Claim Missing Document
Check
Articles

Comparative In Vitro Study of Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Extract and Ciprofloxacin on the Inhibition of Escherichia coli Growth Causing Urinary Tract Infection Milala, Alvin Nugraha S.; Nasution, Sri Wahyuni; Rusip, Gusbakti
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.2 November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v11i2.25114

Abstract

Cinnamon (Cinnamomum burmannii) contains various bioactive compounds, primarily cinnamaldehyde and eugenol, which are known for their antibacterial properties. The increasing resistance of Escherichia coli to conventional antibiotics highlights the need for developing effective natural alternatives with antimicrobial potential.This study aimed to determine the antibacterial effectiveness of cinnamon extract compared to ciprofloxacin in inhibiting the growth of Escherichia coli.This research was an experimental laboratory study using the disc diffusion method to measure antibacterial activity.The results showed that cinnamon extract was capable of inhibiting Escherichia coli growth, with mean inhibition zone diameters of 11.84 mm at 25%, 13.94 mm at 50%, 17.52 mm at 75%, and 15.79 mm at 100% concentrations. In comparison, ciprofloxacin produced an inhibition zone of 18.37 mm, aquadest showed no inhibitory effect.Cinnamon extract demonstrated antibacterial activity against Escherichia coli, with the highest effectiveness observed at a concentration of 75%, although its inhibitory power remained lower than that of ciprofloxacin.
Hubungan Antara Otitis Media Supuratif Kronik Dengan Gangguan Pendengaran Di Poliklinik Tht Rs Royal Prima Medan Zendrato, Ester Junita; Tambunan, Andika Zayani; Rusip, Gusbakti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62579

Abstract

Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a chronic middle ear infection characterized by tympanic membrane perforation and continuous or recurrent ear discharge. This condition can cause hearing loss if not properly treated. This study aims to determine the relationship between Chronic Suppurative Otitis Media and hearing loss in patients at the ENT Clinic of Royal Prima Hospital Medan. This research is an analytical observational study with a cross-sectional design conducted on 32 patients who met the inclusion criteria. Data were obtained from medical records and pure-tone audiometry results to determine the type and degree of hearing loss. The results showed that most patients experienced conductive hearing loss, with 23 individuals (71.9%), and the most common degree of hearing loss found was mild hearing loss, with 15 individuals (46.9%). The results of the Chi-Square test showed a significant relationship between CSOM and hearing loss (p = 0.012). The recommendation of this study emphasizes the importance of early detection, consulting a doctor for further management, and receiving adequate treatment, as hearing loss can affect communication ability and the quality of life of the sufferers.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Infusa Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Mentari Jona Abadi; Gusbakti Rusip; Sri Wahyuni; Dewi Sartika
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i3.25072

Abstract

Kulit jeruk manis sering di buang dan tidak di manfaatkan. Kulit jeruk manis memiliki manfaat sebagai antibakteri dikarenakan memiliki kandungan senyawa seperti fenol, terpenoid, alkaloid yang merupakan metabolit sekunder. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit jeruk manis terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini menggunakan teknik difusi kertas cakram untuk uji antibakteri. Pada kulit jeruk manis menggunakan metode infusa dengan konsentrasi 25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL dan 100 mg/mL, untuk kontrol positif yang digunakan berupa ciprofloxacin dan untuk kontrol negatif yang digunakan berupa aquadest steril. Hasil penelitian ini memperlihatkan uji aktivitas antibakteri kulit jeruk manis terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 25 mg/mL didapatkan zona hambat bakteri dengan rata-rata 7.95 mm, pada konsentrasi 50 mg/mL didapatkan zona hambat bakteri dengan rata-rata 8.05 mm, dan pada 75 mg/mL diperoleh zona hambat bakteri dengan rata-rata 8.25 mg/mL, pada konsentrasi 100 mg/mL diperoleh zona hambat bakteri dengan rata-rata 11.37 mm. Kesimpulan penelitian ini kulit jeruk manis dengan konsentrasi 25 mg/mL, 50 mg/mL, dan 75 mg/mL mempunyai daya hambat kategori sedang, dan pada konsentrasi 100 mg/mL mempunyai daya hambat kategori kuat.
Edukasi Olah Raga di Rumah Saja Sebagai Upaya Memelihara Kebugaran Fisik dan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid 19 bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gusbakti Rusip; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i2.5035

