Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Ekosistem Buatan Manusia Di Waduk Wonorejo Afifa Sekar Safa'ah; Ira Iqlimatul A'yun; Istifadatul Mufidah; Moh Naufal Fajarul Mahfudzi; Sita Putri Nurul Azizah; Hany Nurpratiwi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i2.1482

Abstract

The Wonorejo Reservoir is a multi-purpose reservoir located in Wonorejo Village, Pagerwojo Sub-District, Tulungagung Regency, East Java Province, Indonesia. The Wonorejo Reservoir is a reservoir that is used to store water during the rainy season and is used during the dry season. Apart from being a water reservoir for the Wonorejo Reservoir also used for hydroelectric power (PLTA) and also for irrigation. Apart from that, this research also discusses the history of the establishment of the Wonorejo Reservoir, the purpose of establishing the Wonorejo Reservoir, the Benefits of the Wonorejo Reservoir, and the ecosystem in the Wonorejo Reservoir. This research was conducted with the aim of providing an explanation of what ecosystems exist in the Wonorejo Reservoir as well as its purposes, benefits and history. The research method used is descriptive qualitative by providing an explanation of the state of the ecosystem in the Wonorejo Reservoir. The data collection used an interview technique to one one office worker in the Wonorejo Reservoir.
Konflik Agragria di Tulungagung dan Penyelesaiannya Secara Hukum Ade Aslama; Elisa Novita Sari; Roudhotus Sa’adah; Shandy Santria; Hany Nurpratiwi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i2.1484

Abstract

Land is a very valuable asset and has a very important role in human life besides that land is also an asset that has a very high selling value over time, so that many people flock to fight over land, triggering conflicts in terms of land. And in this article to find out (1) agrarian conflicts that occur in Indonesia, (2) what obstacles are faced by government agencies in dealing with conflicts (3) how are efforts to resolve conflicts in Indonesia. This research was conducted using a literature study using the Google Schoolar data base with the keywords Agrarian conflict resolution and obtained 8 journals that were used as sources of literature.
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar untuk Menghindari Anakronisme Sejarah di MGMP Kabupaten Semarang Wijayati, Putri Agus; Pratiwi, Ardela Iga; Nurpratiwi, Hany
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JPMI - Agustus 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2763

Abstract

Kemampuan guru membuat detail pembabakan waktu atau periodesasi sejarah Indonesia masa kolonial perlu diperkuat guna menghindari anakronisme. Kompetensi pengetahuan guru harus terus diupgrade untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang kontekstual. Di samping itu, pada era perkembangan teknologi ini, kompetensi guru sejarah sebagai pendidik yang profesional juga dituntut untuk dapat menyajikan pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pembelajaran menggunakan metode dan media ajar terbarukan sesuai perkembangan kurikulum serta membuat bahan ajar yang inovatif dan kreatif akan mampu membawa hasil pembelajaran yang maksimal. Pelatihan pembuatan bahan ajar di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sejarah di kabupaten Semarang, Jawa Tengah bertujuan untuk mengoptimalkan bahan ajar di sekolah yang disesuaikan dengan kurikulum dan perkembangan teknologi. Selain itu juga untuk penguatan pemahaman guru terhadap periodesasi sejarah Indonesia guna menghindari anakronisme sejarah. Metode yang dilaksanakan antara lain persiapan, pembentukan tim pengembangan bahan ajar, merancang media ajar berupa video, pelaksanaan kegiatan serta pemantauan dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ialah mampu menguatkan pemahaman peserta untuk menghindari anakronisme dalam menyampaikan materi sejarah Indonesia masa kolonial. Video pembelajaran sejarah yang dilengkapi unsur audio visual meliputi teks, gambar dan musik dapat membantu siswa untuk belajar sejarah Indonesia masa kolonial secara kronologis dan menarik.
The National Heroes in the Indonesian History Curriculum Pramono, Suwito Eko; Ahmad, Tsabit Azinar; Utama, Nanda Julian; Atno, Atno; Kurniawan, Ganda Febri; Nurpratiwi, Hany; Plangsorn, Boonrat
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 2 (2024): Disaster and Disease in History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i2.42419

