Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN ISPRING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI REAKSI REDOKS Wiranti, Wiranti; Iriani, Rilia; Saadi, Parham; Leny, Leny
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 6 No 2 (2022): JCAE EDISI DESEMBER 2022
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v6i2.1686

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul elektronik berbasis problem based learning menggunakan perangkat lunak iSpring pada materi reaksi redoks yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan ialah Research and Development dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Uji coba modul elektronik yang dikembangkan ini dilakukan pada peserta didik kelas X MIPA 3 SMAN 7 Banjarmasin Tahun Ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan lembar validasi, angket keterbacaan, angket respon, lembar observasi dan tes keterampilan berpikir kritis. Analisis data yang dilakukan ialah analisis deskriptif. Hasil analisis validitas berdasarkan aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek kelayakan bahasa, dan aspek kelayakan media yang dinilai validator memperoleh hasil dengan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan dinilai berdasarkan hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, angket respon peserta didik, angket respon guru, dan aktivitas guru menggunakan modul elektronik masing-masing memperoleh hasil dengan kategori sangat baik. Hasil uji keefektifan berdasarkan tes keterampilan berpikir kritis diperoleh N-gain sebesar 0,90 yang termasuk dalam kategori tinggi dan artinya efektif berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Dapat disimpulkan modul elektronik yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan serta berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Inovasi pewarna rambut alami: Formulasi gel berbahan dasar ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill.)Urb.) dan uji sifat fisiknya Leny, Leny; Winata, Hanafis Sastra; Sitanggang, Joanna; Hanum, Siti Fatimah; Iskandar, Benni
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.58294

Abstract

Umbi bawang dayak memiliki kandungan antosianin yang tinggi, antosianin merupakansalah satu pigmen yang terdapat pada tanaman yang berpotensi dijadikan pewarnaalami makanan serta dapat menggantikan pewarna sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas ekstrak umbi bawang dayak yang diformulasikan ke dalamsediaan gel pewarna rambut dan mampu mengubah warna rambut. Metode penelitianini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampeltumbuhan, determinasi dan pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatansediaan gel pewarna rambut dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12%, evaluasi fisiksediaan pewarna rambut, uji stabilitas pewarna rambut, uji pH dan uji iritasi sediaanpewarna rambut. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berbentuk gel, berwarnacokelat dan beraroma khas bawang dayak, pH berkisar antara 5,21-5,48. Hasilstabilitas warna terhadap pencucian sebanyak 15 kali dan penjemuran tidakmenunjukkan perubahan warna. Hasil uji hedonik diketahui sediaan F3 merupakansediaan yang paling disukai dengan memperoleh skor tingkat kesukaan sebesar 8.Hasil pewarnaan pada rambut bleaching dengan perendaman rambut selama 4 jamdiperoleh: F1(8%) menghasilkan rambut pirang, F2 (10%) menghasilkan rambut cokelatterang dan pada F3 (12%) berwarna cokelat gelap. Pengujian juga dilakukan padarambut hitam namun hasil pewarnaan pada rambut hitam tidak terjadi perubahan warnayang nyata. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak umbi bawang dayak Eleutherinebulbosa (Mill.)Urb. dapat diformulasikan menjadi sediaan gel pewarna rambut yangstabil dan tidak menimbulkan reaksi iritasi atau alergi pada kulit. Sediaan juga mampumenutup warna putih rambut hingga menghasilkan warna cokelat terang sampai cokelatkehitaman.
Development of e-modules of basic laws of chemistry based on problem-based learning to improve critical thinking skills Leny, Leny; Wahidah, Wahidah; Mahdian, Mahdian; Kusasi, Muhammad
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2024): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i4.72576

Abstract

Critical thinking is an important aspect of the skills expected in 21st-century learning, especially in chemistry learning. Based on preliminary studies that have been carried out, critical thinking skills are still not practiced in the learning process, and the teaching materials used are still only a few that relate daily life problems to the material. This study aimed to evaluate the validity, practicality, and effectiveness. The ADDIE model was used as the method of this research, 36 students of class X-E of Senior High School 5 Banjarmasin were the subjects of the development research. Data were collected with test and non-test instruments. Analysis of validity, practicality, and effectiveness were the analysis techniques used in this study. The findings of this study are that the e-module has a very high level of validity which is 94.93, very practical with a practicality score of 84.46, and effective with an N-Gain of 81.15. Suggestions for future researchers are that the developed e-modules can be accessed without using the internet and the testing of the developed products can be more than one school.
Development of E-Modules To Improve Students' Problem Solving Abilities on Ethnoscience Integrated Colloidal Material with the Problem Based Learning Model Iriani*, Rilia; Risna, Risna; Bakti, Iriani; Saadi, Parham; Abrori, Fadhlan Muchlas; Leny, Leny
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 12, No 3 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v12i3.37850

