Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Budaya Keselamatan Pasien terhadap Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Syarifah, Anita; Rusip, Gusbakti; Nababan, Tiarnida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19126

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a condition of increased blood glucose concentration which causes several complications needs to be considered for patient safety by implementing a patient safety culture, patient safety culture can be influenced by several factors, namely knowledge, attitudes and educational qualifications of nurses. The purpose of this study was to determine the factors that influence patient safety culture towards the care of patients with diabetes mellitus at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. The research method used was quantitative research with cross sectional design. This study was conducted on December 10-16, 2024. The population in this study were executive nurses in Surgical and Medical inpatient installations totaling 168 nurses. Sample selection using probability sampling technique with proportional random sampling approach with a total sample of 63 respondents. Data collection using a questionnaire. Data analysis using the SPSS application with the Non-Parametric test, namely the Chi-Square test. The results showed that there is a relationship between knowledge, attitude and educational qualifications with patient safety culture towards diabetes mellitus patient care with each p-value of 0.000 < 0.05, 0.001 < 0.05, and 0.000 < 0.05. The conclusion of the study is that there is a relationship between knowledge, attitudes and educational qualifications with patient safety culture towards diabetes mellitus patient care at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. Suggestions for future researchers need to develop other variables related to different methods and designs and can contribute to the development of nursing research, Keywords: Attitude, Diabetes Mellitus, Educational Qualification, Knowledge, Nurses, Patient Safety Culture.  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kondisi meningkatnya konsentrasi glukosa darah yang menimbulkan beberapa komplikasi perlu diperhatikan keselamatan pasiennya dengan menerapkan budaya keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-16 Desember 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di IRNA Surgikal dan Medikal sebanyak 168 perawat. Pemilihan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan propotional random sampling dengan jumlah sampel 63 reponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Non-Parametrik yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan dengan budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus dengan masing-masing nilai p-value 0,000 < 0,05, 0,001< 0,05, dan 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan dengan budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Saran untuk peneliti selanjutnya  perlu dikembangkan variabel-variabel lain yang berkaitan  dengan metode dan desain yang berbeda dan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan riset keperawatan. Kata Kunci: Budaya Keselamatan Pasien, Diabetes Mellitus, Kualifikasi Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Perawat.
Perilaku yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Mellitus Riamah, Riamah; Rusip, Gusbakti; Nababan, Tiarnida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19125

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is an endocrine disorder in which the disease is the result of the destruction of pancreatic cells to insulin deficiency. Pekanbaru City Health Office Data Cases of diabetes patient visits DM Data Obtained On 2014 as much as 11.40%, while in 2015 increased to 13.80%, and the last 4 months of data from January to April 2016 data obtained DM patients visit the old and new was 7.96%. The aim of research to determine the behavior associated (Knowledge, Attitude, Diet, Physical Activity Patterns, smoking, normative beliefs) and the incidence of diabetes mellitus in Primary Health Care Simpang Tiga cityin Pekanbaru On  2016. This type of research studies sectional analytic study (cross sectional analytic study) with cross sectional study design is used to see the relationship between the independent variables with the dependent in the same time. The population of all adults in outpatient Inpatient Health Center Pekanbaru Simpang Tiga visiting from months of September-November 2016. The sample in this study were adults to Primary Healt Care Simpang Tiga totaling 180 people. Data analysis was performed using univariate, bivariate with chi-square test. The results of this study are causal of knowledge related to the incidence of diabetes mellitus, people with knowledge of 18.86 times less risk (95% CI: POR = 7,541- 47.168) had the incidence of diabetes mellitus than those with good knowledge, counfounding variables are variables diet on physical activity patterns. The conclusion of this study is that there is a relationship of knowledge, dietary and physical activity with the occurrence of diabetes mellitus. Recommended for people who are knowledgeable about so often looking for information in order to better understand and learn about diabetes and how to process and choose foods that contain lots of fiber, avoiding high-fat foods and limit your intake of carbohydrates, preferably those who have a pattern of mild physical activity is recommended to keep his diet. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge,Science Diet, Physical Activity Patterns.  ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit ganguan pada endokrin yang merupakan hasil dari proses destruksi  sel pankreas sehingga insulin mengalami kekurangan. Data Dinkes Kota Pekanbaru Angka kasus diabetes didapatkan data kunjungan pasien DM pada tahun 2014 sebanyak 11,40 % sedangkan di tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 13,80%, dan data 4 bulan terakhir dari bulan Januari sampai April 2016 didapatkan data kunjungan pasien DM yang lama dan baru adalah 7,96%.  Tujuan  penelitian untuk mengetahui perilaku ( Pengetahuan, Sikap, Pola Makan, Pola Aktivitas Fisik, Merokok, Keyakinan Normatif) yang yang berhubungan  dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas  Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan penelitian studi penampang analitik  ( analytic cross sectional study) dengan desain penelitian cross sectional . Populasi  seluruh orang dewasa yang berobat jalan di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru yang berkunjung dari bulan September-November 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah orang dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru yang berjumlah 180 orang. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini adalah pengetahuan berhubungan sebab akibat dengan kejadian diabetes melitus, 18,86 kali (CI 95%: POR= 7,541- 47,168), pola aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian diabetes melitus 11,113 kali (CI 95%: POR= 4,308- 28,666), pola makan berhubungan dengan kejadian diabetes melitus 1,638 kali (CI 95%: POR= 0,638- 3,993),  variabel counfounding adalah variabel  pola makan terhadap pola aktivitas fisik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa ada hubungan pengetahuan,  pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus. Direkomendasikan  pada orang yang berpengetahuan kurang supaya sering mencari informasi agar lebih memahami dan mempelajari tentang diabetes melitus dan tentang cara  mengolah dan memilih makanan yang banyak mengandung banyak serat, menghindari makanan tinggi lemak dan membatasi asupan karbohidrat, sebaiknya orang yang memiliki pola aktivitas fisik yang ringan dianjurkan untuk menjaga pola makannya. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Pola Makan, Pola Aktivitas Fisik
Combination of Vitamin D and Vitamin E Against Bacterial Infections Bangun, Primta; Rusip, Gusbakti; Mutia, Maya Sari
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 17, No 2 (2025): JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v0i0.69122

