Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Minat Karier Generasi Z di Sektor Pertanian: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar Kisma Adriana; Helda Ibrahim; Awaluddin Yunus
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.2074

Abstract

Regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian menjadi isu strategis di Indonesia seiring dengan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi pertanian di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan modernisasi sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat Generasi Z terhadap karier di sektor pertanian berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhinya. Penelitian melibatkan 83 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar sebagai representasi Generasi Z yang memiliki latar belakang akademik pertanian. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis data berbasis skala Likert lima poin yang didukung oleh wawancara untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh laki-laki (43 orang) dibandingkan perempuan (40 orang), dengan mayoritas berada pada rentang usia 20–22 tahun dan kelompok terbanyak berusia 21 tahun. Berdasarkan program studi, responden sebagian besar berasal dari Agroteknologi (45,78%), diikuti Agribisnis (37,35%) dan Kehutanan (16,87%). Sebanyak 53 responden berasal dari keluarga dengan orang tua yang bekerja di sektor pertanian, sedangkan 30 responden berasal dari keluarga non-pertanian. Tingkat minat Generasi Z terhadap karier di sektor pertanian berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan skor antara 3,42–4,17. Faktor internal yang paling berpengaruh meliputi pendidikan dan keterampilan (3,97), minat pribadi (3,92), dan pengalaman pribadi (3,88), sedangkan faktor eksternal yang dominan meliputi peran lingkungan dan keberlanjutan (4,17), prospek ekonomi (3,78), serta dukungan keluarga dan lingkungan sosial (3,76). Meskipun demikian, masih terdapat hambatan berupa stigma negatif terhadap profesi pertanian yang dipersepsikan sebagai pekerjaan berat dan berisiko. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Generasi  Z memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui pendekatan agribisnis modern dan pemanfaatan teknologi, sehingga diperlukan penguatan informasi, edukasi, serta sistem inovasi pertanian untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda secara berkelanjutan.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Transformasi Pengetahuan, Keterampilan, Dan Sikap Petani Bawang Merah Di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto: The Role of Agricultural Extension Workers in Transforming the Knowledge, Skills, and Attitudes of Red Onion Farmers in Janettallasa Village, Rumbia District, Jeneponto Regency Al Animul Fadhil R Ilyas; Helda Ibrahim; Sulfiana Sulfiana
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani bawang merah serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik proporsional random sampling terhadap 44 responden dari populasi 147 petani bawang merah. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dengan interval skor 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani berada pada kategori netral dengan skor rata-rata masing-masing 3,02; 2,97; dan 2,88. Hal ini mengindikasikan bahwa peran penyuluh belum optimal dalam mendorong perubahan signifikan pada kapasitas petani. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi minimnya pendampingan dan kehadiran penyuluh di lapangan, ketidakstabilan harga bawang merah akibat lemahnya kelembagaan penyangga harga, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi pertanian modern. Kesimpulannya, meskipun penyuluh telah melaksanakan fungsinya, intensitas dan efektivitas penyuluhan masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih partisipatif, pelatihan rutin, dan penguatan kelembagaan petani agar transformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dapat berjalan optimal dan berkelanjutan
Faktor Internal dan Eksternal Usaha Minyak Kelapa Mandar Milik Ibu Yanti di Desa Simbang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Busman Busman; Syamsul Rahman; Syamsinar Syamsinar,; Helda Ibrahim
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32730

