Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Melalui Media Counting Box Pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan Marisa, Agus; Damri, Damri; Tsaputra, Antoni; Arnez, Gaby
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2368

Abstract

This study was based on the low ability of second-grade students with mild intellectual disabilities at SLBN 02 Pariaman in adding numbers 1 to 10, which resulted in limitations in their daily activities. This study aims to improve addition skills through the use of box counting media. The method used is Single Subject Research (SSR) with an A-B design. The subject of the study was a child with mild intellectual disabilities. Data collection techniques were carried out through observation and testing, while data analysis used a visual analysis approach by comparing data between conditions and within conditions. The results of the study showed a significant increase in addition skills after intervention using box counting media, as evidenced by an increase in scores in the intervention phase compared to the baseline phase. In the baseline phase (A), which was carried out for 4 sessions, the results achieved were 0%. Furthermore, in the intervention phase (B), which was carried out for 8 sessions, the results increased gradually from 45%, 50%, 55%, 65%, 85% to reach 100% for the final 3 meetings. Thus, counting cubes has been shown to improve children with mild intellectual disabilities' addition skills from 1 to 10. Therefore, this tool can be recommended as an alternative mathematics learning tool for children with special needs and elementary school students.
Meningkatkan Keterampilan Mengancingkan Baju Menggunakan Media Dressing Frame Pada Anak Disabilitas Intelektual Nur Saidah; Safaruddin Safaruddin; Zulmiyetri Zulmiyetri; Gaby Arnez
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10052

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas II SLB Negeri Sungai Bahar, yaitu adanya dua peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan berinisial AA dan NN yang mengalami kesulitan dalam keterampilan bina diri, khususnya dalam mengancingkan baju secara mandiri. Kedua peserta didik menunjukkan kemampuan motorik halus yang masih lemah, koordinasi mata dan tangan yang belum optimal, serta masih membutuhkan bantuan intensif dari guru dalam setiap tahapan mengancingkan baju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan efektivitas penggunaan media dressing frame dalam meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari dua peserta didik kelas II dengan disabilitas intelektual ringan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media dressing frame, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan mengancingkan baju. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui persentase peningkatan kemampuan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pembelajaran dan respons peserta didik selama pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan setelah penggunaan media dressing frame. Kemampuan awal peserta didik AA sebesar 24% dan NN sebesar 20%. Pada siklus I terjadi peningkatan secara bertahap, dan pada siklus II kemampuan peserta didik meningkat hingga mencapai 100% pada AA dan 95% pada NN dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media dressing frame efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan kemandirian anak dalam mengancingkan baju. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media dressing frame dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang konkret, terstruktur, dan adaptif dalam program pengembangan diri bagi anak disabilitas intelektual, khususnya dalam melatih keterampilan bina diri yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru di sekolah luar biasa disarankan untuk memanfaatkan media pembelajaran yang bersifat manipulatif dan berbasis praktik langsung guna meningkatkan keterampilan motorik halus serta kemandirian anak dalam aktivitas fungsional sehari-hari.
Meningkatkan Pemahaman Arah Kanan dan Kiri melalui Permainan Body percussion pada Disabilitas Intelektual Sedang Fitri Huzan Seladura; Gaby Arnez; Setia Budi; Syari Yuliana
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10107