Abstract

Latar Belakang : Pembelajaran online (PJJ) bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan proses penghentian penyebaran virus melalui interaksi langsung di antara orang banyak. Dampak pembelajaran di rumah saja dapat mengakibatan gangguan kebugaran fisik dan Kesehatan mental berupa stress, pada awalnya cemas, susah belajar, tidak percaya diri, nafsu makan menurun dan kebosanan. Regulasi aktivitas fisik adalah nonfarmakologi efektif. Salah satu jenis adalah olahraga aerobik dengan intensitas moderat dan memberi efek fisiologis memperbaiki kebugaran fisik dan Kesehatan mental dengan meningkatkan neuro-kimia di otak. Tujuan kegaitan ini memberi ceramah pada mahasiswa berolahraga dapat meningkatkan kebugaran fisik maupun Kesehatan mentalnya. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu mahasiswa di laksanakan dengan memberi ceramah cara on line menggunakan aplikasi Zoom in peserta yang hadir mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam wadah ISMKI wilayah I Sumatera dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU. Hasil: Kegiatan pengabdian ini menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik. selama masa pandemi, dilaksanakan 2 kali pertemuan dalam waktu berbeda dihadiri 260 mahasiswa. Kegiatan diharapkan memberi dampak positif bagi mahasiswa selama menjalani pembelajaran e-daring di rumah saja, dengan melakukan aktivitas fisik intensitas moderat berefek psikologis (cemas dan bosan) yang lebih baik, pada saat olahraga berpotensi pengeluaran neuron-kimia otak (endorfin, serotonin dan melantoin) .zat-zat neuron-kimia memberi perasaan senang dan psikologikal well-being baik dan akhir kecemasan mahasiswa hilang serta percaya diri timbul, sehingga mudah menerima pembelajaran (PJJ) selama pandemic covid-19. Kesimpulan: regulasi aktivitas fisik terprogam, terstruktur memberikan efek peningkatan produksi neuron- kimia yang keluar dari otak, memberikan perasaan senang sesudah aktivitas fisik, mengurangai rasa sakit dan stress, dapat dikatakan psikologikal well-being yang baik
Pemanfaatan Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata) sebagai Sediaan Krim Anti-Aging Mutia, Maya Sari; Rusip, Gusbakti; Kurniawan, Gracella Verren; Sartika, Dewi; Nadia, Felanda Ahsan; Henny, Henny
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 4 (2024): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.99524

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan kulit berbahan alami mendorong permintaan produk anti-aging. Biji labu kuning (Cucurbita moschata) yang mengandung antioksidan seperti vitamin E, karotenoid, dan asam lemak esensial, efektif melawan radikal bebas dan memperlambat penuaan kulit, menjadikan pilihan tepat untuk krim anti-aging ramah lingkungan.Tujuan: Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui manfaat dari ekstrak biji Cucurbita Moschata sebagai krim anti-penuaan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (Mei-Juli 2024). Sampel berupa krim anti-aging dengan ekstrak biji labu kuning, yang diuji pada lima kelompok tikus: kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok dengan konsentrasi 4%, 8%, dan 12%. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon pada SPSS untuk menilai efektivitas dosis krim terhadap tanda penuaan.Hasil: Ekstrak biji labu kuning dengan konsentrasi 4%, 8%, dan 12% terbukti efektif meningkatkan kelembapan kulit. Analisis histopatologi menunjukkan bahwa konsentrasi 12% secara signifikan meningkatkan kepadatan serat kolagen, mendukung efektivitas krim dalam mengatasi tanda-tanda penuaan.Kesimpulan: Ekstrak biji labu kuning dengan konsentrasi 4%, 8%, dan 12% efektif meningkatkan kelembapan, aktivitas antioksidan, dan densitas kolagen. Konsentrasi 12% sebagai dosis optimal yang memberikan hasil terbaik dibandingkan konsentrasi 4% dan 8%.