Abstract

Bacterial infections are a significant health problem worldwide, caused by various microorganisms that can infect different parts of the human body. Bacteria are single-celled microorganisms that can be found in various environments, including in the human body, and most of them are harmless. However, some species of bacteria can cause serious infections and inflammation that require proper medical attention. Some examples of bacteria that cause infections include Streptococcus pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, Vibrio cholerae, Mycobacterium tuberculosis, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus. A sufficient vitamin D level in the body can enhance antimicrobial activity against various pathogens, including bacteria, viruses, and fungi. Vitamin E is known to be a powerful antioxidant and has a positive effect on the immune system. It plays a role in protecting immune cells from oxidative damage and enhancing the immune response to infection. The combination of vitamins D and E offers significant potential in the prevention and management of bacterial infections, as both contribute to improved immunological function through different and complementary mechanisms.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHOPODIUM DC) TERHADAP KADAR HIGH SENSITIVITY C REACTIVE PROTEIN (HS-CRP) TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI STZSTZ Caroline S, Cecilia; Suandy, Suandy; Rusip, Gusbakti
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.9113

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit dengan prevalensi mencapai 8,3% dari populasi dunia pada tahun 2014 dan meningkat hingga 387 juta kasus berdasarkan data International Diabetes Federation. Prevalensi diabetes melitus, sekitar 4.8% dan lebih dari 58.8% kasus diabetes melitus tidak terdiagnosis, pada masyarakat di Indonesia penyandang diabetes melitus di tahun 2030. Prevalensi diabetes melitus menjadi persoalan kesehatan yang serius, karena mengalami peningkatan jumlah penderita di setiap tahunnya.  Biaya pengobatan yang tinggi mendorong pencarian alternatif, seperti andaliman yang dianggap memiliki aktivitas antidiabetes dan antioksidan. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh efektivitas ekstrak andaliman dalam menurunkan kadar gula darah, mengatasi resistensi insulin yang diukur melalui Hs-CRP, dan melindungi sel β pankreas dari kerusakan pada tikus putih yang diinduksi Streptozotocin (STZ). Penelitian ini menggunakan posttest only controlled group design, dengan Kelompok 1 normal (tanpa diberikan perlakuan), Kelompok 2 kontrol negatif (STZ 65mg/kgBB), Kelompok 3 kontrol positif (STZ 65mg/kgBB + Metformin), Kelompok 4 Perlakuan 1 (STZ 65mg/kgBB + Nanopartikel 25mg/kgBB), Kelompok 5 Perlakuan 2 (STZ 65mg/kgBB + Nanopartikel 50mg/kgBB ), Kelompok 6 Perlakuan 3 (STZ 65mg/kgBB + Nanopartikel 75mg/kgBB). Hasil penelitian berdasarkan analisa ANNOVA dengan dosis andaliman 75mg/kgBB pada kelompok 6 didapati perbedaan bermakna signifikan secara statistik p=0,005 (p0,05)
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BALAKACIDA (CHROMOLAENA ODORATA L) TERHADAP HASIL ISOLASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PASIEN ULKUS DIABETIK Doli, Doni; Meutia, Rena; Rusip, Gusbakti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31405

