Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Program Irigasi Perpompaan terhadap Ketahanan Pangan Masyarakat di Kabupaten Tana Toraja Idam Hanafi K; La Sumange; Herman Nursaman; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5179

Abstract

This study analyzes the contribution of the pump-based irrigation program to improving food security in Tana Toraja Regency, focusing on the dimensions of availability, access, and stability. The research was conducted in Mengkendek District, where pump irrigation has become a major strategy for addressing water shorthages in highland agricultural systems. A descriptive qualitative approach supported by quantitative data using a Likert-scale questionnaire was employed. Twenty-one farmers representing seven farmer groups participated in the study. The results show that pump irrigation significantly enhances food availability by increasing production, cropping frequency, and cultivated land area. Food access improved through higher income and greater purchasing power, enabling more diverse and nutritious food consumption.  Food stability also increased, supported by more consistent production throughout the year, although challenges such as pump damage, fuel costs, and topographical barriers remain. Overall, pump-based irrigation contributes substantially to strengthening household food security; however, sustained support through technical assistance, institutional strengthening, and operational cost management is needed to ensure long-term program sustainability.
Penerapan Konsep Pekarangan Pangan Bergizi dalam Menunjang Kebutuhan Gizi Masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Maria Octaviane; Syamsul Rahman; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5327

Abstract

Indonesia prioritizes the development of food security as a foundation for other sectors. Food security and the fulfillment of community nutrition are among the main indicators of human resource development. Indonesia still faces various nutritional problems, such as low consumption of vegetables and fruits, inadequate intake of micronutrients, and high prevalence of stunting and anemia in several regions. The success of utilizing home gardens cannot be separated from various factors, such as access to superior seeds and seedlings, cultivation knowledge, water availability, and the level of participation of family members (Sulistyawati et al., 2020). This study aims to describe the implementation of nutritious food home gardens by the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, to analyze the application of the nutritious food home garden concept in supporting the nutritional needs of the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, Mengkendek District, Tana Toraja Regency, and to identify factors influencing the success of implementing nutritious food home gardens, as well as to identify constraints and solutions in their implementation. The research approach uses a quantitative descriptive method, with a population of 70 members of farmer groups receiving the P2B program, and sampling conducted through purposive sampling. The variables studied include the implementation of the P2B concept and the fulfillment of community nutritional needs, with indicators consisting of yard area, group activeness, consumption of garden produce, and reduction in food expenditure. The results show that the utilization of nutritious food home gardens contributes fairly well to family nutrition and economic aspects, as indicated by an increase in family income through P2B categorized as good, fairly good family nutrition understanding, and adequate fulfillment of nutrition through P2B.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Pekarangan Pangan Bergizi di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Maria Octaviane; Syamsul Rahman; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5328

Abstract

Indonesia mengutamakan pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi bagi sektor lainnya. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator utama pembangunan sumber daya manusia. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakcukupan asupan zat gizi mikro, serta tingginya prevalensi stunting dan anemia di beberapa wilayah. Keberhasilan pemanfaatan pekarangan tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti akses terhadap benih dan bibit unggul, pengetahuan budidaya, ketersediaan air, serta tingkat partisipasi anggota keluarga (Sulistyawati et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pekarangan pangan bergizi oleh masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, menganalisis penerapan konsep pekarangan pangan bergizi dalam menunjang kebutuhan gizi masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan pekarangan pangan bergizi dan menemukan kendala dan solusi dalam implementasi pekarangan pangan bergizi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 70 orang anggota kelompok tani penerima program P2B dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variable yang diteliti meliputi penerapan konsep P2B dan pemenuhan kebutuhan gizi Masyarakat, dengan indikator luas pekarangan, keaktifan kelompok, konsumsi hasil pekarangan dan pengurangan pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anggota kelompok tani akan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi termasuk dalam kategori sangat baik dan juga pemberian program yang tepat sasaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga
STUDI POTENSI AGRO EDUWISATA KEBUN RAYA PUCAK KABUPATEN MAROS Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2197

