Articles
Dampak Manajemen Pendidikan Inklusi Yang Diberikan Pada Anak ABK
Harya Tamy Deby Ivancha;
Islamiah Islamiah;
Wendika Putra;
Opi Andriani
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jpbb.v3i1.2698
The background to this research is that there are still many schools that have implemented inclusive education, but still provide general treatment or services to inclusive students. The aim of this research is to determine the management of inclusive education for Children with Special Needs (ABK). This type of research is qualitative research. Data sources were obtained from the school principal and four class teachers. The data in this research was obtained through documentation, observation and interviews. The research design used uses an indigenous psychology approach, part of the scientific approach tradition, where an important aspect in this approach is the effort to find appropriate methods to uncover phenomena in an investigation. The research results show that teachers directly handle the implementation of education. The treatment provided is good, such as providing special response and attention to children with special needs.
Strategi Guru Mengajak Anak Berkebutuhan Khusus Untuk Bersemangat Ke Sekolah
Disa Ananda;
Revydo Prayogi;
Sri Wahyuliawati;
Ulam Arta Gabriela;
Opi Andriani
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jpbb.v3i1.2700
Teachers have their own strategies so there is no common perception regarding teachers' strategies for getting children with special needs to be enthusiastic about going to school. This research aims to explore teachers' strategies for encouraging children with special needs to be enthusiastic about going to school. The research subject was a teacher who taught 1 child with special needs. The sampling technique is by using purposive sampling technique. Data was obtained through an open-ended questionnaire (open questions). The method used is qualitative with analysis using coding techniques. The research design used uses an indigenous psychology approach, part of the scientific approach tradition, where the important aspect in this approach is the effort to find appropriate strategies to uncover phenomena in an investigation. The research results showed that there were problems encountered by teachers, such as a lack of strategies in getting children with special needs to be enthusiastic about going to school.
Merdeka Belajar Dengan Pembelajaran Adaptif Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Desy;
M. Leo Darmawan Prastya Putra;
Susila;
Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jppi.v1i2.701
Pendidikan di Indonesia memberikan jaminan sepenuhnya kepada peserta didik berkebutuhan khusus atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, merdeka belajar memberikan ruang bebas kepada anak untuk mengeksplorasi diri dan lingkungan sehingga ABK menjadi semakin berkembang kemampuannya, pembelajaran adaptif yang mengedepankan prinsip merdeka belajar memberikan ruang bebas kepada anak untuk mengeksplorasi diri dan lingkungan sehingga ABK menjadi semakin berkembang potensinya. Langkah pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan karakteristik belajar siswa sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan tanpa adanya beban baik untuk guru maupun anak didik. Guru memiliki peran penting dalam pembelajaran adaptif karena harus mampu menyesuaikan semua perangkat pembelajaran baik dari materi/bahan ajar, metode, media/alat yang digunakan serta evaluasi yang dipakai harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.
FAKTOR PENYEBAB ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA TINGKAT SD DI WILAYAH KOTA MUARA BUNGO
Akhmad Teddy;
Diva Alya;
Maryeni;
Yumita;
Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jppi.v1i1.718
Dicanangkannya pendidikan inklusi di Indonesia dengan tujuan untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) sudah banyak dijalankan di seluruh Indonesia khususnya wilayah muara bungo, tetapi dalam pelaksanannya menemukan banyak kendala-kendala atau permasalahan di sekolah khususnya bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor anak berkebutuhan khusus dan klasifikasi anak berkebutuhan khusus pada tingkat SD di wilayah Kota Muara Bungo. Subyek penelitian adalah siswa yang mengalami kebutuhan khusus Pendidikan Inklusi. Data diperoleh melalui open-ended questionnaire (pertanyaan terbuka). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis menggunakan teknik koding. Desain penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan indigenous psychology bagian dari tradisi pendekatan ilmiah dimana aspek yang penting dalam pendekatan ini adalah usaha untuk menemukan metode yang sesuai untuk mengungkap fenomena dalam suatu investigasi. Hasil penelitian menunjukkan ada berbagai permasalahan yang ditemui orang tua itu sendiri seperti kurangnya pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab ABK dan klasifikasi ABK.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR MUARA BUNGO
Kartini;
Roza Anjliana;
Safitri;
Zahratulmi;
Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jppi.v1i1.719
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan empiris dan filosofi pendidikan inklusif. Landasan empiris yang dipakai dalam pelaksanaan pendidikan inklusif yaitu: (1) deklarasi hak asasi manusia 1948. (2) konvensi hak anak 1989. (3) konferensi dunia tentang pendidikan untuk semua 1990. Pendidikan inklusi pada anak usia dini dimulai dengan mengakomodasi kebutuhan anak, mengidentifikasi kebutuhan khusus anak, serta memetakan potensi perkembangan dan hambatan anak saat ini maupun di masa depan. Pendidikan inklusif senantiasa mengedepankan aspek kesetaraan bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan. Sistem pendidikan inklusif yang di implementasikan pada tingkatan pendidikan anak usia dini masih menyisakan persoalan, yakni pelaksanaan pendidikan inklusif yang ternyata masih tidak inklusif.
