Claim Missing Document
Check
Articles

BENTO Curriculum Design for Eating Habits of Early Children Dewi Mulyani; Dinar Nur Inten; Helmi Aziz
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5686

Abstract

The BENTO (Bersih, Sehat, Halalan Thoyyiban) Curriculum was developed to instill early childhood eating habits that are clean, healthy, and halal, incorporating religious values into daily routines. This study assesses the curriculum’s development and effectiveness in promoting these values. The curriculum was designed and tested using the ADDIE model, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation phases. This structured approach allowed researchers to methodically develop and refine the curriculum based on its goals. The BENTO curriculum emphasizes a holistic, integrative approach, focusing on health, safety, and the meaningful incorporation of Islamic principles in early education. Through activities, children learn about the health and religious benefits of eating according to Islamic practices. Content areas include basic needs, animals, professions, plants, and culture, with learning resources drawn from children’s personal experiences, community environments, events, and designated learning times. The curriculum fosters moral education by teaching, internalizing, and adapting religious values in eating habits. It utilizes engaging and child-centered strategies to make the learning experience both enjoyable and meaningful, contributing to the development of moral awareness and actions in young children. The BENTO curriculum provides an effective framework for integrating religious and health-related values into early childhood eating habits. The authentic evaluation process highlights its potential for meaningful impact in early education. Further research should explore its applicability in diverse cultural contexts.
KURIKULUM INTEGRATIF BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM (Penelitian di SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat) Aziz, Helmi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.731 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i1.1535

Abstract

Realitas di sekolah, kegiatan pendidikan agama yang berlangsung selama ini lebih banyak bersikap terpisah, kurang berinteraksi dengan kegiatan pendidikan lainnya. Berkaitan dengan realitas tersebut, maka pelaksanaan pendidikan perlu diarahkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih mendalam mengenai kondisi objektif, program yang dikembangkan, implementasi, evaluasi, keunggulan dan keterbatasan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam di SMP IT Fithrah Insani Kab. Bandung Barat.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengambil latar di SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberi makna terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah diambil kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat menggunakan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam sejak awal berdiri dalam upaya mewujudkan tujuan utama yaitu dakwah melalui pendidikan; 2) Kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam dilaksanakan dengan menggunakan Kurikulum Nasional dan bekerja sama dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang memberikan guideline dalam mengintegrasikan mata pelajaran umum dengan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Hadis; 3) Implementasi kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam yaitu guru menghubungkan antara materi pelajaran dengan kebutuhan dan nilai kehidupan siswa dengan merujuk pada ayat Al-Qur’an maupun Hadis; 4) Pelaksanaan evaluasi keberhasilan program kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam dilakukan dengan dua cara yaitu: a) dari segi SDM (dalam hal ini guru), pihak pimpinan melakukan evaluasi berupa supervisi; dan b) evaluasi terhadap siswa mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibuat setiap pertemuan dan dilaporkan dalam format raport; 5) Keunggulan dalam pelaksanaan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam yaitu koordinasi dan interaksi yang terjalin baik antara kepala sekolah dengan seluruh komponennya, serta profesionalitas guru dalam kesesuaian mata pelajaran yang diampu; 6) Keterbatasan dalam pelaksanaan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam yaitu guru mata pelajaran umum belum menjalankan sepenuhnya kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam. Hal ini terjadi dikarenakan sebagian guru belum sepenuhnya memahami tsaqafah islamiyah serta belum didukung referensi ilmu keislaman dengan ilmu umum sehingga tidak terjadi pengintegrasian dengan baik. Kata kunci: Kurikulum integratif, Internalisasi Nilai-Nilai Islam
Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Program Pembiasaan Keagamaan Aliyah Siti Azizah; Helmi Aziz
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8571