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros dengan studi kasus di Kebun Raya Pucak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer (observasi, wawancara, dokumentasi) dan sekunder (literatur), serta teknik purposive sampling terhadap 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi keanekaragaman hayati, lahan pertanian produktif, dan daya tarik lanskap alam, namun pengembangannya masih terkendala infrastruktur, partisipasi masyarakat, dan tata kelola kelembagaan. Model pengembangan yang diusulkan berbasis kolaborasi multi pihak, penguatan potensi lokal, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan fasilitasi kemitraan antara pengelola, masyarakat, dan pihak swasta. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa agro eduwisata agribisnis di Kebun Raya Pucak berpotensi menjadi instrumen efektif dalam pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara kolaboratif, berbasis potensi lokal, dan didukung kebijakan yang tepat.
PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KEBUN RAYA PUCAK KABUPATEN MAROS Fransiska Pakolo; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; La Sumange
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengembangan Ekowisata di Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan peran CSR dalam pengembangan ekowisata di Kebun Raya Pucak. Penelitian ini menggunakan metode skala Likert yaitu metode dimana digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang terhadap suatu pernyataan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 orang masyarakat yang tingal di sekitar Kebun Raya Pucak sebagai responden, 10 orang pengelola Kebun Raya Pucak dan 4 orang karyawan perusahaan pelaksana program CSR sebagai informan. Hasil penelitian berdasarkan pengisian instrumen skala Likert menunjukkan bahwa program CSR sangat berperan dalam pengembangan ekowisata di Kebun Raya Pucak. Pelaksanaan program CSR tersebut memiliki peran penting yaitu meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan pengunjung yang mana hal ini dapat berimbas dalam meningkatnya nilai ekonomi masyarakat termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan sejauh mana pelaksanaan CSR di Kebun Raya Pucak memiliki dampak nyata dalam pembangunan berkelanjutan dan dapat menjadi acuan kebijakan pelaksanaan program CSR yang lebih baik, khususnya di sektor ekowisata.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM TRANSFORMASI USAHATANI PADI: STUDI KASUS DI TIBOJONG KABUPATEN BONE Muhammad Amin Jaya; Helda Ibrahim; Herman Nursaman
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2254

Abstract

Kabupaten Bone dikenal sebagai salah satu daerah utama penghasil padi di Sulawesi Selatan, dengan banyak masyarakatnya yang bergantung pada sektor pertanian. Kelurahan Tibojong yang terletak di Kecamatan Tanete Riattang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bone yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya petani, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta pola pertanian yang masih konvensional sehingga menyebabkan hasil panen yang belum maksimal. Metode Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi petani di Kelurahan Tibojong Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone sebanyak 250 orang petani. Adapun sampel yang digunakan yaitu 20% dari total populasi (50 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian berperan sangat penting dalam mendukung transformasi pertanian melalui pelatihan, pendampingan, pengenalan teknologi, akses permodalan, dan penguatan kelompok tani, dimana hal tersebut dilihat dalam 3 aspek yakni aspek teknis, sosial dan ekonomi. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah penyuluh pertanian memiliki peran besar dalam membantu petani melakukan perubahan ke arah pertanian yang lebih maju.
Strategi Kelompok Tani Padi Dalam Implementasi Teknologi Pertanian di Lembang Kepe Tinoring Kecamatan Mengkendek Kabupaten Toraja Elviani Randanan; Musdalifa Mahmud; Helda Ibrahim; Herman Nursaman
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.410

Abstract

Farmer groups are a forum for farmers to obtain non-formal education and obtain facilities from the government that can support the rice farming activities carried out, such as farmers are given training, insight into market access, obtain subsidized fertilizer, seeds, tools and agricultural machinery. This study aims to analyze the strategic role of farmer groups in the implementation of agricultural technology in rice farming. This study uses a qualitative analysis method, namely a method of in-depth data processing with data from observations, interviews and literature. The technique of analyzing qualitative data by summarizing categorizing and interpreting. Qualitative analysis is an analysis method using interviews and observations by answering questions such as what, why or how. The results of this study are in the form of technology implementation in rice farming cultivation which is implemented by 72.24% which means that in carrying out rice farming activities, farmers have utilized agricultural technology to facilitate in carrying out farming activities and reduce production process costs. Farmer groups as a forum for farmers to obtain non-formal education, a place for farmers to solve problems and express their opinions about what is found in the field related to their rice farming. Therefore, the government and extension workers should be more active in providing training and education to farmers so that they can broaden their horizons to current developments, thus enabling them to accept and embrace change in managing their farming businesses more effectively and efficiently.
Studi Kearifan Lokal Petani Lembang Tumbang Datu Dalam Proses Usaha Tani Padi Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo; Awaluddin Yunus; Suardi Bakri; Helda Ibrahim
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.388

