Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Program Pembiasaan Hidup Bersih terhadap Kedisiplinan Hidup Sehat dan Bersih bagi Siswa di SMPN 2 Cerenti Riau Khofifah Arro'uf; Asep Dudi Suhardini; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.256 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3692

Abstract

Abstract. The cleaning process in schools will run effectively if aspects of the habituation program are carried out properly. With the encouragement of teachers to students will make the school clean and healthy. Clean living habituation programs are all activities that are in school, all of which must be carried out regularly and repeatedly every day by students so that they form a pattern of habituation to clean living. This study aims to 1). To find out an overview of the clean living program for students at SMPN 2 Cerenti Riau 2). To find out a description of the discipline of healthy and clean living for students at SMPN 2 Cerenti Riau 3). To find out how much influence the clean living habit program has on the discipline of healthy and clean living for students at SMPN 2 Cerenti Riau. The method used in this study is a quantitative approach using the expost facto method which is correlational. The population of this study were members of the student council of SMPN 2 Cerenti. Research data collection techniques using observation, interviews, questionnaires, documentation. The data analysis used in this study was a simple linear analysis technique using a computer program called SPSS version 22. The results showed that there was an influence between the clean living habit program on the discipline of healthy and clean living for students at SMPN 2 Cerenti. Because the regression results show that the correlation value is 0.595. This value can be interpreted that the relationship between the two research variables is in the good category. And the value of r square or coefficient of determination (KD) which shows how much influence is formed by the interaction of the independent and dependent variables. The value of R square obtained is 0.354, so it can be interpreted that the independent variable has a contribution effect of 35.4% on the dependent variable. Abstrak. Proses kebersihan di sekolah akan berjalan dengan efektif jika aspek program pembiasaan di laksanakan dengan benar. Dengan adanya dorongan dari guru kepada siswa akan menjadikan sekolah bersih dan sehat. Program pembiasaan hidup bersih adalah seluruh kegiatan yang berada di sekolah, yang semuanya harus dilaksanakan secara teratur dan berulang-ulang setiap hari oleh siswa sehingga terbentuk menjadi sebuah pola pembiasaan hidup bersih. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Untuk mengetahui gambaran tentang program hidup bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti Riau 2). Untuk mengetahui gambaran tentang kedisiplinan hidup sehat dan bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti Riau 3). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program pembiasaan hidup bersih terhadap kedisiplinan hidup sehat dan bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode expost facto yang bersifat korelasional. Populasi penelitian ini adalah anggota Osis SMPN 2 Cerenti. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan Teknik observasi, wawancara, angket, dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik analisis linier sederhana dengan menggunakan program komputer Bernama SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara program pembiasaan hidup bersih terhadap kedisiplinan hidup sehat dan bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti. Karena dari hasil regresi menunjukkan bahwa nilai korelasi adalah 0,595. Nilai ini dapat di interprestasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian berada dalam kategori baik. Dan nilai r square atau koefisien determinasi (KD) yang menunjukkan seberapa besar pengaruh yang dibentuk oleh interaksi variabel bebas dan terikat. Nilai R square yang diperoleh adalah 0,354, sehingga dapat di tafsirkan bahwa variabel bebas memiliki pengaruh kontribusi sebesar 35,4% terhadap variabel terikat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter yang Berkualitas pada Siswa di SMA PGRI Leuwiliang Triya Puja Lestari; A. Mujahid Rasyid; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.541 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3712

