Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Galur-galur Harapan Padi Sawah Dihaploid terhadap Salinitas pada Fase Bibit Anggita Duhita Anindyajati; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.453 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37241

Abstract

Tantangan pemulia padi ke depan bertambah seiring dengan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan salinitas lahan pertanian. Salinitas dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan kehilangan hasil yang besar dalam produksi padi. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi toleransi salinitas galur-galur harapan padi sawah doubled-haploid /dihaploid (DH) hasil kultur antera pada fase bibit. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dari bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. Penelitian dilakukan secara hidroponik dan disusun berdasarkan split plot rancangan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan. Petak utama ialah konsentrasi NaCl (0 mM dan 120 mM) dan anak petak berupa genotipe padi yang terdiri atas 14 galur DH, 4 VUB, pembanding toleran (Pokkali), dan pembanding peka (Inpara 4). Evaluasi pertumbuhan bibit dan skoring kerusakan visual bibit dilakukan 14 hari sesudah pemberian NaCl. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaCl 120 mM menyebabkan penurunan tinggi bibit, panjang akar, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot basah biomassa, dan bobot kering biomassa. Penurunan tinggi bibit dapat dipertimbangkan sebagai karakter penting dalam penapisan toleransi salinitas pada fase bibit. Hasil skoring terhadap kerusakan visual menghasilkan 11 galur DH dan 2 VUB toleran serta 3 galur DH dan 2 VUB moderat toleran. Kata kunci: hidroponik, kultur antera, penapisan, toleransi
Karakterisasi Fisikokimia Beras Galur-galur Padi Hitam Dihaploid Muhammad Jauhar Firdaus; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.661 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39850

Abstract

Mutu beras dan nasi yang mencakup mutu fisik dan kimia (fisikokima) merupakan preferensi konsumen yang perlu dipertimbangkan. Karakter kualitas gabah dan beras meliputi penampilan, tekstur dan rasa. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengukuran atau identifikasi secara kuantitatif terhadap karakter fisikokimia beras galur-galur dihaploid padi hitam. Percobaan dilakukan di Laboratorium Mutu, Kebun Percobaan Muara, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Agustus hingga September 2021. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan ulangan atau sampel sebanyak 10 per genotipe. Genotipe yang digunakan terdiri atas 16 (14 galur dihaploid padi hitam dan dua varietas pembanding yaitu Aek Sibundong dan Jeliteng). Pengamatan mutu fisik meliputi kadar air, beras pecah kulit, beras kepala, beras giling, bentuk beras, panjang beras dan butir kapur beras. Karakter kimia beras yang diamati meliputi kadar amilosa, suhu gelatinisasi dan organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa galur AW6 memiliki tingkat kemiripan yang dekat dengan varietas pembanding yang ditunjukkan dalam analisis gerombol di Grup 1. Karakter penciri pada Grup 1 ialah kadar air 13.6%, beras kepala 88.7%, beras pecah kulit 76%, beras giling 70%, skor alkali 1-4, suhu gelatinisasi sedang hingga tinggi, bentuk ramping, rasa gurih dan pengapuran kecil. Galur AW6 termasuk kedalam Grup 1 karena memiliki karakter yang mirip dengan varietas pembanding. Kata kunci: amilosa, beras hitam, fisikokimia
Evaluasi Galur-galur Padi Sawah Dihaploid Hasil Kultur Antera Menggunakan Seleksi Indeks Cucu Gunarsih; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Nafisah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.771 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39898

Abstract

Pemulia tanaman melakukan seleksi multi-karakter dengan metode yang sesuai, salah satunya adalah indeks seleksi. Analisis multivariat dapat digunakan dalam menyusun model indeks seleksi. Percobaan ini bertujuan untuk menyeleksi galur-galur dihaploid dengan potensi hasil yang tinggi dan memiliki penampilan agronomi baik berdasarkan indeks seleksi. Percobaan dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai dengan September 2019 menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan satu faktor yaitu genotipe. Genotipe yang diuji ialah 89 galur dihaploid padi sawah hasil kultur antera ditambah 4 varietas pembanding (Ciherang, Inpari 30 Ciherang Sub1, Inpari 41, dan Inpari 35 Agritan). Unit percobaan adalah satu bibit per pot. Model indeks seleksi disusun dengan mempertimbangkan hasil analisis ragam, analisis korelasi, analisis lintas, analisis komponen utama, dan ideotipe tanaman yang dituju. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa terdapat keragaman sifat agronomi yang diuji dari galur-galur dihaploid. Model seleksi indeks yang disusun adalah sebagai berikut: I (nilai indeks) = 3*0.75 hasil + 0.85 jumlah gabah total per malai – 0.85 tinggi tanaman. Berdasarkan model tersebut, diperoleh 85 galur dengan nilai indeks dan produksinya lebih tinggi dibandingkan Inpari 41. Galur-galur dihaploid terpilih diikutsertakan pada pengujian berikutnya di lapangan. Kata kunci: heritabilitas, korelasi, sidik lintas, variabilitas
Potensi Hasil Benih Padi Hibrida pada Tiga Galur CMS dengan Sumber Sitoplasma yang Berbeda Bayu Pramono Wibowo; Bambang Sapta Purwoko; Willy Bayuardi Suwarno; Indrastuti Apri Rumanti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.914 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39949

