Claim Missing Document
Check
Articles

Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Kapasitas Petani di Kabupaten Bone Kecamatan Barebbo Desa Carowalie Salman Salman; Helda Ibrahim; Musdalipa Musdalipa
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v4i2.7827

Abstract

Agricultural extension workers play a strategic role in supporting agricultural development by enhancing farmers’ capacity as the main actors in the agricultural sector. The success of this process is strongly influenced by the performance of extension workers in delivering extension services that are responsive, accountable, and oriented toward service quality. This study aims to analyze the performance of agricultural extension workers in improving farmers’ capacity in Bone Regency, Barebbo District, Corawalie Village. The research employed a descriptive design using a qualitative approach supported by simple quantitative analysis. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires involving 45 farmer respondents, and were analyzed using thematic analysis and a Likert scale percentage index. The results indicate that the overall performance of agricultural extension workers is categorized as high, with an average score of 80.76%. Service quality achieved the highest score, followed by responsiveness and responsibility. These findings demonstrate that extension workers have effectively provided services, assistance, and problem-solving support, which contribute to improving farmers’ capacity in managing their farming activities. The study implies that strengthening the performance of agricultural extension workers is essential to enhance farmers’ independence and professionalism in achieving sustainable agricultural development.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pengelolaan Kopra di Kabupaten Bone, Kecamatan Tellusiattinge, Desa Ulo Suryani Suryani; Sulfiana Sulfiana; Syamsul Rahman; Helda Ibrahim
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v4i2.7900

Abstract

Processing coconut into copra is an important strategy to increase value added and farmers’ income in rural areas. However, traditional copra processing businesses often face problems such as price fluctuations, high production costs, and limited understanding of business feasibility analysis. This study aims to analyze the value added and business feasibility of copra processing in Bone Regency, specifically in Tellusiattinge District, Ulo Village. The study was conducted from September to October 2025 using a descriptive method with qualitative and quantitative approaches. The research population consisted of 15 copra processing entrepreneurs, all of whom were selected as respondents using a census technique. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included production cost analysis, income analysis, value added analysis using the Hayami method, and business feasibility analysis using the Revenue Cost Ratio. The results showed that the average value added from processing coconut into copra was Rp2,100 per kilogram with a value added ratio of 37.5 percent, which falls into the medium category. The average Revenue Cost Ratio of 1.35 indicates that the copra processing business is feasible and profitable to operate. The findings imply that copra processing has the potential to increase farmers’ income and rural economic development, therefore requiring support in improving production efficiency and adopting better processing technologies to enhance value added.
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Program Desa Binaan di Kabupaten Pangkep: Effectiveness of Community Development Through The Village Development Program in Pangkep Regency Mirnawati Amir; Helda Ibrahim; Suardi Bakri
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1354

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ialah proses yang bertujuan mempersiapkan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan, sembari memperkuat struktur kelembagaan yang ada di dalamnya. Tujuan dari upaya ini ialah untuk menumbuhkan kapasitas, meningkatkan kemandirian, serta mendorong tercapainya kesejahteraan yang merata, dalam bingkai keadilan sosial yang berlangsung secara berkelanjutan. Tujuan kajian ini untuk mengetahui kegiatan yang selama ini yang dilakukan pada program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Biringere, Kab. Pangkep dan untuk menganalisis efektivitas Program Pemberdayaan Desa Binaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa Biringere. Kajian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesetaraan dalam akses sumber daya dan peluang bagi masyarakat, dengan persentase efektivitas sebesar 91%. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap program juga mencapai 91%, menunjukkan bahwa mereka merasa terlibat dan didengarkan dalam pengambilan keputusan. Kemandirian masyarakat meningkat sebesar 90%, dengan mereka merasa lebih mampu mengelola usaha tani secara mandiri. Keberlanjutan program mencapai persentase tertinggi, yaitu 94%, menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
POTENSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN PADA HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) ASSAMATURU KELURAHAN BULUTANA KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA Sahrullah; Sumange, La; Ibrahim, Helda
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i2.2803

