Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran Cabai Katokkon dengan metode Analisis SWOT dan Prioritas Rekomendasi di Kabupaten Tana Toraja Somalinggi, Selfina; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5131

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku usaha dalam memasarkan Cabai Katokkon khas Toraja serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari 15 petani, 10 pedagang, dan 5 pelaku UMKM di Kabupaten Tana Toraja. Analisis strategi dilakukan menggunakan kerangka SWOT yang diolah melalui Matriks IFAS dan EFAS. Hasil perhitungan Matriks IFAS adalah 2.19, mengindikasikan bahwa kondisi internal usaha lebih didominasi oleh Kelemahan. Sementara itu, Skor EFAS adalah 2.50, menunjukkan bahwa Peluang eksternal berada dalam posisi netral atau seimbang dengan Ancaman. Posisi strategis ini menempatkan pemasaran Cabai Katokkon pada Kuadran II (Strategi Diversifikasi/Turnaround), yang memerlukan perbaikan internal. Faktor Kelemahan paling kritis adalah rendahnya pengetahuan budidaya (W5) yang menjadi bottleneck utama bagi konsistensi kualitas (W2). Prioritas strategi utama yang direkomendasikan adalah Strategi WT (Defensif): Akselerasi peningkatan mutu budidaya dan efisiensi rantai pasok untuk memitigasi Ancaman iklim dan kenaikan biaya input. Strategi ini kemudian didukung oleh Strategi SO (Agresif), yaitu penguatan brand digital premium dan diversifikasi produk olahan untuk memanfaatkan tren pasar pedas dan e-commerce. Kesimpulan penelitian ini adalah Strategi pemasaran Cabai Katokkon menghadapi masalah mendasar, yaitu kontradiksi antara ambisi dan realitas. Disatu sisi, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi brand premium karena sudah dikenal luas di luar Toraja dan dianggap unik (Kekuatan S1 & S4). Disisi lain, potensi ini terhalang oleh titik kemacetan (bottleneck) utama: rendahnya keterampilan budidaya yang berujung pada kualitas produk yang tidak konsisten.
Penerapan Konsep Pekarangan Pangan Bergizi dalam Menunjang Kebutuhan Gizi Masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Octaviane, Maria; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5327

Abstract

Indonesia prioritizes the development of food security as a foundation for other sectors. Food security and the fulfillment of community nutrition are among the main indicators of human resource development. Indonesia still faces various nutritional problems, such as low consumption of vegetables and fruits, inadequate intake of micronutrients, and high prevalence of stunting and anemia in several regions. The success of utilizing home gardens cannot be separated from various factors, such as access to superior seeds and seedlings, cultivation knowledge, water availability, and the level of participation of family members (Sulistyawati et al., 2020). This study aims to describe the implementation of nutritious food home gardens by the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, to analyze the application of the nutritious food home garden concept in supporting the nutritional needs of the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, Mengkendek District, Tana Toraja Regency, and to identify factors influencing the success of implementing nutritious food home gardens, as well as to identify constraints and solutions in their implementation. The research approach uses a quantitative descriptive method, with a population of 70 members of farmer groups receiving the P2B program, and sampling conducted through purposive sampling. The variables studied include the implementation of the P2B concept and the fulfillment of community nutritional needs, with indicators consisting of yard area, group activeness, consumption of garden produce, and reduction in food expenditure. The results show that the utilization of nutritious food home gardens contributes fairly well to family nutrition and economic aspects, as indicated by an increase in family income through P2B categorized as good, fairly good family nutrition understanding, and adequate fulfillment of nutrition through P2B.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Pekarangan Pangan Bergizi di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Octaviane, Maria; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5328

Abstract

Indonesia mengutamakan pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi bagi sektor lainnya. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator utama pembangunan sumber daya manusia. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakcukupan asupan zat gizi mikro, serta tingginya prevalensi stunting dan anemia di beberapa wilayah. Keberhasilan pemanfaatan pekarangan tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti akses terhadap benih dan bibit unggul, pengetahuan budidaya, ketersediaan air, serta tingkat partisipasi anggota keluarga (Sulistyawati et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pekarangan pangan bergizi oleh masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, menganalisis penerapan konsep pekarangan pangan bergizi dalam menunjang kebutuhan gizi masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan pekarangan pangan bergizi dan menemukan kendala dan solusi dalam implementasi pekarangan pangan bergizi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 70 orang anggota kelompok tani penerima program P2B dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variable yang diteliti meliputi penerapan konsep P2B dan pemenuhan kebutuhan gizi Masyarakat, dengan indikator luas pekarangan, keaktifan kelompok, konsumsi hasil pekarangan dan pengurangan pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anggota kelompok tani akan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi termasuk dalam kategori sangat baik dan juga pemberian program yang tepat sasaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan
Faktor Internal dan Eksternal Usaha Minyak Kelapa Mandar Milik Ibu Yanti di Desa Simbang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Busman, Busman; Rahman, Syamsul; Syamsinar,, Syamsinar; Ibrahim, Helda
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32730

