Claim Missing Document
Check
Articles

Narkolema pada Media Hiburan Drama Korea Wulandari, Dita Risky Dwi; Ruja, I Nyoman; Ratnawati, Nurul
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v4i1p46-54

Abstract

In today's digital era, the threat of moral damage to teenagers is not only caused by drinking, narcotics, but also narkolema. Narkolema is defined as human addiction to watching or accessing pornography through the eyes. This study aims to: (1) analyze pornographic scenes in Korean dramas, (2) analyze the causes and effects of addiction to watching pornographic scenes in Korean romance dramas. This study uses a qualitative approach and a descriptive research type as a methodological basis. Data collection was carried out on college students from Malang who are students. This research was obtained from primary and secondary data. Research data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The results of this research show that there are scenes that are considered pornographic in the Korean romance drama entitled Fanta G Spot and Nevertheless, namely bed scenes that show uncovered breasts and buttocks, masturbation activities, and similar relationships. The causes of college students watching pornographic scenes in Korean romance dramas include storylines that are packaged attractively and dynamically played by beautiful characters, looking for entertainment to get rid of boredom from the routine they live in, getting references such as education on relationship behavior with the opposite sex, feeling happier after watching, as well as sexual education. As a result, the perception of adolescents with pornographic aspects found in Romance Drakor becomes two opinions or two points of view. The first opinion is positive that accepts the existence of pornographic aspects in Romance Drakor as part of the elements of entertainment, art and education and does not view these pornographic aspects as elements that can have a negative impact. The second opinion is a negative point of view that accepts the existence of pornographic aspects in Romance Drakor that are considered to be part of the elements of the storyline which are packaged beautifully and cinematically and can have a negative impact with a different percentage for each individual watching. Di era digital saat ini, ancaman kerusakan moral remaja tidak hanya disebabkan oleh minum-minuman keras, narkotika, namun juga narkolema. Narkolema diartikan sebagai kecanduan manusia menonton atau mengakses pornografi lewat mata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis adegan pornografi dalam drama korea , (2) Menganalisis sebab dan akibat kecanduan menonton adegan pornografi drama korea romance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan sebagai landasan metodologis. Pengambilan data dilakukan di kota malang pada mahasiswa. Penelitian ini didapat dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat adegan yang termasuk pornografi dalam drama korea romance dengan judul Fanta G Spot dan Nevertheless yaitu adegan ranjang yang memperlihatkan buah dada dan pantat tanpa penutup, kegiatan masturbasi, serta hubungan sejenis. Penyebab mahasiswa menonton adegan pornografi dalam drama korea romance diantaranya yaitu jalan cerita yang dikemas menarik dan tidak monoton ditambah lagi tokohnya yang rupawan, mencari hiburan untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang mereka jalani, mendapatkan referensi ilmu seperti edukasi perilaku relationship dengan lawan jenis, merasa lebih happy setelah menonton, serta edukasi seksual. Akibat dari mahasiswa menonton drama korea romance terdapat aspek pornografi yang ada pada drakor romance. Terbagi menjadi dua pendapat atau dua sudut pandang yaitu yang pertama sudut pandang positif yaitu pornografi sebagai unsur hiburan, edukasi, dan seni yang dalam artian pendapat menerima keberadaan pornografi dalam drakor romance dan tidak memandang pornografi memberikan dampak negatif. Kedua adalah memandang bahwa pornografi memberikan dampak negatif dengan persentase yang berbeda tiap personal yang menonton. Pendapat menerima keberadaan pornografi dalam drakor romance dan menganggap pornografi bagian dari unsur alur cerita yang dikemas secara sistematik dan indah.
Eksistensi Tradisi Pernikahan Walagara di Desa Sapikerep Kabupaten Probolinggo Fariski, Aulia Isnaeni; Ratnawati, Nurul
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v4i1p71-87