Abstract

Abstract. The islamic religious education teacher has a key role in the process of shaping character in students, as the islamic education teacher is the principal teacher in charge of the student development process at school. The formation of a good character will print generations on good learners too, to lead a nation in the future. Based on the above statements, researchers are conducting studies related to the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students at PGRI Leuwiliang high school? , as for the purpose in this study is to know the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students of PGRI Leuwiliang high school. The study is a descriptive qualitative, The data sources of the research came from human or informers, both a religious education teacher and a principal. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. It is hoped that the study will be able to obtain the needed data in this study, gaining concrete consistent with it. From the results of the study it can be summed up and understood that the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students at pgri leuwiliang high school was already acting quite well. Where a teacher performs his role not only as a teacher but as an educator, in this case a teacher ACTS as a mentor, a teacher ACTS as a motivator in order to achieve the goal of character education. Abstrak. Guru Pendidikan Agama Islam mempunyai peran penting dalam proses pembentukan karakter pada siswa, karena Guru Pendidikan Agama Islam merupakan guru utama yang bertanggung jawab pada proses pembentukan karakter siswa di sekolah. Pembentukan karakter yang baik akan mencetak generasi pada peserta didik yang baik pula, untuk memimpin bangsa dimasa depan. Berdasarkan pernyataan diatas, peneliti melakukan penelitian terkait bagaimana peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa di SMA PGRI Leuwiliang?, adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa SMA PGRI Leuwiliang. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari manusia atau informan yaitu Guru Pendidikan Agama Islam dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, sehingga memperoleh konkrit sesuai dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dan dipahami bahwa peran guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa di SMA PGRI Leuwiliang sudah berperan cukup baik. dimana guru melakukan perannya tidak hanya sebagai pengajar tetapi sebagai pendidik, dalam hal ini guru berperan sebagai pendidik, guru berperan sebagai pembimbing, guru berperan sebagai motivator untuk dapat mencapai tujuan pada pendidikan karakter ini.
Penerapan Model Pembelajaran Multiple Intelligences pada Pembelajaran Tahsin di SMAIT Miftahul Khoir Kota Bandung Nur Amalia Aini Sidik; Helmi Aziz; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.264 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3780

Abstract

Abstract. In this increasingly modern era, many think that just reading the Qur'an is enough. So that many people can read the Qur'an, but there are still many mistakes from reading it if you look at it from the side of recitation. This causes several problems regarding the lack of ability to read the Qur'an of students properly and in accordance with the rules of tajwid and also the makharijul letters. The Tahsin learning program using the multiple intelligences application model carried out by SMA-IT Miftahul Khoir Bandung City is an effort made by teachers to improve the ability to read the Qur'an by placing students according to their abilities. This study aims to determine the planning, implementation, evaluation, advantages and limitations of the Tahsin program with the application of the multiple intelligences learning model in Tahsin learning at SMA-IT Miftahul Khoir Bandung City. The method used in this study is a descriptive qualitative method. The type of data used is qualitative data. In terms of collecting data, the researcher used observation, interview, and documentation studies. While the data analysis techniques used are through, reduction, data presentation, triangulation and drawing conclusions (verification). The results of this study generally indicate that the Tahsin program with the application of the multiple intelligences learning model in Tahsin learning at SMA-IT Miftahul Khoir Bandung City, which is carried out regularly, has brought significant results to students. These changes can be seen from the number of students who have good progress in terms of reading the Koran, it's just that there are still some students who have difficulty due to their own laziness. Abstrak. Di era yang semakin modern ini, banyak yang beranggapan bahwa membaca Al-Qur'an saja sudah cukup. Agar banyak orang yang bisa membaca Al-Qur'an, namun masih banyak kesalahan dari membacanya jika dilihat dari sisi bacaannya. Hal ini menyebabkan beberapa permasalahan mengenai kurangnya kemampuan membaca Al-Qur'an siswa dengan baik dan sesuai dengan kaidah tajwid dan juga huruf makharijul. Program pembelajaran Tahsin dengan menggunakan model aplikasi multiple intelligences yang dilakukan oleh SMA-IT Miftahul Khoir Kota Bandung merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan menempatkan siswa sesuai dengan kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kelebihan dan keterbatasan program Tahsin dengan penerapan model pembelajaran multiple intelligences dalam pembelajaran Tahsin di SMA-IT Miftahul Khoir Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah melalui, reduksi, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa program Tahsin dengan penerapan model pembelajaran multiple intelligences dalam pembelajaran Tahsin di SMA-IT Miftahul Khoir Kota Bandung yang dilaksanakan secara rutin telah membawa hasil yang signifikan bagi siswa. Perubahan tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang memiliki kemajuan yang baik dalam hal membaca Alquran, hanya saja masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan karena kemalasannya sendiri.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlakul Karimah untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung Amelia; Sobar Al Ghazal; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.247 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3805