Abstract

Abstract. This study examines the formation of students’ religious character through the religious‐habituation program at SMAN 9 Bandung. A descriptive qualitative approach was adopted to explore the phenomenon in its natural setting. Primary data were collected via classroom and campus observations, in‐depth interviews with Islamic‐education teachers and the principal, and supporting documents. Findings reveal that since 2016 the school has institutionalised a set of religious routines including congregational Dhuha prayer, daily recitation of the 99 Names of Allah, short student sermons (kultum), weekly Qur’an completion, and girls’ Islamic study circles—as part of its school culture. The program significantly enhances students’ worship discipline, sense of responsibility, social empathy, and spiritual awareness; success indicators are visible in consistent daily worship and positive behavioural changes at school and home. Key enabling factors include strong leadership commitment, teacher role‐modelling, and whole‐school collaboration, while constraints arise from uneven intrinsic motivation, varying family support, an academically heavy timetable, and limited worship facilities. Overall, the habituation program is effective in cultivating religious character, though sustained evaluation and improved infrastructural support are essential to maximise its long‐term impact. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada pembentukan karakter religius siswa melalui program pembiasaan keagamaan di SMAN 9 Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dipilih agar peneliti dapat memahami fenomena secara mendalam dalam konteks alamiah. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan kepala sekolah, serta studi dokumentasi sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan keagamaan, yang meliputi shalat Dhuha berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, kultum, khotmil Qur’an, dan keputrian, terintegrasi dalam budaya sekolah sejak 2016 dan terlaksana secara terstruktur. Program ini berhasil meningkatkan disiplin ibadah, rasa tanggung jawab, empati sosial, serta kesadaran spiritual siswa; indikator keberhasilan terlihat pada konsistensi ibadah harian dan perubahan sikap positif dalam interaksi di sekolah maupun di rumah. Faktor pendukung utama mencakup komitmen pimpinan, teladan guru, dan sinergi antarwarga sekolah, sedangkan hambatan muncul dari motivasi intrinsik siswa yang belum merata, dukungan keluarga yang variatif, padatnya kurikulum, serta keterbatasan fasilitas ibadah Secara keseluruhan, program ini efektif dalam membentuk karakter religius siswa, namun keberlanjutan dan perluasan fasilitas menjadi kunci untuk memaksimalkan dampaknya.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Film Perempuan Berkalung Sorban Karya Ginatri S. Noer Ella Hayatin Nufus; Ayi Sobarna; Helmi Aziz
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10310

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam film Perempuan Berkalung Sorban karya Ginatri S. Noer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih kuatnya budaya patriarki dan ketimpangan gender yang memengaruhi akses perempuan terhadap pendidikan, khususnya dalam lingkungan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi melalui teori semiotika Charles Sanders Peirce. Sumber data penelitian terdiri atas data primer berupa adegan, dialog, dan simbol visual dalam film, serta data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi, kemudian dianalisis melalui tahapan tanda, objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi nilai keimanan, akhlak, keadilan sosial, kesetaraan gender, serta sikap kritis terhadap pemahaman keagamaan. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui alur cerita, perkembangan tokoh, dan simbol-simbol visual. Film ini relevan digunakan sebagai media pendidikan alternatif dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang humanis dan kontekstual. Abstract. This study aims to analyze the Islamic educational values contained in the film Perempuan Berkalung Sorban directed by Ginatri S. Noer. The background of this research is the persistence of gender inequality and patriarchal culture that affects women’s access to education, particularly in religious environments. This research employs a qualitative approach using content analysis with Charles Sanders Peirce’s semiotic theory. The data sources consist of primary data in the form of scenes, dialogues, and visual symbols in the film, as well as secondary data from books and scientific journals. Data were collected through documentation and observation techniques, then analyzed using the stages of sign, object, and interpretant. The results show that the film contains several Islamic educational values, including values of faith, morals, social justice, gender equality, and critical awareness toward religious understanding. These values are presented through narrative conflicts, character development, and symbolic representations. The findings indicate that the film can be used as an alternative educational medium to instill Islamic values that are inclusive, humane, and relevant to contemporary social issues.
KURIKULUM INTEGRATIF BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM (Penelitian di SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat) Helmi Aziz
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v13i1.1535

