Claim Missing Document
Check
Articles

Pathological Findings in Chest Radiographs of Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Siti Nurhayati Utami; Hanna Marsinta Uli; Indri Seta Septadina
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 1 (2021): Vol 4, No 1, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v4i1.96

Abstract

Chronic kidney disease is a condition in which there is destruction of the kidneys along with structural or functional abnormalities, with or without decreased glomerular filtration rate for more than 3 months. The common treatment for this condition is hemodialysis, however, it may cause complications, specifically cardiovascular and non-cardiovascular system dysfunctions that can be observed through thorax imaging. This study aims to observe pathologic thorax imaging findings on chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. This study is a descriptive study using a cross-sectional design. The data is gathered from medical records from the Medical Records & Radiology Department of RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang that have passed the inclusion and exclusion criteria. The data is processed using the SPSS application version 25. The results of this study indicate that, based on risk factors, patients are generally in the 55-64 age range (41%), female (60%), and with a normal BMI/normal weight (52%). Based on the patients’ comorbid diseases, patients mostly have hypertension (59%), followed by diabetes mellitus (46%). Analysis of the chest radiographs indicate that (70%) of patients have cardiomegaly; (22%) of patients have grade 1, (15%) have grade 2, (7%) have grade 3 aortic arch calcification; (49%) have pulmonary edema; (31%) have unilateral pleural effusion, and (14%) have bilateral pleural effusion. The majority of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang are in the 55-64 age range, female, and with normal BMI. The most common comorbid conditions are hypertension and diabetes mellitus. Analysis of the chest radiographs indicate that the majority of patients have cardiomegaly; grade 1, 2, and 3 aortic arch calcification; pulmonary edema; unilateral and bilateral pleural effusion.
Karakteristik Histopatologi Melanoma Maligna di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang Tahun 2009-2013 Nisrina Ariesta Syaputri; Zulkarnain Musa; Indri Seta Septadina
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melanoma maligna merupakan tumor ganas yang berasal dari melanosit dengan gambaran berupa lesi kehitamhitaman pada kulit. Melanoma maligna merupakan satu dari tiga jenis kanker kulit yang mempunyai insiden terendah namun angka kematian yang disebabkannya cenderung lebih besar yaitu 75% akibat kanker kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik histopatologi melanoma maligna pada sediaan di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Dari 29.175 rekam medik pasien di Bagian Patologi Anatomi RSMH selama 2009-2013, diperoleh 30 kasus melanoma maligna yang memenuhi kriteria inklusi. Angka kejadian melanoma maligna di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013 adalah 0.103%. Melanoma maligna lebih banyak ditemukan pada perempuan (70%) daripada laki-laki (30%), dan paling sering terjadi pada kelompok usia 45-53 tahun dengan persentase 30%. Karakteristik histopatologi yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah subtipe nodular melanoma (100%). Angka kejadian melanoma maligna di Bagian Patologi Anatomi RSMH tahun 2009-2013 adalah 0,103%, dengan angka kejadian tertinggi pada tahun 2012 yaitu 0.28%. Nodular melanoma merupakan subtipe yang paling banyak ditemukan.
Prevalensi Penderita Leprosy Berdasarkan Pemeriksaan Histopatologi di Bagian Patologi Anatomi RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang Bellinda Dwi P; Ika Kartika; Indri Seta Septadina