Abstract

Padi hibrida F1 dihasilkan dari persilangan antara galur mandul jantan/cytoplasmic male sterile (GMJ/CMS) dan galur pemulih kesuburan (restorer/R). Kalinga dan Gambiaca adalah tipe galur CMS yang berhasil dikembangkan di Indonesia selain tipe Wild Abortive (WA). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tetua betina dengan sumber sitoplasma berbeda terhadap hasil benih padi hibrida pada 30 kombinasi padi hibrida baru. Percobaan dilakukan di BB Padi Subang, Jawa Barat pada MK 2021, menggunakan rancangan faktorial tiga galur CMS disilangkan dengan sepuluh restorer, dimana terdapat sepuluh ulangan untuk CMS dan tiga ulangan untuk restorer. Analisis ragam komponen hasil dan hasil dilakukan terpisah untuk CMS dan restorer mengikuti model linier rancangan faktor tunggal. Rata-rata hasil benih pada CMS GMJ15A tipe Gambiaca (1.03 ton ha-1) setara dengan GMJ12A tipe Wild Abortive (0.85 ton ha-1) dan nyata lebih tinggi dari GMJ14A tipe Kalinga (0.51 ton ha-1), sedangkan restorer terbaik adalah PK90 (1.36 ton ha-1). Tinggi tanaman, jumlah gabah isi per malai, dan tingkat silang alami memiliki korelasi positif dan nyata terhadap hasil benih padi hibrida. Galur CMS tipe sitoplasma Gambiaca dapat menjadi alternatif tetua betina padi hibrida di Indonesia. Kata kunci: pemulih kesuburan, produksi benih, silang alami
Agronomic traits of rice hybrids (Oryza sativa L.) derived from new plant type and male sterile parents Desi Anugra Safitri; Willy Bayuardi Suwarno; Ayub Darmanto; Hajrial Aswidinnoor
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/ija.v51i2.45759

Abstract

Hybrid rice is derived from a cross between the cytoplasmic male sterile (CMS) as the female parent and the restorer line as the male parent. This study aimed to evaluate the ability of several new plant type (NPT) rice lines as restorers of the CMS female parent and to elucidate the performance of the hybrid combinations. The research was carried out from December 2019 to November 2020 at Babakan Sawah Baru Experimental Station, Department of Agronomy and Horticulture, IPB University, Bogor, Indonesia. The hybrids were evaluated in the field together with the CMS female parent, male parents, and two check varieties, namely Ciherang and hybrid P05 Prima Seed. The experimental design used was a randomized complete block design (RCBD) with two replications. The results showed that two male parental lines, IPB189-F-10-3-2 (T6) and IPB189-14-1-1 (T9), had a hybrid seed yield per hill of 66.04 g and 75.27 g, respectively. These two parents have the restorer gene (R) which is substantiated by the good characteristics of the number of filled grains and total grain per panicle of the two hybrids. The potential hybrids CMS x IPB189-F-10-3-2 and CMS x IPB189-14-1-1 had a positive heterosis for panicle length and 1,000 grain weight, and could be evaluated in future research. Keywords: CMS; heterosis; heterobeltiosis; rice hybrid
Characterization of Lignin Biosynthesis Encoding Gene, SiCOMT, from Nine Indonesian Foxtail Millet (Setaria italica (L.) P. Beauv.) Genotypes Rizqullah, Ramadaniarto; Saenal, Nirwanti; Pahlevi, M Reza; Suwarno, Willy Bayuardi; Tsugama, Daisuke; Ardie, Sintho Wahyuning
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.3.575-583