Abstract

Hutan Kemasyarakatan merupakan salah satu skema Perhutanan Sosial yang bertujuan untuk memberdayaan masyarakat yang tinggal didalam dan disekitar kawasan hutan melalui pemberian akses legal dalam pengelolaan hutan negara secara lestari. Kelompok Tani Hutan Assamaturu merupakan salah satu kelompok tani hutan yang telah mendapat izin perhutanan sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2022 berdasarkan SK.10330/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2022 tanggal 27 Desember 2022 dengan luas 110 Hektar. Terdapat 2 kelompok usaha perhutanan sosial yang dikembangkan yaitu agroforestry dan wisata. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki cukup besar sehingga dapat menjadi modal utama dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi jasa lingkungan yang terdapat pada kawasan Hutan Kemasyarakatan Assamaturu di Kelurahan Bulutana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HKm Assamaturu memiliki empat kategori jasa lingkungan utama berdasarkan klasifikasi MEA (2005), yaitu: (1) jasa penyediaan berupa air bersih, air irigasi lahan pertanian dan hasil hutan bukan kayu; (2) jasa pengaturan berupa pengatur iklim mikro dan tata air; (3) jasa budaya dalam bentuk potensi ekowisata seperti wisata air terjun, area camping ground, wahana bermain air, wahana sepeda gunung, flying fox dan nilai-nilai spiritual kultural; serta (4) jasa penunjang berupa keanekaragaman hayati. Potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan modal usaha untuk melengkapi fasilitas sarana prasarana pendukung. Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan jasa lingkungan pada kawasan hutan kemasyarakatan Assamaturu sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS INOVASI PADA USAHA LEBAH MADU (STUDI KASUS KTH MAKKATUO DI KABUPATEN GOWA) MAJID, NUSQAR; Musdalipa, Musdalipa; Ibrahim, Helda; Sumange, La Sumange
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i2.2828

Abstract

Usaha lebah madu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan inovatif pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengembangan usaha lebah madu di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman, strategi, dan dinamika pemberdayaan KTH Makkatuo sebagai kelompok tani unggulan dalam budidaya lebah madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan inovatif yang dilakukan mencakup adopsi teknologi tepat guna dalam budidaya lebah, penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi dan forum multipihak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pengembangan produk. Selain itu, kemitraan strategis dengan pihak swasta dan pemerintah telah memperkuat akses pasar dan pendanaan. Kegiatan pemberdayaan ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas madu hingga 40% dan pendapatan petani sebesar 35%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pemberdayaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan konteks lokal sebagai pendekatan efektif dalam pengembangan usaha HHBK yang berkelanjutan.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN NILAI PELANGGAN PADA PEMASARAN DIGITAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA USAHA CYCLEVALUE DI KOTA MAKASSAR) Zunia Syafitri, Noor Aeni; Zain, Majdah Muhyiddin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.67855

