Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Konsep Pekarangan Pangan Bergizi dalam Menunjang Kebutuhan Gizi Masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Octaviane, Maria; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5327

Abstract

Indonesia prioritizes the development of food security as a foundation for other sectors. Food security and the fulfillment of community nutrition are among the main indicators of human resource development. Indonesia still faces various nutritional problems, such as low consumption of vegetables and fruits, inadequate intake of micronutrients, and high prevalence of stunting and anemia in several regions. The success of utilizing home gardens cannot be separated from various factors, such as access to superior seeds and seedlings, cultivation knowledge, water availability, and the level of participation of family members (Sulistyawati et al., 2020). This study aims to describe the implementation of nutritious food home gardens by the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, to analyze the application of the nutritious food home garden concept in supporting the nutritional needs of the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, Mengkendek District, Tana Toraja Regency, and to identify factors influencing the success of implementing nutritious food home gardens, as well as to identify constraints and solutions in their implementation. The research approach uses a quantitative descriptive method, with a population of 70 members of farmer groups receiving the P2B program, and sampling conducted through purposive sampling. The variables studied include the implementation of the P2B concept and the fulfillment of community nutritional needs, with indicators consisting of yard area, group activeness, consumption of garden produce, and reduction in food expenditure. The results show that the utilization of nutritious food home gardens contributes fairly well to family nutrition and economic aspects, as indicated by an increase in family income through P2B categorized as good, fairly good family nutrition understanding, and adequate fulfillment of nutrition through P2B.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Pekarangan Pangan Bergizi di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Octaviane, Maria; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5328

Abstract

Indonesia mengutamakan pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi bagi sektor lainnya. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator utama pembangunan sumber daya manusia. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakcukupan asupan zat gizi mikro, serta tingginya prevalensi stunting dan anemia di beberapa wilayah. Keberhasilan pemanfaatan pekarangan tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti akses terhadap benih dan bibit unggul, pengetahuan budidaya, ketersediaan air, serta tingkat partisipasi anggota keluarga (Sulistyawati et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pekarangan pangan bergizi oleh masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, menganalisis penerapan konsep pekarangan pangan bergizi dalam menunjang kebutuhan gizi masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan pekarangan pangan bergizi dan menemukan kendala dan solusi dalam implementasi pekarangan pangan bergizi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 70 orang anggota kelompok tani penerima program P2B dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variable yang diteliti meliputi penerapan konsep P2B dan pemenuhan kebutuhan gizi Masyarakat, dengan indikator luas pekarangan, keaktifan kelompok, konsumsi hasil pekarangan dan pengurangan pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anggota kelompok tani akan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi termasuk dalam kategori sangat baik dan juga pemberian program yang tepat sasaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan
Faktor Internal dan Eksternal Usaha Minyak Kelapa Mandar Milik Ibu Yanti di Desa Simbang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Busman, Busman; Rahman, Syamsul; Syamsinar,, Syamsinar; Ibrahim, Helda
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32730

Abstract

Background: Indonesia is an agricultural country with superior plantation commodities, one of which is coconut (Cocos nucifera). Majene Regency as one of the coconut centers in West Sulawesi has great potential in the development of derivative products, including Mandar coconut oil. Objective: to analyze the internal and external factors that affect Mandar coconut oil business owned by Mrs. Yanti.Formulate the right business development strategy based on the results of the analysis. Method: this study uses a descriptive qualitative approach with a case study method on coconut oil business owned by Mrs. Yanti in Simbang Village. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using SWOT analysis through the preparation of IFAS Matrix (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), SWOT Matrix, and Cartesian Diagram to determine the position of business development strategy. Results: the results showed that internally Mandar coconut oil business has strength in the quality of natural products, distinctive aroma, and business experience that has been going on for a long time. However, there are weaknesses in the aspects of capital, production technology, packaging, and marketing are still limited.From the external side, there are opportunities in the form of local market potential, government support for MSMEs, and increased interest in traditional and natural products. On the other hand, the threat comes from the competition of oil mills, fluctuations in prices for raw materials, as well as changes in consumer preferences. Conclusion: based on the SWOT analysis, the recommended business development strategy is to utilize the strengths to face threats (s–T strategy), as well as take advantage of opportunities through improved management quality, packaging innovation, marketing expansion, and more efficient utilization of production technology.
FAKTOR INTEGRASI SAPI DAN KACANG TANAH SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN BAGI PETANI DI KECAMATAN PUJANANTING, KABUPATEN BARRU: Factors Influencing the Integration of Cattle and Groundnut as a Sustainable Farming Solution in Pujananting District, Barru Regency Hermimin; Sulfiana; Syamsinar; Helda Ibrahim
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2671