Abstract

Abstract: Indonesia has plenty of national heroes. In education, they have the potential as a medium for transmitting values and character education. From 1959 to 2023, the president awarded the title of hero to 206 people. This number will continue to increase every year. However, the contribution of learning about national heroes has not been studied in depth. Therefore, this paper aims to analyze how national heroes' mapping in history class and the heroes' position in the Indonesian History curriculum. This paper also examines the internalization of heroic values and obstacles encountered in historical learning. Data was collected on policies related to hero titles, curriculum documents, history textbooks, and learning cases about national heroes in Semarang City. The results showed that historical learning in the Indonesian curriculum accommodated the teaching of heroes. Some material addressed the role of the hero explicitly. However, not all heroes were conveyed in the lesson. Overproduction of heroes was counterproductive to students' recognition of the value of heroism. On the one hand, the role of local heroes had not been optimally reviewed. As a result, history learning was stuck on the term "learning about heroes." History learning has not entirely made students "learn from heroes" or "learn to be heroes." Abstrak: Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional. Dalam dunia pendidikan, mereka memiliki potensi sebagai media transmisi nilai-nilai dan pendidikan karakter. Sejak tahun 1959 hingga 2023, presiden telah menganugerahkan gelar pahlawan kepada 206 orang. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya. Namun, kontribusi pembelajaran tentang pahlawan nasional belum dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemetaan pahlawan nasional dalam pelajaran sejarah dan kedudukan pahlawan dalam kurikulum Sejarah Indonesia. Tulisan ini juga mengkaji internalisasi nilai-nilai kepahlawanan dan kendala yang ditemui dalam pembelajaran sejarah. Data yang dikumpulkan berupa kebijakan terkait gelar pahlawan, dokumen kurikulum, buku teks sejarah, dan kasus pembelajaran tentang pahlawan nasional di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di Indonesia dalam kurikulum (K13) dan Kurikulum Merdeka (KM) telah mengakomodir pengajaran tentang pahlawan. Beberapa materi membahas peran pahlawan secara eksplisit. Namun, tidak semua pahlawan tersampaikan dalam pembelajaran. Overproduksi pahlawan justru kontraproduktif terhadap pengenalan siswa terhadap nilai kepahlawanan. Di satu sisi, peran pahlawan lokal belum dikaji secara optimal. Akibatnya, pembelajaran sejarah hanya terpaku pada istilah "belajar tentang pahlawan". Pembelajaran sejarah belum sepenuhnya membuat siswa "belajar dari pahlawan" atau "belajar menjadi pahlawan". 
Evaluation of Partner Satisfaction with MBKM FISIP UNNES Students in 2025 Kuncoro Bayu Prasetyo; Iwan Hardi Saputro; Rahmawati, Eni; Hany Nurpratiwi; Nabila Nurul Hawa; Jamhur; Noviani Achmad Putri; Restu Ayu Mumpuni
Forum Ilmu Sosial Vol. 52 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v52i2.35336

Abstract

The Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) of Semarang State University (UNNES) has sent students in the MBKM program to various partners, including government agencies, schools, companies, and other partner institutions. The success of the MBKM program is not only measured from an academic perspective, but also from the level of partner satisfaction with the performance of the students involved. This study aims to evaluate partner satisfaction with the performance of MBKM FISIP UNNES students in 2025. This descriptive study aims to evaluate partner satisfaction with the performance of MBKM students. This study uses mixed methods, namely using quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach used is descriptive statistical analysis to measure the level of satisfaction from partner answers through frequency distribution. The qualitative approach uses thematic analysis techniques to identify patterns, themes, or insights from partner answers related to their experiences with MBKM students. The results of the study conclude that the implementation of MBKM FISIP UNNES in 2025 achieved a fairly good level of success, especially in efforts to prepare students for the world of work.
Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Di Kabupaten Tulungagung dan Peranan Masyarakat Dalam Melestarikan Lingkungan Artha Yoma Nendra Yakthi; Faisal Maulana Putra; Fitri Choirun Nisa; Rizka Fikri Nabilah; Hany Nurpratiwi
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i2.319

