Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SMP Negeri 8 Medan Hasina Tanjung, Nadra; Saragih, Nurul Azmi; Faisal Husna, Muhammdah; Cornelia Sitinjak, Finny
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1164

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SMP Negeri 8 Medan. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif dengan siklus Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas delapan VIII-8 ( 8.8 ). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket motivasi belajar, lembar observasi, dan dokumentasi kegiatan bimbingan.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa setelah intervensi yang diberikan. Dengan kata lain, layanan bimbingan klasikal yang sesuaikan dengan Kurikulum Merdeka terbukti dapat efektif dalam meningkatkan motivasi bidang akademik siswa. Dari perspektif yang berorientasi atau berpusat pada siswa, penelitian ini menegaskan tentang pentingnya layanan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan emosional dan psikologis siswa sebagai faktor kunci dalam perkembangan akademik mereka. Dengan layanan bimbingan klasikal kita juga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan sikap positif terhadap pembelajaran. Proses penelitian yang dilakukan dengan beberapa siklus juga memungkinkan evaluasi serta penyesuaian secara berkelanjutan, sehingga intervensi tetap relevan dengan kebutuhan siswa yang terus berkembang.Penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai pengaruh positif layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan motivasi siswa dan memberikan wawasan penting bagi pendidik serta praktisi di sekolah. Dengan mengintegrasikan strategi yang berpusat pada siswa ke dalam layanan bimbingan klasikal, sekolah juga dapat lebih efektif mendukung tercapainya tujuan akademik. Penelitian ini juga menegaskan betapa pentingnya peran aktif bidang bimbingan dan konseling dalam pengembangan siswa demi menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memotivasi, dan membina siswa secara holistik.
Pengaruh Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Pendekatan Person Centered Therapy Untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Medan Utami, Ririn Dessy; Saragih, Nurul Azmi; Dewi, Ratna Sari; Harahap, Azur Aini
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individual dengan menggunakan pendekatan Person Centered Therapy dalam meningkatkan etika komunikasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan etika komunikasi, seperti berbicara tanpa sopan santun, tidak menghargai pendapat orang lain, serta kesulitan mengendalikan emosi saat berinteraksi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga sesi layanan konseling individual. Pendekatan Person Centered Therapy, yang dikembangkan oleh Carl Rogers, digunakan untuk menciptakan hubungan konseling yang empatik, kongruen, dan menerima tanpa syarat. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, catatan konseling, dan angket etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam perilaku komunikasi siswa setelah mengikuti layanan konseling individual. Pada siklus I, siswa mulai menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya komunikasi yang sopan, meskipun masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan. Pada siklus II, melalui simulasi dan latihan komunikasi yang lebih intensif, siswa menunjukkan pola komunikasi yang lebih santun, terstruktur, dan empatik, baik dalam interaksi formal maupun informal. Dengan demikian, layanan konseling individual berbasis Person Centered Therapy terbukti efektif dalam membentuk sikap komunikasi etis siswa dan dapat dijadikan sebagai strategi intervensi dalam meningkatkan karakter sosial siswa di sekolah.
Efektivitas Layanan Konseling Individual dalam Mengatasi Kecemasan Akademik pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Medan Harahap, Riska Nurjannah; Saragih, Nurul Azmi; Dewi, Ratna Sari; Rahmadani, Atika
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1393

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas layanan konseling individual dalam mengurangi kecemasan akademik pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Medan. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih melalui asesmen awal dengan indikator kecemasan akademik tinggi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi angket kecemasan akademik, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan skor kecemasan akademik setelah diberikan intervensi berupa layanan konseling individual. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling individual efektif dalam membantu siswa mengelola kecemasan akademik dan meningkatkan kesiapan belajar mereka.
Transformasi Layanan Konseling di Era Digital: Studi Kualitatif Tentang Penggunaan Artificial Intelligence Oleh Siswa Sekolah Menengah Atas Ramdhan, Lia Satriani; Saragih, Nurul Azmi; Lubis, Lailan Syafira
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66444