Abstract

Sistem integrasi antara komoditas ternak dan tanaman menjadi pendekatan yang menjanjikan dalam menciptakan pertanian berkelanjutan dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sistem integrasi sapi dan kacang tanah di Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi ini memiliki sejumlah kekuatan pada keterampilan petani yang memadai , kesuburan tanah yang mendukung, dan akses terhadap modal serta kemitraan. Akan tetapi, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan seperti kurangnya pemahaman teknis, infrastruktur yang terbatas, dan rendahnya akses teknologi pertanian. Peluang pengembangan tersedia dalam bentuk dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya permintaan pasar, serta kemajuan teknologi tersedia untuk dikembangkan. Ancaman utama yang dihadapi perubahan iklim, serangan penyakit hewan, dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman tersebut. Sistem integrasi ini dapat menjadi model pembangunan pertanian yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.   Kata kunci: integrasi ternak-tanaman, kacang tanah, sapi potong, SWOT, pertanian berkelanjutan
Farmers' Perceptions of the Contribution of Tourism Attractions to Community Welfare in Kambo, Mungkajang District, Palopo City Zainuddin, Muhammad Syihab; Sulfiana, Sulfiana; Ibrahim, Helda
Journal of Agriculture Vol. 5 No. 01 (2026): Call for Papers, March 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v5i01.8054

Abstract

Tourism attractions greatly contribute to farmers' welfare. Agricultural fields such as orchards can also be tourist attractions that draw visitors, especially if the farms are located in places with beautiful views at high altitudes. This study aims to describe farmers' perceptions of tourist attractions and their contribution to farmers' welfare in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City. This study is a descriptive quantitative study using frequency tabulation and a survey approach. The population of this study was all farmers in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City, numbering around 100 people farmers. The sample size was 100 people, using total sampling technique. The results of this study show: (1) farmers' perceptions of the existence of Kambo tourist attractions were very good, with almost all (100%) responding that they were very good and good criteria in Likert scale. (2) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to improving welfare were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution was very good. (3) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to farmers' lives were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution of tourist attractions to farmers' welfare was very good. The conclusion of this study is that tourism attractions are very important to be developed in the community so that they can become additional employment opportunities for them.
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Program Desa Binaan di Kabupaten Pangkep: Effectiveness of Community Development Through The Village Development Program in Pangkep Regency Mirnawati Amir; Helda Ibrahim; Suardi Bakri
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1354

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ialah proses yang bertujuan mempersiapkan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan, sembari memperkuat struktur kelembagaan yang ada di dalamnya. Tujuan dari upaya ini ialah untuk menumbuhkan kapasitas, meningkatkan kemandirian, serta mendorong tercapainya kesejahteraan yang merata, dalam bingkai keadilan sosial yang berlangsung secara berkelanjutan. Tujuan kajian ini untuk mengetahui kegiatan yang selama ini yang dilakukan pada program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Biringere, Kab. Pangkep dan untuk menganalisis efektivitas Program Pemberdayaan Desa Binaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa Biringere. Kajian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesetaraan dalam akses sumber daya dan peluang bagi masyarakat, dengan persentase efektivitas sebesar 91%. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap program juga mencapai 91%, menunjukkan bahwa mereka merasa terlibat dan didengarkan dalam pengambilan keputusan. Kemandirian masyarakat meningkat sebesar 90%, dengan mereka merasa lebih mampu mengelola usaha tani secara mandiri. Keberlanjutan program mencapai persentase tertinggi, yaitu 94%, menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
POTENSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN PADA HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) ASSAMATURU KELURAHAN BULUTANA KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA Sahrullah; Sumange, La; Ibrahim, Helda
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i2.2803