Abstract

The Walagara marriage tradition is the identity of the Tengger Tribe to legalize marriage by custom. The Tengger tribe experienced the acculturation of Hindu and Islamic cultures. The implementation of the Walagara marriage tradition, which uses mantras and worship rituals, is contrary to the teachings of Islam. This study aims to describe the existence and procedures for implementing the Walagara marriage tradition in Sapikerep Village, Probolinggo Regency, and analyze the symbolic meaning contained. The research method used is qualitative with descriptive type. The results showed that the Walagara marriage tradition is still maintained because the Sapikerep community still believes in the meaning and cultural values contained therein. The procedure for implementing this tradition is divided into preparation, core, and follow-up events. The symbolic meaning contained in the Walagara wedding tradition is taken from the procedure of implementation, mantras, tools, materials, and clothing. Tradisi pernikahan Walagara merupakan identitas Suku Tengger untuk mengesahkan pernikahan secara adat. Suku Tengger mengalami akulturasi budaya Hindu dan Islam. Pelaksanaan tradisi pernikahan Walagara menggunakan mantra serta ritual penyembahan yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi dan tata cara pelaksanaan tradisi pernikahan Walagara di Desa Sapikerep Kabupaten Probolinggo serta menganalisis makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang dipakai yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi tradisi pernikahan Walagara masih terjaga karena Masyarakat Sapikerep masih meyakini makna serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Tata cara pelaksanaan tradisi ini dibagi menjadi tahap persiapan, inti dan acara lanjutan. Makna simbolik yang terkandung dalam tradisi pernikahan Walagara diambil dari tata cara pelaksanaan, mantra, alat, bahan, dan pakaian.
Development of social studies evaluation media based on minimum competency assessment "MELUAS" questions for students at SMPN 1 Besuki Nirmala, Pratidina Okta; Ratnawati, Nurul
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i1.64981

Abstract

Minimum competency assessment is one of the government's efforts to improve students' literacy and numeracy skills. For this reason, teachers must support it by applying it to learning activities. This research aims to develop social studies evaluation media based on minimum competency assessment "MELUAS" questions. The method uses RnD with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The subjects used to assess the suitability of this product were 32 students in class VIII C at SMP Negeri 1 Besuki. Based on the questionnaire, the responses show that MELUAS is "very suitable" for use by students. The existence of MELUAS can increase users' reading literacy, attract students to conduct evaluation activities, and encourage the quality of students' enthusiasm. Recommendations for further research are to develop evaluation media based on minimum competency assessment questions, equip them with videos and animations on the question text stimulus, and add features that discuss the correct answers.
Development of puzzle game learning media in social sciences subjects to improve student learning outcomes Wulandari, Santi Agustina; Ratnawati, Nurul
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i1.61975

Abstract

This research is aimed at (1) developing puzzle game learning media with material from the Asian Continent and Other Continents, (2) testing the feasibility of puzzle game learning media, and (3) testing the effectiveness of puzzle game learning media in improving student learning outcomes. The research uses the research and development (R&D) method with the ADDIE design. The research instrument is a questionnaire sheet and a multiple-choice question instrument. Data analysis was obtained from the pretest and posttest results, which were analyzed using the normality test, homogeneity test, and paired sample t-test. The results of this research and development are (1) the media developed is a puzzle game learning media, (2) the validity test shows that the puzzle game learning media has a "very suitable" category for further use in the social studies learning process, (3) effectiveness analysis, it can be concluded that the use of puzzle game learning media is efficacious in improving student learning outcomes in social studies subjects in one of the state schools in District X. Recommendations for further research and development include utilizing innovative AR (Augmented Reality) technology features, further developing elements of the quiz feature by adding several puzzle patterns at higher levels or more difficult levels.
BATIK REFUGIA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAN PENDUKUNG DESA WISATA EDUKASI PERTANIAN JATIREJOYOSO Ratnawati, Nurul; Ruja, I Nyoman; Purnomo, Agus; Rapita, Desinta Dwi; Bashofi, Ferdinan
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p227-234