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leprosy (kusta atau Morbus Hansen) merupakan suatu infeksi granulomatosa kronis oleh M. leprae yang menyerang saraf tepi, kulit, mukosa mulut, dan saluran nafas bagian atas. Penyakit ini menular dan menyebar di seluruh dunia terutama negara berkembang seperti Indonesia. Walaupun tidak menimbulkan kematian, leprosy dapat menimbulkan ulserasi, mutilasi, dan deformitas. Pemeriksaan histopatologi perlu dilakukan untuk menunjang diagnosis secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penderita leprosy yang diperiksa secara histopatologi di RSMH Palembang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Dari 29.175 kasus diperoleh 35 kasus yang terdiagnosis leprosy dan memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi penderita leprosy di Bagian Patologi Anatomi RSMH Palembang tahun 2009-2013 adalah 1,19/1000 sampel dan mayoritas pasien berusia 32-41 tahun (34,3%). Mayoritas (80%) penderita leprosy adalah laki-laki. Pada pemeriksaan histopatologi leprosy dijumpai tipe I (2,9%), TT (20%), BT (20%), BB (8,6%), BL (31,4%), dan LL (17,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi leprosy di Bagian Patologi Anatomi RSMH tahun 2009-2013. Prevalensi, demografi, dan karakteristik histopatologi leprosy pada penelitian ini mungkin dapat menyediakan gambaran secara umum mengenai kondisi kasus leprosy yang diperiksa secara histopatologi di Sumatera Selatan khususnya Palembang.
NYERI PINGGANG DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHINYA Indri Seta Septadina; Legiran
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Keluhan nyeri punggung bawah atau pinggang (low back pain-LBP) masih tetap menjadi keluhanyang banyak dijumpai pada setiap orang. Keluhan ini juga banyak dijumpai di kalangan pekerja dari berbagaijenis pekerjaan. Akibat rasa nyerinya, pekerja terpaksa beristirahat dan mencari penyembuhan sehinggabanyak kehilangan waktu kerja, menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan, dan menurunkanproduktivitas. Pada pekerja, ada beberapa faktor risiko utama yang diduga berperan dalam terjadinya LBPyaitu stres fisik, stres psikososial, karakter pribadi, dan karakter fisik. Tujuan penelitian ini adalah untukmengkaji nyeri pinggang, faktor-faktor risiko dan hubungan antara nyeri pinggang dengan faktor-faktor risikotersebut.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah case control study. Populasi adalah pria atau wanita usiaproduktif. Sampel pada kelompok kasus ditentukan ahli penyakit dalam.Hasil: Pada penelitian ini telah dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh,pemeriksaan radiologi rontgen foto lumbal antero-posterior dan lateral serta ditanyakan juga riwayat merokok,posisi kerja, dan beban pekerjaan. Tiap variabel dihubungkan dengan kejadian LBP dengan menggunakan ujihipotesis Chi-Square Test. Merokok dan IMT memiliki hubungan bermakna dengan terjadinya LBP (p<0,05),sedangkan posisi dan beban kerja tidak memiliki hubungan bermakna (p>0,05).Simpulan: Tingkat risiko terbesar untuk terjadinya LBP diantara keempat variabel yang diteliti adalahmerokok dengan nilai OR 2,813. Pada penelitian penentuan posisi kerja dan beban pekerjaan ditentukan atasdasar wawancara antara petugas dan responden sehingga masih menimbulkan bias.
GAMBARAN RADIOLOGIS CALCANEUS PADA PENGAYUH BECAK Tri Suciati; Indri Seta Septadina
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penggunaan otot rangka yang berlebihan pada pengayuh becak dapat menyebabkan gangguan pada tendon Achilles yang menerima tekanan yang cukup besar dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat menyebabkan perubahan pada kartilago pada tualng calcaneus di kaki. Metode : Penelitian yang dilakukan merupakan observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) pada pengayuh becak di Kotamadya Palembang. Subjek penelitian adalah tiga puluh orang pengayuh becak yang telah menjalani profesinya lebih dari lima tahun. Pemeriksaan radiologis dilakukan di BBLK Palembang. Hasil : Pengayuh becak dengan gambaran calcaneus spur sebanyak 19 orang (63,3%). Pengayuh becak yang mengalami calcaneus spur yang mengalami nyeri kaki sebanyak 11 orang (73,3%) dari 15 responden sedangkan responden yang tidak mengalami nyeri kaki sebanyak 8 orang (53,3%) dari 15 responden. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan p value = 0,449. Simpulan : Sebagian besar pengayuh becak memiliki gambaran calcaneus spur. Namun tidak ada hubungan antara nyeri kaki dengan calcaneus spur.
Manfaat gerakan salat untuk meningkatkan fleksibilitas punggung bawah pada pengrajin kain blongsong di Kota Palembang Indri Seta Septadina; Rulan Adnindya; Wardiansyah Wardiansyah; Tri Suciati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V1I1.12