Abstract

Diabetes melitus ialah suatu penyakit yang bisa mengakibatkan munculnya sebuah komplikasi. Satu diantara komplikasi yang bisa timbul dari penyakit ini adalah timbulnya luka diabetes. kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan infeksi dimana penyebaran bakteri meningkat seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan peradangan luka yang terus-menerus. Staphylococcus aureus ialah satu diantara bakteri yang tumbuh dan berkembang pada luka penderita diabetes, tanaman Balakacida (Chromolaena odorata L) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri dengan memanfaatkan daunnya. Berbagai senyawa kimia yang dimiliki daun Balakacida (Chromolaena odorata L) yakni flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan terpenoid. Mengetahui seberapa efektif daun Balakacida (Chromolaena odorata L) melawan bakteri Staphylococcus aureus yang diisolasi dari luka diabetes adalah tujuan penelitian ini. Pada penelitian eksperimental ini bakteri diisolasi dan diuji aktivitas antibakterinya di konsentrasi 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40%. Tetrasiklin 500 mg dipergunakan untuk kontrol positif, sementara aquadest dipergunakan untuk kontrol negatif. Pada konsentrasi 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40%, temuan penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak daun Balakacida (Chromolaena odorata L) terhadap Staphylococcus aureus yang diisolasi dari luka diabetes. dengan diameter rata rata pada masing masing konsentrasi yakni 8,703 mm, 9,676 mm, 10,438 mm, 10,34 mm, dan 10,509 mm. Sehingga dapat disimpulkan diameter zona hambat dapat dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak yang bervariasi, dan zona hambat terbesar diamati pada konsentrasi 40%.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN KARDIORESPIRASI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Sagala, Agasy Gideon Admiral; Rusip, Gusbakti; Chiuman, Linda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan perubahan fungsi kardiorespirasi pada mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan desain one-group pre-and post-test untuk menguji hubungan tersebut. Purposive sampling dengan rumus Federer digunakan untuk memilih sampel yang berjumlah 32 orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia. Queen's College Step Test digunakan untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi dan aktivitas fisik dalam data yang dikumpulkan. Analisis data memakai SPSS versi 27 serta Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis statistik, dengan ambang signifikansi P <0,05. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di kalangan mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia, aktivitas fisik dan perubahan fungsi kardiorespirasi berhubungan (P=0,005). Dari tiga puluh dua orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia didapati Delapan orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia semuanya mengalami perubahan pada sistem kardiorespirasi mereka sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik (4,50). Artinya Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan perubahan fungsi kardiorespirasi pada mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia.
STUDI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIA DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA MEDAN Sinaga, Theresia Margaretha; Rusip, Gusbakti; Fachrial, Edy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31310