Abstract

Realitas di sekolah, kegiatan pendidikan agama yang berlangsung selama ini lebih banyak bersikap terpisah, kurang berinteraksi dengan kegiatan pendidikan lainnya. Berkaitan dengan realitas tersebut, maka pelaksanaan pendidikan perlu diarahkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih mendalam mengenai kondisi objektif, program yang dikembangkan, implementasi, evaluasi, keunggulan dan keterbatasan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam di SMP IT Fithrah Insani Kab. Bandung Barat.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengambil latar di SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberi makna terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah diambil kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat menggunakan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam sejak awal berdiri dalam upaya mewujudkan tujuan utama yaitu dakwah melalui pendidikan; 2) Kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam dilaksanakan dengan menggunakan Kurikulum Nasional dan bekerja sama dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang memberikan guideline dalam mengintegrasikan mata pelajaran umum dengan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Hadis; 3) Implementasi kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam yaitu guru menghubungkan antara materi pelajaran dengan kebutuhan dan nilai kehidupan siswa dengan merujuk pada ayat Al-Qur’an maupun Hadis; 4) Pelaksanaan evaluasi keberhasilan program kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam dilakukan dengan dua cara yaitu: a) dari segi SDM (dalam hal ini guru), pihak pimpinan melakukan evaluasi berupa supervisi; dan b) evaluasi terhadap siswa mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibuat setiap pertemuan dan dilaporkan dalam format raport; 5) Keunggulan dalam pelaksanaan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam yaitu koordinasi dan interaksi yang terjalin baik antara kepala sekolah dengan seluruh komponennya, serta profesionalitas guru dalam kesesuaian mata pelajaran yang diampu; 6) Keterbatasan dalam pelaksanaan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam yaitu guru mata pelajaran umum belum menjalankan sepenuhnya kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam. Hal ini terjadi dikarenakan sebagian guru belum sepenuhnya memahami tsaqafah islamiyah serta belum didukung referensi ilmu keislaman dengan ilmu umum sehingga tidak terjadi pengintegrasian dengan baik. Kata kunci: Kurikulum integratif, Internalisasi Nilai-Nilai Islam
Implementasi Program Jum’at Rohani (Jumroh) Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa di Smpn 24 Bandung Risca Dwi Mulniasari; Helmi Aziz; Masnipal
Bandung Conference Series: Islamic Education 425-430
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24153

Abstract

Abstract. This research is motivated by the persistently low level of noble character (akhlakul karimah) among some junior high school students, marked by a lack of discipline, courtesy, and awareness of worship. A well-planned religious program is needed to foster student character, one of which is the Spiritual Friday (JUMROH) Program implemented at State Junior High School 24 Bandung. This study aims to describe the implementation of the JUMROH Program in shaping students' noble character, covering planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors, and its contribution. A qualitative approach with a descriptive-analytical method was used. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving the principal, vice principals, Islamic Religious Education teachers, the religious-affairs (K7) teacher, and students, with subjects determined through snowball sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing), with source triangulation to ensure data validity. The results show that the JUMROH Program is planned systematically and collaboratively by various school elements, implemented routinely every Friday morning through Dhuha prayer, recitation of Asmaul Husna, Qur'anic recitation, recitation of Surah Al-Kahf, salawat, and religious lectures (ta'lim), and evaluated periodically through direct monitoring, semester reports, and school evaluation meetings. The program contributes most notably to student discipline, followed by improvements in respect, social awareness, and responsibility. Supporting factors include the involvement of the entire school community and parental support, while inhibiting factors include limited facilities and low awareness among some students. This study recommends strengthening program consistency, improving supporting facilities, and building synergy between schools, teachers, and parents. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku akhlakul karimah pada sebagian peserta didik Sekolah Menengah Pertama, seperti minimnya kedisiplinan, kesantunan, dan kesadaran beribadah. Berbagai program keagamaan terencana diperlukan sebagai upaya pembinaan karakter siswa, salah satunya Program Jum’at Rohani (JUMROH) yang diterapkan di SMP Negeri 24 Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program JUMROH dalam membentuk akhlakul karimah siswa, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru K7 bidang keagamaan, serta peserta didik, dengan teknik penentuan subjek snowball sampling. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan), dan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program JUMROH direncanakan secara sistematis dan kolaboratif oleh berbagai unsur sekolah, dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi melalui rangkaian shalat dhuha, pembacaan Asmaul Husna, tilawah Al-Qur’an, pembacaan Surah Al-Kahfi, sholawat, serta ta’lim, dan dievaluasi secara berkala melalui pemantauan langsung, laporan akhir semester, serta rapat evaluasi sekolah. Program ini memberikan kontribusi positif yang paling dominan pada aspek kedisiplinan siswa, diikuti oleh perkembangan sikap hormat, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Faktor pendukung meliputi keterlibatan seluruh warga sekolah dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana prasarana dan masih rendahnya kesadaran sebagian siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konsistensi program, peningkatan fasilitas, serta sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.
Dampak Program Bahtsul Masail Terhadap Daya Kritis Santri Di Pondok Pesantren Al-Istiqlal Tanimulya Indah Sri Wulandari; Helmi Aziz; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education 708-717
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25337