Abstract

REFUGIA BATIK AS A PRODUCT OF EXCELLENCE AND A SUPPORTER OF THE JATIREJOYOSO VILLAGE OF AGRICULTURAL EDUCATION AND TOURISM Inadequate human resources cause the community to lack independence and self-confidence in managing, running, and developing the “Taman Refugia” agricultural education tourism. The solution to this problem is to develop and train the manufacture of distinctive and superior products that can support tourism activities in the Jatirejoyoso Agricultural Education Tourism Village. The purpose of this development and training activity is to create and create batik that is characteristic of Jatirejoyoso Village, and to train the community to produce the batik. The method of implementing community service in the development and training of the Refugia batik motif is 1) preparation stage, 2) implementation stage, and 3) follow-up stage. The results of the community service activities show that participants can make Refugia batik with assistance. Thus, the results can be used to support the development and facilitation of the Jatirejoyoso agricultural education tourism village. Sumber daya manusia yang tidak memadai menyebabkan masyarakat tidak memiliki kemandirian dan rasa percaya diri dalam mengelola, menjalankan, serta mengembangkan wisata edukasi pertanian “Taman Refugia”. Solusi terhadap permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan pengembangan dan pelatihan pembuatan produk khas dan unggulan yang dapat mendukung kegiatan pariwisata di Desa Wisata Edukasi Pertanian Jatirejoyoso. Adapun tujuan dari kegiatan pengembangan dan pelatihan ini yaitu membuat serta menciptakan batik yang menjadi ciri khas Desa Jatirejoyoso, serta melatih masyarakat untuk memproduksi batik tersebut. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam kegiatan pengembangan dan pelatihan motif batik Refugia yakni: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap tindak lanjut. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta dapat membuat batik Refugia dengan pendampingan. Sehingga, hasilnya dapat digunakan sebagai penunjang pengembangan dan fasilitasi desa wisata edukasi pertanian Jatirejoyoso.
The Impact of Use of Chatgpt on Changes in Students' Learning Behavior Assegaf, Syaipul; Mara Qonitatillah; Nurlita Nazma Prameswari; Bayu Kurniawan; Nurul Ratnawati
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 2 No. 1 (2024): 1 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v2n1.p49-58

Abstract

This research is a qualitative study that examines the impact of using ChatGPT on changes in student learning behavior. Behavior change is a process of movement carried out by individuals to adapt to the environment. This research used qualitative research methods and obtained 9 respondents. Data collection methods used observation and interview techniques. The results of this research show that ChatGPT has positive and negative impacts, using ChatGPT makes students quickly complete assignments, but this causes students to become increasingly dependent and lazy about reading articles and books, students will experience decreased literacy and have negative effects.   
The Influence of Problem Based Learning on Critical Thinking Skill Reviewed From Gender Dewi, Sari; Ratnawati , Nurul; Dora , Nuriza; Mohd Hairy Ibrahim
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 2 No. 2 (2024): 1 October 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v2n2.p36-46

Abstract

This research highlights the need for the application of learning models that can improve critical thinking skills. The model that is believed to be able to improve critical thinking skills is Problem Based Learning (PBL). The purpose of this study was to determine 1) the effect of PBL learning model on critical thinking ability; 2) the effect of gender differences on critical thinking ability; 3) the effect of PBL learning model on critical thinking ability in terms of gender differences. The purpose of this study was to determine the difference and effect of problem-based learning and discovery learning models on critical thinking ability in terms of gender. This research used quantitative approach with quasi experiment design. This research instrument used an essay test of 5 questions. The data analysis used was normality test, homogeneity test, and 2-way anova test. The results showed that 1) PBL model has an effect on students‘ critical thinking skills; 2) there is an effect of gender on students’ thinking skills; 3) there is no effect of PBL learning model on critical thinking skills in terms of gender differences.
DINAMIKA MODERNISASI PERTANIAN PADI DI KECAMATAN REJOSO, KABUPATEN NGANJUK Wiradarma, Rahadyan; Idris, Idris; Ratnawati, Nurul
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v4i10p8