Abstract

Hiperlipidemia adalah sebuah kondisi abnormal metabolik lipid dengan indikasi kadar lipid di dalam darah mengalami kenaikan. Secara umum, hiperlipidemia sering diikuti dengan adanya penyakit lain, sehingga sering digabungkan dengan obat jenis lain dan memicu terjadinya interaksi obat. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk  mengetahui apakah ada kejadian interaksi obat antihiperlipidemia di rumah sakit umum royal prima medan dan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan interaksi obat antihiperlipidemia pada pasien di rumah sakit umum royal prima medan. Penelitian ini termasuk penelitian observasi(survey), jenis penelitian yang diterapkan yaitu survey analitik dan pengambilan data dilaksanakan dengan retrospeksi. Jenis analisis yang digunakan yaitu analisis data univariat dan pengolahan dilakukan secara teoritis menggunakan stokley drug interaction dan review aplikasi drugs.com. Dari 120 lembar resep yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa karakteristik sesuai dengan jenis kelamin menunjukkan persentase tertinggi dari peresepan yaitu pasien yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 64 pasien (53,3%). Karakteristik berdasarkan usia tertinggi 50-59 tahun (29,2%). Berdasarkan ada tidaknya interaksi yang menunjukkan persentasi tertinggi yang menggunakan lebih dari 5 obat yaitu sebanyak 56 lembar resep (58,3%). Berdasarkan penggunaan antihiperlipidemia terbanyak yaitu golongan atorvastatin sebanyak 114 resep (70%). Berdasarkan dengan tingkat keparahan interaksi obat terbanyak terjadi pada tingkat keparahan moderat yaitu sebanyak 189 kasus (84,4%).
ARTIKEL REVIEW KASUS IMPLAN GIGI: EVALUASI PROSEDUR, TANTANGAN, DAN HASIL KLINIS Halim, Susanna; Rusip, Gusbakti; Sinurat, Ariel Oertega
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.5086

Abstract

The use of dental implants is increasingly recognized as a solution to replace missing teeth. This research aims to explore the selection of materials and techniques in the development of effective and biocompatible dental implants. The main focus of this study is on bioactive materials such as hydroxyapatite (HA) and calcium metaphosphate (CMP), as well as the potential of hydroxyapatite from chicken bone as an alternative coating for dental implants. Additionally, the importance of public education through religious-based counseling is also explored to enhance the acceptance of this technology. The method used in this research is a literature review and analysis of relevant research findings. The studies analyzed include those on surface modification of dental implants with bioactive materials, the potential of hydroxyapatite from chicken bone, and research on public counseling regarding dental implants from an Islamic perspective. The analysis involves comparing the findings from existing studies and drawing key conclusions from each stud.. The results of the study show that surface modification of implants with bioactive materials can enhance bone healing and the success of osseointegration. The CMP coating proves to be superior to HA in terms of resistance to delamination and particle reduction, which could lead to implant failure. Surface modification of implants with bioactive materials like CMP and HA plays a significant role in improving osseointegration and implant stability. Moreover, the use of hydroxyapatite from chicken bone as an alternative coating for implants provides a cost-effective solution and has the potential to reduce the cost of dental implant development. Surface modification of implants with bioactive materials such as HA and CMP can improve osseointegration success, with CMP showing superiority. Additionally, hydroxyapatite from chicken bone offers a cost-effective solution in the development of dental implants. ABSTRAKPenggunaan implan gigi semakin berkembang sebagai solusi untuk menggantikan gigi yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemilihan bahan dan teknik dalam pengembangan implan gigi yang efektif dan biokompatibel. Fokus utama penelitian ini adalah bahan bioaktif seperti hydroxyapatite (HA) dan calcium metaphosphate (CMP), serta potensi hidroksiapatit dari tulang ayam sebagai alternatif pelapis implan gigi. Selain itu, pentingnya edukasi masyarakat melalui penyuluhan berbasis agama juga dieksplorasi untuk meningkatkan penerimaan teknologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur dan analisis hasil penelitian terkait. Penelitian yang dianalisis meliputi studi tentang modifikasi permukaan implan gigi dengan bahan bioaktif, potensi hidroksiapatit dari tulang ayam, dan penelitian tentang penyuluhan masyarakat mengenai implan gigi dalam perspektif Islam. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian yang ada dan menyimpulkan temuan utama dari masing-masing studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi permukaan implan dengan bahan bioaktif dapat meningkatkan penyembuhan tulang dan keberhasilan oseointegrasi. Lapisan CMP terbukti lebih unggul dibandingkan HA dalam ketahanan terhadap delaminasi dan pengurangan partikel yang dapat menyebabkan kegagalan implan. Modifikasi permukaan implan dengan bahan bioaktif seperti CMP dan HA memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan osseointegrasi dan stabilitas implan. Selain itu, penggunaan hidroksiapatit dari tulang ayam sebagai alternatif pelapis implan memberikan solusi biaya efektif dan berpotensi mengurangi biaya pengembangan implan gigi. Modifikasi permukaan implan dengan bahan bioaktif seperti HA dan CMP dapat meningkatkan keberhasilan oseointegrasi, dengan CMP menunjukkan keunggulan. Selain itu, hidroksiapatit dari tulang ayam menawarkan solusi biaya efektif dalam pengembangan implan gigi.
TINJAUAN ARTIKEL KASUS IMPLAN GIGI: EVALUASI PROSEDUR, TANTANGAN, DAN HASIL KLINIS Halim, Susanna; Rusip, Gusbakti; Sarli, Syafrian; Amaliyah, Arifah; Sari, Lusi Rahma
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7581

