Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PROGRAM IRIGASI PERPOMPAAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN TANA TORAJA Idam Hanafi K; La Sumange; Herman Nursaman; Helda Ibrahim
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the pump-based irrigation program in enhancing food security in Tana Toraja Regency, with a case study conducted in Mengkendek District. The research addresses three main issues: (1) the effectiveness of the implementation of the pump irrigation program, (2) the program’s contribution to food security in terms of availability, access, and stability, and (3) supporting and inhibiting factors influencing the program’s implementation. A qualitative descriptive method supported by quantitative data from a Likert-scale questionnaire was employed. A total of 21 farmers from seven farmer groups participated in the study. The findings indicate that the pump irrigation program is effective, with an average score of 4.02 (high category). The program contributes significantly to improving food availability and access, as reflected in increased production, income, and cropping intensity. Food stability also improved, although it remains affected by price fluctuations and uneven water distribution caused by the region’s topography. Key supporting factors include strong farmer participation, government support, and adequate water sources. Major constraints involve high operational costs, frequent pump damage, limited technical training, and mountainous terrain. The study concludes that pump-based irrigation plays an important role in strengthening food security, yet requires further technical and institutional optimization to ensure sustainability.
PENERAPAN KONSEP PEKARANGAN PANGAN BERGIZI DALAM MENUNJANG KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT Octaviane, Maria; Syamsul Rahman; Helda Ibrahim
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Nutritious Food Yard Concept (Pekarangan Pangan Bergizi/P2B) in supporting community nutritional needs in Lembang Ke’pe’ Tinoring, Mengkendek District, Tana Toraja Regency. The research was motivated by the suboptimal utilization of home yards as sources of nutritious food, despite their potential to support household food security. The study employed a quantitative descriptive method involving 70 farmer group members participating in the P2B program, selected using purposive sampling. The variables examined included the implementation of the P2B concept and the fulfillment of community nutritional needs, with indicators covering yard size, group activity, cultivation techniques, household consumption of yard produce, and reduction in food expenditure. The findings indicate that most respondents were in the productive age group (41–50 years), had secondary education levels, and owned medium-sized yards (120–400 m²). The use of home yards significantly improved household food availability, increased the consumption of vegetables and fruits, and reduced food expenditure. Internal factors such as yard size and group participation were found to significantly influence program success, while external factors included agricultural extension and technical assistance. Overall, the application of the Nutritious Food Yard Concept contributed positively to household food security and the fulfillment of community nutritional needs in the study area.
STRATEGI MULTI-SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) : STUDI KASUS PETANI DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN Mustamar, Ernawati Binti; Yunus, Awaluddin; Said, Amal; Ibrahim, Helda
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi geografis Kabupaten Bulukumba menunjukkan peluang besar bagi pengembangan usahatani semangka. Efisiensi pemasaran menjadi perhatian utama karena saluran pemasaran yang beragam mempengaruhi nilai jual dan keuntungan yang diterima petani. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi saluran pemasaran semangka dan menganalisis efisiensi pemasarannya di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September Tahun 2025, selama 3 bulan di Kecamatan Gantarang dan Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan pendekatan deskriptif, metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi penelitian terdiri atas petani semangka, pedagang pengecer, pedagang besar, dan penyuluh pertanian, dengan jumlah responden utama sebanyak 60 petani yang dipilih melalui teknik purposive sampling, serta 5 informan pendukung. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta secara kuantitatif melalui perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, dan R/C ratioHasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran semangka di Kabupaten Bulukumba terdiri atas tiga saluran utama, di mana Saluran I merupakan yang paling efisien dengan R/C ratio 21,67 dan farmer’s share 61,5%, sedangkan Saluran II memiliki R/C ratio 16,25 dan farmer’s share tertinggi 76,9%, serta Saluran III menjadi yang paling rendah efisiensinya dengan R/C ratio 7,50. Sebagian besar petani menggunakan kombinasi saluran pemasaran, yaitu 65% memilih kombinasi Saluran II & III, 20% kombinasi I & III, 11,67% kombinasi I & II, dan 3% memanfaatkan seluruh saluran untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko.