Abstract

Prayer is a worship performed by Muslims at least five times a day and night. Prayer is a set of physical movements while reciting verses of the Koran that are adapted to each position and movement in prayer. Prayer movements stretch a number of muscles and nerves, which provide constant physical therapy to all joints in the body so as to prevent arthritis and back pain. In this activity an assessment of lower back flexibility was carried out on the craftsman of the cloth in the village of Tuan Kentang in the District of Seberang Ulu 1 in the city of Palembang and education on the benefits of the prayer movement as an effort to care for lower back flexibility. Lower back flexibility in the group of men is very good (36.4%), good (36.4%), and sufficient (27.2%). While in the group of women, the value of flexibility is also very good (47.4%), good (15.8%), and sufficient (36.8%). None of the participants had impaired lower back flexibility.
EFFECTIVITY OF CINNAMON (Cinnamomum burmanii) TO DECREASE UREA LEVELS Evi Lusiana; Nia Savitri Tamzil; Desi Oktariana; Indri Seta Septadina
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 3 No. 2 (2022): International Journal of Islamic and Complementary Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55116/IJICM.V3I2.44

Abstract

Urea or Blood Urea Nitrogen (BUN) is a non-protein blood nitrogen molecule that results from the catabolism of protein and amino acids through the urea cycle and is eliminated by the kidneys as urine, perspiration, and degraded by intestinal bacteria. BUN levels can indicate renal disease. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) is an Indonesian herb that functions as an anti-inflammatory and antioxidant, reducing urea levels and contributing to improved kidney function. The search was conducted using Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. "cinnamomum burmannii", "cinnamon", "cinnamon extract", "blood urea nitrogen", "serum urea", "urea", "ureum", and "kidney" were used as keywords. Cinnamon, which contains cinnamaldehyde, coumarins, tannins, flavonoids, polyphenols, glycosides, terpenoids, and anthraquinone compounds, might protect the kidneys by reducing urea levels through the decrease of oxidative stress
PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP KEJADIAN FORWARD HEAD POSTURE DAN HAND PAIN PADA MAHASISWA FK UNSRI Tri Suciati; Indri Seta Septadina; Msy Rulan Adnindya; Wardiansah wardiansah; Devitania Azzahra; Muthia Sinaga
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I3.18865

Abstract

Penggunaan smartphone semakin meningkat terutama di masa pandemik COVID19 terutama proses pendidikan dilakukan secara daring atau online. Postur tidak ergonomis saat penggunaan smartphone yang terus menerus mempengaruhi tposisi kepala dan tangan sehingga menimbulkan keluhan musculoskeletal yang disebut forward head posture (FHP) dan keluhan handpain. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian FHP dan handpain  akibat penggunaan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data primer yang didapat dari kuesioner melalui google form dan foto untuk mengetahui FHP. Penggunaan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai handpain. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sampel dalam penelitian adalah 43 mahasiswa dengan simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas responden berusia 21 tahun. Mahasiswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, terdapat responden yang mengalami adiksi rendah 4 orang (9,3%), adiksi sedang sebanyak 33 orang (76,7%), dan adiksi tinggi 6 orang (14%). Pada angka kejadian FHP sebanyak 36 subjek terdapat FHP, sedangkan pada sebanyak 7 subjek tidak terdapat FHP. Pada keadaan handpain didapatkan didapatkan 11 (25,6%) responden tidak merasakan nyeri, dan sebanyak 32 (74,4%)  responden mengalami nyeri. Analisis penggunaan smartphone dengan handpain diperoleh p-value 0,464. Hal ini menunjukkan tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara adiksi penggunaan smartphone dengan hand pain. Analisis hubungan penggunaan smartphone dengan FHP didapatkan nilai p-value=0,003, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan penggunaan smartphone dan FHP.
KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND PERCEPTION OF ANTICIPATING 2022 GLOBAL HUMAN MONKEYPOX INFECTION AMONG INTERNAL MEDICINE RESIDENTS AT PALEMBANG INDONESIA: AN ONLINE SURVEY Nelda Aprilia Salim; Indri Seta Septadina; Mega Permata; harun hudari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I3.18799