Abstract

Caffeic acid O-methyltransferase (COMT) is an essential enzyme that catalyzes the biosynthesis of lignin monomer units. Foxtail millet (Setaria italica) possesses three COMT-encoding genes. However, only SiCOMT1 and SiCOMT2 are considered expressed. This study investigates the characteristics of the two COMT-encoding genes across nine Indonesian foxtail millet genotypes. Phylogenetic analysis revealed that SiCOMT1 is closely related to N-methyltransferase genes, which are not involved in the lignin biosynthesis pathway. Meanwhile, SiCOMT2 is closely related to O-methyltransferase genes involved in lignin biosynthesis. SiCOMT2 from nine Indonesian foxtail millet genotypes exhibits 15 synonymous and three non-synonymous SNPs. SiCOMT2 amino acid showed Ala67Thr and Pro72Ala variations within the methyltransferase dimerization domain, and Glu146Asp within the O-methyltransferase domain. Among these, the Pro72Ala substitution is predicted to reduce the structural stability of the encoded protein. These findings suggest that SiCOMT2 may serve as a promising target for future genetic research and crop improvement strategies aimed at enhancing biomass quality by modifying lignin content and composition.
MUTU FISIK DAN KIMIA GABAH DAN BERAS GALUR – GALUR DIHAPLOID PADI HITAM Danu Kuncoro; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Awang Maharijaya; Purwoko, Bambang Sapta
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9713

Abstract

Beras berwarna, khususnya beras hitam, merupakan jenis beras fungsional yang kaya akan antosianin dan memiliki nilai gizi tinggi. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, permintaan terhadap beras hitam pun meningkat. Namun, Indonesia saat ini baru memiliki satu varietas unggul padi hitam, yaitu Jeliteng, sehingga diperlukan alternatif varietas baru yang memiliki mutu fisik dan kimia gabah serta beras yang baik. Salah satu sumber potensial adalah galur-galur dihaploid hasil persilangan melalui kultur antera, tetapi informasi mengenai mutu fisik dan kimia gabah serta berasnya masih terbatas, padahal data tersebut penting untuk mendukung seleksi calon varietas unggul yang adaptif dan disukai konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik dan kimia gabah serta beras dari galur-galur dihaploid padi hitam hasil kultur antera. Materi genetik terdiri atas 14 galur dihaploid dan dua varietas pembanding, yaitu Jeliteng (beras hitam) dan Aek Sibundong (beras merah). Pengujian meliputi karakter fisik (rendemen beras kepala, rendemen beras pecah kulit, panjang dan bentuk beras, persentase butir kapur, dan warna aleuron), kimia (kadar amilosa dan suhu gelatinisasi), serta uji organoleptik nasi (tekstur, rasa, aroma, dan penampilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam galur (DK-2, DK-8, DK-9, DK-11, DK-12, dan DK-14) memiliki kadar amilosa lebih rendah dan rendemen beras lebih baik dibanding Jeliteng. Dua galur, DK-6 dan DK-7, menghasilkan nasi lebih pulen dengan kadar amilosa 18,41% dan 19,11%, serta rendemen beras pecah kulit masing-masing sebesar 68% dan 66%. Temuan ini menunjukkan potensi beberapa galur dihaploid sebagai calon varietas unggul padi hitam yang adaptif dan disukai konsumen.
Improved Performance of SiDREB2-SNAP Marker in Foxtail Millet by Optimum Primer Concentration, PCR Cycle, and DNA Polymerase Specificity Wospakrik, Andrean Heskiel; Rizqullah, Ramadaniarto; Pahlevi, M Reza; Yudiansyah, Yudiansyah; Purwoko, Bambang Sapta; Suwarno, Willy Bayuardi; ARDIE, Sintho Wahyuning
Journal of Tropical Crop Science Vol. 13 No. 01 (2026): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.13.01.103-113

Abstract

Foxtail millet (Setaria italica L. Beauv.) is an emerging carbohydrate-producing crop. It is considered a climate-resilient crop due to its tolerance to abiotic stresses. Breeding for abiotic-tolerant crops requires powerful tools such as molecular markers. The single-nucleotide amplified polymorphism (SNAP) marker, developed from a single-nucleotide DNA variation at a specific location in the plant genome, is a simple yet powerful PCR-based marker widely used in phenotype-related selection. A SiDREB2-based SNAP marker was previously developed based on a base variation at the 558th base pair (an A/G transition) in the SiDREB2 gene and used to estimate the drought tolerance in foxtail millet. However, the specificity of the marker depends on technical aspects, including the type of DNA polymerase used, primer concentration, and the number of PCR cycles. Here, we reported that non-specific and false positive amplicons can be eliminated by utilizing DNA polymerase with no 3’ to 5’ proofreading activity and reducing the final primer concentration to 1.25 μM. PCR cycle number 25 yielded the optimum specificity, while increasing the cycle to 30 resulted in false positive results. Altogether, our results showed that technical optimization is necessary for improving the specificity of the SNAP marker.
Analysis of drought stress tolerance in doubled haploid lines of green super rice at the vegetative stage Siti Nurhidayah; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Iskandar Lubis; Wira Hadianto; Arief Munandar
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v53i2.63893

