Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa Asnur Lidayni; A. Arnidah; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.45411

Abstract

The results of the initial observation of an online survey of students from the faculty of education representing the class of 2021 showed that when they hear the word sex, they are only introduced to their surroundings and get a lot of information about sex education via the internet. Of the 45 respondents from various media that were offered, they agreed that sex education could be taught through e-modules, and many did not even realize that sexual behavior reflects our character education. Researchers want to make e-modules (text, images, videos), and sex education must be equipped with character education. There has been no research on sex education as strengthening character education or in the form of E-Modules. The purpose of sexual education is not to arouse curiosity and want to try sexual relations between adolescents but to prepare adolescents about sexuality and its consequences if it is done without complying with the rules of law, religion, and customs as well as one's mental and material readiness. This development research refers to the steps of the development model S. Thiagarajan et al., 3D models, which consist of three stages: definition, design, and development. AbstrakHasil observasi awal survei online mahasiswa fakultas ilmu pendidikan perwakilan angkatan 2021 bahwa dalam mendengar kata sex hanya diperkenalkan oleh lingkungan sekitar dan banyak mendapatkan informasi mengenai sex education melalui internet. Dari 45 responden berbagai media yang ditawarkan menyetujui sex education dapat diajarkan melalui e-modul bahkan banyak yang belum menyadari bahwa perilaku seksual mencerminkan pendidikan karakter kita. Peneliti ingin membuat dalam bentuk e-modul (teks, gambar, video) dan sex education harus dilengkapi dengan pendidikan karakter dikarenakan sebelumnya belum ada membuat penelitian sex education sebagai penguatan pendidikan karakter maupun dalam bentuk E-Modul. Tujuan dari pendidikan seksual bukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi untuk mempersiapkan Remaja mengetahui tentang seksualitas dan konsekuensinya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta mental dan materi kesiapan seseorang, Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan S. Thiagarajan, et.al., model 3D yang terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), tahap Perancangan (design), dan tahap pengembangan (development).Kata Kunci: Pendidikan karakter; pendidikan seks; perguruan tinggi; sumber belajar.
Development of hypercontent-based teaching materials for screen printing course at FIP UNM Asrul Burhan; P. Pattaufi; Nurhikmah H; Farida Febriati; Abdul Hakim; Citra Rosalyn Anwar; W. Wahira
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71289

Abstract

This research was conducted to meet the need for hypercontent-based digital teaching materials in the Screen Printing Techniques course in the Educational Technology Study Program, FIP UNM. The existing materials are less interactive and lack media such as text, images, and videos, essential for enhancing student understanding. The main goals are identifying these needs, designing hypercontent-based digital teaching materials, and measuring their validity, practicality, and effectiveness. The Research and Development (RD) method follows the M. Alessi and Stanley R. Trollip model, including the stages of planning, design, and development. The research subjects included 20 students, one lecturer, and two validators (1 content/material expert and one design/media expert). Data collection techniques involved needs identification questionnaires, expert validation questionnaires, lecturer response questionnaires, and small and large group trial questionnaires. Descriptive quantitative analysis was used to evaluate the data. The findings indicate that the need for digital modules among students is very high, expert validation shows good qualifications, trials demonstrate the modules’ good practicality, and pre-test and post-test results reveal improved student learning outcomes with effective to very effective qualifications. Consequently, the screen printing technique digital module is deemed valid, practical, and effective. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ajar digital berbasis hypercontent pada mata kuliah Teknik Sablon di Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNM, karena bahan ajar yang ada saat ini kurang interaktif dan tidak menyediakan berbagai media seperti teks, gambar, dan video yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi kebutuhan tersebut, merancang bahan ajar digital berbasis hypercontent, serta mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model M. Alessi dan Stanley R. Trollip, mencakup tahap perencanaan, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian terdiri dari 20 mahasiswa, 1 dosen pengampu, dan 2 validator (1 ahli isi/materi dan 1 ahli desain/media). Teknik pengumpulan data meliputi angket identifikasi kebutuhan, angket validasi ahli, angket tanggapan dosen, serta angket uji coba kelompok kecil dan besar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap modul digital sangat tinggi, validasi ahli menunjukkan kualifikasi baik hingga sangat baik, uji coba menunjukkan kepraktisan modul yang baik, dan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan kualifikasi efektif hingga sangat efektif. Modul digital Teknik Sablon dinyatakan valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci: Modul digital; teknologi pendidikan; pengembangan bahan belajar; teknik sablon
Development of mobile-based learning in Kapita Selekta Pendidikan courses N. Nurdaiman; Nurhikmah H; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62898

Abstract

This research is development research that focuses on creating mobile learning-based learning media in education courses. This research aims to produce mobile learning-based learning media using the Smart Apps Creator (SAC) application that suits student needs and is valid and practical so students can learn anytime and anywhere. The research method used is Research and Development with the ADDIE development model, which consists of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research was conducted at the Educational Technology Study Program, Faculty of Education in Universitas Negeri Makassar. This research found that mobile learning-based learning media in capita selecta education courses were developed and were in the valid category; analysis of the level of practicality of lecturer and student responses was in the excellent category, so a value was obtained in the practical category. Research into developing mobile learning-based learning media in capita selecta education courses is expected to make it easier for students to learn independently. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berfokus pada pembuatan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis mobile learning dengan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC) yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang valid dan praktis sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yakni: analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan yang dikembangkan dan berada pada kategori valid; analisis tingkat kepraktisan respons dosen dan mahasiswa berada pada kategori sangat baik, sehingga diperoleh nilai dengan kategori praktis. Penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam belajar secara mandiri.Kata Kunci: Media pembelajaran; mobile learning; SAC: Smart Apss Creator