Abstract

Hutan Kemasyarakatan merupakan salah satu skema Perhutanan Sosial yang bertujuan untuk memberdayaan masyarakat yang tinggal didalam dan disekitar kawasan hutan melalui pemberian akses legal dalam pengelolaan hutan negara secara lestari. Kelompok Tani Hutan Assamaturu merupakan salah satu kelompok tani hutan yang telah mendapat izin perhutanan sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2022 berdasarkan SK.10330/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2022 tanggal 27 Desember 2022 dengan luas 110 Hektar. Terdapat 2 kelompok usaha perhutanan sosial yang dikembangkan yaitu agroforestry dan wisata. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki cukup besar sehingga dapat menjadi modal utama dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi jasa lingkungan yang terdapat pada kawasan Hutan Kemasyarakatan Assamaturu di Kelurahan Bulutana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HKm Assamaturu memiliki empat kategori jasa lingkungan utama berdasarkan klasifikasi MEA (2005), yaitu: (1) jasa penyediaan berupa air bersih, air irigasi lahan pertanian dan hasil hutan bukan kayu; (2) jasa pengaturan berupa pengatur iklim mikro dan tata air; (3) jasa budaya dalam bentuk potensi ekowisata seperti wisata air terjun, area camping ground, wahana bermain air, wahana sepeda gunung, flying fox dan nilai-nilai spiritual kultural; serta (4) jasa penunjang berupa keanekaragaman hayati. Potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan modal usaha untuk melengkapi fasilitas sarana prasarana pendukung. Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan jasa lingkungan pada kawasan hutan kemasyarakatan Assamaturu sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG DI SULAWESI SELATAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN POLYMERASE CHAIN REACTION Thamrin, Adriati; Herman, Herman; Mustaka, Zulfitriany D.; Ibrahim, Helda
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v10i1.1168

Abstract

Downy mildew remains one of the major constraints in maize production in South Sulawesi and is commonly diagnosed based on visual symptoms in the field. This study aimed to identify the causal agent of downy mildew in maize using a molecular approach based on Polymerase Chain Reaction (PCR). Leaf samples showing downy mildew-like symptoms were collected from nine major maize-producing districts in South Sulawesi, namely Gowa, Jeneponto, Bone, Sidrap, Pinrang, Wajo, Enrekang, Sinjai, and Soppeng. Pathogen detection was performed using specific primers PpUF and PpUR targeting Peronosclerospora spp. The PCR results revealed that Peronosclerospora spp. was positively detected in most sampling locations, particularly in Gowa, Jeneponto, Bone, Sidrap, Pinrang, Wajo, Enrekang, and Soppeng. In contrast, samples from Sinjai showed negative PCR results despite exhibiting visual symptoms resembling downy mildew. These findings indicate that field symptoms do not always correspond to the actual presence of Peronosclerospora spp. at the molecular level. This study highlights the importance of molecular-based diagnosis in improving the accuracy of downy mildew identification and provides a scientific basis for more precise and evidence-based disease management strategies in maize cultivation.
ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) PADA UMBI PORANG (Amorphophallus muelleri) PADA BERBAGAI JENIS LAHAN BUDIDAYA DI SULAWESI SELATAN Martam, Fitry; Herman, Herman; Mustaka, Zulfitriany D; Ibrahim, Helda
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v10i1.1179