Abstract

Abstract. There were students who still did not practice good morals, while at SMA-IT Miftahul Khoir there was already moral development. So from that moment on, fostering moral character for the independence of students needs to be improved again so that students who have good morals are created and are able to become independent students. Fostering moral character to increase the independence of students in order to achieve it, it is necessary to know and understand the factors that influence moral development to increase independence so that the expected learning objectives can be achieved. Based on these conditions, the researcher is interested in researching "The Role of Islamic Religious Education Teachers in Fostering Akhlakul Karimah to Increase the Independence of SMA-IT Miftahul Khoir Students." The results of the coaching of students starting with poor morals starting from forgiveness, trustworthiness, morals, and being able to do well in accordance with Islamic teachings. The results of the existence of which increase independence are being able to take responsibility for themselves and others by being able to solve the problems that befell them. The purpose of this study was to determine, describe, and analyze the factors that influence the role of Islamic religious teachers in fostering morality and morality to increase the independence of students towards Islamic Religious Education subjects at SMA-IT Miftahul Khoir. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach and the type of research is case research. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The population and sample of this study were school principals, religious teachers, and students of class XI SMA-IT Miftahul Khoir Bandung. The results of this study are the factors that influence in fostering the morals of class XI students on the subjects of Islamic Religious Education at SMA-IT Miftahul Khoir, namely by fostering morals of class XI students. Abstrak. Masih ada siswa yang belum mengamalkan akhlak yang baik, sedangkan di SMA-IT Miftahul Khoir sudah ada pembinaan akhlak. Maka mulai saat itu pembinaan akhlak untuk kemandirian siswa perlu ditingkatkan lagi agar tercipta siswa yang berakhlak baik dan mampu menjadi siswa yang mandiri. Pembinaan akhlakul karimah untuk meningkatkan kemandirian peserta didik agar dapat mencapainya, perlu diketahui dan dipahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akhlak untuk meningkatkan kemandirian sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti “Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Akhlakul Karimah Untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa SMA-IT Miftahul Khoir”. Hasil pembinaan peserta didik dimulai dari akhlak yang buruk mulai dari pemaafan, amanah, akhlak, dan mampu berbuat baik sesuai dengan ajaran Islam. Hasil dari eksistensi yang meningkatkan kemandirian adalah mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain dengan mampu memecahkan masalah yang menimpa dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru agama Islam dalam membina akhlak dan akhlak untuk meningkatkan kemandirian siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA-IT Miftahul Khoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, dan siswa kelas XI SMA-IT Miftahul Khoir Bandung. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembinaan akhlak siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA-IT Miftahul Khoir yaitu dengan pembinaan akhlak siswa kelas XI.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Novel Ada Surga di Rumahmu Karya Oka Aurora Yani Amelia Wati; Mujahid Rasyid; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.184 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4601

