Background: Artikel ini membahasa tentang asisten pengelolaan sumber daya alam di Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang ramah lingkungan. Pendekatan ini difokuskan pada pemanfaatan aset lokal pesantren secara optimal, melibatkan peran aktif masyarakat sekitar, serta memperkuat kesadaran dan literasi lingkungan di kalangan santri dan komunitas pesantren. penelitian ini menganalisis potensi aset alam yang dimiliki oleh pondok pesantren dan menyusun strategi pemberdayaan yang berkelanjutan. Metode: Metode yang digunakan dalam asistensi ini dimualai dari mapping aset, penulusuran wilayah, pemetaan asosiasi/institusi, pemetaan modal sosial dan jaringan sosial dan pemetaan aset induvidu. Langkah-langkah dalam menelusuri aset dimaksud dilaksanakan dengan pendekatan Asset Based community development (ABCD) melalui 6 tahap yaitu Discovery, Dream, Design dan Destiny, deliveru, determination atau sering disebut Model atau Siklus 6-D, dengan menimplementasikan metode ini untuk mengidentifikasi inti kekuatan positif suatu organisasi dalam merumuskan tema afirmasi untuk mencapai tujuan yang disepakati. Hasil: Hasil asistensi menunjukkan bahwa implementasi asistensi dengan pendekatan ABCD mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui pengelolaan aset pesantren secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan lokal. Kesimpulan: Temuan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pondok pesantren lain dalam upaya meningkatkan kontribusi sosial dan lingkungan pesantren secara holistik.