Abstract

Pemahaman konsep arah kanan dan kiri merupakan kemampuan orientasi spasial dasar yang masih menjadi kesulitan bagi peserta didik disabilitas intelektual sedang akibat keterbatasan kognitif dan motorik yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri melalui penerapan metode permainan body percussion. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap tiga peserta didik disabilitas intelektual sedang kelas III, yaitu N, R, dan H. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan perhitungan persentase kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep arah kanan dan kiri secara bertahap dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peserta didik N mengalami peningkatan dari 8% menjadi 83%, sedangkan peserta didik R dan H meningkat dari 16% menjadi 75%, sehingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Penelitian ini sekaligus mengisi keterbatasan pada kajian sebelumnya, karena penelitian yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion untuk mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.     Penelitian ini juga mengisi keterbatasan pada penelitian sebelumnya, karena Penelitian Tindakan Kelas yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion dalam mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.Temuan ini menunjukkan bahwa metode permainan body percussion efektif sebagai strategi pembelajaran berbasis gerak dan multisensori dalam meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan khusus, serta perlu dikaji lebih lanjut dengan subjek yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang.
Validitas Media Pembelajaran Augmented Reality Berbasis Flashcard Interaktif untuk Pengenalan Lambang Bilangan pada Murid Disabilitas Intelektual Zikra Putri Wahyuni; Johandri Taufan; Elsa Efrina; Gaby Arnez
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4873

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran yang sesuai untuk pengenalan lambang bilangan pada murid disabilitas intelektual berdasarkan karakteristik belajarnya. Penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan proses pengenalan lambang bilangan belum memberikan stimulus visual yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk pengenalan lambang bilangan pada murid disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall yang dibatasi pada enam tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Validitas media dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa menggunakan angket validasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas yang diperoleh dari ahli materi sebesar 100%, ahli media sebesar 98,18%, dan ahli bahasa sebesar 100%, dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 99,39% yang termasuk kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran berbasis Augmented Reality dinyatakan sangat valid untuk pengenalan lambang bilangan pada murid disabilitas intelektual dan layak diujikan pada tahap penelitian selanjutnya.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GERAK MANIPULATIF MELALUI PERMAINAN LEMPAR TANGKAP BOLA PADA MURID DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL KELAS III (Classroom Action Research di SLB Autis Harapan Bunda Padang) Jelly Naskar; Damri Damri; Antoni Tsaputra; Gaby Arnez
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5663

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan gerak manipulatif, khususnya koordinasi mata dan tangan, pada murid dengan disabilitas intelektual kelas III di SLB Autis Harapan Bunda Padang. Kondisi tersebut menyebabkan murid mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan melempar dan menangkap bola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak manipulatif melalui permainan lempar tangkap bola pada murid dengan disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu orang murid kelas III dengan disabilitas intelektual. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lempar tangkap bola dapat meningkatkan keterampilan gerak manipulatif murid. Persentase kemampuan awal murid sebesar 38,2% dengan kriteria mulai berkembang. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 76,4%, kemudian mengalami peningkatan kembali pada Siklus II menjadi 82,3% dengan kriteria berkembang sangat baik. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan melempar dan menangkap bola, koordinasi mata dan tangan, konsentrasi, serta keaktifan murid selama mengikuti pembelajaran PJOK. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan lempar tangkap bola efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan gerak manipulatif pada murid dengan disabilitas intelektual.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Lancar Melalui Metode Repeated Reading pada Anak Disleksia Ritu Afsandra; Arisul Mahdi; Zulmiyetri Zulmiyetri; Gaby Arnez
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i4.7161

Abstract

This study aims to analyze changes in fluent reading ability in dyslexic children through the application of the Repeated Reading method. The study used a quantitative approach with the Single Subject Research (SSR) method with an A–B design. The subject of the study was a third-grade student at SDN 31 Kumpulan Banang who had dyslexia. Data were collected through a fluency reading ability test based on indicators of reading accuracy, reading speed, and prosody, then analyzed using visual graphic analysis that included analysis within conditions and between conditions. The results showed that the subject's fluent reading ability increased after being given the Repeated Reading intervention. In the baseline condition (A), the subject's reading ability was at a stable level, while in the intervention condition (B) there was a gradual increase in ability until it reached a higher achievement compared to the initial condition. Visual analysis showed a change in direction from a flat trend in the baseline phase to an increase in the intervention phase with an overlap percentage of 0%. These findings indicate that the application of the Repeated Reading method is related to an increase in fluent reading ability in the study subject. However, because the study used an SSR design with a single subject, the results need to be understood in the context of individual changes and cannot be generalized widely.  
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Silaba Berbasis Presentasi Interaktif Pada Murid Dengan Hambatan Intelektual (Single Subject Research Di SLB Autisma YPPA Solok) Synta Kurniawati; Antoni Tsaputra; Marlina Marlina; Gaby Arnez; Yosa Yulia Nasri
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2014

