Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Berbasis Historical Thinking Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Sub Tema Sejarah Lokal Nita Nathasabilla; Nurul Ratnawati
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i2.20224

Abstract

Social studies learning in junior high school is designed in an integrated manner and consists of various disciplines such as geography, economics, sociology, and history. One important sub-theme in social studies is local history, which covers past events and figures in the students' surroundings. In studying this sub-theme, students often experience difficulties due to a learning process that tends to emphasize memorization, resulting in suboptimal learning outcomes. This study aims to determine the effect of the historical thinking-based role-playing learning model on student learning outcomes in the sub-theme of local history to address the challenges of social studies learning. The method used is a quasi-experimental nonequivalent control group design. The study was conducted at SMP Negeri 3 Songgon Satu Atap with a sample of 44 students. The instrument test was conducted using validity tests, reliability tests, difficulty level tests, and item discrimination tests. The results of the instrument test showed that most of the items were valid, reliable, and had an easy to moderate difficulty level. In addition, the percentage of discrimination was good as a research instrument. The hypothesis test was conducted with an independent samples t-test using SPSS 29. Based on the research results, it was found that the experimental class experienced a greater increase in learning outcomes, namely 19.83%. Meanwhile, the control class increased by 15.3%. The implementation of the historical thinking-based role-playing learning model had a significant effect on student learning outcomes and could be an alternative in efforts to improve learning outcomes.
Pemanfaatan Teknologi Geospasial Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Geografi SMA Listyo Yudha Irawan; Aulia Amatullah; Siti Nur Farihah; Alfyananda Kurnia Putra; Nurul Ratnawati; Yuni Auliafani; Isha Pure
Belantika Pendidikan Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Kayon Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47213/bp.v8i2.436

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of geospatial technology-based Pedagogical Content Knowledge (PCK) training as an effort to improve the professional competence of high school geography teachers. This study uses an ex post facto method, with a qualitative descriptive approach and data collection techniques through field observation, documentation, and pre-test and post-test questionnaires. The results of this study indicate that training in the use of geospatial technology based on Pedagogical Content Knowledge (PCK) has a significant effect on improving teachers' professional competencies, including a comprehensive understanding of the integrative concepts of pedagogy, content, and technology, an increase in the use of geospatial platforms such as Google Earth, Inarisk, and Inageoportal, and the ability to link learning materials with the use of spatial data. This activity is a strategic step in encouraging teachers to become more professional and prepared to face the challenges of the 21st century.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Pedagogical Content Knowledge (PCK) berbasis teknologi geospasial sebagai upaya peningkatan kompetensi profesionalitas kepada guru geografi tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto, dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi dan pemberian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan pelatihan pemanfaatan teknologi geospasial berbasis Pedagogical Content Knowledge (PCK) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, meliputi memahami secara utuh konsep integratif antara pedagogi, konten, dan teknologi, menunjukkan peningkatan dalam penggunaan platform geospasial seperti Google Earth, Inarisk, dan Inageoportal, serta mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan penggunaan data spasial. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong guru menuju profesionalisme dan kesiapan menghadapi tantangan abad ke-21
Is difficult item relevant to higher cognitive process level?: Proof from the geomorphology topic assessment based on Bloom’s and Marzano cognitive taxonomy Listyo Yudha Irawan; Siti Nur Farihah; Agus Dwi Febrianto; Aulia Amatullah; Nurul Ratnawati; Bayu Kurniawan
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 8 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v8i2.290