Abstract

Farmers in Lembang Tumbang Datu apply environmentally friendly agricultural practices, such as the use of organic fertilizers and efficient traditional irrigation systems. However, despite its significant potential, this local wisdom is often underrecognized by authorities, who tend to prioritize modern agricultural technologies that are not always suitable for local conditions. This study employs a qualitative research design aimed at understanding social phenomena from the participants’ perspectives. The sampling technique used is purposive sampling, in which informants are selected based on their relevance and in-depth knowledge of the village context being studied. In addition, snowball sampling is applied to identify additional participants through recommendations from initial key informants. The key informants in this study include traditional leaders and farmers who are familiar with the cultural practices in Lembang Tumbang Datu and are directly involved in these activities. The total number of participants in this study is 16 individuals.The results of the study show that several applications of local wisdom of the Lembang Tumbang Datu community in rice farming demonstrate a close relationship between culture, spirituality, and environmental sustainability. Each stage of farming, from Mangrara Banne, Manglammak Banne, Mantanan, to Mangrakan, is carried out with meaningful traditional rituals, reflecting gratitude, togetherness, and respect for nature and ancestors. These rituals serve to maintain harmony between humans and nature, while also regulating sustainable agricultural management. Customary prohibitions, the use of natural materials, and determining planting times based on natural signs demonstrate the high ecological value of this traditional knowledge. Thus, the agricultural system in Lembang Tumbang Datu is not only a means of food production, but also a manifestation of cultural identity that affirms food independence through spiritual, social, and ecological balance.
Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Untuk Mewujudkan Pekarangan Pangan Lestari di Kabupaten Tana Toraja (Studi Kelompok Wanita Tani Kalolok Kelurahan Batupapan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja) Damaris Rante; Syamsul Rahman; Awaluddin Yunus; Helda Ibrahim
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.389

Abstract

The Sustainable Food Yard (P2L) Program is a strategic initiative to enhance household food security while promoting women’s empowerment through the utilization of home gardens. Despite its potential, the implementation of this program still faces various challenges, particularly in Kalolok Village, Batupapan Subdistrict, Makale District, Tana Toraja Regency, which has distinct geographical and social conditions. This study employs a qualitative case study approach to explore in depth the empowerment process experienced by the Women Farmers Group (KWT) in implementing the P2L program. The research is descriptive-exploratory in nature, aiming to understand the dynamics, strategies, and challenges faced by the group. The findings indicate that the level of empowerment of KWT members is relatively high, as reflected in active participation in planning (72%), training (80%), mentoring (84%), and group deliberation (100%). Supporting factors include the availability of yard land (96%) and strong group cohesion (88%), while inhibiting factors consist of limited capital (68%), uneven technical knowledge (76%), unstable water supply during the dry season (52%), pest and disease attacks (64%), and limited market access (40%). The study also shows that the P2L program contributes to improved household food security, including increased availability of fresh vegetables (92%), reduced household food expenditure (88%), diversified food consumption (84%), and year-round food stability (88%). In addition, the program enhances household economic independence through savings, opportunities for product sales (76%), increased entrepreneurial motivation (80%), and improved welfare expectations (84%). Therefore, program sustainability should integrate P2L with micro-enterprise development and strengthen cross-sector collaboration in agriculture, cooperatives, and trade to maximize economic value added.
Analisis Preferensi Konsumen Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Produk Tempe di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan Aguinalty Sofia Rante Allo; La Sumange; Syamsinar Syamsinar; Helda Ibrahim
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.391