Abstract

Penelitian ini diangkat berdasarkan kondisi seorang murid yang mengalami hambatan dalam kemampuan membaca permulaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan kemampuan membaca awal yang dialami murid hambatan intelektual kelas X di SLB Autisma YPPA Solok, khususnya dalam membaca kata berpola KV-KVK. Selain itu kajian ini difokuskan dalam menganalisis peningkatan kemampuan membaca awal menggunakan metode silaba berbasis presentasi interaktif. Pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A digunakan sebagai metode eksperimen dalam penelitian ini. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes membaca, serta analisis data dipaparkan melalui grafik dengan mencakup analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Pada fase baseline (A1) dilaksanakan tiga sesi menunjukkan kondisi data tidak stabil. Pada tahap intervensi (B) yang dilaksanakan selama tujuh sesi, data menunjukkan adanya peningkatan dengan persentase yang bervariasi. Selanjutnya fase baseline (A2) yang dilaksanakan tiga sesi data kembali menunjukkan kondisi stabil. Berdasarkan temuan yang diperoleh bahwa penggunaan metode silaba yang dipadukan dengan presentasi interaktif mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan pola KV-KVK pada murid dengan hambatan intelektual.
Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Melalui Media Counting Box Pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan Agus Marisa; Damri Damri; Antoni Tsaputra; Gaby Arnez
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2368

Abstract

This study was based on the low ability of second-grade students with mild intellectual disabilities at SLBN 02 Pariaman in adding numbers 1 to 10, which resulted in limitations in their daily activities. This study aims to improve addition skills through the use of box counting media. The method used is Single Subject Research (SSR) with an A-B design. The subject of the study was a child with mild intellectual disabilities. Data collection techniques were carried out through observation and testing, while data analysis used a visual analysis approach by comparing data between conditions and within conditions. The results of the study showed a significant increase in addition skills after intervention using box counting media, as evidenced by an increase in scores in the intervention phase compared to the baseline phase. In the baseline phase (A), which was carried out for 4 sessions, the results achieved were 0%. Furthermore, in the intervention phase (B), which was carried out for 8 sessions, the results increased gradually from 45%, 50%, 55%, 65%, 85% to reach 100% for the final 3 meetings. Thus, counting cubes has been shown to improve children with mild intellectual disabilities' addition skills from 1 to 10. Therefore, this tool can be recommended as an alternative mathematics learning tool for children with special needs and elementary school students.
Program Pelatihan Peningkatan Kemampuan Public Speaking dan Presentation Skills bagi Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi Damri Damri; Gaby Arnez; Jumiati Jumiati; Nenny Mahyuddin; Mardhatillah Zulpiani; Yosa Yulia Nasri; Setia Budi; Rara Ajeng Pratiwi; Fauziah Salsabila Azhar; Gisela Virlinia
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7211

Abstract

Students with disabilities in higher education face serious challenges in public communication skills, which impact academic participation and workplace readiness. Limited access to inclusive public speaking training exacerbates these barriers. This article aims to describe the implementation and impact of an adaptively designed public speaking and presentation skills training program for students with disabilities at Padang State University. This study involving 20 students with various disabilities. Data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and pretest and posttest instruments. Data were then analyzed using triangulation and the Wilcoxon test. The results showed a significant improvement in participants' presentation skills after the training, with significant contributions in building confidence, structuring message content, and using more effective expressions. These findings contribute to inclusive education practices by providing a training model that can be replicated at other universities. The conclusions emphasize the importance of experiential training programs and assistive technology in empowering students with disabilities and recommend the development of sustainable training with a multimodal approach.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGIKAT TALI SEPATU MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL Erlince Sinaga; Gaby Arnez; Mega Iswari; Safaruddin Safaruddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5084

