Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIZ Karimah, Ummah; Mutiara, Diah; Hilman, Muhammad Raihan; Handayani, Nagina Wahyu; Nurussalamah, Nurussalamah
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20581

Abstract

Santri di pondok pesantren berasal dari berbagai daerah. Tentunya membutuhkan adaptasi dalam sosialnya. Namun terkadang terdapat permasalahan sosial antar santri. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran Bimbingan dan KonselingIslami Pondok Pesantren Maskanul Huffadz Bintaro dalam meningkatkan hubungan sosial santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif tentang peran Bimbingan dan Konseling Islami dalam meningkatkan hubungan sosial Santri di Pondok Pesantren Maskanul Huffadz Bintaro. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data diolah dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa : peran Bimbingan dan Konseling Islami dalam meningkatkan hubungan sosial santri Pondok Pesantren Maskanul Huffadz Bintaro memiliki strategi khusus seperti memberikan layanan bimbingan klasikal tentang mengenali fitrah diri menuju kepada kesehatan mental dan spiritual, dimana ketika strategi guru diterapkan yaitu dengan memberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling Islam maka terjadi peningkatan dan perubahan. Dengan berperannya Bimbingan dan Konseling Islami di Pondok Pesantren Maskanul Huffadz itu menjadikan santri semakin baik dan tidak mempunyai masalah dan menunjukkan hubungan sosial yang baik kepada personel yang berada di pondok pesantren.
INTEGRASI KEILMUAN DAN IMPLIKASI AIK DALAM MEWUJUDKAN INSAN BERKEMAJUAN DI PERGURUAN TINGGI Busahdiar, Busahdiar; Karimah, Ummah; Idrus, Ali; Taufik, Azhar; Wahyuni, Sri; Akbar, Tubagus Osama; Agustin, Cahya Lestari
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20588

Abstract

The concept of Insan Berkemajuan is found in the Muhammadiyah slogan as a da'wah movement. The perspective of a progressive person is a person who has superior science and technology achievements. People who have prosperous and prosperous conditions. And progressive people can bring people to power, so that the governance of the people and nation can be carried out according to the values of Islamic da'wah. And progressive people are able to invite, teach and realize Islamic values in society. So that a truly Islamic society will be realized. Through educational institutions in higher education to realize students become progressive people, they integrate knowledge on Al Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) in every lecture. This research is a qualitative research with interview method. The data collection method in this study uses the documentation method by viewing and recording relevant available reports. The data analysis technique used is content analysis to draw conclusions from the documents used. Based on the results of the researcher's study of scientific integration in AIK implications for realizing progressive people in every lecture applied by lecturers, namely in the learning process integrated with Islamic teachings, Lecturers explicitly include AIK values in the Syllabus / RPS, Lecturers and Students behave and behave in accordance with Islamic teachings, Lecturers in the lecture process are integrated with Islamic teachings, and internalize Islamic values in each course.
INTERNALISASI AL-QUR'AN DAN HADITS DALAM KEGIATAN PERKULIAHAN MAHASISWA Busahdiar, Busahdiar; Karimah, Ummah; Matondang, M. Reza Prima; Wahyuni, Sri; Herdyawan, Zaidan Nur
FIKRAH Vol 9 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v9i1.20629

Abstract

Standar tingkat pencapaian pembelajaran mahasiswa melalui proses internalisasi Al Qur'an dan Hadits dalam proses pembelajaran. Penanaman nilai Pendidikan Agama Islam pada mahasiswa hal yang penting dan sesuatu yang bersifat abtrak, maka diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang tepat yang dilakukan oleh dosen dalam menanamakan nilai abstrak tersebut kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis internalisasi Al Qur'an dan Hadits Pada Kegiatan Perkuliahan. Penelitian ini digolongkan kepada penelitian kualitatif dengan diskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan triangulasi data dengan melalui pengumpulan data, reduksi data dan kesimpuan. Lokus penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2024 dengan informan yaitu Dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses kegiatan perkuliahan setiap dosen menyisipkan Al-Qur’an dan Hadits dalam memberikan materi yang terkait dalam pembahasan di saat perkuliahan. Adapun rekomendasi dari penelitian ini agar penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian yang dilakukan pada setiap mata kuliah umum juga.
SINEKTIKA DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF MODEL PEMBELAJARAN: Studi Kasus Pendidikan Akidah-Akhlak (Karakter)Bagi Remaja Maskur, Asep; Karimah, Ummah
Moderation | Journal of Islamic Studies Review Vol. 6 No. 1 (2026): Moderation: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : Asosiasi Dosen PTKIS Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63195/moderation.v6i1.170

Abstract

This study aims to uncover the problems of Aqidah-Akhlak/character education (character building) and find alternative learning models as solutions. Facts in the field show that the character of adolescents is often problematic. Such conditions require appropriate solutions, one of which is through education. This study shows the existence of serious problems regarding character education caused by an inappropriate education system and learning patterns. Synectics in the Qur'an, the perspective of the learning model, offers an alternative learning approach constructed to increase spiritual, intellectual, emotional and social creativity. This improvement is carried out through a series of activities, in the form of optimizing the function of all potentials, especially hearing, sight and heart (intellect), by referring to the principles and instructions of the Qur'an. The implementation of this learning model is carried out using two strategies: First, combining each element that at first glance seems unrelated. Second, making analogies to find something or new meaning and making something unfamiliar become familiar. The results of this analysis are related to the discourse of the Synectics learning model designed by William J.J Gordon and the theory of Progressivism philosophy. John Dewey argued that: Progressivism is a forward-looking educational philosophy that positions students as subjects of education, equipped with the resources and potential to develop themselves and capable of resolving various problems they face. This philosophy holds that every human being, through their various experiences, always desires change, always develops, and becomes better. Synectics and Progressivism philosophy both emphasize that creativity is a crucial element in human development. Similarly, the interpretation of the verses of the Quran, particularly Surah Al-Nahl verse 78 and Surah Ali Imran verses 190 to 195 concerning the Ulu al-Albab (The Head of the Heart). As expressed in the views of Ibn Kathir, Sayyid Qutbh, and Quraish Shihab, the Ulu al-Albab (The Head of the Heart), with all its characteristics, is an inspiration for the ideal figure that should emerge as a product of an educational process.