Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN ANIMASI EDUKATIF UNTUK MENGENALI BUNYI SIRINE KENDARAAN PRIORITAS MENGGUNAKAN BLENDER 3D Ashari, Indra; Syahputri, Nenna Irsa; Wulan, Nur
CompTech : Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Vol 1, No 2 (2025): Maret
Publisher : Compart Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63854/comptech.v1i2.27

Abstract

Kurangnya kesadaran pengendara baik itu mobil, sepeda motor dan kendaraan lain dalam mengambil sikap atau tindakan, sewaktu terjadi kemacetan atau di persimpangan lampu merah di saat adanya kendaraan prioritas seperti mobil pemadam kebakaran dan ambulance, menyebabkan kendaraan prioritas tersebut terlambat atau terjebak di kemacetan. Iklan layanan masyarakat adalah iklan sosialisasi yang berasal dari instansi atau lembaga berisi informasi atau pencerahan kepada masyarakat tentang suatu isu atau topik tertentu. iklan layanan masyarakat identik dengan sebuah pesan atau ajakan yang disampaikan oleh pemerintah media publikasi yang efektif digunakan pada era teknologi berkembang seperti saat ini adalah media yang memiliki kaitan erat dengan teknologi hasil dari penelitian menghasilkan animasi terhadap kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud harus dikawal oleh petugas kepolisian negara republik indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene
Inovasi Psikososial : Pengaruh Self-Affirmation dengan Media Self Card terhadap Tingkat Stres dan Kesehatan Mental Remaja Wulan, Nur; Nugraha, Moch. Didik; Nurfallah, Neng Sri; Afriliani, Dena
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/phm5h793

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja penting dijaga karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Kondisi psikologis yang sehat mendukung perkembangan akademik dan sosial. Survey di Indoensia mengatakan satu dari tiga remaja mengalami gangguan kesehatan mental ringan hingga sedang. Self affirmation, yang terbukti meningkatkan kesejahteraan mental dan menurunkan stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Self Card Affirmation (SCA) terhadap stres dan kesehatan mental remaja.Metode: Penelitian ini menggunakan research and development (R&D) dan one group pre-test post-test. Sampel sebanyak 171 siswa SMA kelas XII diambil melalui total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Perceived Stress Scale (PSS) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Pre-test menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori stres ringan (69%), sementara 31% lainnya mengalami stres sedang hingga sangat berat. Skor Total Difficulties SDQ rata-rata 19,90 ± 4,13 dengan lebih dari separuh responden berada pada kategori abnormal, terutama hiperaktivitas dan masalah relasi sebaya. Setelah intervensi, proporsi stres ringan meningkat menjadi 83,6%, sedangkan stres berat dan sangat berat menurun signifikan (p < 0,05). Skor Total Difficulties juga turun menjadi 9,84 ± 6,46 (p < 0,001), dengan perbaikan pada seluruh subskala dan peningkatan perilaku prososial.Kesimpulan: Intervensi SCA efektif menurunkan tingkat stres dan memperbaiki kesehatan mental remaja secara menyeluruh.
Efektivitas Komik Edukatif dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja tentang Pola Makan Sehat untuk Pencegahan Diabetes Mellitus Nugraha, Moch. Didik; Suhada, Ronny; Wulan, Nur; Auliyani, Rima; Nurpadillah, Dilla
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/00vng983

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus menjadi ancaman kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di kalangan remaja. Pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan rendah serat, menjadi faktor utama penyebabnya. Minimnya edukasi kesehatan membuat remaja kurang menyadari pentingnya pola makan sehat, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang efektif dan menarik. Salah satu metode inovatif yang dapat digunakan adalah komik edukatif, yang menggabungkan visual dan narasi interaktif untuk meningkatkan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komik edukatif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pola makan sehat sebagai upaya pencegahan diabetes Metode: pendekatan Research and Development (R&D) serta desain One Group Pre-Test dan Post-Test, penelitian dilakukan di SMPN 1 Cidahu, Kabupaten Kuningan, dengan sampel sebanyak 91 siswa. Komik dikembangkan menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari analisis kebutuhan, desain konten, pengembangan ilustrasi, implementasi, serta evaluasi efektivitas nya. Hasil: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ornare aenean euismod elementum nisi quis eleifend quam adipiscing. Sem nulla pharetra diam sit. Quis varius quam quisque id diam. Eget velit aliquet sagittis id consectetur purus ut faucibus pulvinar. Kesimpulan: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ornare aenean euismod elementum nisi quis eleifend quam adipiscing
Pemberdayaan badan usaha milik desa melalui produksi biskuit daun kelor Nugraha, Moch. Didik; Wulan, Nur; Ropii, Ahmad; Auliyani, Rima; Nurpadilah, Dila
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/zc1jbs52

