Articles
ORGANIZATIONAL LEARNING CLIMATE PADA PERUSAHAAN JASA TRANSPORTASI UDARA
Rangga Alam Purnama;
Marina Sulastiana;
Anissa Lestari Kadiyono
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 3, No 2: Juli 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v3i2.17552
Perusahaan jasa transportasi udara merupakan bidang bisnis yang tidak umum dan membutuhkan karyawan dengan keterampilan khusus. Hal ini membuat kemungkinan yang mendapatkan karyawan dengan latar belakang dan pengalaman kerja yang sejalan menjadi terbatas. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan strategi untuk membuat karyawan tetap dapat memenuhi tuntutan tugasnya, yaitu dengan menyediakan kesempatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran umum, profil, dan perbandingan organizational learning climate dengan demografis responden pada perusahaan jasa transportasi udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif serta uji beda menggunakan The Dimensions of Learning Organization Questionnaire (DLOQ) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia dan wawancara kepada beberapa karyawan. Data dikumpulkan dari 73 karyawan yang bekerja di perusahaan jasa penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,42% responden memersepsikan organizational learning climate secara positif. Penelitian ini pun memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai organizational learning climate pada lama kerja yang berbeda. Hal ini mengartikan bahwa karyawan memiliki persepsi positif terhadap upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan dalam menyediakan pembelajaran terkait tugas karyawan di perusahaan jasa transportasi udara ini, tetapi persepsi ini dapat berubah bergantung lamanya karyawan bekerja di perusahaan.
Adaptasi Alat Ukur Proactive Personality Scale (PPS) Versi Indonesia pada Karyawan
Viratasya, Aura;
Kadiyono, Anissa Lestari
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.414
Dalam menghadapi perubahan dalam industri, kepribadian proaktif sangat berperan penting dalam berbagai aspek kinerja dan dinamika organisasi. Individu proaktif cenderung lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan di tempat kerja. Mereka melihat perubahan sebagai peluang daripada ancaman dan lebih mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi yang berubah. Kepribadian proaktif memiliki dampak yang signifikan pada efektivitas baik individu maupun organisasi, serta kontribusi keseluruhan terhadap lingkungan kerja yang positif dan produktif. Alat ukur yang dapat mengukur kecenderungan individu untuk bertindak secara proaktif dalam berbagai situasi yaitu Proactive Personality Scale (PPS). PPS dikembangkan oleh Bateman dan Crant pada tahun 1993. Saat ini di Indonesia belum terdapat penelitian yang melaporkan adaptasi alat ukur PPS ke dalam Bahasa Indonesia agar dapat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan adaptasi PPS dan menguji hasil psikometri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode convenience sampling dengan menyebarkan kuesioner melalui media sosial dan menggunakan Google Form. Alat ukur yang terdiri dari 17 item diberikan kepada 290 karyawan dewasa awal yang berusia 18 - 40 tahun. Hasil adaptasi menunjukkan bahwa alat ukur PPS reliabel dengan Cronbach's alpha sebesar .826. Hasil CFA menunjukkan model dapat diandalkan dan memenuhi kriteria (RMSEA = .036, SRMR = .066, CFI = .986, TLI = .984). Berdasarkan hasil CFA menunjukkan bahwa model pengukuran PPS dapat direpresentasikan untuk mengukur kepribadian proaktif pada karyawan di Indonesia.
Pengembangan Alat Ukur Budaya Organisasi Pada Kontingen Garuda Pasukan Perdamaian PBB
Muhammad Eko Heru Saputro;
Anissa Lestari Kadiyono
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.423
Developments in science and technology that occur in the world bring changes to human life. The change will ultimately bring higher tension to each individual. In order for organizational goals to be carried out properly, support from management is needed. This study aims to examine the extent to which the validity and reliability of Organizational Culture. The impact on personnel carrying out assignments to UN peacekeeping forces, so they can provide an overview and input to the organization in build its organizational culture, to increase success in assignments. The process includes completing the construct of measuring instrument by reducing the dimensions to a number of indicators, creating items that represent indicators from each existing dimension, and conducting an expert review. Furthermore, the researchers collected data using online questionnaire, on a sample of the assignment unit with a total sample of 125 people consisting of various positions. This research was tested with a high Chronbach's Alpha value, so it can be said that the organizational culture measuring instrument has ideal reliability. From the results of calculating Item Response Theory, it is obtained proportion at a good value, it can be said that the item is suitable for use. The results of the confirmatory factor analysis show the relationship between dimensions of Organizational Culture meets the requirements, for model fit and factor loading values of Organizational Culture can be said to be good. Thus the measuring instrument of organizational culture is reliable and valid to use.
