Claim Missing Document
Check
Articles

Reclaiming truth in the post-truth era: a philosophical perspective on Bakhtin’s dialogism and discourse production Amin, Chair; Jamil, Achmad; Briandana, Rizki
International Journal of Communication and Society Vol 7, No 2: List of accepted papers
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijcs.v7i2.2036

Abstract

This study explores the epistemic and ethical disruptions of public communication in the post-truth era through the theoretical lens of Mikhail Bakhtin’s dialogism. In an age where emotions, ideological narratives, and algorithmic amplification dominate digital discourse, truth has become a contested and manipulable construct rather than a product of dialogic exchange. Using a qualitative-descriptive approach, this research analyzes various forms of public digital content, such as online news, political memes, and viral hashtags, through critical discourse analysis and Bakhtinian concepts of heteroglossia, polyphony, and answerability. The findings reveal three key phenomena: the abandonment of dialogically-constructed truth, the fragmentation of digital heteroglossia into polarizing ideological bubbles, and the erosion of dialogic ethics manifested in the collapse of answerability. These trends mark a shift from inclusive public dialogue toward monologic affirmation and symbolic confrontation.Despite these challenges, the study identifies dialogism’s normative and pedagogical potential for rebuilding ethical communication in fragmented societies. Dialogism-based critical media literacy encourages reflective listening, ideological awareness, and multi-voiced engagement, providing a transformative strategy to counter disinformation and reclaim democratic discourse. This research offers both theoretical and practical contributions by positioning dialogism not only as an analytical tool, but also as an ethical foundation for inclusive, reflexive, and responsible communication in the digital age.
Peningkatan Daya Saing Industri Rumah Tangga dan Usaha Mikro Kuliner melalui Rebranding dan Tata Kelola Setiany, Erna; Briandana, Rizki; Andika, Julpri; Putra, Yananto Mihadi; Ramadhan, Kurnia; Adriansyah, Andi; Feriyanto, Dafit; Rahayu, Muthia; Zamzami, Annisa Hakim; Yuliawati, Elly; Pratiwi, Riri
Indonesian Journal for Social Responsibility Vol. 7 No. 02 (2025): December 2025
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v7i02.449

Abstract

Culinary micro businesses and home industries have a strategic role in local economic development, especially in the Tangerang area. However, obstacles such as low brand awareness, less than optimal business management, and minimal understanding of business regulations hinder the competitiveness of this sector. This study aims to examine how product re-branding and improving business governance can increase the competitiveness of culinary micro businesses. Using the Community-Based Research (CBR) methodology, this community engagement initiative involved 10 business owners selected through purposive sampling, utilizing in-depth interviews and field observations. The results showed that the rebranding strategy, including improving packaging, improving product quality, and strengthening marketing messages, succeeded in increasing sales by up to 30%. In addition, training in financial management, marketing, and operational management improved the skills of business actors. Administrative support in managing permits such as NIB, PIRT, and halal certification also provided more trust to consumers. In conclusion, the combination of an effective rebranding strategy and good business governance can increase the competitiveness of this industry.
Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Banten Terhadap Kek Tanjung Lesung Dalam Meningkatkan Kembali Kunjungan Wisatawan Paska Tsunami 2018 Tarodinarta, Firman; Briandana, Rizki
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial (JIES) Vol 10, No 2 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jies.v10i2.12919