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting 21,6% dan anemia pada remaja putri 32% (SSGI, 2022). Daun kelor (Moringa oleifera) kaya protein, zat besi, dan vitamin A berpotensi menjadi solusi pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Kertawinangun melalui BUMDes “Karya Muda” dalam produksi biskuit daun kelor sebagai inovasi pangan bergizi dan bernilai ekonomi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Community-Based Resource Development (CBRD) dengan pelatihan teknis, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil: Penelitian ini menunjukkan mitra mampu memproduksi 100–150 kemasan biskuit per siklus, dengan 86,7% konsumen menyatakan suka terhadap produk. Keterampilan teknis, manajemen usaha, dan pengetahuan gizi meningkat signifikan.Kesimpulan: Program ini efektif mengintegrasikan inovasi pangan lokal, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial, sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 2, 3, dan 8.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di SMA Negeri 5 Medan Dharmawati, Dharmawati; Wulan, Nur; Handoko, Divi; Sarudin, Sarudin; Suriati, Suriati; Khairani, Sumi; Fitriana, Liza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v4i2.300

Abstract

The digital era has made artificial intelligence (AI) technology an increasingly important tool in various fields, including education. For high school (SMA) teachers, AI offers great opportunities to improve teaching effectiveness, reduce administrative workload, and create more personal and innovative learning experiences. This Community Service Activity (PKM) is motivated by the lack of teacher competence in creating AI-based learning media. This problem is caused by teachers only having basic skills in using AI, and the majority of teachers experiencing this difficulty are senior teachers born in the 1960s. The objective of this activity is to improve teachers' competence in using AI technology to create teaching materials to support the learning process. The activity is carried out with a combination of lecture and practice methods. The contribution of this activity lies in empowering teachers to independently produce digital teaching media. The evaluation results show that 95% of participants successfully created at least one digital teaching media, 75% of teachers were able to create two or more different designs. These evaluation results indicate that this community service activity is effective in improving the competence of teachers at SMA Negeri 5 Medan.
Hubungan antara dukungan keluarga dan self efficacy dengan quarter life crisis Suryaaji, Abila; Aini, Khusnul; Wulan, Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nxxgp347

Abstract

Latar Belakang: Bentuk krisis emosional pada individu yang berusia 18-25 tahun adalah perasaan tak berdaya, terisolasi, ragu akan kemampuan diri sendiri dan takut akan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan self efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa di Universitas Bhakti Husada Indonesia tahun 2025.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik korelasional. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan tingkat 2 dan 3 di Universitas Bhakti Husada Indonesia dengan Populasi  sebanyak 274. Sampel penelitian menggunakan metode purposive random sampling sebanyak 157 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji rank spearman.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 157 orang sebagian besar 80  (51%) memiliki dukungan keluarga cukup. dari 157 orang sebagian besar 100 (63,7%) memiliki self efficacy sedang dan sebagian besar 82 (52,2%) memiliki quarter life crisis sedang. Berdasarkan hasil uji rank spearman menunjukkan P value sebesar 0,000 (<0,05).Simpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan self efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa Universitas Bhakti Husada Indonesia tahun 2025. Mahasiswa diharapkan mampu mengenali diri serta memanfaatkan dukungan keluarga, teman, dan sumber terpercaya untuk mengatasi kekhawatiran.
Hubungan antara pola asuh orang tua dengan loneliness dan tingkat stress pada siswa menengah pertama Nurfallah, Neng Sri; Badriah, Dewi Laelatul; Wulan, Nur
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/eg1c4m82

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami stres. Hasil skrining Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, ditemukan 41 remaja berada dalam kategori abnormal dan borderline. Pola asuh orang tua berpengaruh terhadap kondisi emosional dan psikologis anak, termasuk stres dan perasaan kesepian (loneliness). Wawancara terhadap 20 siswa SMP menunjukkan adanya stres dengan berbagai tingkat keparahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan loneliness dan tingkat stres pada siswa menengah pertama.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 82 siswa kelas IX dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner PAQ, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Kessler K10.Hasil: Hasil menunjukkan pola asuh demokratis (69,5%), loneliness rendah (53,7%), dan stres ringan (36,6%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh dan loneliness (p = 0,022), serta pola asuh dan tingkat stres (p = 0,049).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan loneliness dan tingkat stres. Disarankan siswa dengan stres tinggi mengikuti kegiatan sosial untuk meningkatkan koneksi sosial dan kesehatan mental.
Pertanggungjawaban Pidana Oknum Polri atas Penyalahgunaan Narkotika Menurut UU No. 35 Tahun 2009 Radjak, Karmila Damariani; Alan Ali, Gito; Wulan, Nur
Law & Social Justice Journal Vol. 3 No. III (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bantuan Hukum & Studi Publik Perlindungan Perempuan dan Anak (LBHSP3A) Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61121/hvqpgs49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penegakan hukum pidana terhadap anggota Polri yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika serta menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidananya berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penegakan hukum terhadap anggota Polri yang terlibat tindak pidana narkotika pada dasarnya sama dengan masyarakat umum, yakni diselesaikan melalui mekanisme peradilan umum. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menegaskan bahwa anggota Polri tunduk pada peradilan umum. Selain itu, terhadap anggota Polri yang terbukti melakukan tindak pidana narkotika juga diberlakukan penegakan hukum internal melalui sidang kode etik profesi kepolisian sebagai bentuk akuntabilitas institusional. Bentuk pertanggungjawaban pidana bagi oknum anggota Polri yang melakukan penyalahgunaan narkotika ditentukan berdasarkan jenis perbuatan dan tingkat keterlibatan mereka dalam tindak pidana tersebut, sesuai dengan ketentuan pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Dengan demikian, penegakan hukum terhadap anggota Polri yang menyalahgunakan narkotika harus dilaksanakan secara tegas dan konsisten, tanpa adanya perbedaan perlakuan di depan hukum, sebagai wujud prinsip equality before the law serta untuk menjaga marwah dan integritas institusi kepolisian.
Penerapan Metode PSI (Preference Selection Index) dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Ekstrakurikuler Tanjung, Tasya Arifin; Kusuma, Arya Novri; Pratiwi, Novita Dewi; Sari, Arnida; Sarudin; Wulan, Nur
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 3 (2026): Februari 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i3.808

