Claim Missing Document
Check
Articles

Investigasi Hambatan Belajar Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Pendidikan Tinggi Arnez, Gaby; Almayeni, Meza; Budi, Setia; Utami, Iga Setia
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hambatan belajar yang dihadapi mahasiswa berkebutuhan khusus (MBK) di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melalui metode survei terhadap 32 partisipan MBK dari berbagai ragam disabilitas dengan rentang semester 1-7. Partisipan penelitian merupakan MBK prodi Pendidikan Luar Biasa dan Pendidikan Khusus dari perguruan tinggi Pulau Jawa dan Sumatera. Data penelitian dikumpulkan melalui angket tertutup dan terbuka melalui via Google Form. Hasil menunjukkan empat hambatan utama: (1) Dukungan dosen yang belum menyeluruh diterima oleh MBK; (2); Belum tersedianya akomodasi pembelajaran dan Teknologi Bantu yang sesuai dengan Kebutuhan MBK; (3). Belum tersedianya instrumen asesmen yang akan mengungkap kebutuhan akademik MBK dan (4) kurangnya dukungan intitusi dalam menyediakan teknologi alat bantu. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen asesmen standar, pelatihan dosen, dan optimalisasi teknologi bantu untuk menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif serta sejalan dengan Permenristekdikti No. 46 Tahun 2017.
“Kombucha Education Project”: Strategi Penguatan Kompetensi Guru dan Kemandirian Murid Tunarungu Rila Muspita; Grahita Kusumastuti; Gaby Arnez; Filza Yuliana Ade
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.449

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi Kombucha Education Project sebagai strategi inovatif untuk memberdayakan guru Sekolah Luar Biasa (SLB), penguatan kompetensi profesional, serta mendorong kemandirian murid tunarungu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap guru yang mengikuti pelatihan pembuatan Kombucha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi guru dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan profesional, terutama keinginan untuk mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Strategi ini menekankan pembelajaran berbasis pengalaman melalui praktik pembuatan Kombucha yang terbukti memperkuat self-efficacy, kreativitas, dan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran kontekstual. Meskipun terdapat tantangan dalam pengelolaan kelas, guru mampu mengadaptasi metode pembelajaran secara aman dan efektif. Program ini juga berdampak positif terhadap murid, khususnya dalam meningkatkan ketelitian, tanggung jawab, kemandirian, serta perkembangan sosial-emosional. Secara keseluruhan, Kombucha Education Project merupakan strategi pembelajaran berbasis keterampilan hidup yang aplikatif, inklusif, dan relevan bagi pendidikan murid tunarungu.
Learning hijaiyah letters through sign language using marbel application for students with hearing impairment Mega Iswari; Nurhastuti Nurhastuti; Retno Triswandari; Zulmiyetri Zulmiyetri; Johandri Taufan; Ringgi Rahmat Fitra; Gaby Arnez; Setia Budi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/084611011

Abstract

The advancements of knowledge and technology in the fourth industrial revolution have influenced learning settings at school. Teachers have to develop new learning methods, models, and media to help improve their students' learning outcomes.  The technology that is becoming popular among students is Android-based media. Students at school are diverse and so are students at special education schools(SLB). Students with hearing impairment are those who suffer from hard of hearing and hearing loss. Teachers must get their students to make the most of their residual hearing and other senses like touch and sight when learning, especially during difficult subjects. One of the subjects that the students consider the hardest is religious education because it has a lot of practice and memorization. Hijaiyah is 30 letters of the Arabic alphabet and learning them becomes the core competency in reading the Quran. Teachers can use sign language as their teaching strategy. Sign language is a non-verbal language used by hearing-impaired people. However, sign language is still not commonly used among teachers at special education schools. This research used Research and Development model. The data were collected through observations, interviews, documentation, and literature study. The data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and data interpretation. The product of the research is an Android application for learning hijaiyah letters through sign language for students with hearing impairment.
Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Melalui Media Counting Box Pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan Marisa, Agus; Damri, Damri; Tsaputra, Antoni; Arnez, Gaby
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2368

Abstract

This study was based on the low ability of second-grade students with mild intellectual disabilities at SLBN 02 Pariaman in adding numbers 1 to 10, which resulted in limitations in their daily activities. This study aims to improve addition skills through the use of box counting media. The method used is Single Subject Research (SSR) with an A-B design. The subject of the study was a child with mild intellectual disabilities. Data collection techniques were carried out through observation and testing, while data analysis used a visual analysis approach by comparing data between conditions and within conditions. The results of the study showed a significant increase in addition skills after intervention using box counting media, as evidenced by an increase in scores in the intervention phase compared to the baseline phase. In the baseline phase (A), which was carried out for 4 sessions, the results achieved were 0%. Furthermore, in the intervention phase (B), which was carried out for 8 sessions, the results increased gradually from 45%, 50%, 55%, 65%, 85% to reach 100% for the final 3 meetings. Thus, counting cubes has been shown to improve children with mild intellectual disabilities' addition skills from 1 to 10. Therefore, this tool can be recommended as an alternative mathematics learning tool for children with special needs and elementary school students.
Meningkatkan Keterampilan Mengancingkan Baju Menggunakan Media Dressing Frame Pada Anak Disabilitas Intelektual Nur Saidah; Safaruddin Safaruddin; Zulmiyetri Zulmiyetri; Gaby Arnez
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10052