Abstract

Background: Indonesia is an agricultural country with superior plantation commodities, one of which is coconut (Cocos nucifera). Majene Regency as one of the coconut centers in West Sulawesi has great potential in the development of derivative products, including Mandar coconut oil. Objective: to analyze the internal and external factors that affect Mandar coconut oil business owned by Mrs. Yanti.Formulate the right business development strategy based on the results of the analysis. Method: this study uses a descriptive qualitative approach with a case study method on coconut oil business owned by Mrs. Yanti in Simbang Village. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using SWOT analysis through the preparation of IFAS Matrix (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), SWOT Matrix, and Cartesian Diagram to determine the position of business development strategy. Results: the results showed that internally Mandar coconut oil business has strength in the quality of natural products, distinctive aroma, and business experience that has been going on for a long time. However, there are weaknesses in the aspects of capital, production technology, packaging, and marketing are still limited.From the external side, there are opportunities in the form of local market potential, government support for MSMEs, and increased interest in traditional and natural products. On the other hand, the threat comes from the competition of oil mills, fluctuations in prices for raw materials, as well as changes in consumer preferences. Conclusion: based on the SWOT analysis, the recommended business development strategy is to utilize the strengths to face threats (s–T strategy), as well as take advantage of opportunities through improved management quality, packaging innovation, marketing expansion, and more efficient utilization of production technology.
Strategi Pengembangan Agro Eduwisata Agribisnis Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Maros (Studi Kasus Di Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros) Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros, dengan fokus studi kasus di Kebun Raya Pucak. Agro eduwisata merupakan konsep integratif antara kegiatan pertanian, pendidikan, dan pariwisata yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan peluang kerja berbasis potensi daerah.Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu pada rumusan masalah pertama menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam serta dokumentasi dan studi literatur. Kemudian, untuk rumusan masalah kedua menggunakan Analisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi agro eduwisata yang sangat besar karena didukung oleh kekayaan hayati, kondisi geografis yang mendukung serta minat masyarakat dan pengunjung terhadap wisata edukatif dan agribisnis.Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi Strength-Opportunity (SO) merupakan pendekatan yang paling efektif untuk pengembangan model agro eduwisata.  Strategi ini memungkinkan pemanfaatan kekuatan internal seperti keanekaragaman koleksi tanaman endemik, ketersediaan lahan, dan dukungan manajemen dengan memaksimalkan peluang eksternal seperti tren wisata edukatif, dukungan kebijakan dan potensi Kerjasama multi pihak.Model pengembangan agro eduwisata yang dirancang dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, penyediaan lapangan kerja dan keterlibatan dalam kegiatan wisata berbasis agribisnis seperti pelatihan, pendampingan usaha tani dan kegiatan edukatif untuk pengunjung.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dengan penerapan model ini secara berkelanjutan akan mendorong sinergi antara konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros.
Strategi Inovatif Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Makkatuo dalam Usaha Lebah Madu di Kabupaten Gowa Nusqar Majid; Musdalipa Musdalipa; Helda Ibrahim; La Sumange
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha lebah madu serta merumuskan strategi inovatif pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Makkatuo di Kabupaten Gowa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui Matriks IFE, EFE, SWOT, dan IE. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 25 responden anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama KTH Makkatuo meliputi organisasi kelompok yang terstruktur, pengetahuan dasar budidaya lebah, lokasi yang kaya pakan, dan modal sosial yang kuat, sedangkan kelemahannya adalah keterbatasan modal, keterampilan teknis, teknologi pengolahan, dan strategi bisnis. Dari sisi eksternal, peluang utama adalah meningkatnya permintaan pasar madu, dukungan pemerintah, ketersediaan pelatihan, serta tren produk organik, sedangkan ancamannya adalah perubahan iklim, deforestasi, hama penyakit, dan rendahnya partisipasi generasi muda.Nilai IFE (3,03) dan EFE (3,78) menempatkan KTH Makkatuo pada kuadran Grow and Build, sehingga strategi inovatif yang direkomendasikan adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan unit usaha bersama, diversifikasi produk lebah madu, pengembangan pemasaran digital dan branding produk organik, serta penerapan budidaya adaptif berbasis agroforestri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi inovatif berbasis kelembagaan, teknis, pemasaran, dan lingkungan mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha madu hutan. Kata Kunci: Strategi Inovatif; Pemberdayaan; Lebah Madu; SWOT.
Strategi Peningkatan Pendapatan Gula Aren Berbasis Agribisnis (Studi Kasus KTH Liku Pancing Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Herini Pratiwi; Majdah Muhyiddin Zain; Helda Ibrahim; La Sumange
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6396

Abstract

KTH Liku Pancing adalah kelompok tani yang memiliki potensi gula aren yang cukup melimpah namun pengelolaannya belum optimal. Rendahnya nilai tambah dan pendapatan petani gula aren di Desa Parigi akibat keterbatasan pengolahan, akses pasar, dan diversifikasi produk, sehingga diperlukan strategi peningkatan berbasis agribisnis yang terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi komoditas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan pendapatan petani gula aren berbasis agribisnis pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Liku Pancing di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap seluruh anggota kelompok sebanyak 25 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai total faktor internal (IFAS) adalah 1,88 yang terdiri dari skor kekuatan sebesar 0,92 dan kelemahan sebesar 0,96. Sementara itu, nilai total faktor eksternal (EFAS) adalah 2,33 yang terdiri dari skor peluang sebesar 1,34 dan ancaman sebesar 0,99. Posisi KTH Liku Pancing berada di kuadran II dengan koordinat X = -0,02 dan Y = 0,175, yang menunjukkan strategi Stabilisasi. sebagai pendekatan yang tepat. Strategi yang paling cocok yaitu WO yaitu strategi stabilisasi yang dirancang untuk memanfaatkan peluang eksternal guna mengatasi kelemahan internal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis yang dapat diterapkan oleh KTH Liku Pancing dan kelompok tani lainnya untuk meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, dan nilai tambah produk gula aren melalui pendekatan agribisnis serta menjadi referensi dan landasan ilmiah dalam pengembangan penelitian lebih lanjut terkait agribisnis komoditas lokal, kelembagaan petani, serta strategi peningkatan pendapatan di sektor pertanian pedesaan.
Pertumbuhan dan Produksi  Padi Sawah pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Phonska Cair: Growth and Production of Paddy Field at Various Concentrations of Liquid Phonska Fertilizer Andi Satna; Herman Nursaman; Hanapi Hanapi; Helda Ibrahim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/c469fg95