Abstract

Assessment of learning outcomes needs to consider the appropriateness between the level of difficulty of questions and the cognitive level being measured, especially in Physical Geography–Geomorphology material that requires higher-order thinking skills (HOTS). This study aims to analyze the relationship between the level of difficulty of questions and cognitive levels as defined by Bloom's Taxonomy and Marzano's Taxonomy. The study employs a quantitative descriptive approach by developing ten essay-type questions classified according to both taxonomies. The difficulty level analysis was conducted using Classical Test Theory (CTT) with the parameter of the proportion of participants who answered correctly. The research results indicate that difficulty levels do not always correlate with cognitive levels. In Bloom's Taxonomy, C1 questions tend to be the easiest, while in Marzano's Taxonomy, C3 questions are actually easier than other levels. This demonstrates that difficulty levels and cognitive levels are two distinct concepts, so the perception that HOTS questions are always difficult is not entirely accurate. In conclusion, the development of assessment instruments must consider the relationship between learning objectives, cognitive levels, and item characteristics. The study recommends integrating HOTS-based learning into geomorphology material through the use of contextual media and geospatial technology to support meaningful assessment and the development of 21st-century skills.
Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Growth Mindset Dalam Pembelajaran Mendalam Neni Wahyuningtyas; Nurul Ratnawati; Agus Purnomo; Mirza Pradila
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/1f2g7j19

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berorientasi pada proses. Namun, mitra kegiatan, masih menghadapi kendala dalam mengimplementasikan growth mindset ke dalam pembelajaran mendalam. Sebagian guru masih berfokus pada capaian akhir, belum optimal memberikan umpan balik konstruktif, dan belum membiasakan refleksi belajar. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan guna memperkuat pemahaman serta keterampilan guru dalam menerapkan growth mindset melalui perancangan pembelajaran mendalam. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesiapan guru dalam membangun budaya kelas yang menghargai proses, ketekunan, keberanian mencoba, dan perbaikan strategi belajar. Metode yang digunakan melalui empat tahap yaitu asesmen, persiapan, tahap implementasi, evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya penerapan growth mindset, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran yang lebih reflektif, serta kesiapan memberikan umpan balik yang menekankan usaha dan perkembangan peserta didik.
Model Penguatan Karakter Integritas Berbasis Komunitas Siswa melalui Proyek Sosial Nurul Ratnawati; Neni Wahyuningtyas; Agus Purnomo; Agung Suprianto; Chania Ratu Iriana Putri; Iman Wiratama
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3634

Abstract

Penelitian ini fokus pada penguatan karakter integritas siswa di sekolah, mengingat masih rendahnya kesadaran siswa terhadap nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tercermin dalam prilaku yang belum sepenuhnya sejalan dengan norma dan etika akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji model penguatan karakter integritas berbasis komunitas siswa, yang dirancang untuk meningkatkan pasrtisipasi, menamkan nilai integritas, serta menghasilkan model yang relevan dan berkelanjutan untuk dapat di implementasikan di berbagai sekolah. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Design Based Research (DBR) yang melibatkan tahap analisisi masalah, pengembangan solusi, pengujian dan penyempurnaan solusi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model edukasi partisipatif berbasis komunitas sekolah yang diberi nama Kompaksi (Komunitas Pelajar Peduli Aksi Sosial dan Lingkungan) berpotensi tinggi untuk dikembangkan menjadi model edukasi partisipatif berbasis komunitas sekolah yang berkelanjutan dalam membentuk karakter integritas siswa. Model ini juga berhasil membangun budaya karakter di sekolah dan mendorong keterlibatan masyarakat melalui proyek sosial dan lingkungan. Dengan demikian Kompaksi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas sebagai model pendidikan karakter yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan di berbagai sekolah.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Murid pada Mata Pelajaran IPS Kelas 7 SMP 26 Kota Malang Ahmad Sulton Alim Mabrur; Nurul Ratnawati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4884