Abstract

The aims of this research are 1. to find out environmental management policies in Indonesia in general; 2. know the environmental management policies in Tulungagung Regency; 3. knowing environmental problems in Tulungagung Regency; and 4. knowing the role of the community in maintaining, protecting, and preserving the environment. This study uses a qualitative approach to content analysis, using the literature study method. Sources of data used, namely articles, journals, research reports, and other sources that have a good reputation. The results of this study indicate that environmental problems in Tulungagung Regency are increasing pollution and increasing the volume of waste. Apart from referring to Law Number 32 of 2009, the local government also has a regional regulation, namely the Tulungagung Regency Regional Regulation Number 14 of 2018 concerning Environmental Protection and Management. The Tulungagung Regency environmental management strategy focuses on environmental functions, especially controlling environmental impacts by preventing, restoring environmental damage and pollution in the framework of achieving environmental goals of sustainable and environmentally sound regional development.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengebangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI Khasanah, Arum Nur; Nurpratiwi, Hany
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan deep learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Semarang dengan subjek guru sejarah dan peserta didik kelas XI-I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk berdasarkan hasil asesmen diagnostik terkait gaya belajar dan karakteristik peserta didik. Integrasi model PjBL dan pendekatan deep learning mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam mengeksplorasi materi, memecahkan masalah, serta menghasilkan produk pembelajaran yang kreatif dan beragam. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif terlihat pada aspek kelancaran (fluency), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi berbasis PjBL dengan pendekatan deep learning efektif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang bermakna sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU KUARTET TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KAUSALITAS KELAS XI SMA NEGERI 7 SEMARANG Dina Nur Asifah; Hany Nurpratiwi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10838

Abstract

In addition to understanding historical content, students are required to develop historical thinking skills, particularly causal understanding. Learning media are not always dependent on digital technology, as obstacles may arise during implementation; therefore, alternative instructional media are needed. The purpose of this study is to measure the extent of the influence of using quartet card learning media on improving the understanding of causality among eleventh-grade students at SMA Negeri 7 Semarang. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. Two classes were selected as the samples of this study. Class XI-8 served as the experimental class, while Class XI-7 served as the control class, with each class consisting of 36 students. The research instrument was an essay test at the C4 cognitive level (analysis), which had been tested for validity, reliability (Cronbach’s Alpha = 0.896), discriminating power, and difficulty index. The pretest and posttest data were analyzed using normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing through an independent samples t-test and N-Gain analysis. The results revealed that the significance value (2-tailed) was < 0.001 < 0.05, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Furthermore, the N-Gain score was classified in the moderate category. These findings indicate that the use of Quartet Card media in history learning was moderately effective in improving students’ causal understanding in Class XI-8. Therefore, Quartet Card media may serve as an effective alternative instructional medium in history education by enhancing students’ comprehension, fostering a more engaging classroom environment, and providing meaningful historical learning experiences. ABSTRAK Selain memahami materi Sejarah peserta didik juga perlu untuk memiliki skill berpikir sejarah atau historical thinking terutama pemahaman kausalitas. Media pembelajaran tidak selamanya menggunakan media digital, namun bisa saja terdapat kendala ketika diterapkannya sehingga memerlukan alternatif media lainnya. Mengukur seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran kartu kuartet dalam meningkatkan pemahaman kausalitas kelas XI SMA Negeri 7 Semarang merupakan tujuan penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan kuantitatif jenis Quasi-eksperimen tipe nonequivalent control group design. Terdapat dua kelas terpilih menjadi sampel penelitian ini, kelas XI-8 berperan sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-7 berperan sebagai kelas kontrol dengan banyak peserta didik yang sama yaitu 36 orang. Instrumen penelitian berupa soal esai dengan tingkat kemampuan kognitif di level C4 (menganalisis) yang telah di uji validitas, reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,896), daya beda soal, dan tingkat kesukaran. Dilanjutkan uji analisis data pretest dan posttest menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis jenis independent sample t-test dan diakhiri uji N-Gain. Hasil analisis data menunjukkan hasil Signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H1 diterima di tambah nilai N-Gain masuk kedalam klasifikasi sedang. Artinya, penggunaan media pembelajaran berupa kartu kuartet pada mata pelajaran sejarah cukup efektif meningkatkan pemahaman kausalitas peserta didik kelas XI-8. Dengan demikian, media kartu kuartet dapat menjadi alternatif media pembelajaran sejarah yang efektif, mengembangkan pemahaman belajar, menghidupkan suasana kelas dan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar sejarah yang berbeda.  
Penerapan Media Pembelajaran Interaktif Wordwall terhadap Sikap Nasionalisme Siswa pada Materi Perjuangan Jenderal Sudirman Fitria Annastasya; Hany Nurpratiwi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8022