Abstract

Abstract. Critical thinking skills among students (santri) in Islamic boarding schools generally remain limited, partly due to the continued dominance of rote-memorization methods that leave little room for independent analysis. Meanwhile, amid the massive flow of digital information, santri are expected to filter and critically assess the validity of ideas independently. This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the Bahtsul Masail program and its impact on students' critical thinking at Al-Istiqlal Tanimulya Islamic Boarding School. A qualitative case study approach was employed. Four informants were purposively selected, consisting of the pesantren caretaker, a mushohih (validating teacher), and two santri with differing educational backgrounds and lengths of involvement. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that program planning is built upon an orally transmitted intellectual tradition rather than formal written documents, covering the formulation of objectives, themes, role distribution, and a tiered system of classical-text references. Implementation follows the stages of muqaddimah, shifatus su'al, ta'bir, i'tirodl, and tashih, which consistently train students' analytical and argumentative skills. Evaluation is conducted through direct observation without a standardized written instrument, emphasizing depth of reasoning over frequency of speaking. The program is shown to gradually shift students' critical thinking from the reception stage toward comprehension, analysis, evaluation, and eventually approaching critical creation, in line with the duration of involvement and mastery of supporting linguistic tools. Keywords: Bahtsul Masail, Critical Thinking, Islamic Boarding School Abstrak. Kemampuan berpikir kritis di kalangan santri pesantren pada umumnya masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran hafalan yang belum banyak melatih daya analisis mandiri. Padahal, di tengah derasnya arus informasi digital, santri dituntut mampu menyaring dan menilai kebenaran suatu gagasan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Program Bahtsul Masail serta dampaknya terhadap peningkatan daya kritis santri di Pondok Pesantren Al-Istiqlal Tanimulya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Empat informan dipilih secara purposif, terdiri atas pengasuh pesantren, seorang ustadz mushohih, serta dua orang santri dengan latar belakang pendidikan dan lama keterlibatan yang berbeda. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dibangun dari tradisi keilmuan yang diwariskan secara lisan tanpa dokumen formal, meliputi penetapan tujuan, tema, pembagian peran, serta penjenjangan referensi kitab kuning. Pelaksanaannya berlangsung melalui tahapan muqaddimah, shifatus su'al, ta'bir, i'tirodl, hingga tashih, yang secara konsisten melatih kemampuan analisis dan argumentasi santri. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung tanpa instrumen tertulis baku, dengan penekanan pada kedalaman nalar dibandingkan intensitas berbicara. Program ini terbukti mendorong pergeseran bertahap daya kritis santri, dari tahap penerimaan menuju pemahaman, analisis, evaluasi, hingga mendekati kreasi kritis, sejalan dengan lamanya keterlibatan dan penguasaan ilmu alat santri. Kata Kunci: Bahtsul Masail, Berpikir Kritis, Pesantren
Pedagogical Deep Learning-Oriented Instructional Design for Early Childhood Qur’anic Literacy: An ADDIE Developmental Pilot Mulyani, Dewi; Dinar Nur Inten; Helmi Aziz
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 3 (2026): Article in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.113-02