Abstract

Abstract. Moral education is an Islamic teaching which certainly gets very serious attention. Moral education must be carried out intensively, so that a person can fortify his physical and spiritual development with religious knowledge. Given that there are still many phenomena of low student morals. In addition to Al-Quran and Hadith as the main source of moral education and formal education textbooks, literary works such as novels can also be used as media in learning. Given in a novel there are many messages or messages that can be learned. The purpose of this study was to obtain an in-depth picture of the values ​​of moral education in the novel Ada Surga di Rumahmu Karya Oka aurora. In this study the author uses the type of library research (library research). Based on the results of the study, the values ​​of moral education contained in the Ada Langit di Rumahmu novel are (1) morals towards God, such as faith in God, humility, sincerity, gratitude and prayer. (2) morals towards oneself, such as patience, trust, honesty, and courage. (3) morals towards fellow human beings, such as respect, affection, advice, and help. (4) morals towards parents, such as birrul walidain. The characters contained in the novel Ada Heaven in Your Home by Oka Aurora are (1) Ramadan, namely the spirit of achieving goals, and being firm. (2) Abuya Karim i.e. merciful and brave. (3) Umi Humaira is a hard worker and gentle. (4) Buya Athar, namely self-confidence. (5) Raniah is quiet and diligent. (6) Longing is hospitality. (7) Kirana is manners. Abstrak. Pendidikan akhlak merupakan ajaran islam yang tentu saja mendapat perhatian yang sangat serius. Pendidikan akhlak harus dilakukan secara intensif, agar seseorang dapat membentengi perkembangan jasmani dan rohaninya dengan ilmu agama. Mengingat masih banyak ditemukan fenomena gejala rendahnya akhlak peserta didik. Selain Al-Quran dan Hadist sebagai sumber utama pendidikan akhlak kemudian buku pelajaran pendidikan formal, karya sastra seperti novel juga bisa dijadikan media dalam pembelajaran. Mengingat dalam sebuah novel banyak ditemui amanat atau pesan yang dapat diambil pelajarannya. Tujuan dari peneleitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mendalam tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka aurora. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Beradasarkan hasil penelitian, nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam novel Ada Surga di Rumahmu, yaitu (1) akhlak terhadap Allah, seperti beriman kepada Allah, husnudzon, ikhlas, syukur dan berdoa. (2) akhlak terhadap diri sendiri, seperti sabar, amanah, jujur, dan keberanian. (3) akhlak terhadap sesama manusia, seperti menghormati, kasih sayang, nasihat, dan tolong menolong. (4) akhlak terhadap orang tua, seperti birrul walidain. Adapun karakter tokoh yang terdapat dalam novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka Aurora yaitu (1) Ramadhan, semangat menggapai cita-cita, dan teguh pendirian. (2) Abuya Karim, penyayang dan pemberani. (3) Umi Humaira, Pekerja keras dan lemah lembut. (4) Buya Athar, percaya diri. (5) Raniah, pendiam dan rajin. (6) Rindu yakni ramah tamah. (7) Kirana yakni sopan santun.
Upaya Sekolah dalam Meningkatkan Akhlakul Kharimah Peserta Didik melalui Pembiasaan Kegiatan Sehari-hari di MI Ar-Rahmah Bandung Violiza El Syafira; Aep Saepudin; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.364 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4609

