Claim Missing Document
Check
Articles

Konfirmasi Toleransi Galur-galur Padi terhadap Cekaman Kekeringan secara Molekuler Wening, Rina Hapsari; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko; Indrastuti Apri Rumanti; Amy Estiati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.444 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36565

Abstract

Seleksi secara fenotipik, terutama terhadap cekaman abiotik, seringkali sulit dilakukan. Kegiatan seleksi secara molekuler diperlukan untuk mengidentifikasi hingga taraf molekuler bahwa suatu sifat toleran terbukti secara genotipik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkonfirmasi sifat toleransi kekeringan galur-galur padi secara molekuler menggunakan marka SSR RM164, RM228, RM248, dan RM328. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi LIPI, Cibinong pada bulan November hingga Desember 2017, menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka RM228 terkait dengan karakter skor menggulung, panjang malai, tinggi tanaman dan umur berbunga, sedangkan RM328 terkait dengan panjang malai, jumlah anakan, jumlah gabah isi per malai, dan produktivitas. Marka tersebut diduga dapat digunakan untuk seleksi toleransi kekeringan. Tujuh dari sepuluh galur yang terindikasi toleran terhadap cekaman kekeringan fase generatif berdasarkan skrining secara artifisial terkonfirmasi secara molekuler berada dalam satu kelompok dengan varietas pembanding toleran ‘Limboto’. Ketujuh galur tersebut ialah B13983E-KA-12-2, B13507E-MR-19, B14366E-KY-50, BP20452e-PWK-0-SKI-1-1, BP20452e-PWK-0-SKI-2-4, BP20452e-PWK-0-SKI-3-3, dan BP29790d-PWK-3-SKI-1-5. Kata kunci: marka, toleransi kekeringan, polymerase chain reaction
Seleksi Galur-galur Dihaploid Padi Hitam pada Uji Daya Hasil Lanjutan Kuncoro, Danu; Sani, Mutiyara; Purwoko, Bambang Sapta Purwoko; Dewi, Iswari Saraswati; Suwarno, Willy Bayuardi; Maharijaya, Awang; Widajati, Eny; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.021 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37179

Abstract

Padi hitam merupakan sumber karbohidrat yang bermanfaat untuk kesehatan. Pengujian daya hasil merupakan tahapan penting dalam menentukan keberhasilan pemuliaan padi beras hitam. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh informasi keragaan agronomi dan menyeleksi galur-galur dihaploid padi beras hitam yang memiliki penampilan agronomi baik dan berdaya hasil tinggi untuk pengujian multi lokasi. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2019 sampai Juli 2020 di Bogor, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Sebanyak 23 galur dihaploid padi hitam yang memiliki sifat agronomi baik dengan produktivitas tinggi dan 3 varietas pembanding yaitu Aek Sibundong, Jeliteng, dan Inpari 24 digunakan sebagai materi genetik. Studi ini menggunakan rancangan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan pada setiap percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotipe dan lingkungan berpengaruh nyata terhadap semua karakter pengamatan kecuali pada karakter lama pengisian gabah berdasarkan analisis keragaman. Sebanyak 14 galur yang terseleksi berdasarkan indeks terboboti memiliki karakteristik jumlah anakan produktif per rumpun dari 15.8 hingga 25.9, umur panen genjah dari 115.2 to 121.9 hari setelah semai, dan produktivitas >5.4 ton ha-1. Keragaan agronomi dan daya hasil galur-galur dihaploid padi yang terseleksi pada penelitian ini memerlukan pengujian lebih lanjut melalui uji multi lokasi untuk memperoleh calon varietas unggul baru padi beras hitam. Kata kunci: agronomi baik, indeks seleksi, kriteria seleksi, kultur antera padi
Respon Galur-galur Harapan Padi Sawah Dihaploid terhadap Salinitas pada Fase Bibit Anggita Duhita Anindyajati; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.453 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37241