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang bimbingan dan konseling. Artikel ini mengkaji pentingnya transformasi layanan konseling di era digital sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan dan perilaku peserta didik dalam mengakses layanan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana layanan konseling beradaptasi di tengah kemajuan teknologi serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh konselor. Kajian ini didasarkan pada literatur terkini yang membahas pemanfaatan teknologi, seperti konseling berbasis aplikasi, chatbot berbasis AI, dan media sosial sebagai media komunikasi antara konselor dan konseli. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan single case design. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan konseling, tetap diperlukan etika, keterampilan digital, dan relasi empatik dari konselor untuk menjaga kualitas layanan. Dengan demikian, konselor perlu mengembangkan kompetensi digital tanpa mengesampingkan pendekatan humanistik dalam praktiknya.
Pendampingan Bimbingan Dan Konseling Bagi Guru Sebagai Edukasi Pengentasan Masalah Peserta Didik Dalam Proses pembelajaran Saragih, Nurul Azmi; Handayani, Aminda Tri; Dewi, Ika Sandra; Putri Siregar, Macharani Adi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.5014

Abstract

Guidance and Counseling is part of education for a teacher to be able shape the character of students so they can have a personality that can overcome problems in their learning process individually. Nowadays, not only teachers who have a guidance and counseling major are allowed to carry out process of eliminating student problems, but subject teachers and homeroom teachers are required to be able carry out the general guidance process in the classroom, therefore it is important for a teacher to be able understand guidance and counseling in general as a form of providing motivation or alleviating problems for students when they experience difficulties while studying either in class, school or at home. The Madrasah where community service is carried out is one of places where it is necessary provide assistance regarding guidance and counseling for teachers as education to overcome problems for students in their learning process. The methods used start from process of managing permits, socialization, preparation and implementation/activities, presentation results and final evaluation. The results of community service carried out at this Madrasah showed an increase in understanding of guidance and counseling for teachers starting from pretest before material was given to after material was given.
Gambaran Kecanduan Smart Phone pada Mahasiswa PG PAUD FKIP UMN AW Medan Handayani, Aminda Tri; Saragih, Nurul Azmi; Sirait, Dahlia; Siregar, Shinta Marito
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1077

Abstract

Perkembangan zaman yang kian berkembang , ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat banyak membawa perubahan dalam segala lapisan kehidupan masyarakat. Dan tak jarang juga  dengan berkembangnya teknologi seperti smart phone ini menyebabkan kecanduan di kalangan peserta didik khususnya mahasiswa. Dan tentunya hal ini menjadi suatu permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini Penelitian ini bertujuan mengetahui   gambaran penggunaan smart phone pada mahasiswa PG PAUD serta dampak yang ditimbulkan dari smart phone pada Mahasiswa Prodi PG PAUD Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMN AW Medan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif . Hasil penelitian mahasiswa yang menggunakan smart phone (smart phone) sebagian besar dari mereka menggunakannya secara berlebihan dan tidak sesuai dengan porsinya sehingga ini akan lebih banyak menimbulkan dampak negatif dari pada dampak positifnya. Kesimpulan menunjukkan bahwa keadaan yang di hadapi di lingkungan belajar mengajar mahasiswa baik itu sarana prasana maupun sosial secara signifikan sangat   mempengaruhi   minat   dan   prestasi   belajar   mahasiswa,   terlihat   dari kemampuan smart phone yang dapat mengubah mood, minat, dan motivasi mahasiswa dalam segala aspek khususnya belajar mengajar baik itu di rumah maupun di lingkungan kampus. saran bagi subyek penelitian Harus bisa mengatur waktu antara bermain smart phone (smart phone) dengan aktivitas lainnya, Bagi orang tua Supaya orang tua lebih mengingatkan lagi kepada anaknya agar tidak bermain smart phone dan bagi peneliti selanjutnya supaya bisa menyempurnakan mengingat masih kurangnya dalam aspek-aspek kecanduan dan keterbatasan dalam penelitian.
Implementasi Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa SMP Negeri 8 Medan Sidabutar, Lilis Granella; Saragih, Nurul Azmi; Rijal, Rijal; Romie, Kevin
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertif siswa SMP Negeri 8 Medan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas VIII-6 yang memiliki perilaku asertif rendah. Data dikumpulkan menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil perbandingan skor pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik problem solving efektif untuk meningkatkan perilaku asertif siswa SMP Negeri 8 Medan.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI METODE JIGSAW TERHADAP PERILAKU PHUBBING DI SMP NEGERI 1 BIRU-BIRU TAHUN AJARAN 2024/2025 Utami, Sri Widya; Asyah, Nur; Saragih, Nurul Azmi; Hutasuhut, Dina Hidayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.28232