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas II SLB Negeri Sungai Bahar, yaitu adanya dua peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan berinisial AA dan NN yang mengalami kesulitan dalam keterampilan bina diri, khususnya dalam mengancingkan baju secara mandiri. Kedua peserta didik menunjukkan kemampuan motorik halus yang masih lemah, koordinasi mata dan tangan yang belum optimal, serta masih membutuhkan bantuan intensif dari guru dalam setiap tahapan mengancingkan baju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan efektivitas penggunaan media dressing frame dalam meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari dua peserta didik kelas II dengan disabilitas intelektual ringan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media dressing frame, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan mengancingkan baju. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui persentase peningkatan kemampuan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pembelajaran dan respons peserta didik selama pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan setelah penggunaan media dressing frame. Kemampuan awal peserta didik AA sebesar 24% dan NN sebesar 20%. Pada siklus I terjadi peningkatan secara bertahap, dan pada siklus II kemampuan peserta didik meningkat hingga mencapai 100% pada AA dan 95% pada NN dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media dressing frame efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan kemandirian anak dalam mengancingkan baju. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media dressing frame dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang konkret, terstruktur, dan adaptif dalam program pengembangan diri bagi anak disabilitas intelektual, khususnya dalam melatih keterampilan bina diri yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru di sekolah luar biasa disarankan untuk memanfaatkan media pembelajaran yang bersifat manipulatif dan berbasis praktik langsung guna meningkatkan keterampilan motorik halus serta kemandirian anak dalam aktivitas fungsional sehari-hari.
Meningkatkan Pemahaman Arah Kanan dan Kiri melalui Permainan Body percussion pada Disabilitas Intelektual Sedang Fitri Huzan Seladura; Gaby Arnez; Setia Budi; Syari Yuliana
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10107

Abstract

Pemahaman konsep arah kanan dan kiri merupakan kemampuan orientasi spasial dasar yang masih menjadi kesulitan bagi peserta didik disabilitas intelektual sedang akibat keterbatasan kognitif dan motorik yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri melalui penerapan metode permainan body percussion. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap tiga peserta didik disabilitas intelektual sedang kelas III, yaitu N, R, dan H. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan perhitungan persentase kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep arah kanan dan kiri secara bertahap dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peserta didik N mengalami peningkatan dari 8% menjadi 83%, sedangkan peserta didik R dan H meningkat dari 16% menjadi 75%, sehingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Penelitian ini sekaligus mengisi keterbatasan pada kajian sebelumnya, karena penelitian yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion untuk mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.     Penelitian ini juga mengisi keterbatasan pada penelitian sebelumnya, karena Penelitian Tindakan Kelas yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion dalam mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.Temuan ini menunjukkan bahwa metode permainan body percussion efektif sebagai strategi pembelajaran berbasis gerak dan multisensori dalam meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan khusus, serta perlu dikaji lebih lanjut dengan subjek yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang.
Co-Authors Afnika, Selvia Alifa, Maisyarah Almayeni, Meza Amani, Risca Aprillia, Anisa Ardisal Ardisal Armaini Armaini Asep Ahmad Sopandi astuti, Rahmawati puji Azhar, Fauziah Salsabila Batubara, Nur Azizah Biran Asnah, Mega Iswari Budi, Setia Damri Damri Desi Sri Muliani Ditria, Intan Suri Elsa Efrina Endang Sri Handayani Ernanda Putri, Wina Julia Fajriani, Hafiza Filza Yulina Ade Firdaus, Ardi Firnianti Putri, Dinda Fitra, Ringgi Rahmat Fitri Huzan Seladura Grahita Kusumastuti, Grahita Hafid, Afdhil Hamida, Nazilatul Handalusia, Rurri Iga Setia Utami Irdamurni Ishartiwi Ishartiwi Ismail, Asella Johandri Taufan Jumiati Jumiati Jusbianto, Jusbianto Kasiyati Kasiyati Khairunnisa, Winda Kurniawati, Synta Landegawa, Vera Cecilia Lestari, Ocha Dwi Mahdi, Arisul Mardiah, Ina Yatul Mardison Mardison Marisa, Agus Marlina Marlina Masyuni, Riana Mega Iswari Mona Yulita Muldi, Zalira Mutia Afnida Nasution, Riska Sulastri Nenny Mahyuddin Nur Saidah Nur ‘Azah Nurfazira, Nurfazira Nurhastuti Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Pratiwi, Rara Ajeng Putri, Khania Eka Rafiqoh, Koni Rahma, Mulia Tia Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Ramadhan, Gita Sandria Retno Triswandari Rila Muspita Ringgi Rahmat Fitra Safaruddin Safaruddin Sari, Resti Elma Sari, Widia Kemala Setia Budi Sukma, Yoga Hadia Syari Yuliana Syari Yuliana, Syari Tanjung, Hilda Tia Rahma, Mulia Trisasmita, Laksmi Triswandari, Retno Tsaputra, Antoni Virlinia, Gisela Wina Julia Ernanda Putri Wulandari Saputri Wulandari Saputri, Wulandari Yelmayenti, Egi Yosa Yulia Nasri Yovi, Arsil Yulia Nasri, Yosa Yulita, Mona Zhafirah, Rifdah Zulfarahmi, Vivi Zulmiyetri Zulmiyetri Zulpiani, Mardhatillah