Abstract

Untuk membenahi dan mengembalikan minat dan kunjungan wisatwan ke KEK Tanjung Lesung paska tsunami Selat Sunda pada Desember 2018, Dinas Pariwisata Provinsi Banten melakukan strategi komunikasi pemasaran dalam konteks 3A Pariwisata, yakni aktraksi, amenitas dan akses. Dalam konteks seperti ini, berarti Dinas Pariwisata Provinsi Banten menyiapkan dan melakukan penggunaan pesan yang harus efektif,  kredibiltas penyampai pesan, promotion event dan memanfaatkan media yang tepat.Beberapa tinjauan kepustakaan dalam penelitian ini mengacu pada konsep komunikasi pemasaran. Tjiptono (2008, 28) mendefinisikan bahwa komunikasi pemasaran adalah kegiatan dalam pemasaran yang bertujuan untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar masyarakat dapat menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Disimpulkan dalam penelitian ini bahwa Dinas Pariwisata Provinsi Banten dalam memasarkan kembali Tanjung Lesung menggunakan pesan yang memperlihatkan beberapa keindahan alam dan mensosialisasikan pesan Selat Sunda Aman dan Ayo Ke Banten. Kemampuan persuader dipilih atas pertimbangan kedekatan dan pengetahuan seseorang, pandai berkomunikasi dan juga memiliki kemampuan dalam bidang teknologi media dan berbahasa asing (Inggris). Penyelanggaran event juga dilakukan dengan menggelar Festifal Pesona Tanjung Lesung sebagai sarana promosi dan event kondisional dan tematik. Dan yang terakhir adalah pemanfaatan media yang dibagi menjadi dua yakni pemanfaatan media berbasis online yang dikelola oleh Pengelola KEK Tanjung Lesung dan membangun relasi dengan media lokal maupun skala nasional.
News Convergence Strategy For Human Resources Effectiveness: A Media Group Network Case Study Rahmadani, Rina; Briandana, Rizki; Marta, Rustono Farady; Mohd Sofian, Muhammad Raqib
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9015

Abstract

Media consolidation and sustainability through convergence are proving to be effective strategies. Media Group Network (MGN) implemented a newsgathering convergence approach in 2021 based on human resources requirements. A project dubbed MGN Press brought together journalists from Media Indonesia, Metro TV, and Medcom.id. Multi-skilled individuals who can work across platforms are needed as journalists. The process is examined using the notion of media management strategy in broadcasting, which entails planning, organizing, directing, and controlling, to meet organizational objectives. In-depth interviews and observation are used as part of the case study methodology in this study. The study’s findings demonstrate that changing a journalist’s skill set is not an easy task. It is critical during the planning phase to assign the most qualified individual to oversee the convergence of newsgathering. Additionally necessary is the creation of organizations that represent the three platforms’ journalists. Media Group Network continues to direct and inspire despite a variety of constraints and challenges. The future deployment of newsgathering convergence can be improved using control and evaluation mechanisms. The news collecting convergence method may increase the effectiveness of human resources when it is put into practice.Keywords: Convergence, efficiency, human resources, newsgatheringABSTRAKKonsolidasi dan keberlanjutan media melalui konvergensi terbukti menjadi strategi yang efektif. Jaringan Grup Media (MGN) menerapkan pendekatan konvergensi pengumpulan berita pada tahun 2021 berdasarkan kebutuhan sumber daya manusia. MGN Press mempertemukan jurnalis dari Media Indonesia, Metro TV, dan Medcom.id. Individu multi-keterampilan yang dapat bekerja lintas platform dibutuhkan sebagai jurnalis. Proses tersebut ditelaah dengan menggunakan pengertian strategi manajemen media dalam penyiaran, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, untuk mencapai tujuan organisasi. Wawancara mendalam dan observasi digunakan sebagai bagian dari metodologi studi kasus dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengubah keahlian jurnalis bukanlah tugas yang mudah. Sangat penting selama fase perencanaan untuk menugaskan individu yang paling memenuhi syarat untuk mengawasi konvergensi pengumpulan berita. Selain itu yang diperlukan adalah pembentukan organisasi yang mewakili jurnalis dari ketiga platform tersebut. Media Group Network terus mengarahkan dan menginspirasi meskipun dengan berbagai kendala dan tantangan. Penyebaran konvergensi pengumpulan berita di masa depan dapat ditingkatkan dengan penggunaan mekanisme kontrol dan evaluasi. Metode konvergensi pengumpulan berita dapat meningkatkan efektivitas sumber daya manusia ketika dipraktikkan.Kata Kunci: Konvergensi, efisiensi, sumber daya manusia, pengumpulan berita
The role of film in environmental communication: An audience interpretation in Indonesia and Malaysia Briandana, Rizki; Mohamad Saleh, Mohamad Saifudin; Dwityas, Nindyta Aisyah
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.1.21947