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan bina diri peserta didik yang berdampak pada kurangnya kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model direct instruction dan meningkatkan keterampilan mengikat tali sepatu pada peserta didik disabilitas intelektual. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan untuk memberikan kesempatan latihan berulang sebelum evaluasi tindakan dilakukan. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes keterampilan mengikat tali sepatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model direct instruction memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan peserta didik. Pada Siklus I, nilai rata-rata peserta didik mencapai 68,75 dengan ketuntasan belajar sebesar 50%, sedangkan pada Siklus II meningkat menjadi 84,38 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Peningkatan keterampilan pada Siklus I sebesar 43,47% dan pada Siklus II sebesar 22,67%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan secara langsung, bertahap, dan disertai latihan berulang mampu meningkatkan keterampilan motorik halus, keterlibatan aktif, serta kemandirian peserta didik disabilitas intelektual. Dengan demikian, model direct instruction efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan bina diri, khususnya keterampilan mengikat tali sepatu.
Co-Authors Afnika, Selvia Agus Marisa Alifa, Maisyarah Amani, Risca Antoni Tsaputra Aprillia, Anisa Ardisal Ardisal Arisul Mahdi Armaini Armaini Asep Ahmad Sopandi astuti, Rahmawati puji Batubara, Nur Azizah Biran Asnah, Mega Iswari Budi, Setia Damri Damri Desi Sri Muliani Ditria, Intan Suri Elsa Efrina Elsa Efrina Endang Sri Handayani Erlince Sinaga Ernanda Putri, Wina Julia Fajriani, Hafiza Fauziah Salsabila Azhar Filza Yulina Ade Firdaus, Ardi Firnianti Putri, Dinda Fitra, Ringgi Rahmat Fitri Huzan Seladura Gisela Virlinia Grahita Kusumastuti, Grahita Hafid, Afdhil Hamida, Nazilatul Handalusia, Rurri Iga Setia Utami Irdamurni Ishartiwi Ishartiwi Ismail, Asella Jelly Naskar Johandri Taufan Jumiati Jusbianto, Jusbianto Kasiyati Kasiyati Khairunnisa, Winda Kurniawati, Synta Landegawa, Vera Cecilia Lestari, Ocha Dwi Mahdi, Arisul Mardhatillah Zulpiani Mardiah, Ina Yatul Mardison Mardison Marisa, Agus Marlina Marlina Marlina Marlina Mega Iswari Meza Almayeni Mona Yulita Muldi, Zalira Mutia Afnida Nasution, Riska Sulastri Nenny Mahyuddin Nur Saidah Nur ‘Azah Nurfazira, Nurfazira Nurhastuti Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Pratiwi, Rara Ajeng Putri, Khania Eka Rafiqoh, Koni Rahma, Mulia Tia Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Ramadhan, Gita Sandria Rara Ajeng Pratiwi Retno Triswandari Rila Muspita Ringgi Rahmat Fitra Ritu Afsandra Safaruddin Safaruddin Sari, Resti Elma Sari, Widia Kemala Setia Budi Sukma, Yoga Hadia Syari Yuliana Syari Yuliana, Syari Synta Kurniawati Tanjung, Hilda Tia Rahma, Mulia Trisasmita, Laksmi Triswandari, Retno Tsaputra, Antoni Wina Julia Ernanda Putri Wulandari Saputri Wulandari Saputri, Wulandari Yelmayenti, Egi Yosa Yulia Nasri Yosa Yulia Nasri Yovi, Arsil Yulia Nasri, Yosa Yulita, Mona Zahriyah Simargolang Zhafirah, Rifdah Zikra Putri Wahyuni Zulfarahmi, Vivi Zulmiyetri Zulmiyetri Zulpiani, Mardhatillah