems such as mechanical keys has proven vulnerable to breaches. RFID technology and keypads are considerable solutions to this problem. The research aims to design and implement a smart door locking system that combines RFID and keypad technology to enhance room security. System design is based on ease of use, reliability, and security. The system is designed with a higher level of security, i.e. by combining RFID, keypad, and PIR sensors so that to open the door it requires an RFID scan, inserting a pin on the keypad and moving hands or something else to detect movement by the PIR sensor. The evaluation of usability shows that the system is well accepted by users with an average of 4.2 on the 5th scale.
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Difference Between the Power Consumption Rate of Pre-Paid and Post-Payment Customers: 900 Volt Ampere Mursyidin, Mursyidin; Syakir, Muhammad; Husnizar, Husnizar
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/crc.v8i1.17410

Abstract

Both the pre-paid KWH meter and the KWH meter after payment are instruments that PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), also often abbreviated PLN, uses to determine the printing number of KWH meters used by energy users. There is a problem with smart meters in society; many still have doubts about using them because they are thought to be more expensive. In the village of Alue Ie Mameh, the study is to determine the extent of variation in electricity consumption and the computation of electricity prices for pre-paid and post-payment clients over the course of a month of use. The mix method is the strategy. Ten pre-paid consumers and ten post-payment customers were polled by Objects. In the village of Mameh, post-paying customers use more electricity than pre-paid customers do. The longest-running electrical device used by residents of Alue Ie Mameh is their refrigerator, which operates around the clock.
Analisis Semiotika Pelaksanaan Hukuman Cambuk di Kabupaten Bireuen Mursyidin, Mursyidin
Journal of Contemporary Indonesian Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Contemporary Indonesian Islam
Publisher : Postgraduate Program UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jcii.v1i2.1273

Abstract

Pelaksanaan hukuman cambuk membawa pesan - pesan tertentu bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya, berupa pesan moral dan pesan sosial yang berlandaskan syariat islam namun disampaikan kepada khalayak secara nonverbal. Penelitian ini mencoba menganalisis makna-makna dari pelaksanaan hukuman cambuk secara semiotika, makna – makna yang menjadi fokus dalam penelitian ini meliputi makna dari tempat pelaksanaan hukuman cambuk, makna alat yang digunakan untuk mencambuk, makna cara mencambuk dan makna dari bagian tubuh yang dicambuk. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukuman Cambuk bukan saja merepresentasikan hukuman fisik, namun juga hukuman mental yang member efek jera kepada terpidana dan juga member pembelajaran bagi masyarakat yang lain. Selain itu, hukuman cambuk juga menunjukkan pesan bahwa agama Islam lebih mengutamakn pembelajaran dan kemaslahatan ummat dibandingkan penghukuman. Hukuman itu disyariatkan sebagai rahmat Allah bagi hamba-Nya dan sebagai cerminan dari keinginan Allah untuk ihsan (berbuat baik) kepada hamba-Nya.
Metafora Bahasa Aceh pada Komentar Akun Instagram @tercyduck.aceh Nuthihar, Rahmad; Hasan, Riza; Herman, RN; Mursyidin, Mursyidin; Wahdaniah, Wahdaniah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v3i2.3159

Abstract

Artikel ini membahas metafora bahasa Aceh yang terdapat pada komentar akun Instagram @tercyduk.aceh. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis metafora yang dipakai oleh pengguna Instagram saat memberikan komentar. Sumber data penelitian ini diperoleh pada kolom komentar akun Instagram @tercyduk.aceh sementara yang dijadikan data penelitian ini adalah komentar yang mengandung metafora. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Pengolah data dilakukan dengan tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metafora struktural dipakai untuk mengatakan suatu konsep ditransfer dengan menggunakan konsep yang lain, sementara metafora orientasional dipakai untuk mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan orientasi pengalaman manusia. Selanjutnya, metafora ontologis didasarkan atas kejadian. Jumlah metafora yang ditemukan dalam penelitian ini yakni, metafora ontologis sebanyak 10, metafora struktural 8, dan metafora orientasional 6. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mendukung ataupun memperkuat gagasan metafora dipakai emotikon pada bagian akhir komentar. Selain itu, metafora yang digunakan oleh pengguna Instagram juga mengarah pada kata makian. Hal itu disebabkan metafora merupakan salah satu gaya bahasa untuk mengatakan kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Pemberdayaan Penjahit di Simpang Len dalam Memanfaatkan Kain Perca Lailasari, Linda; Mursyidin, Mursyidin; Hasibuan, Paizah; Rahma, Intan Tri; Amelia, Ubratul; Fazilah, Rida
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.26.2025