PENINGKATAN KINERJA PENYULUH KEHUTANAN PADA PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KABUPATEN GOWA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI HUTAN DI KECAMATAN TINGGIMONCONG) Ayyub, Erwin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin; Zain, Majdah M
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66552

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengurai peningkatan kinerja penyuluh kehutanan pada program pengembangan hutan kemasyarakatan (HKm) melalui kompetensi penyuluh dalam berkomunikasi dengan kelompok tani perhutanan (KTH), pengetahuan teknis penyuluh pada pengelolaan hutan, kompetensi interpersonal, serta keterampilan penyuluh memecahkan masalah terkait pengelolaan HKm di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif yang melibatkan responden kelompok tani hutan (KTH) sebanyak 25 orang dipilih secara purposive sampling, dan 4 orang penyuluh kehutanan sebagai informan penelitian yang terlibat dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan di Kecamatan Tinggimoncong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh kehutanan atas  pengelolaan hutan (HKm) ditinjau dari aspek kompetensi penyuluh dalam berkomunikasi, pengetahuan teknis, kompetensi interpersonal dan keterampilan penyuluh dalam memecahkan masalah, berada pada kategori  “sangat baik”, dengan skala rata-rata presentase (90,8%). Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan kompetensi penyuluh melalui pelatihan berkala, peningkatan keterampilan pemanfaatan teknologi informasi (e-extension) upaya mendukung penyuluhan yang lebih efektif dan efisien.Kata kunci: Peningkatan Kinerja, Penyuluh  Kehutanan, Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.AbstractThis study aims to analyze the improvement in the performance of forestry extension workers in the community forestry development program (HKm) through the extension workers' competence in communicating with forestry farmer groups (KTH), their technical knowledge of forest management, their interpersonal skills, and their problem-solving skills related to HKm management in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency. The research method used was a quantitative survey involving 25 forest farmer group (KTH) respondents selected by purposive sampling and four forestry extension workers as research informants involved in community forest management in Tinggimoncong Subdistrict. The results showed that the performance of forestry extension workers in forest management (HKm), in terms of their competence in communication, technical knowledge, interpersonal competence, and problem-solving skills, was in the “very good” category, with an average percentage scale of 90.8%. This study recommends improving the competence of extension workers through regular training, improving their skills in utilizing information technology (e-extension) to support more effective and efficient extension servicesKeywords: Performance Improvement, Forestry Extension Workers, Forest Development, Community Development.
PERAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS KOPI DI KABUPATEN GOWA (Studi Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66370

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelembagaan kelompok tani hutan dalam pengembangan agribisnis kopi, dengan fokus pada Kelompok Tani Parang Maha di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan pengukuran Skala Likert. Responden ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 25 orang yang terdiri atas ketua dan anggota kelompok. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan sikap, persepsi, dan pengalaman responden terkait peran kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kelembagaan yang paling signifikan adalah dalam mendukung kesejahteraan anggota melalui kegiatan produktif, dengan skor indeks sebesar 97,60%. Dalam hal fungsi kelembagaan, skor tertinggi (93,60%) adalah dalam menjalin kolaborasi dengan lembaga pemerintah, LSM, dan swasta. Mengenai inovasi kelembagaan, peran kelompok dalam mendorong adopsi teknologi dalam produksi dan pengolahan mendapat skor 92,80%. Secara keseluruhan, peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam mengembangkan agribisnis kopi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Temuan ini menyoroti peran strategis kelembagaan kelompok tani dalam memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang agribisnis kopi berbasis masyarakat lokal.Kata Kunci : Peran Kelembagan, Kelompok Tani Hutan, Agribisnis Kopi.AbstractThis study aims to analyze the institutional role of forest farmer groups in coffee agribusiness development, focusing on the Parang Maha Farmer Group in Bontolerung Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. The research method used is descriptive with a qualitative approach combined with Likert Scale measurements. Respondents were determined using a purposive sampling technique of 25 people consisting of group leaders and members. Data were collected through interviews, observations, and Likert Scale-based questionnaires, then analyzed using qualitative descriptive methods to describe respondents' attitudes, perceptions, and experiences regarding institutional roles. The results show that the most significant institutional contribution is in supporting member welfare through productive activities, with an index score of 97.60%. In terms of institutional function, the highest score (93.60%) was in establishing collaboration with government agencies, NGOs, and the private sector. Regarding institutional innovation, the group's role in encouraging technology adoption in production and processing received a score of 92.80%. Overall, the institutional role of the Parang Maha Farmer Group in developing coffee agribusiness is categorized as very high. These findings demonstrate the strategic role of farmer group institutions in strengthening business capacity, improving member welfare, and supporting the long-term sustainability of local community-based coffee agribusiness.Keywords: Institutional Role, Forest Farmer Groups, Coffee Agribusiness.