Abstract

Rejoso as a rice producing region needs to modernize rice farming. This modernization is expected to increase the efficiency of planting on land so that production costs can be reduced. The development of the use of rice transplanter planting machines has not met expectations because farmers are more interested in non-rice transplanter planting services. With this gap, the dynamics of modernization of rice farming, especially the use of rice transplanters in Rejoso District, is very interesting to research. Basically, modernization of rice farming includes seeding, land processing, planting and harvesting. This research focuses on modernizing rice farming using rice transplanter planting machines. This research is a descriptive qualitative research type of case study. The data sources used are primary and secondary data sources. The data taken are verbal words. The data collection techniques for this research are observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses the interactive model from Miles and Huberman. The results of the research are: 1) The use of rice transplanter planting machines in Rejoso District is less effective; 2) Rice transplanter planting machines are not always suitable for all rice farming land; 3) Based on indicators of failure, modernization of rice planting using rice transplanter planting machines in Rejoso District, Nganjuk failed; 4) This failure of modernization is a failure of the government, rice translator planting service providers, and farmers; 5) Rational choice theory is used by actors (farmer) by considering advantages and disadvantages so that they can use resources efficiently; 6) Failure is influenced by external factors, namely the failure to achieve the goals of managers and farmers, competition, lack of progress or stagnation, as well as farmers' low interest in rice transplanters; 7) The results of this research can have implications for education, namely providing variety and enrichment of material about economic behavior in agricultural sector. Rejoso sebagai wilayah produsen padi perlu modernisasi pertanian padi. Modernisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penanaman di lahan sehingga biaya produksi dapat ditekan. Dalam perkembangan penggunaan mesin tanam rice transplanter tidak sesuai harapan karena petani lebih berminat pada jasa tanam nonrice transplanter. Dengan kesenjangan itu, dinamika modernisasi pertanian padi khususnya penggunaan alat tanam rice transplanter di Kecamatan Rejoso ini sangat menarik untuk diteliti. Pada dasarnya modernisasi pertanian padi mencakup pembibitan, pengolahan lahan, penanaman, dan pemanenan. Penelitian ini fokus pada moderenisasi pertanian padi dengan menggunakan mesin tanam rice transplanter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Sumber data yang digunakan sumber data primer dan sekunder. Data yang diambil adalah kata-kata verbal. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian, yaitu: 1) Penggunaan mesin tanam rice transplanter di Kecamatan Rejoso kurang efektif; 2) Mesin tanam rice transplanter tidak selalu cocok untuk semua lahan pertanian padi; 3) Berdasarkan indikator kegagalan modernisasi modernisasi penanaman padi dengan menggunakan mesin tanam rice transplanter di Kecamatan Rejoso, Nganjuk gagal; 4) Kegagalan modernisasi ini merupakan kegagalan pemerintah, penyedia jasa tanam rice transplater, dan petani; 5) Teori pilihan rasional digunakan aktor (petani) dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan sehingga dapat menggunakan sumberdaya secara efisiensi; 6) Kegagalan dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu ketidaktercapaian tujuan pengelola dan petani, persaingan, ketiadaan kemajuan atau kemandegan, serta minat petani terhadap rice transplanter yang rendah; 7) Hasil penelitian ini, dapat berimplikasi bagi pendidikan yaitu memberikan variasi dan pengayaan materi tentang perilaku ekonomi dalam bidang pertanian.
PELATIHAN PEMBUATAN TEH CELUP HERBAL DALAM KEMASAN SIAP JUAL DI DESA WONOKERSO KABUPATEN MALANG Nyoman Ruja, I; Ratnawati, Nurul; Annas Waladul Mufid, M. Khoirul; Kurniawan, Bayu; Wiradimadja, Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4714-4726

Abstract

Teh menjadi minuman yang banyak diminati oleh orang dewasa. Kelor sebagai daun yang mengandung banyak khasiat dapat dijadikan sebagai teh. Sehingga, teh daun kelor berpotensi untuk dapat menarik konsumen dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melatih ibu-ibu PKK Desa Wonokerso, Kabupaten untuk membuat teh dari daun kelor dalam kemasan siap jual. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan model pelatihan dengan prosedur analisis, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan analisis kebutuhan menunjukkan bahwa di Desa Wonokerso terdapat banyak tumbuhan kelor, namun belum dioptimalkan khususnya dalam bentuk olahan teh. Oleh karena itu, pelatihan dilakukan dengan pemberian materi tentang khasiat daun kelor dan peragaan cara pembuatan teh dari daun kelor sampai pada pengemasan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusias peserta dalam mengikuti kegiatan pengabdian. Tidak hanya itu, peserta juga berhasil membuat serta mengemas teh dari daun kelor dan siap untuk dijual. Oleh karena itu, pendampingan perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta untuk mempromosikan hasil produksi teh dari daun kelor.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU IPS SMP DALAM UPAYA OPTIMALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ratnawati, Nurul; Sukamto, Sukamto
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.25 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17710