Abstract

Dental implants are a superior treatment method for replacing missing teeth, offering the advantages of functional stability and the ability to preserve jawbone structure. This case review focuses on evaluating the various procedures, challenges, and clinical outcomes of dental implant interventions in patients with various complaints. Key steps in the cases analyzed included the collection of demographic and clinical data, a medical history evaluation, and an examination of the soft and hard tissue conditions. Additionally, periapical radiographs were used to evaluate the alveolar bone volume surrounding the implant area. Key findings highlight several effective techniques: the use of multi-unit abutments in the posterior jaw allows for angled implant placement to avoid important anatomical structures (such as the sinuses or mental foramen), thus eliminating the need for bone grafting and saving time and money. Prophylactic antibiotic therapy and a 0.12% chlorhexidine mouthwash were also found to be effective in preventing postoperative inflammation, even in diabetic patients, without impairing osteointegration. Other findings confirm that longer implants are more durable, and the success of bone grafting in repairing bone defects depends heavily on careful planning and operator skill. It is concluded that the clinical challenges of dental implants can be overcome through proper planning, advanced surgical techniques, and a thorough understanding of the patient's condition. ABSTRAKImplan gigi merupakan metode perawatan superior untuk menggantikan gigi yang hilang, menawarkan keunggulan stabilitas fungsional dan kemampuan mempertahankan struktur tulang rahang. Tinjauan artikel kasus ini berfokus pada evaluasi berbagai prosedur, tantangan, serta hasil klinis dari intervensi implan gigi pada pasien dengan beragam keluhan. Langkah-langkah penting dalam kasus yang dianalisis meliputi pengumpulan data demografi dan klinis, evaluasi riwayat kesehatan, serta pemeriksaan kondisi jaringan lunak dan keras. Selain itu, radiografi periapikal digunakan untuk mengevaluasi volume tulang alveolar di sekitar area implan. Temuan utama menyoroti beberapa teknik efektif: penggunaan abutment multi-unit di rahang posterior memungkinkan penempatan implan miring untuk menghindari struktur anatomi penting (seperti sinus atau foramen mental), sehingga meniadakan kebutuhan pencangkokan tulang serta menghemat waktu dan biaya. Ditemukan pula bahwa terapi antibiotik profilaksis dan obat kumur klorheksidin 0,12% efektif mencegah peradangan pasca-operasi, bahkan pada pasien diabetes, tanpa mengganggu osteointegrasi. Temuan lain mengkonfirmasi bahwa implan yang lebih panjang lebih tahan lama, dan keberhasilan bone graft untuk memperbaiki defek tulang sangat bergantung pada perencanaan matang serta keterampilan operator. Disimpulkan bahwa tantangan klinis implan gigi dapat diatasi melalui perencanaan yang tepat, teknik bedah canggih, dan pemahaman menyeluruh atas kondisi pasien.
Pengaruh Jus Tomat dan Olahraga Intensitas Sedang Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia Tiswan, Dinah Ayu Salsabila; Rusip, Gusbakti; Nasution, Sri Wahyuni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62441

Abstract

Hypertension remains a major health issue among the elderly due to physiological changes affecting the cardiovascular system. This study aims to assess the effect of tomato juice consumption and moderate-intensity exercise on elderly individuals with hypertension. This study employed a quasi-experimental one-group pretest- posttest design. A total of 20 elderly participants from the Kodam Sunggal I/BB Village took part in a program involving daily consumption of 150 ml of tomato juice and elderly exercise sessions twice a week for ten days. Blood pressure was measured before and after the intervention using an aneroid sphygmomanometer. The results showed a significant decrease in systolic blood pressure (p = 0.002), while diastolic blood pressure also decreased but not significantly (p = 0.300). The conclusion of this study is that the combination of tomato juice consumption and moderate-intensity exercise is effective in reducing systolic blood pressure and can be considered a natural alternative in managing hypertension in the elderly.