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri) has emerged as an important agricultural commodity in Indonesia, yet food safety concerns related to heavy metal contamination, particularly cadmium (Cd), remain insufficiently explored. This study aimed to analyze Cd concentrations in porang tubers cultivated under different land-use types and to evaluate the influence of land characteristics on Cd accumulation. A quantitative approach with purposive sampling was employed. Nine composite tuber samples were collected from monoculture fields, mixed cropping systems, and home garden environments. Sample preparation involved wet digestion using HNO₃ and H₂O₂ assisted by microwave digestion, followed by measurement using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Data were analyzed using descriptive statistics and One-Way ANOVA. The results showed that Cd concentrations ranged from 0.0005 to 0.0262 mg/kg, with the highest average detected in home garden systems (0.0122 mg/kg) and the lowest in monoculture fields (0.0021 mg/kg). However, statistical analysis indicated that land-use type did not significantly affect Cd accumulation (p = 0.298). All measured concentrations remained below the maximum permissible limit established by Indonesian National Standard SNI 7939:2020 (0.05 mg/kg). These findings indicate that porang tubers are currently safe for consumption, although continuous environmental monitoring is necessary to prevent long-term contamination risks.
Co-Authors Adriyanti Syam Afriana, Hana Agustina Abdullah Ahmad Rifqi Asrib Albertinhennyranteallo, Albertinhennyranteallo Ali, Taufik Allo, Aguinalty Sofia Rante Amalia, Rezki Amin Jaya, Muhammad Andi Asikin Muchtar Andi Kasirang Andi Kasirang, Andi Angka, Andi Tenri Aqsha, Ismail Asrib, Ahmad Rifqi Asrib Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus, Awaluddin Ayyub, Erwin Baso, Andi Kasirang A.T Baso, andi kasirang T Busman Busman, Busman Darmawan, Fitrah Dewi Purnamasari, Sri Dian Fitriani Edi Suhardi Rahman Elviani Randanan Fachry Abda El Rahman Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianti, Fitri Hasmirati Herman Nursaman Hermimin Husain, Fahrisal Idam Hanafi K Inta P.N. Damanik, Inta P.N. Jaya, Muhammad Amin K, Idam Hanafi La Sumange M Zain, Majdah M. Zain, Majdah M., Musdalifah Magfira, Nahda Tul Mahmud, Musdali Ifa Mahmud, Musdalifa Mahmud, Musdalifah Mahmud, Musdalipa Majdah M Zain Majdah M. Zain, Majdah M. MAJID, NUSQAR Martam, Fitry Minarni Mirnawati Amir Muhammad Junan Musdalifah Mahmud Musdalifah Musdalifah Musdalifah, Andi Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa, Musdalipa Mustaka, Zulfitriany D Mustaka, Zulfitriany D. Mustamar, Ernawati Binti Mutmainnah, Ismiah Ninuk Purnaningsih Nurlaelah, Andi Titi Nursaman, Herman Nurul Mukhlishah Nuryadin, Titin Octaviane, Maria Pakiding, Fani Lande Pakolo, Fransiska Pang. S. Asngari Paningo, Yosep Parinding, Bertha Pawarrang, Wiraputra Pratiwi, Herini Qurniasty, Qurniasty Randanan, Elviani Rante, Damaris Rezki Amalia Sahrullah Said, Amal Salman Salman Salman Salman Sammane, Agustina Tappi Siti Amanah Somalinggi, Selfina Suardi Bakri, Suardi Sulfiana Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Sumange, La Sumange, La Sumange Suryani Suryani Syamsinar Syamsinar Syamsinar,, Syamsinar Syamsul Rahman Syamsul Rahman, Syamsul Tampang, Bertha Tamzil Ibrahim Tanzil Ibrahim Thamrin, Adriati Yasdin, Yasdin Yosep Paningo Yunus , Awaluddin Zain, A. Majdah M Zain, Majdah M Zainuddin, Muhammad Syihab