INOVASI PRODUK OLAHAN SUKUN SEBAGAI PANGAN UNGGULAN LOKAL (STUDI KASUS UMKM BUMDES TEMMAPPETUE TEAMALALA KABUPATEN BONE) ramadhan, ramadhan; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.67044

Abstract

Abstrak Kabupaten Bone dikenal sebagai salah satu penghasil utama sukun (Artocarpus altilis) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.   Upaya peningkatan nilai tambah sukun dilakukan melalui usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang pengolahan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Temmappettue di Kecamatan Ulaweng merupakan salah satu inisiatif lokal yang berfokus pada pengolahan sukun menjadi produk turunan seperti keripik dan tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi produk pada usaha pengolahan sukun berbasis UMKM dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi prioritas yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan pendekatan SWOT yang dilanjutkan dengan konstruksi matriks IFAS dan EFAS untuk memperoleh posisi strategi perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada keunikan produk yang khas dan kepemilikan sertifikasi produk berupa, PIRT, Halal, dan HAKI, sementara kelemahan pada inovasi yang belum rutin dan terstruktur dan kapasitas produksi yang masih terbatas. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah permintaan pasar yang tinggi dan dukungan kebijakan pemerintah untuk pengembangan inovasi pangan lokal, sedangkan ketersediaan dan harga bahan baku yang fluktuatif menjadi ancaman meskipun tidak begitu signifikan. Pemetaan SWOT menempatkan UMKM sukun pada Kuadran I (strategi agresif), sehingga strategi pengembangan yang disarankan adalah pengembangan inovasi melalui  diversifikasi produk, otomatisasi produksi, optimalisasi digital marketing, serta penguatan branding dengan memanfaatkan sertifikasi legalitas. Studi ini menyimpulkan bahwa produk olahan sukun dari  UKM di bawah BUMDes Temmappettue Teamalala Kabupaten Bone berpotensi besar untuk ditingkatkan daya saingnya melalui adaptasi teknologi untuk  meningkatkan kapasitas produksi,  dan membuka akses pasar yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat desa.Kata kunci: Inovasi Produk, Pengolahan Sukun, BUMDes Temmappettue.Abstract Bone Regency is recognized as one of the main producers of breadfruit (Artocarpus altilis) in Indonesia, particularly in South Sulawesi. Efforts to increase the added value of breadfruit have been carried out through small and medium enterprises (SMEs) engaged in processing activities. Temmappettue Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Ulaweng District represents a local initiative focusing on breadfruit processing into derivative products such as chips and flour. This study aims to analyze product innovation in breadfruit-based SMEs by identifying internal and external factors and formulating appropriate priority strategies. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews, observation, documentation, and literature review. Data were analyzed using the SWOT approach, followed by the construction of IFAS and EFAS matrices to determine the company’s strategic position. The findings indicate that the main strengths lie in the uniqueness of the products and the possession of product certifications such as PIRT, Halal, and Intellectual Property Rights (IPR), while weaknesses include unstructured and irregular innovation activities and limited production