Abstract

Research has been carried out on the development of e-modules to improve student problem solving on ethnoscience integrated colloidal material using the problem based learning model. This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of the e-modules developed. This research is a research development research with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The subjects of this study were 5 validators and 33 students of grade XI MIPA 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Data collection using test and non-test instruments (questionnaires and observation sheets). Data analysis using descriptive techniques. The results of this study show that this e-module is very valid, very practical, and effective. The N-Gain value is 0.89 in high category, which is that this colloidal e-module is able to improve problem solving capabilities.
Identifying Students' Undergraduate Concept Understanding and Misconceptions on Amino Acids, Proteins, and Enzymes Using A Four-Tier Diagnostic Test Syahmani, Syahmani; Rusmansyah, Rusmansyah; Leny, Leny; Masila, Rizqa
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jmscedu.v4i2.13878

Abstract

Students' misconceptions have become common in the teaching and learning process, particularly in the challenging subject of biochemistry. This research aims to identify undergraduate students' conceptual understanding and misconceptions of amino acids, proteins, and enzymes. The research method is descriptive qualitative, and data about student conception profiles are retrieved using a four-tier diagnostic test (FTDT). The research subjects comprised 27 participants, including the Chemistry Education Study Program at Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. The sampling technique used in this study was purposive sampling. Data collection with a four-tier diagnostic test instrument consisting of 8 questions, categorizing concept understanding into understanding, not understanding the concept, and misconceptions. Data analysis was conducted by converting the results of the four-tier diagnostic test instrument into percentage data. The results showed that in the amino acids, proteins, and enzymes, of the five concepts tested, 36.67% were in the category of understanding the concept, 15.19% were in the category of not understanding the concept, and 48.15% were in the category of misconceptions. In conclusion, students' concept understanding and misconceptions are moderate. Recommended that innovative learning methods be applied to improve students' understanding of concepts in the sub-material of amino acids, proteins, and enzymes
Pengaruh Nilai Sosial dan Motivasi Moral terhadap Perilaku Produsen Berbasis Altruisme Utami, Novariani Indri; Mintasih, Mintasih; Leny, Leny
Comit: Communication, Information and Technology Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Comit: Communication and Information Journal
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/comit.v3i2.9006

Abstract

This study aims to examine the influence of social values and moral motivation on producer behavior based on altruism. In the conventional microeconomic framework, producers are often assumed to be rational agents who are solely profit-oriented. However, in practice, especially in the cooperative, MSME, and social entrepreneurship sectors, producer behavior shows the influence of social values and moral considerations. Social values are understood as collective norms that encourage prosocial actions, while moral motivation is an individual's internal drive to act fairly and ethically. Through a literature review and case studies in Indonesia, this paper shows that both factors contribute to the formation of production behavior that not only pursues economic efficiency, but also pays attention to social impacts and sustainability. These findings are important for broadening perspectives in economic studies and encouraging an approach to economic education that integrates ethical and social aspects.
FORMULASI DAN UJI ANTIDIARE SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP KELINCI Winata, Hanafis Sastra; Abadi, Hafizhatul; Leny, Leny; Andry, Muhammad; Ngete, Ani Florida; Yudianto, Tri; Nurjanah, Ayu; Pamungkas, Barolym Tri; Gumilar, Roni
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5494

Abstract

One plant that has been used for traditional medicine with good results is Melastoma (Melastoma malabatricum L.). The plant known as Melastoma has three active compounds: tannins, saponins, and flavonoids. Melastoma leaves work well to cure diarrhoea. Adhesive patches with medication applied topically are called transdermal patches. Melastoma leaf extract transdermal patch formulations were utilised in this study, which employed laboratory experimental techniques. The potential of Melastoma leaf extract transdermal patch preparation formula as an antidiarrheal for rabbits was the subject of the study. Concentrations of extract: 10%, 20%, and 30%. Organoleptic testing, pH tests, weight uniformity tests, moisture tests, thickness tests, and fold resistance tests were the preparatory assessment parameters that were conducted. The characteristics of the antidiarrheal test were timing of diarrhoea occurrences, consistency of the stool, frequency of diarrhoea, and length of diarrhoea, all of which were monitored for six hours. The evaluation of the Melastoma leaf extract transdermal patch formulation demonstrated a significant difference, namely <0.05, according to the results of the ANOVA data analysis. The antidiarrheal test parameters had a significant difference between each concentration, namely <0.05, according to the findings of the ANOVA data analysis. The conclusions was possible to use a transdermal patch formulation of Melastoma leaf extract (Melastoma malabathricum L.) at a 30% concentration to prevent diarrhoea by making stools softer.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Lulur Krim dari Ekstrak Etanol Limbah Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao L) Leny, Leny; Chan, Adek; Diana, Vivi Eulis; Syahputri, Susi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/86xjaf11