Abstract

Film is a form of communication that has the power to persuade   viewers to alter their perceptions and actions in order to support the communicator's chosen media agenda. Politics is the topic that is frequently covered in movies. In the documentary The Years of Living Dangerously, the topic of global warming is viewed from the angle of societal issues, offering a  fresh perspective to the audiences. The issue of environmental destruction that took place all across the world served as the theme. The concern highlighted in the movie is that its magnitude has significantly increased global greenhouse gas emissions. Deforestation in Indonesia and Malaysia was one of the topics  brought up. This study aims to analyze the audience's interpretation of the role of film in communicating environmental communication. This study used the reception analysis method with the FGD data collection technique. The informants in this study are audiences in Indonesia and Malaysia.  The results of this study indicate that environmental communication in Indonesia and Malaysia which discuss deforestation issues are interpreted by the public as part of social problems that are difficult to control. Meanwhile, the government is framed as a political communicator that is not transparent, causing public distrust.*****Film merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memiliki kekuatan untuk membujuk pemirsa agar mengubah persepsi dan tindakannya guna mendukung agenda media yang dipilih komunikator. Politik adalah topik yang sering diangkat dalam film. Dalam film dokumenter The Years of Living Dangerously, topik pemanasan global dilihat dari sudut pandang isu-isu kemasyarakatan, sehingga menawarkan perspektif baru kepada penontonnya. Isu kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh dunia menjadi tema yang diangkat. Kekhawatiran yang disoroti dalam film ini adalah besarnya dampak buruk ini telah meningkatkan emisi gas rumah kaca global secara signifikan. Deforestasi di Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu topik yang diangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi penonton terhadap peran film dalam mengkomunikasikan komunikasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi dengan teknik pengumpulan data FGD. Informan dalam penelitian ini adalah khalayak di Indonesia dan Malaysia.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan hidup di Indonesia dan Malaysia yang membahas isu deforestasi dimaknai oleh masyarakat sebagai bagian dari permasalahan sosial yang sulit dikendalikan. Sementara itu, pemerintah dibingkai sebagai komunikator politik yang tidak transparan sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.
Pro-Palestinian netizen cyber activism through the Julid Fi Sabilillah movement on Instagram Amrullah, Haekal Fajri; Bate, Andi Pajolloi; Briandana, Rizki
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.22395

Abstract

This study investigates the Julid Fi Sabilillah movement, a pro-Palestinian cyber activism initiative on Instagram formed by Indonesian netizens in response to the Al-Aqsa Hurricane attack by Israel. The emergence of a social movement on social media called Julid Fi Sabilillah became a mutually supportive virtual community that was formed to fight Israeli propaganda and its supporters on social media by trolling, cursing, and terrorizing the social media accounts of Israeli supporters. This research aims to find out and analyze how Julid Fi Sabilillah's activism on Instagram social media creates propaganda and mental attacks and creates negative issues for Israeli supporters on social media. Using a qualitative approach and case study method, this research revealed that the Julid Fi Sabilillah movement successfully countered the narrative supporting Israel on Instagram. Findings reveal that the movement has effectively disrupted pro-Israel accounts, causing psychological distress among supporters and amplifying global awareness of Palestine's plight. This digital activism highlights the potential of social media in uniting global efforts toward political and humanitarian causes. ***** Penelitian ini menyelidiki gerakan "Julid Fi Sabilillah", sebuah inisiatif aktivisme siber pro-Palestina di Instagram yang dibentuk oleh warganet Indonesia sebagai respons terhadap serangan Badai Al-Aqsa oleh Israel. Munculnya gerakan sosial di media sosial yang bernama Julid Fi Sabilillah menjadi komunitas virtual yang saling mendukung yang terbentuk karena adanya tujuan melawan propaganda Israel dan pendukungnya di media sosial dengan cara trolling menghujat dan meneror akun media sosial pendukung Israel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana aktivitisme Julid Fi Sabilillah di media sosial Instagram dalam membuat propaganda, menyerang mental dan membuat isu negatif bagi pendukung Israel di media sosial. Dengan pendekatan Kualilatif dan metode studi kasus penelitian ini mengungkap bahwa gerakan Julid Fi Sabilillah berhasil melawan narasi pendukung Israel di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan tersebut telah secara efektif mengacaukan akun-akun pro-Israel, menyebabkan tekanan psikologis di antara para pendukung dan meningkatkan kesadaran global akan penderitaan Palestina. Aktivisme digital ini menyoroti potensi media sosial dalam menyatukan upaya global menuju tujuan politik dan kemanusiaan.
Pemanfaatan Informasi Polusi Plastik pada Media Sosial terhadap Perilaku Konsumsi Hijau Generasi Z Briandana, Rizki; Dwityas, Nindyta Aisyah; Marta, Rustono Farady; Hesti, Sri; Nurhayati, Kristina
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.283