Abstract

Qur’anic literacy in early childhood requires instruction that combines letter recognition and recitation with developmentally appropriate interaction, play, and meaning-making. This study developed and piloted a pedagogical deep learning-oriented instructional design using the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) framework. Pedagogical deep learning is used in a non-computational sense and is expressed through mindful, meaningful, and joyful participation, contextual themes, multimodal resources, guided interaction, storytelling, and reflection. The study used Research and Development (R&D) and combined qualitative and quantitative evidence within a single-class developmental pilot. The needs analysis included a 90-minute focus group with six teachers and two school heads, classroom observation, and review of existing lesson plans and materials. Development involved two rounds of qualitative review by three specialists representing curriculum, Islamic education, and early-childhood practice. The revised package was implemented with 20 children aged 4–6 years in one Raudhatul Athfal classroom across five 90-minute sessions on 20–24 January 2025. Engagement varied across the five sessions (45%, 90%, 75%, 90%, and 100%), with a higher endpoint than at the first session. Reading-accuracy scores on a four-point rubric increased descriptively from a mean of 2.90 (SD = 0.85) on Monday to 3.80 (SD = 0.41) on Friday, while the proportion of children in the top category increased from 35% to 85%. Field notes provided contextual interpretation of participation and reading performance. The findings indicate that the instructional package could be incorporated into the regular classroom schedule and provide preliminary design and implementation evidence for further testing across settings.
Manajemen Pembelajaran PAI pada Kelas Inklusi di MI Sekolah Cinta Ilmu Baleendah Riyandi Baehaqi; Muhardi; Helmi Aziz
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai CRAFTS (Citizenship, Religious, Fathanah, Tabligh, dan Shidiq) diterapkan dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas inklusi MI di Sekolah Cinta Ilmu Baleendah. Selain itu, untuk mengidentifikasi kendala dan komponen pendukung, dan untuk mengevaluasi bagaimana hal itu berdampak pada pertumbuhan karakter siswa inklusi. Kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping khusus, dan peserta didik terlibat dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menurut hasil penelitian, nilai CRAFTS terintegrasi dalam pembelajaran, pembiasaan, dan budaya sekolah. Nilai warga negara diwujudkan melalui kerja sama belajar, nilai agama diwujudkan melalui ibadah, nilai fathanah diwujudkan melalui pembelajaran diferensiasi, dan nilai tabligh dan shidiq diwujudkan melalui komunikasi edukatif dan contoh guru. Keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, dan kesiapan guru adalah masalah utama. Namun, peran kepala sekolah, kolaborasi guru, budaya sekolah, dan partisipasi orang tua mendukungnya.
Co-Authors adi sukma barkah Aep Saepuddin Aep Saepudin Aep Saepudin Agus Halimi Alhamuddin Ali Djamhuri Alifahtul Badiah Aliyah Siti Azizah Amalia, Najla Nurul Amelia Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Annisa Ningtias Annisa Putri Asep Dudi Suhardini Ati Sobarna Aulia Hafsah Amanah Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Didit Ardianto Dinar Nur Intem Dinar Nur Inten Eka Aviandini Nurhidayah Eko Subiantoro Ella Hayatin Nufus Elsya Sastika Yamin Enoh Erlina Dwiyana Puteri Fadilla Ulya Tahani Farida Nahwa Pirdausi Giraliyandi, Maudina Putri Giraliyandi, Maudina Putri GUGUN GUNAWAN Hadist Dwi Fajri Muhammad Darmawan Haditsa Qur'ani Nurhakim Hani Sutina Herza Nur Ramdhani Huriah Rachmah Iim Rohimah Iim Rohimah Ikin Asikin Ikin Asikin Indah Sri Wulandari Ira Nurhaeti Islamy Nurfadlilah Kaefah Arini Khofifah Arro'uf Lani Nurpratiwi Lathifah, Suci Lina Erliana M. Malik Akbar Rohandi Masnipal Maudina Putri Giraliyandi Mochamad Malik Akbar Rohandi Mochammad Makhdum Ibrohim Muhammad Ridho Abdillah Muhammad Wais Khairudin Muhardi Muhardi Nadri Taja Nan Rahminawati Nizar Yolanda Pramata Nur Amalia Aini Sidik Nur Azizah Nurul Afrianti Padjadjaran Lagatari, Muhammad Rajaffawwaz Permatasari, Andalusia N Pratama, Alfa Putri Ramadhani Rahila Rahila Rasyid, A. Mujahid Risca Dwi Mulniasari Rita Rosita Riyandi Baehaqi Rizki Zakiyah Nur Rohmah Rizqi, Anzilni Ahsani Saroh Sim, Mellisa Sinamo, Sopan Siti Nurhaliza Sobar Al Ghazal Surbiantoro, Eko Sutina, Hani Sutina, Hani Tasya Yunisha Zuana Tia Yuliawati Tia Yuliawati Tjut Awaliyah Zuraiyah Tri Yugo Triliani, Tia Triya Puja Lestari Tsaniya Faradilla Desty Violiza El Syafira Yani Amelia Wati Yuliawati, Tia Yulli Fathul Aini