Abstract

. In Lapandan Village, Makale District, tempeh entrepreneurs such as Jeslyn Tempeh Business face various challenges in maintaining and developing their business amidst increasingly dynamic changes in consumer preferences. One of the main problems faced is the lack of a structured marketing strategy based on consumer data, so that the tempeh products offered are less attractive to the wider market. In addition, product promotion is still carried out conventionally through limited distribution channels without the use of digital media and without paying attention to the characteristics of the target market segment. The type of research used SWOT analysis in this study is used to identify internal and external factors that influence the development of the tempeh business, as a basis for developing a strategy based on consumer preferences. The results of the study Based on the SWOT analysis, the IFAS value of 3.56 and EFAS of 3.36 places Jeslyn Tempeh Business in Quadrant I (SO-Aggressive Strategy), which means it has high strengths and opportunities. The most appropriate strategy is to utilize internal strengths to capture external opportunities, through product innovation, digital promotions, expansion of distribution networks, and partnerships with local business actors. The SO strategy is the primary choice for increasing business growth and competitiveness, as it strengthens Tempe Jeslyn's market position and supports the sustainable development of local food
Co-Authors Adriyanti Syam Afriana, Hana Aguinalty Sofia Rante Allo Agustina Abdullah Agustina Tappi Sammane Ahmad Rifqi Asrib Al Animul Fadhil R Ilyas Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo Ali, Taufik Amal Said Amalia, Rezki Amin Jaya, Muhammad Andi Asikin Muchtar Andi Kasirang Andi Kasirang, Andi Andi Satna Andi Tenri Angka Angka, Andi Tenri Aqsha, Ismail Asrib, Ahmad Rifqi Asrib Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus Awaluddin Yunus, Awaluddin Ayyub, Erwin Baso, Andi Kasirang A.T Baso, andi kasirang T Busman Busman Damaris Rante Darmawan, Fitrah Dewi Purnamasari, Sri Dian Fitriani Edi Suhardi Rahman Elviani Randanan Elviani Randanan Fachry Abda El Rahman Fani Lande Pakiding Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianti, Fitri Fransiska Pakolo Hanapi Hanapi Hasmirati Herini Pratiwi Herman Nursaman Herman Nursaman Hermimin Husain, Fahrisal Idam Hanafi K Idam Hanafi K Inta P.N. Damanik, Inta P.N. Kisma Adriana La Sumange La Sumange M Zain, Majdah M. Zain, Majdah Magfira, Nahda Tul Mahmud, Musdali Ifa Mahmud, Musdalifah Mahmud, Musdalipa Majdah M Zain Majdah Muhyiddin Zain MAJID, NUSQAR Maria Octaviane Minarni Mirnawati Amir Muhammad Amin Jaya Muhammad Asir Muhammad Ilman Muhammad Junan Muhammad Syihab Zainuddin Musdalifa Mahmud Musdalifah M. Musdalifah Mahmud Musdalifah Musdalifah Musdalifah, Andi Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa Musdalipa, Musdalipa Mustamar, Ernawati Binti Mutmainnah, Ismiah Ninuk Purnaningsih Nurlaelah, Andi Titi Nursaman, Herman Nurul Mukhlishah Nuryadin, Titin Nusqar Majid Octaviane, Maria Pang. S. Asngari Paningo, Yosep Parinding, Bertha Pawarrang, Wiraputra Pratiwi, Herini Qurniasty, Qurniasty Rahman, Syamsul Reka Tri Hapsari Rezki Amalia Sahrullah Said, Amal Salman Salman Salman Salman Selfina Somalinggi Siti Amanah Suardi Bakri Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Suryani Suryani Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar Syamsinar, Syamsul Rahman Syamsul Rahman, Syamsul Tampang, Bertha Tamzil Ibrahim Tanzil Ibrahim Titin Nuryadin Yasdin, Yasdin Yosep Paningo Yunus , Awaluddin Zain, A. Majdah M Zain, Majdah M Zain, Majdah Muhyiddin Zunia Syafitri, Noor Aeni