Abstract

Abstract. Moral education is the main education taught by schools in addition to science education. There are various ways schools do for moral education, one of which is at MI Ar-Rahmah, Bandung, which makes habituation activities a means to improve the morals of students. The purpose of this research is to examine the objectives, habituation programs, methods and evaluations carried out by schools in carrying out habituation activities in order to improve the morals of students.This study uses a qualitative descriptive method because the authors describe how calm the school's efforts in improving morals in schools are through daily habituation activities. In this study, the authors used the technique of observation, interviews, and documentation to retrieve research data.The results of this study indicate that: (a). MI Ar-Rahmah's goal is to improve morality, namely creating human beings and from attitudes and attitudes towards Allah swt, fellow humans, and the community environment. (b). The programs in schools vary depending on their respective achievements, including the congregational midday prayer, the habit of saying greetings, memorizing short letters, and so on. (c). The method to improve morality at MI Ar-Rahmah Bandung is through repetition of habituation of daily activities. (d). Evaluation in improving morality at MI Ar-Rahmah Bandung has been quite well carried out by students but there are several obstacles and obstacles in achieving it. Abstrak. Pendidikan akhlak mejadi pendidikan utama yang diajarkan oleh sekolah disamping pendidikan ilmu pengetahuan. Berbagai cara sekolah lakukan untuk pendidikan akhlak salah satunya di MI Ar-Rahmah kota Bandung yang menjadikan kegiatan pembiasaan sebagai sarana untuk meningkatkan akhlak peserta didik. Tujuan dari penulitian ini adalah untuk mengkaji tujuan, program-program pembiasaan, metode serta evaluasi yang dilakukan sekolah dalam melakukan kegiatan pembiasaan guna meningkatkan akhlak peserta didik.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penulis mendeskripsikan tenang bagimana upaya sekolah dalam meningkatkan akhlakul kharimah di sekolah melalui kegiatan pembiasaan sehari-hari. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengambil data penelitian.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (a). Tujuan MI Ar-Rahmah untuk meningkatkan akhlakul kharimah yaitu menciptakan insan kamil dan dari sikap dan sikap terhadap Allah swt, sesama manusia, dan lingkungan masyarakat. (b). Program-program yang ada di sekolah berbeda-beda tergantung pencapaian nya masing-masing diantarnya ada sholat dzuhur berjamaah, pembiasaan mengucapkan salam, hafalan surat-surat pendek, dan lain-lain. (c). Metode untuk meningkatkan akhlakul kharimah di MI Ar-Rahmah Bandung yaitu melalui pengulangan pembiasaan kegiatan sehari-hari. (d). Evaluasi dalam meningkatkan akhlakul kharimah di MI Ar-Rahmah Bandung sudah cukup baik dilaksanakan oleh peserta didik namun ada beberapa hambatan dan kendala dalam mencapainya.
Peran Motivasi Guru PAI dalam Peningkatan Kedisiplinan Siswa di SD Al-Husainiyyah Bandung Lina Erliana; Helmi Aziz; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.9 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4614

Abstract

Abstract. Islamic education is one of the basic sciences that plays an important role in shaping the character of the mindset and behavior of students. Initial observations made at SD Al-Husainiyyah Bandung became the basis that it turned out that there were several problems with regard to student discipline. The reality showed a tendency such as some students not doing homework or assignments. Therefore PAI teachers or classroom teachers are required to motivate students in discipline and encourage children to apply disciplined attitudes. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated "What is the role, what should be done in increasing motivation, how are the supporting and inhibiting factors of discipline". Furthermore, the objectives in this study are described in the following points: (1) to be able to reveal how efforts are made to improve student discipline at Al-Husainiyyah Elementary School, (2) to analyze how the role of PAI teachers in improving student discipline at SD AL-Husainiyyah Husainiyyah, (3) to determine the supporting and inhibiting factors of discipline in Al-Husainiyyah Elementary School. The researcher used qualitative descriptive method. The data sources used are primary data sources, namely teachers of Islamic education subjects at Al-Husainiyyah Elementary School Bandung and secondary data sources in the form of documents. With data collection techniques, namely interviews, observations. Conducting interviews with teachers of Islamic religious education subjects at SD Al-Husainiyyah Bandung. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation. The results of this study: that the PAI teacher's efforts to improve discipline are by providing understanding and understanding, the supporting supporting factors are that the students have received new knowledge and are easy to apply and the inhibiting factor is that there are still some students who are lazy so that they do not discipline. Abstrak. Penddikan Agama Islam merupakan salah satu ilmu dasar yang memegang peranan penting dalam pembentukan karakter pola pikir dan tingkah laku siswa. Pengamatan awal yang dilakukan di SD Al-Husainiyyah Bandung menjadi dasar bahwa ternyata terdapat beberapa masalah berkenaan dengan kedisiplinan siswa.Kenyataan menunjukan kecenderungan seperti sebagian siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas. Oleh karena itu guru PAI atau guru kelas dituntut untuk memotivasi siswa dalam kedisiplinan dan mendorong anak-anak untuk menerapkan sikap disiplin.. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan “ Bagaimana peran, Apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan motivasai, bagaimana faktor pendukung dan penghambat dari kedisiplinan “. Selanjutya, tujuan dalam penelitian ini di uraikan dalam pokok-pokok sebagai berikut: (1) untuk apat mengungkapkan bagaimana upaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SD Al-Husainiyyah, (2) untuk menganalisis bagaimana peran guru PAI dalam menigkatkan kedisiplinan siswa di SD AL-Husainiyyah, (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari kedisiplinan di SD Al-Husainiyyah. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitataif. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu guru mata pelajaran pendidikan Agama Islam SD Al-Husainiyyah Bandung dan data sumber sekunder berupa dokumen. Dengan teknik pengumpulan data yaitu waawancara, observasi. Melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran pendidikan agama Islam SD Al-Husainiyyah Bandung. .Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah redukasi data, penyajian data. Hasil dari penelitian ini: bahwa upaya guru PAI dala menngkatkan kedisiplinan ialah dengan memberikan pengertian dan pemahaman, faktor pendukung pendukung ialah para siswa udah dalam menerima pengerahuan yang baru serta mudah dalam pengaplikasiannyapun dan faktor pnghambat ialah masih ada beberapa siswa yang bermalas-malasan sehingga ia tidak disiplin.
Bercerita Seraya Berkarya untuk Menumbuhkan Literasi Anak Usia Dini Dewi Mulyani; Dinar Nur Intem; Helmi Aziz
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.2976