capacity. Opportunities to be leveraged consist of high market demand and supportive government policies for local food innovation, whereas fluctuating availability and prices of raw materials pose a relatively minor threat. The SWOT mapping positions the breadfruit SME in Quadrant I (aggressive strategy), suggesting that the recommended development strategies include product diversification, production automation, optimization of digital marketing, and brand strengthening through legal certifications. This study concludes that breadfruit-based products managed by the Temmappettue Teamalala BUMDes in Bone Regency have considerable potential to enhance competitiveness through technological adaptation to increase production capacity, expand market access, and contribute to local food security and rural community welfare.Keywords: Product Innovation, Breadfruit Processing, Temmappettue BUMDes.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM MEWUJUDKAN IMPLEMENTASI PAKET TEKNOLOGI DI KELURAHAN BATU PAPAN KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA: The Performance of Agricultural Extension Workers in Realizing The Implementation of Technology Packages in Batu Papan Village, Makale District, Tana Toraja Regency Paningo, Yosep; Ibrahim, Helda; Nursaman, Herman
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254989

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja penyuluh pertanian dan pemahaman petani terhadap paket teknologi pertanian di Kecamatan Makale, Tana Toraja. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan seluruh 7 orang penyuluh aktif dan 30 orang sampel petani penerima paket teknologi dari 139 populasi di Desa Batu Papan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman petani terhadap paket teknologi tergolong sangat tinggi, dengan indeks sebesar 82,6%. Kinerja penyuluh secara keseluruhan juga berada dalam kategori sangat tinggi (indeks 82%), dengan satu penyuluh menonjol memperoleh skor tertinggi. Temuan ini mengindikasikan keberhasilan implementasi program penyuluhan. Berdasarkan hasil, penelitian merekomendasikan pengoptimalan media penyuluhan berbasis teknologi informasi, seperti video, infografis, dan aplikasi pertanian sederhana, untuk semakin mempermudah pemahaman dan adopsi inovasi teknologi oleh petani. Kata kunci: Evaluasi, Kinerja, Petugas Penyuluh Pertanian, Paket Teknologi. This study evaluated the performance of agricultural extension workers and farmers' understanding of agricultural technology packages in Makale District, Tana Toraja. A quantitative descriptive approach was used, involving all 7 active extension workers and 30 sample farmers receiving the technology packages from a population of 139 in Batu Papan Village. The results showed that farmers' understanding of the technology packages was very high, with an index of 82.6%. The overall performance of extension workers was also in the very high category (index 82%), with one outstanding extension worker achieving the highest score. These findings indicate the successful implementation of the extension program. Based on the results, the study recommends optimizing information technology-based extension media, such as videos, infographics, and simple agricultural applications, to further facilitate farmers' understanding and adoption of technological innovations. Keywords: Evaluation, Performance, Agricultural Extension Worker, Technology Package.
