Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Factors Influencing EFL Student’s Boredom in Reading Academic Journal Nurul jannah; Citra Prasiska Puspita Tohamba; Syarif Amin; Yuliana Sain
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5934

Abstract

Reading academic journals is an important part of academic life, especially for students. However, many students feel bored in reading academic journals, which can affect their academic performance. This study aims to find out the factors that influence students' boredom in reading academic journals, and to find out the strategies used by students in overcoming boredom in reading academic journals. The research method used a qualitative approach with a descriptive type. The participants in this study were four students majoring in English at Universitas Muhammadiyah Kendari. Data collection used interviews. Based on the results of the study, it was found that there are two factors that affect the boredom of students reading academic journals, namely internal factors and external factors, the first internal factor is 1) Lack of enthusiasm; 2) laziness; 3) motivation. The second factor, on the other hand, is external, and includes things 1) writing-related aspects, 2) vocabulary, 4) difficult-to-understand language, and 5) family. Students use various strategies to overcome boredom when reading academic journals, such as engaging in physical activities, clearing their minds, playing games, watching movies, finding a comfortable place to read, setting reading goals, reading simple texts, planning the right moment, listening to music.
EFL STUDENTS SELF-DIRECTED LEARNING IN USING YOUTUBE TO IMPROVE LISTENING SKILLS Nerta, Priska Oktavia; Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Faridawati, Faridawati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 2 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i2.1171

Abstract

This study aims to explore how EFL students use self-directed learning to improve their listening skills on YouTube utilizing the aspects of self-management, self-monitoring & motivation. The participants in this study were four (4) EFL learners majoring in English at Universitas Muhammadiyah Kendari during the academic year 2023/2024 who utilized YouTube for self-learning. The researcher employed semi-structured interviews to acquire data for this study. Using YouTube to improve listening skills, the researcher created 20 questions on students' self-directed learning. The findings highlight students' success and progression in using the YouTube platform developing self-management skills which consists of goal management, learning methods, support, and outcomes. Self-directed learning using the YouTube platform, which incorporates self-monitoring, is critical for enhancing students' learning abilities. Cognitive and metacognitive methods, such as capturing information and summarizing knowledge, help them improve their understanding and skills. In addition, this study emphasizes the importance of intrinsic and extrinsic motivation in self-directed learning via YouTube. By gaining deeper insights into students' perceptions and experiences with YouTube for language learning, this study aims to provide valuable insights for educational practitioners to develop more effective and innovative teaching strategies.
STUDENTS’ EXPERIENCE WITH ENGLISH PUBLIC SPEAKING Risal, Laode; Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Syarif, Andi Rachmawati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 3 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i3.1217

Abstract

This research uses a descriptive qualitative approach involving three participants who are alumni of Universitas Muhammadiyah Kendari, who have completed an international credit transfer (ICT) program at Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Philippines, from August to December 2023. This research helps how to improve students' experiential skills in public speaking preparation and satisfaction. Findings show that public speaking helps to overcome fear, increase confidence, and deliver effective speeches. Effective preparation, including message formulation, material organization, presentation techniques, and audience consideration, plays an important role in reducing anxiety and improving speech quality. Ultimately, regular public speaking practice proves instrumental in fostering psychological resilience and language proficiency among students.
Implementasi Pembelajaran Coding Web Dasar pada Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Program Sawala Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Syahriani, Ririn; Aswita, Dian; Iva, Muhammad Irvan Nur'; Rahayu, Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.472