Abstract

Tanaman coklat atau biasa disebut kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan senyawa antioksidan, kandungan flavonoid dan polifenol yang dapat dijadikan sumber antioksidan. Tujuan penelitian untuk memanfaatkan limbah kulit buah coklat (Theobroma cacao L.) yang diekstraksi dengan etanol kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan lulur krim dan diuji kemampuan melembabkan dan menghilangkan noda pada kulit. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium. Sampel dikumpulkan secara purposive yaitu limbah kulit buah coklat (Theobroma cacao L) yang diambil dari kebun coklat yang terletak di desa silo bonto, kec. Silau laut, kab. Asahan. Data yang diperoleh dipenelitian ini adalah peningkatan Moisture dan penurunan Pigmen menggunakan alat skin analyzer. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan statistik yaitu dengan uji dilanjutkan dengan uji tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lulur krim bertekstur semi padat, berwarna coklat hingga coklat kehitaman dan beraroma khas coklat. Sediaan memiliki tekstur yang homogen dengan butiran lulur yang tersebar merata, mempunyai pH (6-7) dan tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Sediaan lulur krim dengan konsentrasi ekstrak etanol limbah kulit buah coklat (Theobroma cacao L) mampu memberikan efek dalam melembabkan dan menghilangkan noda pada kulit dengan konsentrasi 6%, 9%, dan 12%. Konsentrasi yang paling efektif dalam memberikan efek melembabkan dan menghilangkan noda adalah pada konsentrasi 9%, karena hasil perbandingan antara konsentrasi 9% dengan F0  menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (sig<0,05).
Analisis Perbandingan Perawatan Tali Pusat Menggunakan Kassa Steril dan Dibiarkan Terbuka dengan Lama Lepas Tali Pusat leny, leny; Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.69 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i1.345

Abstract

Perawatan tali pusat merupakan perawatan bayi baru lahir yang bertujuan mencegah dan mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara dini agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi. World Health Organisasion (WHO) tahun 2019 jumlah kematian bayi baru pada tahun 2018 berjumlah 18 per 1.000 kelahirah hidup .Tujuan Penelitian Untuk mengetahui analisis perbandingan kassa steril dan dibiarkan terbuka dengan lama lepas tali pusat di Klinik Budi Mulia Medika Tahun 2022 . Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu-ibu yang di rawat inap ke Klinik Budi Mulia Medika Tahun 2023 dari Januari – Maret 2023 sebanyak 60 orang . Sampel dalam penelitian sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan variabel bebas (kassa steril dan dibiarkan terbuka) dan variabel terikat( lama lepas tali pusat). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat dengan uji-T. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji-T didapatkan nilai p value = 0,670 berarti nilai < alpa 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan antara perawatan tali pusat menggunakan kassa steril dengan lama lepas tali pusat dan `nilai p value = 0,000 berarti nilai p value> alpa 0,05 disimpulkan bahwa ada perbedaan antara perawatan tali pusat dibiarkan terbuka dengan lama lepas tali pusat dimana di dapatkan bahwa tali pusat yang di biarkan lebih cepat proses penyembuhan di bandingkan dengan dengan yang di berikan kain kassa.
Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus L) untuk Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Ramah Lingkungan Leny, Leny; Nasution, Meiliza Putri; Iskandar, Benni; Sari, Melia
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.67309

Abstract

Nanas merupakan buah yang populer dikalangan masyarakat lokal maupun Internasional karena rasanya enak. Kulit nanas mengandung flavonoid, karotenoid, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Cahaya ultraviolet (UV) dapat meningkatkan pembentukan sejumlah senyawa reaktif atau radikal bebas pada kulit sehingga dibutuhkan senyawa dengan kemampuan antioksidan untuk mengurangi efek yang merugikan dari radikal bebas. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, meliputi penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan bedak tabur dan bedak padat dan evaluasi stabilitas fisik sediaan. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menghitung persentase tingkat kesukaan sukarelawan dari data uji hedonik kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan bedak tabur bertekstur halus, berwarna putih pucat hingga cream tua. Derajat kehalusan berkisar 6,6 , tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Hasil uji cycling test menunjukkan sediaan stabil. Pada uji hedonik, F1 merupakan sediaan bedak tabur yang paling disukai dengan persentase sebesar 86,67% karena memiliki tekstur ringan dan mudah diaplikasikan ke kulit. Pada sediaan bedak padat berbentuk compact, berwarna cream hingga coklat, tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Namun pada hasil uji cycling test, F0 tidak stabil karena mengalami keretakan. Pada uji hedonik diperoleh sediaan F2 yang paling disukai dengan persentase sebesar 88,33% memiliki warna yang mudah merata ketika diaplikasikan ke kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol limbah kulit nanas dapat diformulasikan kedalam sediaan bedak tabur dan bedak padat dan mempunyai efek sebagai pemberi pigmen warna pada kulit dan mampu menjaga kulit dari paparan sinar UV.