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya keterampilan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran IPS materi permasalahan kehidupan sosial budaya di kelas VII A SMP Negeri 26 Kota Malang. Masalah tersebut tercermin dari belum optimalnya kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan alternatif penyelesaian, dan mengevaluasi solusi. Perbaikan dilakukan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi). Data penelitian diperoleh dari tes keterampilan pemecahan masalah, lembar observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 77,44 pada pra-siklus menjadi 79,31 pada siklus I, dan mencapai 83,28 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 66% menjadi 72%, hingga mencapai 88% di akhir siklus II. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan keterlibatan diskusi, analisis masalah yang lebih sistematis, serta refleksi solusi. Temuan ini membuktikan bahwa PBL efektif mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan mewujudkan pembelajaran IPS yang kontekstual, kolaboratif, serta berorientasi pada peserta didik.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Murid melalui Model Gallery Walk Berbantuan Poster pada Pembelajaran IPS Kelas VII Materi Peranan Komunitas Zulfa Desi Ramadhani; Nurul Ratnawati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4917

Abstract

Keaktifan murid pada pembelajaran IPS di kelas VII C masih tergolong rendah, ditandai dengan rendahnya partisipasi murid dalam diskusi maupun presentasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Gallery Walk berbantuan poster dan meningkatkan keaktifan murid kelas VII C pada materi tersebut. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini yaitu 32 murid kelas VII C SMP Negeri 26 Kota Malang. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kinerja guru, lembar observasi keaktifan murid, penilaian diri, dan penilaian antarteman kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja guru meningkat dari 70,53% pada siklus I menjadi 91,07% pada siklus II. Keaktifan murid secara klasikal meningkat dari 62,86% berkategori sedang pada siklus I menjadi 86,92% berkategori tinggi pada siklus II, dengan peningkatan tertinggi pada indikator kreativitas dan kolaborasi. Peningkatan tersebut didukung oleh penyempurnaan prosedur pembelajaran, pemberian motivasi dan reward, serta penggunaan poster bermuatan kasus dan komunitas kontekstual di Kota Malang. Dengan demikian, penerapan model Gallery Walk berbantuan poster terbukti efektif meningkatkan keaktifan murid pada pembelajaran IPS.
Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Nomor Izin Ber-Usaha Berbasis Resiko untuk Pelaku Usaha di Desa Langlang Khofifatu Rohmah Adi; Idris; Nurul Ratnawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v9i1.9338

Abstract

Business Identification Number is an important thing that every business needs to have. The legal basis that regulates that every business must have a permit is government regulation (PP) number 24 of 2018 concerning electronically integrated business licensing services. By having this NIB, many business actors can access it. This access includes access to funding, being able to arrange other permits which can make the product more trusted by consumers. Langlang village is one of the villages in Malang Regency. This village has many business people, but unfortunately the majority of them don't understand about NIB and don't have NIB. The aim of carrying out this service is to educate the public regarding NIB, apart from that the aim of this service is also to provide assistance in managing NIB. The results of this activity are first, business actors have knowledge about the importance of NIB and the benefits of having NIB. Second, after assisting with NIB processing activities, several business actors succeeded in creating NIBs. This activity is felt to be very beneficial for MSMEs.
Pendampingan Pengolahan Limbah Serabut Kelapa Menjadi Cocopeat dan Cocofiber dengan Mesin Pencacah di Desa Rejosari Nurul Ratnawati; Agus Purnomo; Surya Desismansyah; Ferdinan Bashofi; Chania Ratu Iriana Putri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i1.10890

Abstract

This service activity focuses on utilizing the abundant coconut fiber waste in Rejosari Village by processing it into cocopeat and cocofiber using a shredding machine. Coconut fiber waste is often an environmental problem due to the accumulation and pollution it causes. The activity implementation method consists of three stages, namely (1) preparation, including coordination with the village and provision of tools; (2) implementation, which includes the introduction of coconut fiber shredding machine technology and how to process the waste into cocopeat and cocofiber which can be used as planting media and other materials that have economic value; and (3) follow-up, in the form of marketing assistance and product development. The results of the activity showed an increase in community understanding and skills in processing coconut fiber waste independently. Cocopeat produced can be used as an environmentally friendly planting medium, while cocofiber is used as a craft. This program provides economic benefits to the community and supports sustainable environmental management. In the future, the proposed follow-up includes optimizing marketing and developing coconut fiber-based derivative products.
Pelatihan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Masalah dan Proyek Nurul Ratnawati; Neni Wahyuningtyas; Muhammad Mujtaba Habibi; Ferdinan Bashofi; Diana Anggita Nareswari
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i2.12841

