Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ENHANCING SELF-EFFICACY AND ASSERTIVENESS AMONG STUDENTS EXPERIENCING ACADEMIC ANXIETY THROUGH COGNITIVE RESTRUCTURING-BASED GROUP COUNSELING Hananto, Ipung; Utami, Ferisa Prasetyaning; Rosyidah, Hani’; Setiawati, Rini
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 6 No 2 (2025): COUNSENESIA 2025
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v6i2.5831

Abstract

Self-efficacy is a crucial factor in supporting individuals’ success during the learning process. Students who believe in their own potential tend to achieve optimal performance. Assertiveness is also an important factor in developing effective interpersonal relationships. In the pursuit of academic and non-academic achievement, students are often confronted with challenges such as anxiety. This study aims to examine the effectiveness of group counseling using cognitive restructuring in enhancing self-efficacy and assertiveness among students of SMPN 11 Kota Magelang who experience academic anxiety. This study employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest design and involved 18 students selected through purposive sampling. The results of data analysis demonstrated an increase in both variables. Therefore, it can be concluded that cognitive restructuring-based group counseling is effective in enhancing students’ self-efficacy and assertiveness.
Peningkatan Kapasitas Guru PAUD dalam Deteksi Dini dan Pendampingan Anak Korban Kekerasan Rumah Tangga Sri Mulyani; Matheus Gratiano Mali; Reza Noormansyah; Ipung Hananto
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.702

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan sosial yang berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak, khususnya pada aspek psikologis dan sosial. PAUD Pandan Wangi di Kabupaten Magelang menghadapi kondisi di mana sejumlah anak menunjukkan tanda-tanda tekanan emosional akibat mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam melakukan deteksi dini dan pendampingan psikososial bagi anak korban KDRT, serta meningkatkan kesadaran orang tua dalam menerapkan pola asuh positif tanpa kekerasan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan deteksi dini, workshop keterampilan konseling dasar, penyusunan dan implementasi tools deteksi dini berbasis observasi perilaku, serta penyuluhan partisipatif kepada orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai bentuk dan dampak KDRT dari 58% menjadi 96%, kemampuan mengidentifikasi tanda-tanda psikososial anak dari 42% menjadi 92%, serta keterampilan penggunaan tools deteksi dini dari 25% menjadi 83%. Pada kelompok orang tua, pemahaman tentang dampak KDRT terhadap anak meningkat dari 54% menjadi 89%, dan komitmen menerapkan pola asuh tanpa kekerasan meningkat dari 41% menjadi 90%. Kesimpulannya, kegiatan ini secara efektif meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam perlindungan anak serta berhasil membangun sistem deteksi dini dan pendampingan psikososial berbasis PAUD yang lebih responsif dan berkelanjutan.
KONSTRUKSI SKALA SOSIAL-EMOSIONAL UNTUK SISWA SMP Ferisa Prasetyaning Utami; Ipung Hananto; Ni'matu Sholikhah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12090

Abstract

his study aims to develop an instrument for adolescent social emotional skills in junior high schools. The urgency of this research is the need for a non-cognitive diagnostic assessment required by teachers to map the social emotional ability profile of junior high school students. The existence of appropriate assessment results will be the basis for providing learning strategies and school programs that are appropriate to the conditions of students. This research method uses a development method with a 3D model, namely define, design and develop. The validity of the instrument content is carried out by testing the instrument to experts / expert judgment and limited field testing to students in junior high schools in Magelang City. The population of this study is junior high schools in Magelang City with a sample of this study being 3 junior high schools in Magelang City with 2 classes each randomly determined by the Multistage Cluster Sampling sampling technique. The data analysis technique uses Aiken expert validity and uses Pearson Correlation for construct validity testing and Cronbach Alpha for instrument reliability. The results of the study showed that the Social Emotional scale for junior high school students had adequate validity and reliability, namely 28 items were declared valid and reliable with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.796 > 0.6. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen keterampilan sosial emosional remaja di sekolah menengah pertama. Urgensi penelitian ini adalah kebutuhan akan asesmen diagnostik non cognitif yang diperlukan oleh guru untuk memetakan profil kemampuan sosial emosional siswa SMP. Adanya hasil asesmen yang tepat akan menjadi dasar dalam memberikan strategi pembelajaran maupun program sekolah yang sesuai dengan kondisi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model 3 D yaitu define, desain dan develop. Validitas isi instrumen dilakukan dengan mengujikan instrumen kepada ahli / expert judgement dan uji lapangan terbatas kepada siswa-siswa di SMP Kota Magelang. Populasi Penelitian ini adalah SMP Se Kota Magelang dengan sampel penelitian ini adalah 3 sekolah SMP di Kota Magelang dengan masing-masing 2 kelas secara acak yang ditentukan dengan teknik sampling Multistage Cluster Sampling. Teknik analisis data menggunakan Aiken validitas ahli dan menggunakan Pearson Correlation untuk uji validitas konstruk dan Alpha Cronbach untuk reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala Sosial Emosional bagi siswa SMP memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai yaitu sebanyak 28 item dinyatakan valid dan reliabel dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0, 796 > 0,6.    
TINGKAT KEHARMONISAN KELUARGA PADA MAHASISWA PEKERJA Hani Rosyidah; Ipung Hananto; Sri Ayatina Hayati
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : State Islamic University (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pamomong.v4i2.364