Abstract

Background: Indonesia is an agricultural country with superior plantation commodities, one of which is coconut (Cocos nucifera). Majene Regency as one of the coconut centers in West Sulawesi has great potential in the development of derivative products, including Mandar coconut oil. Objective: to analyze the internal and external factors that affect Mandar coconut oil business owned by Mrs. Yanti.Formulate the right business development strategy based on the results of the analysis. Method: this study uses a descriptive qualitative approach with a case study method on coconut oil business owned by Mrs. Yanti in Simbang Village. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using SWOT analysis through the preparation of IFAS Matrix (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), SWOT Matrix, and Cartesian Diagram to determine the position of business development strategy. Results: the results showed that internally Mandar coconut oil business has strength in the quality of natural products, distinctive aroma, and business experience that has been going on for a long time. However, there are weaknesses in the aspects of capital, production technology, packaging, and marketing are still limited.From the external side, there are opportunities in the form of local market potential, government support for MSMEs, and increased interest in traditional and natural products. On the other hand, the threat comes from the competition of oil mills, fluctuations in prices for raw materials, as well as changes in consumer preferences. Conclusion: based on the SWOT analysis, the recommended business development strategy is to utilize the strengths to face threats (s–T strategy), as well as take advantage of opportunities through improved management quality, packaging innovation, marketing expansion, and more efficient utilization of production technology.
FAKTOR INTEGRASI SAPI DAN KACANG TANAH SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN BAGI PETANI DI KECAMATAN PUJANANTING, KABUPATEN BARRU: Factors Influencing the Integration of Cattle and Groundnut as a Sustainable Farming Solution in Pujananting District, Barru Regency Hermimin; Sulfiana; Syamsinar; Helda Ibrahim
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2671

Abstract

Sistem integrasi antara komoditas ternak dan tanaman menjadi pendekatan yang menjanjikan dalam menciptakan pertanian berkelanjutan dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sistem integrasi sapi dan kacang tanah di Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi ini memiliki sejumlah kekuatan pada keterampilan petani yang memadai , kesuburan tanah yang mendukung, dan akses terhadap modal serta kemitraan. Akan tetapi, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan seperti kurangnya pemahaman teknis, infrastruktur yang terbatas, dan rendahnya akses teknologi pertanian. Peluang pengembangan tersedia dalam bentuk dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya permintaan pasar, serta kemajuan teknologi tersedia untuk dikembangkan. Ancaman utama yang dihadapi perubahan iklim, serangan penyakit hewan, dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman tersebut. Sistem integrasi ini dapat menjadi model pembangunan pertanian yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.   Kata kunci: integrasi ternak-tanaman, kacang tanah, sapi potong, SWOT, pertanian berkelanjutan
Farmers' Perceptions of the Contribution of Tourism Attractions to Community Welfare in Kambo, Mungkajang District, Palopo City Zainuddin, Muhammad Syihab; Sulfiana, Sulfiana; Ibrahim, Helda
Journal of Agriculture Vol. 5 No. 01 (2026): Call for Papers, March 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v5i01.8054

Abstract

Tourism attractions greatly contribute to farmers' welfare. Agricultural fields such as orchards can also be tourist attractions that draw visitors, especially if the farms are located in places with beautiful views at high altitudes. This study aims to describe farmers' perceptions of tourist attractions and their contribution to farmers' welfare in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City. This study is a descriptive quantitative study using frequency tabulation and a survey approach. The population of this study was all farmers in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City, numbering around 100 people farmers. The sample size was 100 people, using total sampling technique. The results of this study show: (1) farmers' perceptions of the existence of Kambo tourist attractions were very good, with almost all (100%) responding that they were very good and good criteria in Likert scale. (2) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to improving welfare were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution was very good. (3) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to farmers' lives were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution of tourist attractions to farmers' welfare was very good. The conclusion of this study is that tourism attractions are very important to be developed in the community so that they can become additional employment opportunities for them.
Co-Authors Adriyanti Syam Afriana, Hana Agustina Abdullah Ahmad Rifqi Asrib Ali, Taufik Amalia, Rezki Amin Jaya, Muhammad Amir, Mirnawati Andi Asikin Muchtar Andi Kasirang Andi Kasirang, Andi Angka, Andi Tenri Aqsha, Ismail Asrib, Ahmad Rifqi Asrib Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus, Awaluddin Ayyub, Erwin Baso, Andi Kasirang A.T Baso, andi kasirang T Busman Busman, Busman Darmawan, Fitrah Dewi Purnamasari, Sri Dian Fitriani Edi Suhardi Rahman Elviani Randanan Fachry Abda El Rahman Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianti, Fitri Hasmirati Herman Nursaman Hermimin Husain, Fahrisal Idam Hanafi K Inta P.N. Damanik, Inta P.N. Jaya, Muhammad Amin K, Idam Hanafi La Sumange M Zain, Majdah M. Zain, Majdah M., Musdalifah Magfira, Nahda Tul Mahmud, Musdali Ifa Mahmud, Musdalifah Mahmud, Musdalipa Majdah M Zain Majdah M. Zain, Majdah M. Minarni Muhammad Junan Musdalifah Mahmud Musdalifah Musdalifah Musdalifah, Andi Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa, Musdalipa Mustamar, Ernawati Binti Mutmainnah, Ismiah Ninuk Purnaningsih Nurlaelah, Andi Titi Nursaman, Herman Nurul Mukhlishah Nuryadin, Titin Octaviane, Maria Pakiding, Fani Lande Pakolo, Fransiska Pang. S. Asngari Paningo, Yosep Parinding, Bertha Pawarrang, Wiraputra Pratiwi, Herini Qurniasty, Qurniasty Ramadhan Ramadhan Rezki Amalia Said, Amal Salman Salman Salman Salman Sammane, Agustina Tappi Siti Amanah Somalinggi, Selfina Suardi Bakri, Suardi Sulfiana Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Sumange, La Suryani Suryani Syamsinar Syamsinar,, Syamsinar Syamsul Rahman Syamsul Rahman, Syamsul Tampang, Bertha Tamzil Ibrahim Tanzil Ibrahim Yasdin, Yasdin Yosep Paningo Yunus , Awaluddin Zain, A. Majdah M Zain, Majdah M Zainuddin, Muhammad Syihab