Abstract

Program literasi seiring perkembangan zaman di Abad 21 telah berkembang menjadi multiliterasi. Menumbuhkan pribadi literat dimulai sejak dini dari ruang-ruang keluarga. Mengingat sosok anak yang unik maka perlu pendekatan dan model yang cocok bermakna dan menyenangkan. Dalam kesempatan ini ditawarkan salah satu model multiliterasi ibu dan anak Candaria - bercerita sambil berkarya. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen melalui pendekatan pre-post test with control group design. Pada tahap awal, dilakukan studi Pustaka dan studi pendahuluan. Berikutnya analisis kebutuhan inovasi dan merancang model. Selanjutnya, penentuan sampel penelitian dan penerapan model. Evaluasi dilaksanakan setelah keseluruhan kegiatan berakhir. Hasil penelitian terlihat bahwa tidak  terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan kreativitas orangtua dalam kegiatan multiliterasi melalui Candaria pada taraf kepercayaan 95 persen. Dengan demikian Candaria dapat dipergunakan sebagai model menumbuhkan multiliterasi ibu dan anak  di masa usia dini.
Implikasi Pendidikan dari QS. Az-Zumar ayat 9-10 tentang Taat dan Bertakwa Kepada Allah terhadap Upaya Pembinaan Akidah dan Akhlak Hadist Dwi Fajri Muhammad Darmawan; Eko Subiantoro; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5567