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan yang permintaannya terus meningkat setiap tahun. Pupuk merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tanaman padi untuk meningkatkan produktivitasnya. Salah satu pupuk yang mampu menyediakan unsur hara makro yaitu pupuk majemuk Phonska cair. Penelitian bertujuan  untuk mengetahui pengaruh dosis  pupuk Phonska cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pabbentengan, Kec. Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Juni – Oktober 2025. Pengujian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah perlakuan sebanyak 12 (Dua belas) dan diulang 3 kali sehingga total plot sebanyak 36 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Petroganik 500 kg + Urea 200 kg + Phonska 300 kg/ha (C) dan Phonska Cair 18 L/ha (12 mL/L) (L) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah. Nilai RAE dari semua perlakuan menunjukkan bahwa kombinasi pemberian Petroganik 500 kg/ha + Urea 200 kg/ha + Phonska 300 kg/ha (C) dan Phonska Cair 18 L/ha (L) menunjukkan nilai RAE tertinggi, yaitu 129,1, dan rasio R/C 2,03. Rice is a food commodity whose demand continues to increase every year. Fertilizer is a vital need for rice plants to increase their productivity. One of the fertilizers that can provide macronutrients is Phonska liquid compound fertilizer. The study aims to determine the effect of Phonska liquid fertilizer doses on the growth and production of rice plants. The study was conducted in Pabbentengan Village, Bajeng District, Gowa Regency, South Sulawesi Province, from June to October 2025. The test used a Randomized Block Design (RBD) with 12 (twelve) treatments and 3 replications, resulting in a total of 36 plots. The results showed that the treatment of Petroganik 500 kg + Urea 200 kg + Phonska 300 kg/ha (C) and Phonska Liquid 18 L / ha (12 mL / L) (L) gave the best effect on the growth and production of lowland rice plants. The RAE value of all treatments showed that the combination of Petroganik 500 kg/ha + Urea 200 kg/ha + Phonska 300 kg/ha (C) and Phonska Cair 18 L/ha (L) showed the highest RAE value, namely 129.1, and R/C ratio of 2.03.
Strategi Pemasaran Cabai Katokkon dengan metode Analisis SWOT dan Prioritas Rekomendasi di Kabupaten Tana Toraja Selfina Somalinggi; Syamsul Rahman; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5131

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku usaha dalam memasarkan Cabai Katokkon khas Toraja serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari 15 petani, 10 pedagang, dan 5 pelaku UMKM di Kabupaten Tana Toraja. Analisis strategi dilakukan menggunakan kerangka SWOT yang diolah melalui Matriks IFAS dan EFAS. Hasil perhitungan Matriks IFAS adalah 2.19, mengindikasikan bahwa kondisi internal usaha lebih didominasi oleh Kelemahan. Sementara itu, Skor EFAS adalah 2.50, menunjukkan bahwa Peluang eksternal berada dalam posisi netral atau seimbang dengan Ancaman. Posisi strategis ini menempatkan pemasaran Cabai Katokkon pada Kuadran II (Strategi Diversifikasi/Turnaround), yang memerlukan perbaikan internal. Faktor Kelemahan paling kritis adalah rendahnya pengetahuan budidaya (W5) yang menjadi bottleneck utama bagi konsistensi kualitas (W2). Prioritas strategi utama yang direkomendasikan adalah Strategi WT (Defensif): Akselerasi peningkatan mutu budidaya dan efisiensi rantai pasok untuk memitigasi Ancaman iklim dan kenaikan biaya input. Strategi ini kemudian didukung oleh Strategi SO (Agresif), yaitu penguatan brand digital premium dan diversifikasi produk olahan untuk memanfaatkan tren pasar pedas dan e-commerce. Kesimpulan penelitian ini adalah Strategi pemasaran Cabai Katokkon menghadapi masalah mendasar, yaitu kontradiksi antara ambisi dan realitas. Disatu sisi, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi brand premium karena sudah dikenal luas di luar Toraja dan dianggap unik (Kekuatan S1 & S4). Disisi lain, potensi ini terhalang oleh titik kemacetan (bottleneck) utama: rendahnya keterampilan budidaya yang berujung pada kualitas produk yang tidak konsisten.
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Agustina Tappi Sammane; Amal Said; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5141