IMPLEMENTASI BANTUAN POMPANISASI PROGRAM PERLUASAN AREAL TANAM (PAT) TERHADAP PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE: Implementation of The Pump Irrigation Assistance Program for The Expansion of Planting Areas (PAT) and its Impact on Rice Farming Produktivity in Lappariaja District Bone Regency Nuryadin, Titin; Syamsinar; Zain, Majdah M; Ibrahim, Helda
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254998

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi bantuan pompanisasi dalam Program Perluasan Areal Tanam (PAT) serta menganalisis peran kelembagaan pertanian dalam mendukung peningkatan produktivitas usahatani padi di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Metode kuantitatif deskriptif-komparatif digunakan dengan sampel 145 petani penerima bantuan pompa dan informan kunci dari instansi terkait. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bantuan pompa telah dilaksanakan sesuai prosedur, mencakup tahap pendataan, verifikasi, dan penyaluran 54 unit pompa ke sembilan desa. Program ini berhasil meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas padi, meski terdapat kendala teknis seperti ketersediaan bahan bakar dan keterampilan perawatan yang terbatas. Peran aktif Dinas Pertanian, BPP, dan kelompok tani terbukti krusial dalam keberhasilan program, sehingga mendukung peningkatan produktivitas usahatani padi dan ketahanan pangan wilayah. Kata kunci: Implementasi, Pompanisasi, Program PAT, Produktivitas, Usaha Tani Padi. This study aims to describe the implementation of pumping assistance in the Planting Area Expansion Program (PAT) and analyze the role of agricultural institutions in supporting increased rice farming productivity in Lappariaja District, Bone Regency. A descriptive-comparative quantitative method was used with a sample of 145 farmers receiving pump assistance and key informants from related agencies. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of pump assistance was carried out according to procedures, including data collection, verification, and distribution of 54 pump units to nine villages. This program successfully increased planting intensity and rice productivity, despite technical constraints such as fuel availability and limited maintenance skills. The active role of the Agriculture Service, BPP, and farmer groups proved crucial in the program's success, thus supporting increased rice farming productivity and regional food security. Keywords: Implementation, Pump Irrigation, PAT Program, Productivity, Rice Farming.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI MELALUI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN BONE: Increasing Farmer Capacity Through Agricultural Extension Worker Performance in Bone Regency Salman, Salman; Ibrahim, Helda; Musdalipa
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220255023

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan vital dalam perekonomian nasional, namun sering terkendala oleh kondisi sumber daya manusia petani yang memiliki keterbatasan akses dan cenderung bertahan pada pola bertani tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui kinerja penyuluh pertanian di Desa Corawalie, Kabupaten Bone, yang memiliki potensi besar namun masih rendah dalam adopsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) deskriptif-kualitatif yang didukung pendekatan kuantitatif sederhana dengan Skala Likert. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) terhadap 45 responden dari 15 kelompok tani pada periode Juli hingga September 2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kapasitas petani melalui kinerja penyuluh pertanian tergolong dalam kategori tinggi dengan rata-rata capaian 78,74%. Rincian capaian indikator menunjukkan Kapasitas Sosial menjadi aspek paling menonjol (83,21%), diikuti Kemampuan Teknis (78,15%), dan Kemampuan Manajerial (76,85%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kehadiran penyuluh melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan intensif efektif dalam membangun jejaring kemitraan serta mengubah wawasan petani menuju kemandirian. Studi ini memberikan kontribusi empiris tentang mekanisme spesifik layanan penyuluhan dalam memengaruhi berbagai dimensi kapasitas petani di tingkat lokal. Kata kunci: Pengembangan Kapasitas, Kinerja, Penyuluh, Petani, Kabupaten Bone. The agricultural sector is vital to the national economy, but its development is often constrained by the limitations of farmers' human resources, characterized by restricted access and a tendency to adhere to traditional farming methods. This study aims to analyze the improvement of farmers' human resource capacity through the performance of agricultural extension workers in Corawalie Village, Bone Regency, an area with significant potential but low technology adoption. Employing a mixed-methods approach (descriptive-qualitative supported by a simple quantitative design using a Likert scale), this research involved 45 respondents from 15 farmer groups selected through random sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that efforts to enhance farmer capacity through extension worker performance are in the high category, with an average achievement of 78.74%. Social Capacity was the most prominent aspect (83.21%), followed by Technical Ability (78.15%) and Managerial Ability (76.85%). These findings indicate that the presence of extension workers through intensive training and mentoring is effective in building partnership networks and transforming farmers' insights toward independence. This study contributes to the literature by providing empirical evidence on the specific mechanisms through which extension services impact different dimensions of farmer capacity in a local context. Keywords: Capacity Building, Performance, Extension Worker, Farmer, Bone Regency.