Abstract

Family harmony is key in ensuring family resilience from both social and psychological perspectives. It is a highly influential concept in shaping a child's character and facilitating the positive development of their personality. This research aims to determine the level of family harmony among working students. The research utilized a survey with a quantitative approach involving 85 working students. Data collection was done using the family harmony scale developed by Kavikondala et al. (2016), which identifies five dimensions of family harmony: communication, conflict resolution, patience, family identity, and quality time. This research indicates that working students have a moderate level of family harmony. This study serves as a basis for enhancing family harmony within the scope of Guidance and Counseling.
Studi Korelasi Fasilitas Kuliah Ergonomis dan Motivasi Belajar ferisa prasetyaning utami; Hani Rosyidah; Ipung Hananto; Tri Retno Setiyawati
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v8i1.15093

Abstract

Kegiatan perkuliahan adalah proses pendidikan yang fundamental bagi mahasiswa. Keberhasilan perkuliahan didukung adanya motivasi belajar sebagai energi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu motivasi belajar yang berperan adalah motivasi ekstrinsik yang berasal dari kondisi lingkungan. Sarana perkuliahan yang ergonomis merupakan salah satu elemen penting lingkungan belajar. Penelitian ini adalah penelitian korelasional untuk menguji ada tidaknya hubungan antara sarana perkuliahan ergonomis dengan motivasi belajar mahasiswa. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Tidar 292 menggunakan Teknik simple random sampling. Instrumen pengukuran menggunakan angket sarana perkuliahan ergonomis dan skala motivasi belajar. Hasil  uji korelasi Pearson Product-Moment menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000< 0,05 yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara sarana perkuliahan ergonomis dengan motivasi belajar. Nilai koefisien sebesar 0,420 yang artinya hubungan kuat yang positif. Semakin baik sarana perkuliahan ergonomis, maka semakin tinggi tingkat motivasi belajar siswa.
Penerapan Strategi Pengelolaan Diri dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMP Ipung Hananto; Ferisa Prasetyaning Utami; Hani Rosyidah; Rini Setyawati
Indonesian Journal of Education and Learning Vol. 9 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v9i2.3209

Abstract

Studi ini dirancang untuk menganalisis sejauh mana strategi pengelolaan diri dalam layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan efikasi diri serta mengukur tingkat keefektifannya. Metode yang diterapkan adalah eksperimen semu dengan desain The Nonequivalent Pretest-Posttest, melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel diambil dari 984 siswa SMPN 9 Magelang secara purposive random sampling, dan data diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji-t Independent Sampel menghasilkan skor 7,537 dan nilai signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0,05, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Simpulan akhir penelitian menyatakan bahwa bimbingan kelompok yang mengintegrasikan strategi pengelolaan diri efektif dalam meningkatkan efikasi diri siswa.
Differences in academic achievement and psychological well-being based on major selection status Anggraini, Weni; Suwidagdho, Dhanang; Sari, Arlina; Kurniawan, Fandy; Hananto, Ipung
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 7 No 1 (2026): COUNSENESIA 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v7i1.6689

Abstract

Choosing a college major is one of the most important decisions in a student's educational journey. In reality, however, many Indonesian students enter their study programs not based on personal interest, but due to exam-score requirements, family expectations, or limited options. A mismatch between interests and major is related to students' psychological well-being. This study aims to determine whether there are differences in psychological well-being (PWB) and academic achievement (GPA) between Biology students who chose their major based on interest and those who did not, in terms of psychological well-being (PWB) and academic achievement (GPA). Using a quantitative comparative design, data were collected from 90 Biology students. PWB was measured with Ryff's Scales of Psychological Well-Being, and GPA was obtained from official university records. After confirming normality and homogeneity of variance, an independent samples t-test was applied for PWB and a Mann-Whitney U test for GPA. The independent samples t-test revealed a statistically significant difference between the two groups, t(88) = 4.361, p < .001. And the Mann-Whitney U test showed no statistically significant difference in GPA between the two groups, U = 1003, z = ?0.077, p >.001. These findings indicate that major selection driven by personal interest is meaningfully linked to students' psychological well-being, though not to their academic grades. The implications for academic guidance and counseling practice are discussed.