Abstract

Abstract. The role of faith and morals has a very important position in making us as educators able to teach and provide a good understanding to a child. The reason for this research was raised because it was motivated by several phenomena that occurred in modern times, namely cases of deviations in faith and morals that occurred. Through this, it is necessary to develop aqeedah and develop akhlak. This study aims to find out the opinion of the mufassir, the essence of the verses in QS. Az-Zumar verses 9-10, the opinion of experts regarding the development of aqeedah and morality, to find out the implications of qs az-zumar verses 9-10 about obeying and fearing Allah SWT for the development of akidah and morality. This research uses a qualitative approach and a descriptive-analytic method with a literature study. The content of this verse is that these believers obey Allah, they carry out the night prayer while he is afraid and hopes, they are people who think about the verses of Kauniyah, maintain a relationship with Allah, and the command to emigrate to develop goodness and be patient in facing it. According to coaching experts, what can be done is to direct feelings, train thoughts, teach the concept of the pillars of Islam, study commendable behavior and educate firmness in faith and be ready to sacrifice for it. The implications of QS. Az-Zumar verses 9-10 this is that a Muslim must seek guidance on feelings and become a thinking person so that he does not experience deviations, educators, namely parents and teachers can learn an understanding of carrying out true faith so that they can prohibit children regarding matters of faith, giving understanding of spiritual intelligence, giving advice to children regarding true faith and noble morals. Abstrak. Peran akidah dan akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting menjadikan kita sebagai pendidik untuk bisa mengajar dan memberikan pemahaman yang baik kepada seorang anak Alasan penelitian ini diangkat karena dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang terjadi di zaman modern yaitu maraknya kasus penyimpangan akidah dan akhlak yang terjadi. Melalui hal tersebut maka dibutuhkan pembinaan akidah dan pembinaan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat para mufassir, esensi ayat yang ada pada QS. Az-Zumar ayat 9-10, pendapat para ahli mengenai pembinaan akidah dan akhlak, serta mengetahui implikasi pendidikan dari QS. Az-Zumar ayat 9-10 tentang taat dan bertakwa kepada Allah terhadap upaya pembinaan akidah dan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik dengan studi literatur. Hasil penelitian dari ayat ini ialah orang mukmin tersebut taat kepada Allah mereka melaksanakan sholat malam, mereka ialah orang yang berfikir merenungi ayat-ayat kauniyah, bertakwa kepada Allah, dan perintah untuk berhijrah mengembangkan kebajikan serta bersabar menghadapinya. Menurut para ahli pembinaan yang dapat dilakukan yaitu melakukan pengarahan terhadap perasaan, melakukan pembinaan pemikiran, mengajari konsep rukun islam membiasakan perilaku terpuji dan mendidik keteguhan dalam akidah. Implikasi dari QS. Az-Zumar ayat 9-10 ini ialah seorang muslim harus berupaya melakukan pengarahan terhadap perasaan serta menjadi orang yang berfikir agar tidak mengalami penyimpang, pendidik yaitu orang tua dan guru dapat mempelajari pemahaman mengenai akidah yang benar agar dapat mengajarkan kepada anak mengenai persoalan akidah, memberikan pemahaman berkaitan kecerdasan spiritual, memberikan nasehat berkenaan akidah dan akhlak yang mulia.
Pola Asuh Orang Tua dalam Pendidikan Akhlak yang Berlatar Belakang Menikah di Bawah Umur Herza Nur Ramdhani; Aep Saepudin; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5829