Abstract

Rapid increasing cases of Monkeypox infections in countries around the world, forcing medical professionals to be prepared to prevent it becoming the next global pandemic. We conducted the study to determine knowledge, attitude, and perception of doctors regarding preparedness for 2022 human monkeypox infection. This cross-sectional design research was conducted on 2-5 of August 2022, by circulating an online survey link to all internal medicine residents at the medical faculty of Universitas Sriwijaya, Dr. Mohammad Hoesin hospital Palembang Indonesia. The survey contained questions about the respondent's characteristics, knowledge, attitudes and perceptions about Monkeypox infection. A total of 75 residents agreed and completed the survey and were analyzed, with a mean age of 31 years, and 49 men (65.3%). Respondents’ knowledge of monkeypox is not very good. Almost all respondents knew that monkeypox was transmitted by direct contact, but only 53.4% knew that monkeypox was not transmitted airborne, 34.7% not sexually, and only 18.7% answered correctly that there was no specific therapy. The percentage who answered in doubt ranged from 20-30%. Respondents' attitudes and perceptions were quite good. Almost all equipped themselves with personal protective equipment and try to find information about monkeypox by attending seminars, downloading guidelines and reading online articles. A total of 58 people (77.3%) were willing to be vaccinated against monkeypox. Residents must increase the correct knowledge about this disease in order to be able to manage appropriately if they encounter cases of monkeypox infection.
Body Mass Index and Working Period Associated with Low Back Pain in Pedicab Drivers Amardeep Kaur Kaur Singh; Indri Seta Septadina; Eka Febri Zulissetiana
Health Science Journal of Indonesia Vol 13 No 1 (2022): (In Press)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v13i1.6455