PELATIHAN PEMBUKUAN MANUAL DAN DIGITAL PADA PELAKU UMKM DESA MEKARSARI SUMEDANG
Kadiyono, Anissa Lestari;
Nugraha, Yus;
Hakim, Lukmanul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21336
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya menyumbangkan jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup tinggi. Namun di tengah perkembangan UMKM sebagai sumber utama pencarian nafkah warga, muncul berbagai kendala yang seringkali dihadapi pelaku UMKM di desa Mekar Sari Kabupaten Sumedang yaitu masalah permodalan dan pengelolaan keuangan yang belum baik sehingga menyulitkan para pelaku UMKM dalam perolehan kredit/ permodalan dari perbankan. Dalam upaya mengatasi masalah ini, dilakukan pelatihan pembukuan baik secara manual maupun penggunaan aplikasi digital untuk meningkatkan keterampilan manajemen keuangan yang meliputi perencanaan permodalan, pencatatan keluar masuknya uang dan dibuatnya laporan keuangan UMKM. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan usaha UMKM kedepan sehingga meningkatkan kemampuan para wirausaha dalam mengelola keuangan untuk meningkatkan profit dengan mengembangkan usahanya. Metode penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan pendekatan workshop, terdapat pre-test dan post-test, serta studi kasus. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pembukuan, yang tercermin dari peningkatan nilai rata-rata antara pre-test dan post-test.
Perubahan Organisasi Dengan Pendekatan Diagnosa Pestle Model Pada Bank X: Organizational Change With Pestle Model Diagnosis Approach At Bank X
MJP, Arif Wibisana;
Kadiyono, Anissa Lestari
Efektor Vol 10 No 2 (2023): Efektor Vol.10 No.2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29407/e.v10i2.20873
This study aims to analyze the condition of Bank. X as the basis for carrying out steps for changing and developing the organization of Bank X in the future uses the PESTLE model analysis. Researchers conducted interviews with 1 Brand Manager and distributed questionnaires to 3 employees of Bank X. The results of the study indicate that there are several changes that are felt directly or indirectly by the company. Changes that occur and must be obeyed by Bank. X is a change in the law or law so that there are so many regulations and they change every year or even every month. However, sometimes some of these regulations hinder the achievement of employee targets/KPIs. Therefore some employees refuse to change according to current regulations. That way the advice that can be given to Bank X is a curative intervention that aims to make employees accept any changes that occur. Employees are given awareness to accept that regulations from Bank Indonesia and OJK must be followed.
Peningkatan Pemahaman Keamanan Bertransaksi Online dengan Pelatihan Marketplace
Kadiyono, Anissa Lestari;
Nugraha, Yus;
Fasha, Adinda;
Kuds, Salsa Bilkis;
Wipangga, Tova;
Valentina Nami Cane Siburian
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Ilin Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31960/caradde.v7i1.2346
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini telah merubah kebiasan masyarakat menggunakan internet dalam segala hal termasuk perdagangan. Marketplace merupakan wadah bagi para pengusaha untuk mempromosikan dan memasarkan produk secara online. Keamanan merupakan hal yang penting dalam melakukan transaksi online di Marketplace. Maka dari itu program pengabdian masyarakat di Desa Mekarsari ini bertujuan meningkatkan pemahaman akan pentingnya keamanan marketplace. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui observasi, sosialisasi dan pelatihan. Program pelatihan ini diikuti 30 peserta yang terdiri masyarakat dan pelaku UMKM. Pelatihan marketplace ini berhasil meningkatkan pemahaman akan pentingnya keamanan bertransaksi secara online yang dilihat dari adanya peningkatan nilai dari hasil pre-test dan post-test yang dikerjakan sebelum dan sesudah acara diselenggarakan.
Vocational High School Student Problems: Investigating School Climate and Career Decision-Making Difficulty
Kadiyono, Anissa Lestari;
Utami, Shaufika Virisya
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 15 No 1 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/qalamuna.v15i1.4201
Implementing the Independent Curriculum launched by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia seeks to strengthen the quality of Indonesian education and prepare students to learn the material needed so that the world of work can directly absorb it. Vocational High School (Sekolah Menengah Kejuruan/ SMK) is a secondary school that prepares students to be ready for work. Vocational students need to prepare provisions for the world of work. They must be able to make career decisions in line with the stage of career development, which is the exploration stage, to have a more directed career. This study examined the difficulties of career decision-making in vocational students and the role of school climate that will influence students' career decisions. The study was conducted on several vocational schools in Pangandaran Regency, one of the West Java areas with a high open unemployment rate. The respondents were class XII students with a sample of 180 people. The theoretical concepts used in this study are the School Climate (NSCC, 2015) and the Career Decision-Making Difficulties (Gati et al., 1996). The research design used is a non-experimental approach using linear regression analysis methods. The data collection technique is through online and written questionnaires with stratified and cluster sampling techniques. The results showed a positively significant influence of the school climate on the difficulty of making career decisions by 15.2%. That is, the more positive the perspective of grade 12 Vocational High School students on the school climate, the lower the level of difficulty in making career decisions, and vice versa.