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif Wordwall melalui permainan Open the Box terhadap hasil belajar, keterlibatan belajar, dan sikap nasionalisme siswa pada materi perjuangan Jenderal Sudirman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya sikap nasionalisme siswa dalam pembelajaran sejarah serta keterlibatan belajar siswa yang belum berkembang secara maksimal. Penggunaan Wordwall diterapkan melalui pendekatan Deep Learning (mindful learning) yang mendoronng siswa terlibat secara aktif, sadar, dan reflektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experimental design) dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 70 siswa yang terdiri atas 35 siswa kelas eksperimen dan 35 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, N-Gain, dan Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,013 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,723 berkategori tinggi lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,534 berkategori sedang. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan Wordwall melalui permainan Open the Box juga meningkatkan keterlibatan belajar siswa melalui aktivitas diskusi, kerja sama, dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Penggunaan Wordwall turut mendukung tumbuhnya sikap nasionalisme siswa melalui nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat persatuan dalam pembelajaran sejarah. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran interaktif Wordwall efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus mendukung penguatan sikap nasionalisme siswa dalam pembelajaran sejarah.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengebangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI Arum Nur Khasanah; Hany Nurpratiwi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan deep learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Semarang dengan subjek guru sejarah dan peserta didik kelas XI-I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk berdasarkan hasil asesmen diagnostik terkait gaya belajar dan karakteristik peserta didik. Integrasi model PjBL dan pendekatan deep learning mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam mengeksplorasi materi, memecahkan masalah, serta menghasilkan produk pembelajaran yang kreatif dan beragam. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif terlihat pada aspek kelancaran (fluency), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi berbasis PjBL dengan pendekatan deep learning efektif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang bermakna sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Co-Authors Abdul Rozaq Achmad Akyas Roychan Ade Aslama Afifa Sekar Safa'ah Afifudin Bagus Wildani Agil Wong H Agus Mulyana Ahsanul In’am S Alfan Zuhaiery Alvi Wardatun N Amir, Nor Zana Binti Mohd Ananda Dimaskuri Anandra Al Ahmad Rizqi Ananta Nur Aribyan Annisa Rif’atul Husniah Arina Widia Ningtias Artha Yoma Nendra Yakthi Arum Nur Khasanah Atno Atno Dadan Wildan Dafina Pramuditya Deandra Myana Rahayu Dedy Firman Maulana Dewi Pramudita Maryudi Dian Eliza Aquarista Dina Nur Asifah Elisa Novita Sari Eni Rahmawati Erni Yusnia Fadia Amanda Pertiwi Faisal Maulana Putra Farzda Dwi Prahandani Firda Aulia Firsta Putri Enjela Zainal Arifin Fitri Choirun Nisa Fitria Annastasya Fitrotul Maulidah Ganda Febri Kurniawan Hayyina Winda Tsaniya Hermanu Joebagio Humaida Maulina Ika Nafiani Ira Iqlimatul A'yun Istifadatul Mufidah Iwan Hardi Saputro Jamhur Kartika Kurnia Eka W. Khasanah, Arum Nur Kuncoro Bayu Prasetyo Lala Alfiana Latif Hendro Wibisono Lisa Hayu Triningsih Lisa Wulandari M. Vernanda Vikry D. Moh Naufal Fajarul Mahfudzi Mohammad Didi Hardiansyah Muhamad Niko Dardiri Muhammad Bagas Riyanto Muhammad Daffa Maulana Muhammad Za’im Mutahajjidir Rohim Nabila Nurul Hawa Nadya Rifa’atul Kanin Naufal Maulana Fatah Nerlis Cholifah Ninda Halimatus Sa’diyah Nofi Fatmawati Noor Amelia Latifah Noviani Achmad Putri Nunuk Suryani Plangsorn, Boonrat Pratiwi, Ardela Iga Putri Agus Wijayati R. Soeharso Ramadani Dimas Pamungkas Restu Ayu Mumpuni Restu Ayu Mumpuni, Restu Ayu Rizka Fikri Nabilah Rizqa Nadhifah Roro Utari Indra Dewi Roudhotus Sa’adah Saiqotul Fauziah Sendryna Mey H Shandy Santria Sheila Monica Yulias Tanti Shifa Nur’Afrianti Sita Putri Nurul Azizah Siti Ekowati Rusdini, Siti Ekowati Sri Rachmawati Suwito Eko Pramono Syafa Nabila Azzahra Syahrul Syah Sinaga Tasya Fatchiati Rizqiya Tri Wahyu Puji Astuti Tsabit Azinar Ahmad Ufi Saraswati, Ufi Umi Nur Atni Setyaningsih Umi Nur Chofifah Utama, Nanda Julian Wawan Darmawan wildan Insan Fauzi Yudi Pratama Zitni Ilma Zulfa Rofi’atunnisa