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa terhadap dasar-dasar pengembangan web menjadi tantangan dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Sawala Mengajar diimplementasikan sebagai solusi untuk memperkenalkan konsep dasar pemrograman web kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya di salah satu SMP Kota Kendari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis siswa dalam pembuatan website sederhana. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui hands-on learning, diskusi interaktif, serta pendampingan langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, meliputi pengenalan HTML, CSS, dan dasar-dasar JavaScript yang kemudian diterapkan dalam praktik pembuatan halaman web sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep dasar pemrograman web, meningkatnya motivasi belajar teknologi digital, serta kemampuan menghasilkan proyek web sederhana. Kesimpulannya, Program Sawala Mengajar terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa sekaligus memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan abad 21.
Implementasi Model Reciprocal Teaching dalam Pengajaran Mata Kuliah Reading Citra Prasiska Puspita Tohamba; Nur Rizky Alfiany
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan mengimplementasikan model pembelajaran Reciprocal teaching pada pengajaran mata kuliah Basic Reading akan meningkatkan keterampilan membaca teks berbahasa Inggris pembelajar. Penelitian dikaji menggunakan desain penelitian Quasi Experiment sebagai penelitian awal atau preliminari untuk mendapatkan hasil mengenai pengaruh yang akan didapatkan dari model pembelajaran tersebut atau bahkan dikembangkan unttuk proses pengajaran mata kuliah Reading selanjutnya. Kemudian alasan yang mendasari pelaksanaan penelitian ini adalah pemahaman akan pentingnya menguasai keterampilan membaca teks berbahasa Inggris bagi mahasiswa program studi pendidikan bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya bagi mereka yang baru saja memasuki dunia perkuliahan dan mungkin saja masih belum menguasai bahasa Inggris dengan baik. Selain itu, peningkatan kemampuan berpikir kritis atau metakognitif menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, proses pendidikan mereka harus dibenahi sejak dini dengan memilihkan model pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan mengimplementasikan Reciprocal teaching dalam pengajaran mata kuliah Basic Reading. Hasil penelitian ini menunjukkan Uji t digunakan untuk membandingkan (membedakan) apakah kedua data (variabel ) yakni nilai posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama atau berbeda. Dan ditemukan thitung 3.928 > ttabel 1.671 dengan df=58 pada derajat signifikansi 0.05 sehingga disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Reciprocal teaching dapat meningkatkan keterampilan membaca teks berbahasa Inggris secara bertahap.
Peran Inovasi Chatbot sebagai Intervensi Digital dalam Penguatan Regulasi Diri Remaja untuk Mengatasi Cyberbullying: Sebuah Studi Literatur Tumonglo, Yunita; Nitit, Maria Susana; Sarfat, Suci Yulkhafidzah; Tohamba, Citra Prasiska Puspita; H, Nurhikmah
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Oktober 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i02.7197

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi remaja, namun turut memicu peningkatan kasus cyberbullying yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Regulasi diri yang lemah menjadi salah satu faktor kerentanan remaja terhadap perilaku cyberbullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran inovasi chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sebagai bentuk intervensi digital dalam memperkuat regulasi diri remaja guna mengatasi cyberbullying. Studi ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang relevan, meliputi jurnal, artikel penelitian, dan publikasi ilmiah terkait chatbot, regulasi diri, dan cyberbullying pada remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa chatbot memiliki potensi besar dalam mendukung proses pembelajaran sosial-emosional remaja. Melalui percakapan interaktif, chatbot dapat membantu remaja mengenali emosi, mengendalikan impuls, serta mengembangkan kemampuan reflektif dalam menghadapi tekanan sosial digital. Fitur adaptif dan umpan balik reflektif pada chatbot berfungsi sebagai media pendamping yang aman, personal, dan responsif untuk memperkuat kesadaran diri dan tanggung jawab digital. Inovasi chatbot tidak hanya berperan sebagai alat teknologi, tetapi juga sebagai sarana edukatif dan psikologis yang efektif dalam penguatan regulasi diri remaja. Chatbot dapat dijadikan strategi intervensi digital yang inovatif dalam upaya pencegahan dan penanganan cyberbullying di era modern.
DAMPAK PENGGUNAAN PANEL INTERAKTIF PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR DI KELAS Patta, Naifah Mansyur; H, Nurhikmah; Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Hakim, Abdul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.7850