Implementasi metode pembelajaran SCL (student central learning) terhadap penilitian ABK (anak berkebutuhan khusus)
Nurfitri Yani P;
Yorisa Agridentinur;
Muhammad Wahyu Saputra;
Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jppi.v1i1.731
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi model pembelajaran SCL (Student-Centered Learning) terhadap peningkatan pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan hasil pembelajaran ABK dalam konteks SCL. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman praktik pembelajaran inklusif yang efektif untuk ABK.
FASILITAS YANG MENUNJANG PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI
Cindy Novriani;
Rauzatul Iwa;
Rezky Purnama Syahputri;
Tasya Isni Febiana;
Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jppi.v1i1.734
Sekolah Inklusi merupakan sebuah pelayanan pendidikan dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) belajar bersama satu ruang dengan anak normal. Mereka belajar bersama, meskipun kemungkinan materi yang diberikan berbeda. Saat ini belum ada standar fasilitas kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisa kebutuhan ruang, persyaratan ruang sekolah yang dapat mendukung proses belajar pada sekolah inklusi. Analisa kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi ini berdasarkan karakteristik umum yang terdapat pada anak lamban belajar, kesulitan belajar, autis dan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metodologi kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah inklusi harus memiliki ruang-ruang khusus yang merupakan bagian dari penanganan anakanak berkebutuhan khusus, ruang tersebut memiliki persyaratan ruang yang spesifik sesuai dengan karaktek anak yang ditangani. Ruang khusus tersebut diantaranya: (a) Ruang Belajar Individu yang digunakan untuk anak belajar bersama guru secara individual atau bisa juga secara kelompok dengan jumlah siswa terbatas, yaitu maksimum 5 siswa, (b) Ruang Renung dibutuhkan untuk anak yang sedang mengamuk atau tantrum berat, (c) Ruang konsultasi dipergunakan untuk orang tua berkonsultasi dengan guru , psikolog dan pedagog di sekolah.
KONSEP LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Haqdila Elfira Syafitri;
Tifani Fatmawati Sukma M;
Rani Desperawati;
Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/jppi.v1i1.792
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Layanan akademik dilihat dari (a) aspek peserta didik, sekolah telah memberikan layanan berupa identifikasi dan assesmen bagi anak berkebutuhan khusus; (b) aspek kurikulum, sekolah belum melakukan pengembangan kurikulum khusus ABK; (c) aspek sarana dan prasarana, sarana dan prasarana yang ada di sekolah masih sama seperti sekolah pada umumnya namun di SD Negeri Ngentakrejo sudah menyediakan sarana berupa akses jalan untuk ABK dan proses pembuatan ruangan khusus untuk pendampingan ABK; (d) aspek pendidik, pendidik masih merasa kesulitan dalam melayani ABK. (2) Layanan non-akademik dilihat dari (a) aspek pengembangan life skills, masih sebatas kegiatan ekstrakurikuler, di SD Negeri Ngentakrejo sudah merencanakan adanya kegiatan cetak batako, paving block, sablon, dan membatik; (b) aspek kegiatan ekstrakurikuler, layanan yang diberikan sekolah masih sama yaitu tidak membeda-bedakan antar anak baik itu ABK maupun nonABK.
Assasment Pengukuran Anak Berkebutuhan Khusus Secara Akademik
Ficka Ferdianti;
Ruci Kurnia;
Adam Sari;
M. Efendi;
Muhammad Hendri;
Indra Boby;
Opi Andriani
Student Scientific Creativity Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/sscj-amik.v2i1.2692
Inclusive education is a process of responding to the diverse needs of all students. Various efforts can be made through changes and modifications in content, approaches, structures and strategies that can accommodate the needs of all students according to their age group. Implementing inclusive education requires schools to make adjustments in terms of curriculum, educational infrastructure and learning systems that are tailored to the individual needs of students, including assessing learning outcomes and determining grade promotion. The diversity of characteristics of students in inclusive schools certainly opens up opportunities for a very varied learning outcomes assessment system in determining grade promotion. The assessment system for learning outcomes for children with special needs has so far been the same as for other students. The assessment system commonly used in determining grade promotion for students in inclusive schools is based on the achievement of mental skills.
Sarana Dan Prasarana (Fasilitas) Pendidikan Bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus
Opi Andriani;
Debi Arian Saputra;
Kevin Tifani Sulistyo;
Linda Nurfitria Sari
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58192/insdun.v3i1.1791
This research discusses educational facilities for children with special needs. Children with special needs are a group that requires special attention in education. They have different needs in accessing and participating in the learning process. In this article, we explore the importance of adequate educational facilities for children with special needs. Important aspects of such facilities include an adapted physical environment, technological support, the role of teachers and educational staff, as well as the benefits that children with special needs obtain from good educational facilities. The research method used is a descriptive qualitative research method where data collection is carried out by searching for articles from electronic journals, namely Google Scholar (Scholar), which can strengthen the results of the analysis. The data analysis technique in this research includes three stages, namely organize, synthesize and identify. The research results show that facilities for children with special needs have their own functions. Each facility provides its own benefits for children's growth and development. In this way, children with special needs receive maximum service.