Abstract

Tantangan pemulia padi ke depan bertambah seiring dengan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan salinitas lahan pertanian. Salinitas dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan kehilangan hasil yang besar dalam produksi padi. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi toleransi salinitas galur-galur harapan padi sawah doubled-haploid /dihaploid (DH) hasil kultur antera pada fase bibit. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dari bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. Penelitian dilakukan secara hidroponik dan disusun berdasarkan split plot rancangan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan. Petak utama ialah konsentrasi NaCl (0 mM dan 120 mM) dan anak petak berupa genotipe padi yang terdiri atas 14 galur DH, 4 VUB, pembanding toleran (Pokkali), dan pembanding peka (Inpara 4). Evaluasi pertumbuhan bibit dan skoring kerusakan visual bibit dilakukan 14 hari sesudah pemberian NaCl. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaCl 120 mM menyebabkan penurunan tinggi bibit, panjang akar, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot basah biomassa, dan bobot kering biomassa. Penurunan tinggi bibit dapat dipertimbangkan sebagai karakter penting dalam penapisan toleransi salinitas pada fase bibit. Hasil skoring terhadap kerusakan visual menghasilkan 11 galur DH dan 2 VUB toleran serta 3 galur DH dan 2 VUB moderat toleran. Kata kunci: hidroponik, kultur antera, penapisan, toleransi
Karakterisasi Fisikokimia Beras Galur-galur Padi Hitam Dihaploid Muhammad Jauhar Firdaus; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.661 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39850

Abstract

Mutu beras dan nasi yang mencakup mutu fisik dan kimia (fisikokima) merupakan preferensi konsumen yang perlu dipertimbangkan. Karakter kualitas gabah dan beras meliputi penampilan, tekstur dan rasa. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengukuran atau identifikasi secara kuantitatif terhadap karakter fisikokimia beras galur-galur dihaploid padi hitam. Percobaan dilakukan di Laboratorium Mutu, Kebun Percobaan Muara, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Agustus hingga September 2021. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan ulangan atau sampel sebanyak 10 per genotipe. Genotipe yang digunakan terdiri atas 16 (14 galur dihaploid padi hitam dan dua varietas pembanding yaitu Aek Sibundong dan Jeliteng). Pengamatan mutu fisik meliputi kadar air, beras pecah kulit, beras kepala, beras giling, bentuk beras, panjang beras dan butir kapur beras. Karakter kimia beras yang diamati meliputi kadar amilosa, suhu gelatinisasi dan organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa galur AW6 memiliki tingkat kemiripan yang dekat dengan varietas pembanding yang ditunjukkan dalam analisis gerombol di Grup 1. Karakter penciri pada Grup 1 ialah kadar air 13.6%, beras kepala 88.7%, beras pecah kulit 76%, beras giling 70%, skor alkali 1-4, suhu gelatinisasi sedang hingga tinggi, bentuk ramping, rasa gurih dan pengapuran kecil. Galur AW6 termasuk kedalam Grup 1 karena memiliki karakter yang mirip dengan varietas pembanding. Kata kunci: amilosa, beras hitam, fisikokimia
Evaluasi Galur-galur Padi Sawah Dihaploid Hasil Kultur Antera Menggunakan Seleksi Indeks Cucu Gunarsih; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Nafisah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.771 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39898

Abstract

Pemulia tanaman melakukan seleksi multi-karakter dengan metode yang sesuai, salah satunya adalah indeks seleksi. Analisis multivariat dapat digunakan dalam menyusun model indeks seleksi. Percobaan ini bertujuan untuk menyeleksi galur-galur dihaploid dengan potensi hasil yang tinggi dan memiliki penampilan agronomi baik berdasarkan indeks seleksi. Percobaan dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai dengan September 2019 menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan satu faktor yaitu genotipe. Genotipe yang diuji ialah 89 galur dihaploid padi sawah hasil kultur antera ditambah 4 varietas pembanding (Ciherang, Inpari 30 Ciherang Sub1, Inpari 41, dan Inpari 35 Agritan). Unit percobaan adalah satu bibit per pot. Model indeks seleksi disusun dengan mempertimbangkan hasil analisis ragam, analisis korelasi, analisis lintas, analisis komponen utama, dan ideotipe tanaman yang dituju. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa terdapat keragaman sifat agronomi yang diuji dari galur-galur dihaploid. Model seleksi indeks yang disusun adalah sebagai berikut: I (nilai indeks) = 3*0.75 hasil + 0.85 jumlah gabah total per malai – 0.85 tinggi tanaman. Berdasarkan model tersebut, diperoleh 85 galur dengan nilai indeks dan produksinya lebih tinggi dibandingkan Inpari 41. Galur-galur dihaploid terpilih diikutsertakan pada pengujian berikutnya di lapangan. Kata kunci: heritabilitas, korelasi, sidik lintas, variabilitas
Potensi Hasil Benih Padi Hibrida pada Tiga Galur CMS dengan Sumber Sitoplasma yang Berbeda Bayu Pramono Wibowo; Bambang Sapta Purwoko; Willy Bayuardi Suwarno; Indrastuti Apri Rumanti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.914 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39949