Abstract

Polusi plastik telah mengancam kelestarian lingkungan dan ekosistem. Isu polusi plastik masuk dalam program SDGs global maupun SDGs Indonesia. Intervensi untuk mengurangi sampah plastik menjadi agenda penting mengingat di Indonesia sendiri infrastuktur dan teknologi belum mampu mengejar laju urbanisasi, diperparah dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap pentingnya mengolah sampah rumah tangga serta dampak sampah sampah plastik terhadap kerusakan lingkungan. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mengurangi sampah, maka kesadaran dan aksi masyarakat harus ditingkatkan terhadap konsumsi hijau. Media sosial sebagai media yang menduduki peringkat pertama sumber pencarian informasi di Indonesia memiliki peranan vital dalam membangun ekosistem masyarakat sadar lingkungan khususnya bagi generasi Z sebagai populasi dengan jumlah dominan di Indonesia. Informasi pada media sosial diharapkan dapat membangun kesadaran, mengedukasi serta mendorong aksi konsumsi hijau generasi Z. Penelitian ini menggunakan Theory Planned Behavior dengan variable attitude toward green consumption, subjective norm, perceived behavioral control, intention to green consumption, dan green consumption behavior serta konsep Sosial Media dengan dimensi intrinsic quality, representational quality dan contextual quality. Paradigma penelitian positivistik, metodologi kuantitatif eksplanatif dengan metode survey terhadap mahasiswa generasi Z di wilayah urban maupun sub urban. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh informasi sosial media terhadap sikap perilaku hijau dan terhadap norma subyektif. Sikap berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap niat konsumsi hijau. Norma subyektif berpengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap niat konsumsi hijau. Kontrol perilaku memiliki pengaruh terhadap niat konsumsi hijau dan terhadap perilaku konsumsi hijau. Niat perilaku hijau memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumsi hijau. 
Co-Authors Abdul Haris Achmad Jamil Achmad Jamil Adhy Purnama, Adhy Adi Adrian Ahmad Hannan Ahmad Mulyana Aliagan, Isiaka Zubair Amer Qasem Amin, Chair Andhita Ramadhania Pristiawati Andi Adriansyah Andi Pajolloi Bate Anistya, Famelia Annisa Hakim Zamzami Arief Bowo Prayoga Kasmo Ariska, Cynthia Aristia Ningrum, Dian Asep Sunandar Azman Azwan Azmawati Azmawati, Azman Azwan Chinmi, Maichel Dafit Feriyanto Damayati, Anindita Dicky Andika Edi Pribadi Eka Perwitasari Fauzi Eli Jamilah Mihardja Elly Yuliawati Endi Rekarti, Endi Eni Kusti Rahayu Erna Setiany Fahmi Fotaleno Feni Fasta Fitri Aprilia Galuh Dinda Utami Haekal Fajri Amrullah Hana Rochani Gustasari Panggabean Harris Christanto Harry Harry Julpri Andika Kasiful Fadli KRISTIAWAN KRISTIAWAN Kristina Nurhayati Lucky Nugroho Maria Borges, Serilio Verdial Mayde, Putri Calista Mellisa Fransisca Mijan, Rohana Mohamad Saifudin Mohamad Saleh Mohamad Saleh, Mohamad Saifudin Mohd Sofian, Muhammad Raqib Muhammad Raqib Mohd Sofian Muhammad Raqib Mohd Sofian Natasia Angreani Nindyta Aisyah Dwityas Ningrum, Dwi Anggraini Puspa Ningrum, Dwi Anggraini Puspa Nurhalidah Nurhalidah Nurhayati, Kristina Pratiwi, Riri Putri, Yessi Mareta Andari Rahayu, Muthia Rahmadani, Rina Rahmani, Deanisa Ramadhan, Kurnia Reni Mayerni Rustono - Rustono Farady Marta Salsabilla Audinna Santa Lorita Sarata Balaya Septiana, Riyan Siti Hajariah Siti Hajariah, Siti Sofian, Muhammad Raqib Mohd Sri Hesti Syafril Tahar Tarodinarta, Firman Timea Gal Tirta Lestari Tjajadi, Octavia Putri Widyastuti Widyastuti Yananto Mihadi Putra