Abstract

The massive distribution of Interactive Flat Panels (IFPs) by the Indonesian government as a solution to the lack of educational technology facilities demands an in-depth evaluation of their effectiveness in real-life learning activities. This study aims to analyze the impact of IFP use on the dynamics of the teaching and learning process in classrooms. Using qualitative methods with a literature review approach, this study reviewed various scientific publications from 2022 to 2025 relevant to the topic. The research stages included keyword identification, abstract selection, and thematic analysis of secondary data obtained from various academic databases. Key findings indicate that the integration of IFPs into learning has a significant impact on increasing student enthusiasm and motivation to learn. This is driven by engaging visualization features and interactivity that enable active kinesthetic student participation. Furthermore, the use of this medium has proven effective in simplifying the delivery of complex concepts. The study's conclusions emphasize that while IFPs offer great potential in creating innovative learning environments, their success depends heavily on teachers' readiness and competence in operating the technology and developing relevant digital content. ABSTRAKDistribusi masif Interactive Flat Panel (IFP) oleh pemerintah Indonesia sebagai solusi atas minimnya fasilitas teknologi pendidikan menuntut adanya evaluasi mendalam mengenai efektivitasnya dalam kegiatan pembelajaran nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan IFP terhadap dinamika proses belajar mengajar di ruang kelas. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini menelaah berbagai publikasi ilmiah dari tahun 2022 hingga 2025 yang relevan dengan topik tersebut. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kata kunci, seleksi abstrak, serta analisis tematik terhadap data sekunder yang diperoleh dari berbagai basis data akademik. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi IFP dalam pembelajaran memberikan dampak signifikan berupa peningkatan antusiasme dan motivasi belajar siswa. Hal ini didorong oleh fitur visualisasi yang menarik dan interaktivitas yang memungkinkan partisipasi aktif siswa secara kinestetik. Selain itu, penggunaan media ini terbukti efektif dalam menyederhanakan penyampaian konsep yang kompleks. Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun IFP menawarkan potensi besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi guru dalam mengoperasikan teknologi serta mengembangkan konten digital yang relevan.
Penguatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa melalui Model Two Stay Two Stray dalam Program Intensifikasi Bahasa Asing Musdalifah, Musdalifah; Susanto, Ashabul Kahfi; Azhari, Ahmad; Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Hardianti, Hardianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 5 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i4.190

Abstract

Keterampilan berbicara Bahasa Inggris merupakan kemampuan esensial bagi mahasiswa, baik dalam konteks akademik maupun profesional. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak mahasiswa masih mengalami hambatan dalam mengemukakan pendapat, membangun dialog sederhana, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi berbahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Intensifikasi Bahasa Asing (PIBA) di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Model ini dipilih karena mampu mendorong interaksi, kepercayaan diri, serta kelancaran berbicara melalui kerja kelompok yang dinamis. Pelaksanaan kegiatan mencakup analisis kebutuhan, penyusunan materi berbasis tugas, pelatihan intensif selama delapan sesi, dan evaluasi hasil. Pada setiap pertemuan, mahasiswa bekerja dalam kelompok kecil, di mana dua anggota bertahan menerima kunjungan dari kelompok lain, sementara dua anggota lainnya berkeliling untuk bertukar informasi. Pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang komunikatif, kolaboratif, dan memungkinkan latihan berbicara secara natural. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kelancaran, pengucapan, tata bahasa, dan kemampuan menyampaikan ide, yang terlihat dari kenaikan skor pre-test dan post-test serta meningkatnya keaktifan mahasiswa. Peserta juga melaporkan meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan bahwa TSTS efektif diterapkan dalam program intensif untuk memperkuat keterampilan berbicara mahasiswa.
TEKNOLOGI EMOTION DETECTOR DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENDETEKSI KESEHATAN EMOSIONAL SISWA:STUDI LITERATUR Salam, Agung Surya; Safitri, Nur; Yoesanti, Adi; H, Nurhikmah; Hakim , Abdul; Tohamba, Citra Prasiska Puspita
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.7853