Abstract

Current climate change has caused drought in various regions, which has decreased rice yields. Green super rice (GSR) has the characteristic of being tolerant to water limitation. GSR lines were bred through anther culture technique to obtain doubled haploid (DH) plants. This study aimed to analyze the response of DH GSR lines to drought stress at the vegetative stage and identify potential lines based on the weighted selection index. The experiment was arranged in a randomized complete block design with three replications. The materials used consisted of twenty DH lines, Inpari 42 Agritan GSR, and Inpari 18 as check varieties, Salumpikit as a drought-tolerant check, and IR 20 as a drought-sensitive check. Qualitative data were analyzed using the non-parametric Friedman test. The result showed different responses among the lines for leaf rolling, leaf drying, and recovery ability. Line SN14 exhibited moderate leaf drying and showed improvement to mild tolerance during the recovery phase. Nine lines (SN12, 14, 32, 40, 51, 57, 58, 59, and 60) were selected using a selection index based on leaf rolling, leaf drying, and recovery ability. These lines can be further tested for drought tolerance tests until the reproductive stage, and the tolerant lines could be useful for future development. Keywords: abiotic stress; anther culture; climate change; selection index; water limitation
Performance of Multi-Canopy Rice Combinations Based on Tillering Capacity and Plant Architecture Across Seasons and Nitrogen Levels Dwi Arizna Arofah; Willy Bayuardi Suwarno; Natasya Nafila; Ahmad Junaedi; Hajrial Aswidinnoor
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 41, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v41i2.108932