Abstract

Dinamika pergantian kurikulum termasuk kurikulum 2013 selalu memunculkan keluhan dan kebingungan dari guru di tingkat lapangan. Berdasarkan hasil penyebaran angket melalui google form kepada beberapa guru IPS SMP di beberapa sekolah negeri maupun swasta di Jawa Timur, menunjukkan bahwa sampai saat ini tahun 2019, selama 5 tahun berjalannya kurikulum 2013, guru masih mengalami kebingungan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang merupakan salah satu aspek dalam implementasi kurikulum. Kebijakan perubahan kurikulum 2013 diyakini sebagai kebijakan strategis menghadapi kompleksitas tantangan masa depan. Oleh sebab itu, optimalisasi implementasi kurikulum 2013 perlu didukung oleh partisipasi aktif institusi keguruan untuk melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga implementasi kurikulum 2013 berjalan lebih optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini yaitu, peningkatan pemahaman guru tentang konsep pembelajaran IPS dengan prinsip keterpaduannya; kebijakan kurikulum 2013; bagaiamana merancang dan menyusun perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013.
Co-Authors Adella Signal Putri Agung Suprianto Agung Wiradimadja Agus Dwi Febrianto Agus Purnomo Agus Purnomo Ahmad Sulton Alim Mabrur Alfyananda Kurnia Putra Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Assegaf, Syaipul Aulia Amatullah Auliya Tiarista, Auliya Tiarista Bashofi, Ferdinan Bashofi, Ferdinan  Bayu Kurniawan Bayu Kurniawan BAYU KURNIAWAN Bima Wahyu Pratama Bima Wahyu Pratama Chania Ratu Iriana Putri Chatarina Umbul Wahyuni Cinde Ririh Windayu Desinta Dwi Rapita Dewi Saraswati, Dewi Diana Anggita Nareswari Didik Sukriono Dora , Nuriza Dwi Rosita, Febty Andini Eko Putro, Santi Dwi Retno Elviana Febrianti Elviana Febrianti Endika Priambodo Susanto Fahra Afrianti Azzahra Fariski, Aulia Isnaeni Ferdinan Bashofi Ferdinan Bashofi Ferdinan  Bashofi Flariska Ernanda Maiyuni Flariska Ernanda Maiyuni Hatami, Faula Anis Hidayati, Armawati I Nyoman Ruja Idris Idris Idris Ilmah, Fadhilatul Iman Wiratama Isha Pure Khofifatu Rohmah Adi Khofifatu Rohmah Adi Khusna, Nadiya Hidayatul Kinasih, Tita Laila Citra Lala Zaenia Pratiwi Lidiyatul Muna Lidiyatul Muna Lilis Yuliana Listyo Yudha Irawan Luly Triningsih Mara Qonitatillah Meidi Saputra Mirza Pradila Mohd Hairy Ibrahim Mokhamad Husni Mubaroq Mubarok, Nurhadi Muhammad Burhanudin Fadly Muhammad Mujtaba Habibi Nantana, M. Gebryna Rizki Neni Wahyuningtyas, Neni Nevy Farista Aristin Nevy Farista Aristin, Nevy Farista Nirmala, Pratidina Okta Nita Nathasabilla Nita Nathasabilla Nurlita Nazma Prameswari Nuroh, Lailatun Pratama, Ilyas Shaso Priambodo Susanto, Endika Romadhina, Lailatul Sari Dewi Sari, Ninik Yustina Sastria Darul Ulfahmi Sejati, Muhammad Daffa Firzatullah Kstaria Shahnas Ilmi Sheila Alfania Siti Nur Farihah Sonny Soriano Sukamto Sukamto Sukamto Sukamto Surya Desismansyah Talitha Rachman Dordia Tanio, Gusti Indra Wiradarma, Rahadyan Wulandari, Dita Risky Dwi Wulandari, Santi Agustina Yudairawan, Listyo Yuni Auliafani Zulfa Desi Ramadhani