Abstract

Students' emotional health is a crucial factor in education as it directly influences academic achievement, social relationships, and overall psychological well-being. In the digital era, students face increasingly complex challenges such as academic stress, cyberbullying, and social isolation. These conditions demand innovation in guidance and counseling (GC) services to detect and address emotional issues early. One proposed solution is the application of emotion detector technology, an artificial intelligence (AI)-based system capable of analyzing facial expressions, voice intonation, and behavioral patterns to identify emotional states such as anxiety, stress, and depression, with an accuracy rate of 70–90%. This article employs a literature review method, analyzing national and international publications from 2015 to 2023 obtained through databases such as Google Scholar, Scopus, and PubMed. The review results indicate that integrating emotion detector technology can enhance the effectiveness of GC services through early intervention, personalized support, and a reduction in mental health stigma in schools. However, several challenges remain, including data privacy protection, accuracy across diverse cultural contexts, and limited technological infrastructure in Indonesian schools. Therefore, further research is needed to examine the effectiveness of this technology in local contexts. Through such efforts, education can become more adaptive and responsive to students’ emotional needs, ultimately supporting the holistic development of the younger generation. ABSTRAKKesehatan emosional siswa merupakan faktor penting dalam dunia pendidikan karena berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik, hubungan sosial, serta kesejahteraan psikologis secara menyeluruh. Di era digital, siswa menghadapi tantangan yang semakin kompleks seperti stres akademis, cyberbullying, dan isolasi sosial. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling (BK) agar mampu mendeteksi dan menangani permasalahan emosional sejak dini. Salah satu solusi yang dikaji adalah penerapan teknologi emotion detector, yaitu teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat menganalisis ekspresi wajah, intonasi suara, dan pola perilaku untuk mengidentifikasi kondisi emosional siswa, seperti kecemasan, stres, dan depresi, dengan tingkat akurasi mencapai 70–90%. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau berbagai publikasi nasional dan internasional dari tahun 2015 hingga 2023 yang bersumber dari Google Scholar, Scopus, dan PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi emotion detector dapat meningkatkan efektivitas layanan BK melalui intervensi dini, pemberian dukungan yang lebih personal, serta mengurangi stigma terhadap kesehatan mental di sekolah. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan seperti perlindungan privasi data, keakuratan dalam konteks budaya yang beragam, serta keterbatasan sarana teknologi di sekolah-sekolah Indonesia. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas penerapan teknologi ini dalam konteks lokal. Dengan langkah tersebut, dunia pendidikan diharapkan menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa guna mendukung perkembangan holistik generasi muda.
KORELASI ANTARA INTEGRITAS TERAPI MUSIK DENGAN TINGKAT EKSPRESI EMOSI MAHASISWA Astri Ramadani; A. Ainun Fadillah; Nur Aulia Rahma; Nurhikma; Abdul Hakim; Citra Prasiska Puspita Tohamba
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35995

Abstract

This study aims to determine the relationship between the intensity of music therapy and the level of emotional expression of students at Makassar State University. The phenomenon of increasing academic, social, and personal pressures causes many students to experience difficulties in expressing emotions healthily. Music is seen as an alternative medium to help regulate and channel emotions. This study uses a quantitative approach with a non-experimental correlational method. The study population consisted of students of the Guidance and Counseling Study Program at Makassar State University, with data collection through a courage questionnaire. Data analysis was carried out using descriptive tests, the Kolmogorov-Smithnov normality test, simple linear regression, and the Pearson correlation test. The results of this study indicate a positive and significant relationship between the intensity of music therapy and the level of emotional expression of students (r = 0.429; p = 0.001). This means that the higher the intensity of students in music therapy, the higher their ability to express emotions adaptively. Music therapy has been shown to stimulate the autonomic nervous system, reduce stress, and improve emotional well-being. These findings support the application of music therapy as an effective nonverbal therapy in guidance and counseling, especially to help students manage emotions and mental health positively.