Abstract

This community service activity was motivated by the problem of the low quality of Student Worksheets (LKPD) used by teachers at SMP Negeri 16 Malang City. The LKPD in circulation are generally not in line with the characteristics of innovative learning models such as Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL), so they are not optimal in supporting the development of 21st century skills. The purpose of this activity is to improve teachers' understanding of the PBL and PjBL models and the deep learning approach, train teachers in compiling LKPD based on these models with the help of live worksheet technology, and produce contextual and applicable LKPD. The method used is service learning through four stages: survey, preparation, implementation, and evaluation-follow-up. The results show that the training activities carried out using blended learning are able to significantly improve teachers' understanding, facilitate the preparation of LKPD that are in line with PBL and PjBL syntax, and encourage critical reflection through presentations and peer feedback. Evaluation through questionnaires showed a positive response from participants, especially in terms of material relevance and resource person competence.
Co-Authors Adella Signal Putri Agung Suprianto Agung Wiradimadja Agus Dwi Febrianto Agus Purnomo Agus Purnomo Ahmad Sulton Alim Mabrur Alfyananda Kurnia Putra Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Assegaf, Syaipul Aulia Amatullah Auliya Tiarista, Auliya Tiarista Bashofi, Ferdinan Bashofi, Ferdinan  Bayu Kurniawan Bayu Kurniawan BAYU KURNIAWAN Bima Wahyu Pratama Bima Wahyu Pratama Chania Ratu Iriana Putri Chatarina Umbul Wahyuni Cinde Ririh Windayu Desinta Dwi Rapita Dewi Saraswati, Dewi Diana Anggita Nareswari Didik Sukriono Dora , Nuriza Dwi Rosita, Febty Andini Eko Putro, Santi Dwi Retno Elviana Febrianti Elviana Febrianti Endika Priambodo Susanto Fahra Afrianti Azzahra Fariski, Aulia Isnaeni Ferdinan Bashofi Ferdinan Bashofi Ferdinan  Bashofi Flariska Ernanda Maiyuni Flariska Ernanda Maiyuni Hatami, Faula Anis Hidayati, Armawati I Nyoman Ruja Idris Idris Idris Ilmah, Fadhilatul Iman Wiratama Isha Pure Khofifatu Rohmah Adi Khofifatu Rohmah Adi Khusna, Nadiya Hidayatul Kinasih, Tita Laila Citra Lala Zaenia Pratiwi Lidiyatul Muna Lidiyatul Muna Lilis Yuliana Listyo Yudha Irawan Luly Triningsih Mara Qonitatillah Meidi Saputra Mirza Pradila Mohd Hairy Ibrahim Mokhamad Husni Mubaroq Mubarok, Nurhadi Muhammad Burhanudin Fadly Muhammad Mujtaba Habibi Nantana, M. Gebryna Rizki Neni Wahyuningtyas, Neni Nevy Farista Aristin Nevy Farista Aristin, Nevy Farista Nirmala, Pratidina Okta Nita Nathasabilla Nita Nathasabilla Nurlita Nazma Prameswari Nuroh, Lailatun Pratama, Ilyas Shaso Priambodo Susanto, Endika Romadhina, Lailatul Sari Dewi Sari, Ninik Yustina Sastria Darul Ulfahmi Sejati, Muhammad Daffa Firzatullah Kstaria Shahnas Ilmi Sheila Alfania Siti Nur Farihah Sonny Soriano Sukamto Sukamto Sukamto Sukamto Surya Desismansyah Talitha Rachman Dordia Tanio, Gusti Indra Wiradarma, Rahadyan Wulandari, Dita Risky Dwi Wulandari, Santi Agustina Yudairawan, Listyo Yuni Auliafani Zulfa Desi Ramadhani