Abstract

Padi hibrida F1 dihasilkan dari persilangan antara galur mandul jantan/cytoplasmic male sterile (GMJ/CMS) dan galur pemulih kesuburan (restorer/R). Kalinga dan Gambiaca adalah tipe galur CMS yang berhasil dikembangkan di Indonesia selain tipe Wild Abortive (WA). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tetua betina dengan sumber sitoplasma berbeda terhadap hasil benih padi hibrida pada 30 kombinasi padi hibrida baru. Percobaan dilakukan di BB Padi Subang, Jawa Barat pada MK 2021, menggunakan rancangan faktorial tiga galur CMS disilangkan dengan sepuluh restorer, dimana terdapat sepuluh ulangan untuk CMS dan tiga ulangan untuk restorer. Analisis ragam komponen hasil dan hasil dilakukan terpisah untuk CMS dan restorer mengikuti model linier rancangan faktor tunggal. Rata-rata hasil benih pada CMS GMJ15A tipe Gambiaca (1.03 ton ha-1) setara dengan GMJ12A tipe Wild Abortive (0.85 ton ha-1) dan nyata lebih tinggi dari GMJ14A tipe Kalinga (0.51 ton ha-1), sedangkan restorer terbaik adalah PK90 (1.36 ton ha-1). Tinggi tanaman, jumlah gabah isi per malai, dan tingkat silang alami memiliki korelasi positif dan nyata terhadap hasil benih padi hibrida. Galur CMS tipe sitoplasma Gambiaca dapat menjadi alternatif tetua betina padi hibrida di Indonesia. Kata kunci: pemulih kesuburan, produksi benih, silang alami
Agronomic traits of rice hybrids (Oryza sativa L.) derived from new plant type and male sterile parents Desi Anugra Safitri; Willy Bayuardi Suwarno; Ayub Darmanto; Hajrial Aswidinnoor
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/ija.v51i2.45759