Mompreneur: The Effect of Job Satisfaction on Psychological Well-Being of Mother Owning MSMEs
Krisnauli, Vallerie Waldine;
Kadiyono, Anissa Lestari;
Harding, Diana
Journal of Family Sciences Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jfs.v9i2.55330
Not a few mothers who work in a formal work environment decide to quit and start a new career and become entrepreneurs, which makes them part of the phenomenon often known as "mompreneur," which is a combination of her mother role and her chosen entrepreneurial role, which adequately illustrates the complexity of the responsibilities and roles that mothers play daily. With the enormous responsibility of being a mother and the center of the family, a mother's job satisfaction and psychological well-being as she goes about her day are very important. This study was conducted on 89 mompreneurs in Bandung City with a quantitative non-experimental approach through a written questionnaire conducted via small groups of mompreneurs. This study proved that job satisfaction significantly affects psychological well-being and found that job satisfaction is negatively related to marital status. In contrast, Psychological well-being is positively related to education. This study suggests that mompreneurs' socioeconomic situation does not significantly affect their job satisfaction and well-being. At the same time, most previous research focuses on the boarder concept of working mothers.
Gambaran Service Quality pada Karyawan di Puskesmas “XYZ” Kabupaten Pasaman Barat
Puti Zandani, Balqis;
Kadiyono, Anissa Lestari;
Nugraha, Yus
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.454
Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat Indonesia yang menjangkau hingga daerah terpencil, sehingga kenyamanan masyarakat pada saat melakukan pengobatan menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar dapat mengoptimalkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Kenyamanan yang dirasakan masyarakat ini erat kaitannya dengan bagaimana perilaku karyawan yang bertugas sebagai tenaga kesehatan dalam melayani pasiennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan pada karyawan bagian pelayanan di Puskesmas “XYZ”. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan bantuan software Jamovi dan Microsoft Excel sehingga dapat menggambarkan baik maupun buruknya kualitas pelayanan pada karyawan secara kuantitatif. Selain melihat kualitas pelayanan pada karyawan bagian pelayanan secara keseluruhan, penggambaran kualitas pelayanan pada penelitian ini juga dijabarkan berdasarkan beberapa kategori responden yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, status karyawan, pangkat dan golongan dan masa kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala service quality. Penelitian ini menggunakan Teknik non probability sampling dengan total sampel berjumlah 90 responden. Hasil uji coba alat ukur menggunakan Teknik Alpha Cronbach’s menunjukkan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,920 dan uji validitas menunjukkan bahwa nilai item-rest correlation berkisar antara 0,342 sampai dengan 0,769. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai mean skala service quality adalah 144 dengan nilai terendah 115 dan nilai tertinggi 154 dari 90 responden. Berdasarkan norma kategorisasi skala service quality diketahui bahwa mayoritas karyawan bagian pelayanan di Puskesmas “XYZ”memiliki skor kualitas pelayanan dalam kategori baik.
Examining technology readiness among senior high school teachers: The role of proactive school management
Kadiyono, Anissa Lestari;
Wardhani, Admiranti Adhyarizka
Journal of Educational Management and Instruction (JEMIN) Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/jemin.v4i2.9729
Teachers play a pivotal role in integrating technology into education. Proactive school management can significantly enhance teachers' ability to utilize technology, making the teaching and learning process more creative, modern, and aligned with contemporary developments. This study investigates the relationship between teachers' technology usage and their technology readiness, which refers to an individual's propensity to accept and use new technologies for daily needs. A non-experimental quantitative research design with a descriptive method was employed. Data collection was conducted through an online questionnaire distributed to 100 senior high school teachers in Bandung City, Indonesia. The sampling technique used was non-probability sampling, specifically snowball sampling. The instrument utilized in this study was the Technology Readiness Index, which has a high reliability score. Data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, and the Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests. The findings revealed that 52% of respondents fell into the high technology readiness category, indicating that proactive school management supports teachers in being more inclined to accept and use new technologies effectively. The study highlights the importance of school leadership in fostering a positive technological environment, with implications for future teacher training programs.