Abstract

Abstract. The moral decline in today's youth is largely due to environmental factors and the upbringing that their parents apply. There are several types of parenting, including democratic parenting, permissive, authoritarian, and indifferent. There are several teenagers in the neighborhood of Rw.06 Bunihayu Village, Kec. Jalancagak Kab. Subang who perform underage marriages and become young parents. Based on this phenomenon, the formulation of the problem in this study is (1) How is the parenting style of young parents in educating children's morals?, (2) What is the impact of underage marriage on the parenting style used by young parents in educating children's morals? This study used a qualitative research type, with field research methods (Field Research) carried out in the neighborhood of Rw 06 Bunihayu Village, Kec. Jalancagak Kab. Subang. The source of this research is purposive sampling, which is sampling by determining certain people. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. And the data analysis used is data reduction, display, and conclutation/verification. Because underage marriages often occur here, there are also many teenagers who have become young parents. At the age of teenagers, in general, they still want to work and play with their peers, so it's not uncommon for them to entrust their children to their parents. Based on the results of the study, some of them use quite a variety of parenting styles such as authoritarian, permissive, democratic, and even ignorant. In addition, they also use parenting techniques by providing examples, advice, and supervision in educating children's morals. Abstrak. Kemerosotan akhlak pada remaja saat ini sebagian besar disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola asuh yang Orang tua mereka terapkan. Pola asuh ada beberapa macam diantaranya pola asuh demokratis, permisif, otoriter, dan cuek. Ada beberapa remaja di lingkungan Rw.06 Desa Bunihayu Kec. Jalancagak Kab. Subang yang melakukan pernikahan di bawah umur dan menjadi Orang tua-orang tua muda. Berdasarkan fenomena tersebut, maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pola asuh Orang tua muda dalam mendidik akhlak anak?, (2) Bagaimana dampak pernikahan di bawah umur terhadap pola asuh yang digunakan oleh Orang tua muda dalam mendidik akhlak anak? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode penelitian lapangan (Field Research) yang dilaksanakan di lingkungan Rw 06 Desa Bunihayu Kec. Jalancagak Kab. Subang. Sumber penelitian ini bersifat Purposive Sampling yang merupakan pengambilan sampel dengan menentukan orang-orang tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display, dan conclutation/verification. Karena pernikahan di bawah umur ini sering terjadi disini banyak pula anak remaja yang sudah menjadi orang tua muda. Selayaknya usia anak remaja pada umumnya mereka masih ingin bekerja dan bermain-main dengan sebayanya, jadi tidak jarang juga dari mereka yang menitipkan anaknya kepada Orang tuanya. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa dari mereka menggunakan pola asuh yang cukup beragam seperti otoriter, permisif, demokratis, bahkan cuek. Selain itu mereka juga menggunakan teknik pengasuhan dengan memberikan keteladanan, nasihat, dan pengawasan dalam mendidik akhlak anak.
Co-Authors adi sukma barkah Aep Saepuddin Aep Saepudin Aep Saepudin Agus Halimi Alhamuddin Ali Djamhuri Alifahtul Badiah Amalia, Najla Nurul Amelia Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Annisa Ningtias Annisa Putri Asep Dudi Suhardini Ati Sobarna Aulia Hafsah Amanah Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Didit Ardianto Dinar Nur Intem Dinar Nur Inten Eka Aviandini Nurhidayah Eko Subiantoro Elsya Sastika Yamin Enoh Erlina Dwiyana Puteri Fadilla Ulya Tahani Farida Nahwa Pirdausi Giraliyandi, Maudina Putri Giraliyandi, Maudina Putri GUGUN GUNAWAN Hadist Dwi Fajri Muhammad Darmawan Haditsa Qur'ani Nurhakim Hani Sutina Herza Nur Ramdhani Iim Rohimah Iim Rohimah Ikin Asikin Ikin Asikin Ira Nurhaeti Islamy Nurfadlilah Kaefah Arini Khambali, Khambali Khofifah Arro'uf Lani Nurpratiwi Lathifah, Suci Lina Erliana M. Malik Akbar Rohandi Maudina Putri Giraliyandi Mochamad Malik Akbar Rohandi Mochammad Makhdum Ibrohim Muhammad Ridho Abdillah Muhammad Wais Khairudin Nadri Taja Nan Rahminawati Nizar Yolanda Pramata Nur Amalia Aini Sidik Nur Azizah Nurul Afrianti Padjadjaran Lagatari, Muhammad Rajaffawwaz Permatasari, Andalusia N Pratama, Alfa Putri Ramadhani Rahila Rahila Rahminawati , Nan Rasyid, A. Mujahid Rita Rosita Rizki Zakiyah Nur Rohmah Rizqi, Anzilni Ahsani Saroh Sim, Mellisa Sinamo, Sopan Siti Nurhaliza Sobar Al Ghazal Surbiantoro, Eko Sutina, Hani Sutina, Hani Tasya Yunisha Zuana Tia Yuliawati Tia Yuliawati Tjut Awaliyah Zuraiyah Tri Yugo Triliani, Tia Triya Puja Lestari Tsaniya Faradilla Desty Violiza El Syafira Yani Amelia Wati Yuliawati, Tia Yulli Fathul Aini