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu varietas kopi yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki kualitas biji kopi yang unggul dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi ini dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukaan bahwa strategi pengembangan kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja yang dapat dilakukan adalah: 1. Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil melalui optimalisasi lahan, teknologi budidaya dan pascapanen. 2. Peremajaan tanaman yang sudah tua. 3. Kemitraan pemasaran untuk memperluas jaringan pasar serta memperkuat daya saing.
Pengaruh Peranan dan Kegiatan Kelompok Tani terhadap Keberlanjutan Padi Varietas Lokal di Kabupaten Tana Toraja Fani Lande Pakiding; Majdah M. Zain; Musdalifah M.; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5160

Abstract

This study aims to analyze the influence of farmer group roles and activities on the sustainability of local rice varieties in Tana Toraja Regency. The research is motivated by various challenges that threaten the preservation of local rice varieties, including agricultural modernization, climate change, and weak institutional support, all of which contribute to the degradation of local rice germplasm that holds ecological, socio-cultural, and economic significance. A descriptive quantitative approach supported by qualitative insights was employed in this study. A total of 71 respondents were selected through a saturated sampling technique, representing active members of three farmer groups: Burau Tarra in South Sangalla District, as well as Bokko and Tagari in North Sangalla District. Data were collected through Likert-scale questionnaires, interviews, observations, and documentation. The analysis was conducted using descriptive statistics and Pearson correlation tests. The findings indicate that the role of farmer groups is categorized as high, reflecting institutional effectiveness in enhancing member capacity, strengthening group solidarity, and fostering awareness of local variety conservation. Farmer group activities—including local seed conservation, technical training, institutional deliberation, socio-cultural agricultural activities, and productive economic initiatives—also fall within the high category. Pearson correlation analysis revealed a very strong and significant relationship between farmer group activities and the sustainability of local rice varieties (r = 0.771; p < 0.01). Overall, the sustainability of local rice varieties in Tana Toraja is classified as high, encompassing ecological, socio-cultural, and economic dimensions.
Co-Authors Adriyanti Syam Afriana, Hana Aguinalty Sofia Rante Allo Agustina Abdullah Agustina Tappi Sammane Ahmad Rifqi Asrib Al Animul Fadhil R Ilyas Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo Ali, Taufik Amal Said Amalia, Rezki Amin Jaya, Muhammad Andi Asikin Muchtar Andi Kasirang Andi Kasirang, Andi Andi Satna Andi Tenri Angka Angka, Andi Tenri Aqsha, Ismail Asrib, Ahmad Rifqi Asrib Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus, Awaluddin Ayyub, Erwin Baso, Andi Kasirang A.T Baso, andi kasirang T Busman Busman Damaris Rante Darmawan, Fitrah Dewi Purnamasari, Sri Dian Fitriani Edi Suhardi Rahman Elviani Randanan Elviani Randanan Fachry Abda El Rahman Fani Lande Pakiding Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianti, Fitri Fransiska Pakolo Hanapi Hanapi Hasmirati Herini Pratiwi Herman Nursaman Herman Nursaman Hermimin Husain, Fahrisal Idam Hanafi K Idam Hanafi K Inta P.N. Damanik, Inta P.N. Kisma Adriana La Sumange La Sumange M Zain, Majdah M. Zain, Majdah Magfira, Nahda Tul Mahmud, Musdali Ifa Mahmud, Musdalifah Mahmud, Musdalipa Majdah M Zain Majdah Muhyiddin Zain MAJID, NUSQAR Maria Octaviane Minarni Mirnawati Amir Muhammad Amin Jaya Muhammad Asir Muhammad Ilman Muhammad Junan Muhammad Syihab Zainuddin Musdalifa Mahmud Musdalifah M. Musdalifah Mahmud Musdalifah Musdalifah Musdalifah, Andi Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa, Musdalipa Mustamar, Ernawati Binti Mutmainnah, Ismiah Ninuk Purnaningsih Nurlaelah, Andi Titi Nursaman, Herman Nurul Mukhlishah Nuryadin, Titin Nusqar Majid Octaviane, Maria Pang. S. Asngari Paningo, Yosep Parinding, Bertha Pawarrang, Wiraputra Pratiwi, Herini Qurniasty, Qurniasty Rahman, Syamsul Reka Tri Hapsari Rezki Amalia Sahrullah Said, Amal Salman Salman Salman Salman Selfina Somalinggi Siti Amanah Suardi Bakri Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Suryani Suryani Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar, Syamsul Rahman Syamsul Rahman, Syamsul Tampang, Bertha Tamzil Ibrahim Tanzil Ibrahim Titin Nuryadin Yasdin, Yasdin Yosep Paningo Yunus , Awaluddin Zain, A. Majdah M Zain, Majdah M Zain, Majdah Muhyiddin Zunia Syafitri, Noor Aeni