Abstract

Abstrak Strategi pengembangan bisnis terus mengalami perubahan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai dan keberlanjutan usaha. Media sosial memainkan peran penting dalam lanskap bisnis di Indonesia termasuk sektor agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan nilai pelanggan dan loyalitas pada usaha agribisnis Cyclevalue di Kota Makassar. Permasalahan yang diidentifikasi adalah bagaimana media sosial berkontribusi terhadap pembentukan nilai pelanggan yang terdiri atas nilai fungsional, psikologis, dan moneter melalui model AIDLA (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data primer diperoleh melalui kuesioner kepada pelanggan Cyclevalue dan dianalisis menggunakan Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap dimensi nilai pelanggan dan loyalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial memiliki peran positif hingga sangat positif terhadap pembentukan nilai pelanggan dan loyalitas pada setiap tahap AIDLA. Nilai pelanggan yang tinggi mempengaruhi pada meningkatnya loyalitas dan advokasi pelanggan terhadap merek Cyclevalue. Temuan ini memperkuat teori bahwa media sosial berfungsi sebagai alat strategis dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran digital bagi UMKM agribisnis.Kata kunci: Agribisnis, AIDLA, Media Sosial, Nilai Pelanggan, Pemasaran Digital.Abstract Business development strategies continue to evolve in an effort to increase business value and sustainability. Social media plays an important role in the business landscape in Indonesia, including the agribusiness sector. This study aims to analyze the role of social media in increasing customer value and loyalty in the Cyclevalue agribusiness in Makassar City. The problem identified is how social media contributes to the formation of customer value, which consists of functional, psychological, and monetary value through the AIDLA model (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). This study uses a quantitative descriptive method, with primary data obtained through a questionnaire for Cyclevalue customers and analyzed using a Likert scale to measure respondents' perceptions of customer value and loyalty dimensions. The results show that social media has a positive to very positive role in the formation of customer value and loyalty at each stage of AIDLA. High customer value influences increased customer loyalty and advocacy towards the Cyclevalue brand. These findings reinforce the theory that social media serves as a strategic tool in building relationships with customers. This study contributes to the development of digital marketing strategies for agribusiness MSMEs. Keywords: Agribusiness, AIDLA, Customer Value, Digital Marketing, Social Media. 
Pemberdayaan Petani Melalui Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian Padi di Kabupaten Pinrang Reka Tri Hapsari; Helda Ibrahim; Muhammad Asir
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan teknis petani dalam meningkatkan produktivitas padi serta proses pemberdayaan petani melalui kelompok tani (Poktan) di Desa Padang Loang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 93 responden anggota aktif kelompok tani yang ditentukan melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert 1–5, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teknis budidaya belum berjalan secara optimal karena mayoritas petani (52,7%) belum menerapkan pemupukan berimbang, pengendalian hama dominan bersifat tradisional (47,3%), dan proses pascapanen masih dilakukan secara manual (47,3%). Proses pemberdayaan melalui Poktan juga dinilai belum optimal akibat tidak rutinnya penyuluhan (52,7%) dan minimnya pelatihan lapangan. Secara kelembagaan, terjadi fungsi asimetris; Poktan berjalan sangat baik sebagai wahana kerja sama sosial (62,4%) namun sangat lemah sebagai unit produksi/ekonomi mandiri (59,1%). Dampaknya, petani masih memiliki ketergantungan modal tersembunyi yang tinggi terhadap tengkulak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi Poktan menjadi unit bisnis ekonomi mandiri serta peningkatan pelatihan berbasis praktik langsung (demplot) oleh penyuluh pertanian.
Farmers' Perceptions of the Contribution of Tourism Attractions to Community Welfare in Kambo, Mungkajang District, Palopo City Muhammad Syihab Zainuddin; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
Journal of Agriculture Vol. 5 No. 01 (2026): Research Articles, March 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v5i01.8054

Abstract

Tourism attractions greatly contribute to farmers' welfare. Agricultural fields such as orchards can also be tourist attractions that draw visitors, especially if the farms are located in places with beautiful views at high altitudes. This study aims to describe farmers' perceptions of tourist attractions and their contribution to farmers' welfare in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City. This study is a descriptive quantitative study using frequency tabulation and a survey approach. The population of this study was all farmers in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City, numbering around 100 people farmers. The sample size was 100 people, using total sampling technique. The results of this study show: (1) farmers' perceptions of the existence of Kambo tourist attractions were very good, with almost all (100%) responding that they were very good and good criteria in Likert scale. (2) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to improving welfare were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution was very good. (3) Farmers' perceptions of the contribution of tourist attractions to farmers' lives were also very good, with all (100%) respondents answering that the contribution of tourist attractions to farmers' welfare was very good. The conclusion of this study is that tourism attractions are very important to be developed in the community so that they can become additional employment opportunities for them.
Respon Petani Terhadap Bantuan Pompanisasi Program PAT Terhadap Produktivitas Usaha Tani Padi Di Kecamatan Lappariaja Titin Nuryadin; Syamsinar Syamsinar; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.2379