Abstract

This community service program focuses on empowering tailors in Simpang Len by optimizing the utilization of fabric waste. Through training and mentoring, local tailors were taught to transform textile waste into marketable craft products such as bags, pillowcases, and accessories. The results showed a 60% reduction in textile waste and a significant increase in participants' income and technical skills. This initiative promotes sustainable circular economy practices while strengthening local economic empowerment and environmental awareness. Abstrak Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan penjahit di Simpang Len dengan mengoptimalkan pemanfaatan kain perca. Melalui pelatihan dan pendampingan, para penjahit lokal dilatih untuk mengubah limbah tekstil menjadi produk kerajinan bernilai jual seperti tas, sarung bantal, dan aksesori. Hasil kegiatan menunjukkan pengurangan limbah tekstil hingga 60% dan peningkatan signifikan dalam pendapatan serta keterampilan teknis peserta. Inisiatif ini mendorong praktik ekonomi sirkular berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan kesadaran lingkungan.
Islamic Political Movements in Indonesia: From Nahdlatul Ulama to Islamist Parties in the Post-Reformasi Era Mursyidin, Mursyidin; Pao, Chai; Chai, Napat
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v2i3.2395

Abstract

The post-Reformasi era in Indonesia since 1998 has witnessed a dynamic resurgence of Islamic politics, featuring a complex landscape of both large moderate civil society organizations and formal Islamist political parties. This study aimed to comparatively analyze the evolution, political strategies, and societal impact of these diverse Islamic movements in Indonesia’s democratic transition. A qualitative research methodology was employed, utilizing a case study approach. Data was gathered through discourse analysis of party manifestos and public statements, as well as in-depth interviews with political and religious leaders. The findings reveal a strategic divergence: Nahdlatul Ulama has largely focused on influencing politics from a civil society perspective, promoting cultural Islam and pluralism. In contrast, Islamist parties have pursued formal state power, often employing identity politics. This has created a continuous negotiation within the public sphere between substantive Islamic values and formalist political agendas. The study concludes that Indonesian Islamic political movements are not monolithic. The enduring influence of moderate mass organizations acts as a crucial counterbalance to the formal political aspirations of Islamist parties, shaping a unique and contested model of Islamic democracy.
Co-Authors Abdul Karim Abdullah Abdullah Abdullah Akhyar Nasution Abidin Abidin Abidin Nurdin Ade Ikhsan Kamil Afdhal Fuadi Akmal Saputra Al Farid, Zani Al Misbah, Iyan Al Zuhri Alwi Alwi Amelia, Ubratul Amin, Arifil Andila, Fani Arhamar Ridha Arini, Ruhmi Aulia Syarif Aziz Aulia, Faizul Azrul Rizki Chai, Napat Chalid, Ibrahim Darmansyah, Dedy Darmono Deddy Satria M Dinda, Rizka Anggia ema, ema Fajri M.Kasim Fathiah Fathiah Fathiah Fatwa Wati Fauzi Fauzi Fazilah, Rida Furqan, Arsalna Hafinuddin Hafinuddin hamsa, amrizal Hasan, Riza Hasibuan, Paizah Herman Rusli Herman, RN Husaini Husaini Husni, Fauzul Huzaifah, Huzaifah Ikawijaya, Natali Ikhsan Ikhsanul Khairi Indrianto Indrianto Iqbal Irfany, Mohammad Ismail Sulaiman Jillbert , Julius karmila karmila Khairi, Muhammad Sajadal Lailasari, Linda Lia Muliana Ligar Abdillah Lukman Maulana M. Faisi Ikhwali Maliati, Nulwita Mardhiah, Ainol Maulana, Hafidz Melisa Rahayu Meri, Meri Mohd Harun MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rizal Muhammad Rizki Muhammad Syakir Muharriyanti Siregar Mujahidin Mujahidin Muliadi Kurdi Muparrizki Kaloko, Aziz Mustafa Muthohharoh, Marhamah Nadia Nadia Naldi, Roji April Nasiruddin, Muhammad Nirzalin Nur Arifin, Marmukassimah Nur Hafni Pao, Chai Prayogi, Aldi Putri Ananda, Hijrah Qadri, Fitrah Rahma, Intan Tri Rahmad Nuthihar Rahmah, Amelia Ramli Ramli Rani Putri Rani Putri Rayuwati Rayuwati Riki Yulianda Rivandi, Agung Riza Hasan Roza Yusfiandayani Sabaruddin Sabaruddin Sadrina Sadrina Samsul Bahri Samsul Bahri Samwil, Samwil Saputra, Jumadil Sarini Vita Dewi Sariyanti, Lilis Sinar, Sinar Siregar, Wardah Muharriyanti Sittiana, Sittiana Sopar Suadi Suadi Suadi Zainal Sukmawati Sukmawati Supriadi Supriadi Su’un, Muhammad Syafari, Muhammad Teuku Kemal Fasya Teuku Zulkarnaen Thalal, Muhammad Vellayati Hajad Wahdaniah Wahyudi Wardah Muharriyanti Siregar Yulianda, Riki Yulianita Yusril Hafid, Muhammad Yuswardi yuswardi, Yuswardi Zulfitriani Zulfitriani