Abstract

Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai bagi siswa merupakan proses penting karena dapat mendukung pengembangan minat, bakat, serta prestasi siswa. Namun, proses pemilihan sering kali dilakukan secara subjektif dan belum mempertimbangkan seluruh kriteria secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Preference Selection Index (PSI) dalam membantu menentukan rekomendasi ekstrakurikuler yang paling sesuai. Metode PSI dipilih karena mampu menghasilkan bobot kriteria secara objektif tanpa memerlukan penentuan bobot awal secara subjektif. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi minat, bakat, prestasi, dan izin orang tua, sedangkan alternatif yang dinilai terdiri dari beberapa jenis ekstrakurikuler, yaitu Dokter Remaja, Paskibra, Pramuka, Berenang, dan Badminton. Data dianalisis melalui tahapan penyusunan matriks keputusan, normalisasi data, perhitungan nilai preferensi, penentuan bobot kriteria, hingga perhitungan nilai PSI dan pemeringkatan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler Berenang memperoleh nilai PSI tertinggi dan direkomendasikan sebagai pilihan terbaik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode PSI mampu memberikan hasil pemeringkatan yang objektif dan dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam pemilihan ekstrakurikuler.
Co-Authors Abdal Rohim Aditiya Puspanegara Adji, Alberta Natasia Afriliani, Dena Aini, Khusnul Alan Ali, Gito Amaliy, Soufa Ari Usman, Ari Arief Budiman Arnida Sari Ashari, Indra Auliyani, Rima Badriah, Dewi Laelatul Badriah, Dewi Lailatul Christinawati, Christinawati Dahri, Fachru David David Derri Ris Riana, Derri Ris Dharmawati Dharmawati, Dharmawati Dharmawati4, Dharmawati Diah Ariani Arimbi Dinah Husniah Ekawan, Triki Endang Rahmawati, Endang Fadhillah, Ilham Rizki Fahmi Ramadhan, Fahmi Fitri Annisah lubis, Yessi Fitriana, Liza Haida Dafitri, Haida Hanafi, Andi Marwan El Handoko, Divi Harahap, Ferdy Ramadhan Harahap, Herlina Harahap, Renaldy Hartiningtyas, Widjati Hutapea, Yan Daniel Ida Nurul Chasanah ILHAM FAUZI Khasyar, Meita Lesmiaty Kukuh Yudha Karnanta Kusuma, Arya Novri Lestari, Yuyun Dwi Lina Puryanti Liza, Risko Lukman Hakim Mauludi, Anugrah Bulan Mawaddah, Anggi Ulfah Mawati, Inka Puspa Merduaty, Rona Cahyantari Moch. Didik Nugraha Muhammad Rasyad Al Fajar Muhammad Syarif Abdillah, Muhammad Syarif Mulyati, Shilvany Aulya Natasa, Sara Nurfallah, Neng Sri Nurpadilah, Dila Nurpadillah, Dilla Pratama, Ilham Pratiwi, Cysakaren Diva Pratiwi, Novita Dewi Priyowidodo, Stephanus Putri, Clarita Rena Radjak, Karmila Damariani Rahmadyani, Cahya Galuh Rizal Octofianto Datau Ropii, Ahmad Rusmianingsih, Nining Sahmiar Pulungan, Sahmiar Sari, Ani Herna Sari, Ika Sarudin Sarudin, Sarudin Setijowati, Adi Siregar, Yunita Sari Sitepu, Feza Rahman Sitorus, Dicky Andreas Sri Hariyati, Rr Tutik Sugihartati, Rahma Suhada, Ronny Sumi Khairani, Sumi Suriati, Suriati Suryaaji, Abila Sutandi, Andi Syahputri, Nenna Irsa Syiam Pratama, Ardianto Tanjung, Tasya Arifin Ummul Khair Wahyu Pratama Wandira, Diah Putri Ayu Yessi Fitri Annisah Lubis Yulianti, Ajijah Yunita Yunita Zannah, Gita Sabilah Anur