Abstract

Hybrid rice is derived from a cross between the cytoplasmic male sterile (CMS) as the female parent and the restorer line as the male parent. This study aimed to evaluate the ability of several new plant type (NPT) rice lines as restorers of the CMS female parent and to elucidate the performance of the hybrid combinations. The research was carried out from December 2019 to November 2020 at Babakan Sawah Baru Experimental Station, Department of Agronomy and Horticulture, IPB University, Bogor, Indonesia. The hybrids were evaluated in the field together with the CMS female parent, male parents, and two check varieties, namely Ciherang and hybrid P05 Prima Seed. The experimental design used was a randomized complete block design (RCBD) with two replications. The results showed that two male parental lines, IPB189-F-10-3-2 (T6) and IPB189-14-1-1 (T9), had a hybrid seed yield per hill of 66.04 g and 75.27 g, respectively. These two parents have the restorer gene (R) which is substantiated by the good characteristics of the number of filled grains and total grain per panicle of the two hybrids. The potential hybrids CMS x IPB189-F-10-3-2 and CMS x IPB189-14-1-1 had a positive heterosis for panicle length and 1,000 grain weight, and could be evaluated in future research. Keywords: CMS; heterosis; heterobeltiosis; rice hybrid
Co-Authors , Krisantini , Supartopo , Suwarno Abdul Qadir Adlan Adriwan Siregar, Heri Agus Purwito Ajitama, Trio Fanny Akbar, Miftahur Rizqi Alfian Helmi Amalia Nurul Huda AMIN NUR Amin Nur Amy Estiati Anas Dinurrohman Susila Andayani, Nining Anggara, Heru Anggita Duhita Anindyajati Anggraeny, Bunga Anshori, Muhammad Fuad Aprilianti, Devi Kurnia Aris Hairmansis Awang Maharijaya Ayub Darmanto Azis Boing Sitanggang Azrai, dan Muhammad Badrieh, Haian Amin Baharuddin Baharuddin Bambang Sapta Purwoko Bambang Suprihatno Bayu Pramono Wibowo Budi Indra Setiawan Butarbutar, Lidya Kristina Sari Chusnah, Uswatun Chusnul Arif Constantin, Mondjeli Cucu Gunarsih da Cunha, Rojino Danu Kuncoro Deden Derajat Matra Desi Anugra Safitri Dewi Sukma Dewi, dan Iswari Saraswati Diah Setiowati, Retno Dian Rakhmad Diny Dinarti Efendi, Darda Efendy, Roy Ekasari Putri, Nurwanita Endang Gunawan Eny Widajati Fadhli, Nur Farid, Muh Fidya Novita Firmansyah, Muh HAJRIAL ASWIDINNOOR Hishar Mirsam I Made Legawa I Putu Adi Saputra, I Putu Indrastuti A. Rumanti Indrastuti Apri Rumanti Iskandar Lubis Iskandar Lubis Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Jayaningsih, Elvita Dwi Juharni Jundi Aiman Abdullah Kusuma, I Gede Artha Surya Kuswandi Kuswandi Lianda Dewi Sartika Lopes Hornai, Ermelinda Maria Maharijaya, dan Awang Matsuda, Hiroshi Maya Melati Mohammad Syafii Muhamad Askari Muhamad Syukur Muhammad Azrai, Muhammad Muhammad Jauhar Firdaus Muhammad Roiyan Romadhon Munandar, Arief Munif Ghulamahdi Nafisah Nailatul Karomah Ni Made Armini Wiendi Nindita, Anggi Novianti, Fira Nugroho, Rizki Anjal Puji Nugroho, Rizki Bagus Nugroho, Syarul Nurul Khumaida Priyanto, Slamet Bambang Purwoko, Bambang Sapta Purwoko Purwoko, Bambang Sapto Rahmah, Syifaur Ramadaniarto Rizqullah Ramadhan, Fitrah Ramadhani, Nabilah Zulfah Reswari, Helvi Ardana Ridwani, Sobir Rika Miftakhul Jannah Rina Hapsari Wening, Rina Hapsari Rokhana Faizah rudiyanto Rusianto Safitri, dan Heni Salengke, Salengke Sani, Mutiyara Sari, Dewi Citra Sari, Siti Hapita Satyanto Krido Saptomo Sherly Rahayu Sintho Wahyuning Ardie Siti Nurhidayah Siti Nurhidayah Siti Yuriyah Slamet Susanto Sobir Sobir Sobir Sri Ratnawati Sri Wahjuni Sri Wening Sri Wening, Sri Wening Sugiyanta, dan Suriani Suriani Surjono Hadi Sutjahjo Susila, Anas Dinnurohman Suwarno, Punjung Medaraji Syah, Uswah Trywulan Syaifullah Rahim Syawaluddin, Dwi Dana Syilvia Nosya Pratama Tamura, Koremasa THAMRIN, SULAEHA TRI HASTINI Trias Sitaresmi Trikoesoemaningtyas Tutik Kuswinanti Umi Salamah Untung Susanto Wage Ratna Rohaeni Wida W. Khumaero Widodo Widodo Wijaya, Aldi Kamal Winarso D. Widodo Wira Hadianto, Wira Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuli Irvana Dewi Yuli Rahmadi, Hernawan YUNUS MUSA Z, Bunyamin Zakiah, Rizqi Alifahasni