Abstract

Background: Low back pain (LBP), commonly referred to radiating low back pain or sciatica, is the discomfort between the ribcage and the gluteal folds. A risk factor for LBP is being overweight because weak abdominal muscles lead the center of gravity to shift forward, increasing lumbar lordosis and promoting exhaustion in the paravertebral muscles. A working period is an accumulation of one's work activities over a long period. If the activity is carried out continuously over the years can cause health problems. Methods: This study was an observational analytic study using a cross-sectional study—a research population of pedicab drivers in Kemuning District, Palembang City. Classification data include age, gender, and body mass index Results: Fifty-seven pedicab drivers met the requirements for participation. Bivariate analysis using the Chi-Square Test yielded a p-value of 0.038, indicating a significant association between BMI and low back pain, and a p-value of 0.025, indicating a significant association between length of employment and lower back pain. Conclusion: BMI and working period had a significant relationship with lower back pain. Keywords: low back pain, working period, body mass index Abstrak Latar Belakang :Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah nyeri di daerah punggung di antara tulang rusuk dan lipatan gluteal, termasuk juga nyeri ekstremitas yang menjalar karena gangguan punggung. Berat badan yang berlebih menyebabkan tonus otot abdomen lemah, sehingga pusat gravitasi seseorang akan terdorong ke depan dan menyebabkan lordosis lumbalis akan bertambah yang kemudian menimbulkan kelelahan pada otot paravertebra, hal ini merupakan risiko terjadinya LBP. Lama kerja merupakan akumulasi aktivitas kerja seseorang yang dilakukan dalam jangka waktu panjang yang apabila aktivitas tersebut dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu bertahun-tahun dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional study). Populasi penelitian pengayuh becak di Kec.Kemuning, Kota Palembang. Data klasifikasi meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh. Ditemukan 57 pengayuh becak yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Hasil analisis bivariat yang diperolehi dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p sebesar 0.038, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan nyeri punggung bawah dan nilai p sebesar 0.025 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan nyeri punggung bawah. Kesimpulan : IMT dan lama kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan nyeri punggung bawah. Kata kunci: nyeri punggung bawah, usia, IMT
Co-Authors Abdusallam Adawiyah, Al Ahda Adelia Fara Adelien, Adelien Adipputra, Ricky Fajar Aditiawati Aditiawati Aditiawati Adnindya, Rulan Agita Diora Fitri Agita Diora Fitri Alvin Masaiz Amanda Moeza Fadillah Amardeep Kaur Kaur Singh Ananingsih, Esti Sri Annisa Hasyrahim Redha Annisa Hasyrahim Redha Ardesy Melizah Kurniati Ariesta, Nisrina Arya Prasetya Arya Prasetya Beumaputra Ashita Hulwah A Astri Rizky Andini Astri Rizky Andini Atriani, Delvy Bellinda Dwi P Bellinda Dwi P Bintang Arroyantri Prananjaya Citta Aliyah, Sania Dalilah Dalilah Davin Caturputra Setiamanah Desi Oktariana Desi Oktariana Devitania Azzahra Devitania Azzahra Devy Puspita Sari Dwi Budi Santoso Eddy Roflin Eka Febri Zulissetiana Eka Febri Zulissetiana Eka Febri Zulissetiana Elisha Rosalyn Elpita Miftahul Jannah Elsya Mulyani Esty Risa Mubarani Esty Risa Mubarani Evi Lusiana Fachmi Idris Fariza Hasyati Fatimah, Nyimas Febrina Art Feby Hariani Ferdian Fifi Veronica Fifi Veronica Frashad Fanseca Alvarez Fuji Rahmawati Gita Dwi Prasasty Gita Dwi Prasasty Ha Sakinah Se Hanna Marsinta Uli Hanna Marsinta Uli Harapan, Jesslyn harun hudari Harun Hudari Hasanul Arifin Hasbi, Alfian HENDRA SUTYSNA Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Idriansari, Antarini Ika Kartika Ika Kartika Ilyah Abdullah, Nour Indah Octantia Indah Octavia Iredho Fani Reza Irfanuddin Irfanuddin Irsan Irsan Jayawarsa, A.A. Ketut Jesslyn Harapan Kaima Ishmata Rianti Krisna Murti Krisna Murti Legiran Legiran Legiran Liberty, Iche Lidya Puji Astuti M. Gozali M. Ramadhandie Odiesta Magfiroh Malahayati, Putri Mariana Mariana Mariana Marsinta Uli, Hanna Mega Permata Mega Permata Miftah Tazkiah Miftah Tazkiah Msy Syarenta Adenina Mubarani, Esty Risa Muhammad Arma Muhammad Farhan Muhammad Farhan Muhammad Ma&#039;ruf Agung Muhammad Ramadhan Odiesta Muhammad Reagan Muthia Sinaga Mutia Sinaga Mutiara Budi Azhar Mutiara Budi Azhar Mutiara Budi Azhar, Mutiara Budi Muzhaffar Zaid Rahman Nadya Anggun Pertiwi Nadya Aviodita Nasywa Syahira Oktaviani Nelda Aprilia Salim Nelda Aprilia Salim Neliza Utari Nia Savitri Tamzil Nisrina Ariesta Syaputri Nisrina Ariesta Syaputri Nita Parisa Novira Parawansa Novita, Emma Nur Alfiah Nurrahman, Muhammad Irfian Nurul Ilmi Rahmatullah Odiesta, Muhammad Ramadhan Oktariana, Desi Pariyana pariyana, Pariyana Petty Purwanita Pinta Gracia, Regina Priba, Bellinda Dwi Puji Rizky Suryani Putra, Muhammad Rafi PUTRI WULANDARI Putri, Dwi Octaverina Rahmatullah, Nurul Ilmi Rahmatullah, Nurul Ilmi Ramzi Amin, Ramzi Regista Ramadhania Rianzie, Raissa Richard D Naibaho Rini Nindela Rini Nindela Rizal Sanif Salsabila Salsabila Nur Kamilah Silaban, Krisdayanti Sima Asmara Dewa Marya Mahardika Putri Sima Asmara Dewa Marya Mahardika Putri Siti Nurhayati Utami Syifa Inanta Mulia Nasution Tan Malaka Taqi, Muhammad Bariq Tilka Rahmatia Quddusi Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati Tri Suciati, Wardiansah Utama, Meria Utami, Siti Nurhayati Wardiansah Wardiansah Wardiansah Wardiansah Wardiansah Wardiansah wardiansah Wardiansah Wardiansah Wardiansah, Wardiansah Wardiansah, Wardiansah Wardiansyah Wardiansyah Wardiansyah Wardiansyah Wardiansyah Wardiansyah Yudhie Tanta Yudhie Tanta Zulkarnain Musa Zulkarnain Musa Zulkarnain Musa, Zulkarnain