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memerlukan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi pertanian. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah Program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui bantuan pompanisasi untuk lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon petani terhadap bantuan pompanisasi Program PAT di Kecamatan Lappariaja, yang meliputi tingkat pemanfaatan, kepuasan, kemudahan penggunaan, manfaat, dan penerimaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 145 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin, dan data dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keseluruhan sebesar 90,9% dengan kategori sangat baik. Dimensi penerimaan (94%), kepuasan (93%), dan manfaat (92%) menjadi yang tertinggi, sedangkan kemudahan penggunaan (87%) relatif lebih rendah karena keterbatasan pemahaman teknis perawatan pompa (82%) yang menjadi bottleneck utama. Secara umum, program dianggap efektif meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara kebijakan, diperlukan penguatan pelatihan perawatan, kelembagaan pengguna pompa, serta dukungan pembiayaan operasional dan teknis berkelanjutan agar keberlanjutan program terjamin dan dapat direplikasi di wilayah tadah hujan lainnya.
Co-Authors Adriyanti Syam Afriana, Hana Aguinalty Sofia Rante Allo Agustina Abdullah Agustina Tappi Sammane Ahmad Rifqi Asrib Al Animul Fadhil R Ilyas Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo Ali, Taufik Amal Said Amalia, Rezki Amin Jaya, Muhammad Andi Asikin Muchtar Andi Kasirang Andi Kasirang, Andi Andi Satna Andi Tenri Angka Angka, Andi Tenri Aqsha, Ismail Asrib, Ahmad Rifqi Asrib Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus, Awaluddin Ayyub, Erwin Baso, Andi Kasirang A.T Baso, andi kasirang T Busman Busman Damaris Rante Darmawan, Fitrah Dewi Purnamasari, Sri Dian Fitriani Edi Suhardi Rahman Elviani Randanan Elviani Randanan Fachry Abda El Rahman Fani Lande Pakiding Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianti, Fitri Fransiska Pakolo Hanapi Hanapi Hasmirati Herini Pratiwi Herman Nursaman Herman Nursaman Hermimin Husain, Fahrisal Idam Hanafi K Idam Hanafi K Inta P.N. Damanik, Inta P.N. Kisma Adriana La Sumange La Sumange M Zain, Majdah M. Zain, Majdah Magfira, Nahda Tul Mahmud, Musdali Ifa Mahmud, Musdalifah Mahmud, Musdalipa Majdah M Zain Majdah Muhyiddin Zain MAJID, NUSQAR Maria Octaviane Minarni Mirnawati Amir Muhammad Amin Jaya Muhammad Asir Muhammad Ilman Muhammad Junan Muhammad Syihab Zainuddin Musdalifa Mahmud Musdalifah M. Musdalifah Mahmud Musdalifah Musdalifah Musdalifah, Andi Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa, Musdalipa Mustamar, Ernawati Binti Mutmainnah, Ismiah Ninuk Purnaningsih Nurlaelah, Andi Titi Nursaman, Herman Nurul Mukhlishah Nuryadin, Titin Nusqar Majid Octaviane, Maria Pang. S. Asngari Paningo, Yosep Parinding, Bertha Pawarrang, Wiraputra Pratiwi, Herini Qurniasty, Qurniasty Rahman, Syamsul Reka Tri Hapsari Rezki Amalia Sahrullah Said, Amal Salman Salman Salman Salman Selfina Somalinggi Siti Amanah Suardi Bakri Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Suryani Suryani Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar, Syamsul Rahman Syamsul Rahman, Syamsul Tampang, Bertha Tamzil Ibrahim Tanzil Ibrahim Titin Nuryadin Yasdin, Yasdin Yosep Paningo Yunus , Awaluddin Zain, A. Majdah M Zain, Majdah M Zain, Majdah Muhyiddin Zunia Syafitri, Noor Aeni