Risk Analisys of Palm Sugar Processing as a Local Leading Product in Mamuju Regency Dewi Purnamasari, Sri; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1025

Abstract

The palm sugar processing industry has significant economic potential as a leading local product; however, it faces various challenges that may hinder sustainability. This study aims to identify the risks encountered by palm sugar businesses in Mamuju Regency and to analyze their severity levels. The research focuses on uncertainties arising from internal and external factors, including raw material availability, production processes, marketing, financial access, and environmental and social aspects. This study employed a descriptive-exploratory method with a mixed-methods approach. Data were obtained through semi-structured interviews, observations, and closed-ended questionnaires involving eight purposively selected respondents. The analysis applied the Risk Matrix, with scores calculated as the product of probability and impact. Risks were then categorized into four levels: low, medium, high, and extreme. Data validity was strengthened through source triangulation and expert judgment from academics and related institutions. The findings identified 13 major risks. Extreme risks included reduced sap supply during the dry season (score 16) and declining market demand (score 20). High-level risks involved equipment damage, price fluctuations, limited access to capital, and extreme weather. Medium risks included inconsistent sap quality, adulteration of raw materials, and conflicts among tappers. Low-level risks were related to delayed payments and workplace accidents. The study concludes that external risks are more dominant than internal risks in determining business sustainability. Comprehensive mitigation strategies are therefore required, including equipment modernization, quality standardization, market diversification, process innovation, and improved access to capital, to enhance the competitiveness of palm sugar as a leading local product.
Co-Authors Adriyanti Syam Afriana, Hana Aguinalty Sofia Rante Allo Agustina Abdullah Agustina Tappi Sammane Ahmad Rifqi Asrib Al Animul Fadhil R Ilyas Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo Ali, Taufik Amal Said Amalia, Rezki Amin Jaya, Muhammad Andi Asikin Muchtar Andi Kasirang Andi Kasirang, Andi Andi Satna Andi Tenri Angka Angka, Andi Tenri Aqsha, Ismail Asrib, Ahmad Rifqi Asrib Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus, Awaluddin Ayyub, Erwin Baso, Andi Kasirang A.T Baso, andi kasirang T Busman Busman Damaris Rante Darmawan, Fitrah Dewi Purnamasari, Sri Dian Fitriani Edi Suhardi Rahman Elviani Randanan Elviani Randanan Fachry Abda El Rahman Fani Lande Pakiding Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianti, Fitri Fransiska Pakolo Hanapi Hanapi Hasmirati Herini Pratiwi Herman Nursaman Herman Nursaman Hermimin Husain, Fahrisal Idam Hanafi K Idam Hanafi K Inta P.N. Damanik, Inta P.N. Kisma Adriana La Sumange La Sumange M Zain, Majdah M. Zain, Majdah Magfira, Nahda Tul Mahmud, Musdali Ifa Mahmud, Musdalifah Mahmud, Musdalipa Majdah M Zain Majdah Muhyiddin Zain MAJID, NUSQAR Maria Octaviane Minarni Mirnawati Amir Muhammad Amin Jaya Muhammad Asir Muhammad Ilman Muhammad Junan Muhammad Syihab Zainuddin Musdalifa Mahmud Musdalifah M. Musdalifah Mahmud Musdalifah Musdalifah Musdalifah, Andi Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa, Musdalipa Mustamar, Ernawati Binti Mutmainnah, Ismiah Ninuk Purnaningsih Nurlaelah, Andi Titi Nursaman, Herman Nurul Mukhlishah Nuryadin, Titin Nusqar Majid Octaviane, Maria Pang. S. Asngari Paningo, Yosep Parinding, Bertha Pawarrang, Wiraputra Pratiwi, Herini Qurniasty, Qurniasty Rahman, Syamsul Reka Tri Hapsari Rezki Amalia Sahrullah Said, Amal Salman Salman Salman Salman Selfina Somalinggi Siti Amanah Suardi Bakri Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Suryani Suryani Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar, Syamsul Rahman Syamsul Rahman, Syamsul Tampang, Bertha Tamzil Ibrahim Tanzil Ibrahim Titin Nuryadin Yasdin, Yasdin Yosep Paningo Yunus , Awaluddin Zain, A. Majdah M Zain, Majdah M Zain, Majdah Muhyiddin Zunia Syafitri, Noor Aeni