Abstract

This Research Is Motivated By The Many Students Who Have Problems Experienced By Students In Class Viii Of Smp Negeri 1 Biru-Biru, Namely Phubbing Behavior. There Are Students Who Are Less Focused On Listening To Other People Talking, Students Are More Focused On What They Are Holding And Often Ignore Their Peers When Communicating. Many Students Are Unable To Use Technology Wisely (Excessively) Towards Smartphone Users Compared To Listening To Other People Talking And Cannot Appreciate Their Feelings. The Purpose Of This Study Is To Determine Whether There Is An Influence Of The Jigsaw Method Information Service On The Phubbing Behavior Of Class Viii Students Of Smp Negeri 1 Biru-Biru. The Method In This Study Is Quantitative Research. The Research Design Is Pre-Test And Post-Test Group. The Population In This Study Were 120 Students In Class Viii Of Smp Negeri 1 Biru-Biru. The Sample Taken Was 30 Students. The Sampling Technique Used In This Study Was The Purposive Sampling Technique. The Data Collection Technique Used A Likert Scale, Namely Making A Phubbing Behavior Scale. Based On The Results Of The Hypothesis Test Using The Paired Sample Test, The Sig Value Was Obtained. (2-Tailed) Of 0.004 <0.05, Which Means That There Is A Significant Difference Between The Pre-Test And Post-Test. This Shows That There Is An Influence Of The Jigway Method Information Service On Phubbing Behavior At Smp Negeri 1 Biru-Biru In The 2024/2025 Academic Year.
Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Self Regulated Learning Siswa SMA Swasta PAB 5 Klumpang Silvania, Dinda; Syaimi, Khairina Ulfa; Asyah, Nur; Saragih, Nurul Azmi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i3.1381

Abstract

Self-regulated learning merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa untuk mengelola proses belajar secara mandiri dan bertanggung jawab. Salah satu faktor yang mempengaruhi self-regulated learning yaitu pola asuh demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis orang tua dengan self-regulated learning siswa SMA Swasta PAB 5 Klumpang Tahun Ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Swasta PAB 5 Klumpang, dengan jumlah 177 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas X dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria orang tua menerapkan pola asuh demokratis. Instrumen pengumpulan data berupa angket pola asuh demokratis dan angket self-regulated learning yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Angket pola asuh demokratis memperoleh nilai cronbach’s alpha sebesar 0,913 dan pada angket self-regulated learning sebesar 0,851. Skala pengukuran menggunakan skala likert. Hasil analisis data dengan teknik korelasi person product moment menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh demokratis dengan self-regulated learning, dengan nilai koefisien r = 0,527 dan p = 0,000, artinya semakin baik pola asuh demokratis orang tua, maka semakin tinggi pula kemampuan self-regulated learning siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,278, menunjukkan bahwa self-regulated learning dipengaruhi oleh pola asuh demokratis sebesar 27,8% dan 72,2% nya dipengaruhi oleh faktor lain
Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang Tua dengan Regulasi Emosi Siswa Kelas X SMAN 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2024/2025 Lubis, Nabila Safina; Dewi, Ika Sandra; Saragih, Nurul Azmi
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.202592.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis orang tua dengan regulasi emosi pada siswa kelas X SMAN 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2024/2025. Pola asuh demokratis diyakini dapat membentuk individu yang bertanggung jawab dan memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik, melalui komunikasi dua arah, pemberian kebebasan yang disertai tanggung jawab, serta kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 40 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yaitu siswa SMAN 1 Lubuk Pakam dan Siswa yang orang tuanya menerapkan pola asuh demokratis. Instrumen yang digunakan adalah angket pola asuh demokratis dan regulasi emosi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment menggunakan bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis orang tua dengan regulasi emosi siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,408 dan nilai signifikansi p = 0,009 (p < 0,05), yang menunjukkan tingkat hubungan sedang. Adapun nilai koefisien determinasi sebesar R² = 0,166, yang artinya 16% regulasi emosi dipengaruhi oleh pola asuh demokratis orang tua. Sementara 84% regulasi emosi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, usia, jenis kelamin, motivasi, norma dan budaya. Penelitian ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan peran orang tua dan sekolah dalam mendukung perkembangan emosi siswa.