Abstract

The growing challenge of ensuring global food security encourages innovative approaches to rice cultivation. One novel innovation is the multi-canopy cropping system, involving planting 2 rice genotypes with different plant heights at close spacing. This study aimed to evaluate the effect of the tillering capacity of tall rice genotypes and the plant architecture of short genotypes on yield and agronomic traits in a multi-canopy system under different environmental conditions. The genetic materials were 24 combinations of multi-canopy rice genotypes belonging to 3 groups, namely T1-S1, T2-S2, and T3-S3, each consisting of 8 combinations. The T1, T2, T3 groups are the tall genotypes with different tillering ability, namely low, medium, and high; whereas the S1, S2, S3 groups are the short genotypes with different plant architecture, namely green revolution type, dwarf type, and stay green. These combinations were evaluated with 4 checks in 4 environments, i.e., 2 planting seasons and 2 nitrogen treatments. The combined analysis involving 3 factors (genotype combination, nitrogen, and season) was performed. The grain yield of all multi-canopy combinations was significantly higher than that of the check varieties in monoculture. Group T3-S3 had a significantly higher average total number of grains than the other groups. Selection based on Multi-trait Genotype-Ideotype Distance Index (MGIDI) at 20% pressure produced the desired selection differential for all selection traits. Four selected lines belonged to the T3-S3 group. The interaction between genotype combination and nitrogen fertilizer was significant for the number of total and productive tillers. This study provides insight for identifying suitable combinations of the tall and short genotypes in breeding multi-canopy rice varieties.
Co-Authors , Supartopo , Suwarno Abdul Qadir Adlan Adriwan Siregar, Heri Agus Purwito AHMAD JUNAEDI Ajitama, Trio Fanny Akbar, Miftahur Rizqi Alfian Helmi Alim Wulandari Karima Amalia Nurul Huda AMIN NUR Amin Nur Amy Estiati Anas Dinurrohman Susila Andayani, Nining ANDI TAKDIR MAKKULAWU Anggara, Heru Anggita Duhita Anindyajati Anggraeny, Bunga Ani Kurniawati Annisa Fadhilah Sitepu Anshori, Muhammad Fuad Aprilianti, Devi Kurnia Arief Munandar Aris Hairmansis Awang Maharijaya Ayub Darmanto Azis Boing Sitanggang Azrai, dan Muhammad Badrieh, Haian Amin Baharuddin Baharuddin Bambang Sapta Purwoko Bambang Suprihatno BARIZA KHOIRUL HUMAM Bayu Pramono Wibowo Budi Indra Setiawan Butarbutar, Lidya Kristina Sari Chusnah, Uswatun Chusnul Arif Constantin, Mondjeli Cucu Gunarsih Cucu Gunarsih da Cunha, Rojino Danu Kuncoro Darda Efendi Dea Puspamiya Rahayu DEDEN DERAJAT MATRA Deden Derajat Matra Desi Anugra Safitri Dewi Sukma Dewi, dan Iswari Saraswati Diah Setiowati, Retno Dian Rakhmad Diny Dinarti Dwi Arizna Arofah Efendy, Roy Ekasari Putri, Nurwanita Endang Gunawan Eny Widajati Fadhli, Nur Farid, Muh Fidya Novita Firmansyah, Muh HAJRIAL ASWIDINNOOR Hayu Widi Yuana HELFI EKA SAPUTRA HELFI EKA SAPUTRA Hishar Mirsam I Made Legawa I Putu Adi Saputra, I Putu Indrastuti A. Rumanti Indrastuti Apri Rumanti ISKANDAR LUBIS Iskandar Lubis Iskandar Lubis ISWARI SARASWATI DEWI Iswari Saraswati Dewi ISWARI SARASWATI DEWI Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Jayaningsih, Elvita Dwi Juharni Jundi Aiman Abdullah Krisantini Kusuma, I Gede Artha Surya Kuswandi Kuswandi Lianda Dewi Sartika Lopes Hornai, Ermelinda Maria Matsuda, Hiroshi Maya Melati Miftahur Rizqi Akbar Miftahur Rizqi Akbar MIRA SINTIA Mohammad Syafii Muhamad Askari Muhamad Syukur MUHAMMAD AZRAI Muhammad Azrai, Muhammad MUHAMMAD FUAD ANSHORI Muhammad Jauhar Firdaus MUHAMMAD ROIYAN ROMADHON Muhammad Roiyan Romadhon Munandar, Arief Munif Ghulamahdi Nafisah Nailatul Karomah Natasya Nafila Ni Made Armini Wiendi Nindita, Anggi Novianti, Fira Nugroho, Rizki Anjal Puji Nugroho, Rizki Bagus Nugroho, Syarul NURUL KHUMAIDA Nurul Khumaida Pahlevi, M Reza Priyanto, Slamet Bambang PURNAMA HIDAYAT Purwoko, Bambang Sapto Rahmah, Syifaur RAHMATUN NISFUL MAGHFIROH Ramadaniarto Rizqullah Ramadhan, Fitrah Ramadhani, Nabilah Zulfah Ratna Kartika Putri Reswari, Helvi Ardana Ridwani, Sobir Rika Miftakhul Jannah Rina Hapsari Wening, Rina Hapsari Rizki Bagus Nugroho Rizqullah, Ramadaniarto Rokhana Faizah ROY EFENDI rudiyanto Rusianto Saenal, Nirwanti Safitri, dan Heni Salengke, Salengke Sani, Mutiyara Sari, Dewi Citra Sari, Siti Hapita Satyanto Krido Saptomo Sherly Rahayu SINTHO WAHYUNING ARDIE Sintho Wahyuning Ardie SITI NURHIDAYAH Siti Nurhidayah Siti Nurhidayah Siti Nurhidayah Siti Yuriyah Slamet Susanto Sobir SOBIR SOBIR SOBIR SOBIR SOBIR SOBIR Sobir Sobir SOBIR SOBIR Sobir Sobir SOBIR SOBIR Sri Ratnawati Sri Wahjuni Sri Wening Sri Wening, Sri Wening Sugiyanta SUGIYANTA SUGIYANTA Sugiyanta, dan Suriani Suriani Surjono Hadi Sutjahjo Susila, Anas Dinnurohman Suwarno, Punjung Medaraji Syah, Uswah Trywulan Syaifullah Rahim Syawaluddin, Dwi Dana Syilvia Nosya Pratama Tamura, Koremasa THAMRIN, SULAEHA TRI HASTINI TRI HASTINI Trias Sitaresmi Trikoesoemaningtyas TRIKOSOEMANINGTYAS TRIKOSOEMANINGTYAS Tsugama, Daisuke Tutik Kuswinanti Umi Salamah UNTUNG SUSANTO Untung Susanto WAGE RATNA ROHAENI Wage Ratna Rohaeni Wida W. Khumaero Widodo Widodo Wijaya, Aldi Kamal Winarso D. Widodo WIRA HADIANTO Wira Hadianto Wira Hadianto Wospakrik, Andrean Heskiel Yudiansyah Yudiansyah Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuli Irvana Dewi Yuli Rahmadi, Hernawan YUNUS MUSA Z, Bunyamin Zakiah, Rizqi Alifahasni