p-Index From 2021 - 2026
4.333
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi Islam LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Wardah UNIVERSUM Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya JURNAL IQRA´ FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra An Nabighoh Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Arab Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Nizham Journal of Islamic Studies Khazanah Theologia Khazanah Theologia Bulletin of Counseling and Psychotherapy Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Bulletin of Community Engagement Jurnal Pengabdian Multidisiplin Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 12 Waiheru Bulletin of Indonesian Islamic Studies Jurnal Penelitian Indonesian Journal of Educational Management and Leadership Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Studies Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Cenderawasih Journal of Counseling and Education Al Maghazi : Arabic Language in Higher Education Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies
Claim Missing Document
Check
Articles

Teori Identitas dalam Pluralisme Agama dan Identitas (Fenomena Pluralisme dan Toleransi Beragama Desa Jrahi, Gunungwungkal, Pati, Jawa Tengah) Muhamad Agus Mushodiq
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.985 KB) | DOI: 10.25217/jf.v2i2.145

Abstract

Artikel ini merupakan studi mengenai fenomena-fenomena pluralisme agama di Desa Jrahi, Gunungwungkal, Pati, Jawa Tengah. Di sisi lain, artikel ini bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta sosial dan berbagai fenomena yang mengandung nilai-nilai pluralisme agama, serta riset ini dimaksudkan untuk mengaplikasikan pemikiran teori identitas terhadap fenomena pluralisme agama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sehubungan dengan itu, penelitian ini merupakan deskripsi yang diproyeksikan untuk menemukan urgensi hubungan antara fenomena-fenomena pluralisme agama dan identitas masyarakat Desa Jrahi secara sistematik dan objektif. Teori identitas didefinisikan oleh Larry A. Samovar sebagai pencarian fakta dengan pemahaman yang tepat tentang pluralisme agama dan penjagaan identitas. Ia mengatakan bahwa kehidupan plural yang harmonis akan diperoleh dengan menghilangkan sikap rasisme, prasangka buruk, setereotip, etnosentrisme, dan memperkuat studi keagamaan oleh masing-masing pemeluk agama.
Kristalisasi Ideologi Islam Nusantara melalui Pembelajaran dan Pengadaan Kaligrafi Muhamad Agus Mushodiq; Suhono Suhono; Bety Dwi Pratiwi; Erni Zuliana
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.599 KB) | DOI: 10.25217/jf.v3i1.281

Abstract

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari pengabdian kepada masyarakat melalui pembelajaran dan pengadaan kaligrafi di TPA Al-Mukmin Desa Banjarsari Kota Metro. Pemilihan TPA Al-Mukmin sebagai objek kajian tidak lepas dari kondisi masyarakat di lingkungan Desa Banjarsari. Beberapa warga Desa Banjarsari terindikasi menganut ajaran Islam Ekstrimis. Dibuktikan dengan penentangan mereka terhadap pembelajaran dan pengadaan kaligrafi di masjid karena menganggap kaligrafi sama dengan berhala. Di samping itu banyak sekali santri yang tidak mengenal seni Islam, khususnya Kaligrafi dan mereka lebih mengenal kebudayaan asing non-islami seperti K-Pop dan lainnya. dalam pelaksanaan pengabdian peneliti menggunakan pendekatan PAR (Participation Action Research). Adapun dalam analisis data penelitian, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan model penelitian lapangan. Data dikaji dengan dilandaskan pada prinsip-prinsip Islam Nusantara. Adapun hasil dari pengabdian dan penelitian in adalah (1) kegiatan pelatihan kaligrafi sangat efektif dalam mengenalkan kebudayaan Islam dan kebudayaan nusantara melalui kajian ayat Alquran dan ornamen batik nusantara (2) pelatihan kaligrafi merupakan media efektif dalam proses internalisasi paham Islam Moderat dengan pilihan ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan prinsip tasamuh, tawazun, dan tawasuth, (3) pelatihan kaligrafi terbukti mampu menjadi motivasi bagi warga untuk mengadakan kegiatan keagamaan lain seperti pengajian akbar, istighasah, dan yasinan secara berjamaah di masjid yang belum dilakukan sebelumnya, (4) pengadaan kaligrafi terbukti mampu menangkal paham radikal di kalangan masyarakat, mengingat bahwa kaligrafi di dalam masjid merupakan simbol moderisme jama’ah masjid tersebut.
IDEOLOGI DAN PRAKTIK KEAGAMAAN MAHASISWI BERCADAR DI PTKI SE-KOTA METRO Masrurotul Mahmudah; Ambariyani Ambariyani; Binti Khoiriyah; Muhamad Agus Mushodiq
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.356 KB) | DOI: 10.25217/jf.v3i2.387

Abstract

This research aims to uncover the identity of the ideology and practices of the religious Sorority PTKI Se-Metro City about hijab. This important research is done because of the assumption that the use of certain types of hijab is the symbol of extremism and radicalism. First, the existence of the facts users Hijab and veil that are involved in terrorism. In this study, the researchers used a qualitative research method. Data networking is done by the method of conversing and listening. Researchers conduct interviews and record the results of the interviews in the form of sound or video. As for the theory used in exposing the identity of the ideology and practice of religious students about the veil is a religious dimension to the Glock and Stark. As for the findings from this research are (1) the use of the veil distributed by the ideology of syncretism that fall into the category of space in between. But the identity of the space in between is so potentially could be changed, both moved on to understand the extreme about hijab and veil or more moderate in understanding that the veil is not a compulsory subject. (2 user veil that has extreme religious ideology of familiar and has been crystallized. Students who have learned not to mention could have contested the pattern she thought. But in their religious practice has three types of practices, syncretism, moderate and extreme in understanding hijab.
Peran Majelis Ulama Indonesia Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 (Tinjauan Tindakan Sosial dan Dominasi Kekuasaan Max Weber) Muhamad Agus Mushodiq; Ali Imron
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15315

Abstract

AbstractThis paper aims to uncover the motives of the Indonesian Ulema Council (MUI) in issuing Muslim community religious edicts during the COVID-19 Pandemic. In exploring this motive, the writer uses the theory of social action and power domination initiated by Max Weber. This type of research is qualitative research, researchers do the description and interpretation of data from primary sources taken from the official MUI website and other data that supports the results of the study. The results of this paper are: First, MUI is an actor of social religious action. Second, the motives for MUI socio-religious actions through fatwas issued contain three dominant motives. Third, the instrumentally rational motives in the fatwa refer to various models of worship. Fourth, MUI uses the values of the Islamic Religion which originate from the Qur'an, Hadith, and Jurisprudence. Fifth, MUI seeks to continue the traditions of the Prophets and Friends. Sixth, the MUI's Domination of Power determines the mandatory and unlawful matters in worship. Seventh, the MUI has a very important role in the mitigation effort of the COVID-19 Pandemic.Keywords: Social Actions; Power Domination; COVID-19; Mitigation, MUI Fatwa. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkap motif-motif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menerbitkan fatwa peribadatan masyarakat muslim saat Pandemi COVID-19. Dalam mengeksplorasi motif tersebut, penulis menggunakan teori tindakan sosial dan dominasi kekuasaan yang digagas oleh Max Weber. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, peneliti melakukan deskripsi dan interpretasi data dari sumber primer yang diambil dari situs resmi MUI dan data lain yang mendukung hasil penelitian. Adapun hasil dari tulisan ini adalah: Pertama, MUI merupakan aktor dari tindakan sosial keagamaan. Kedua, motif tindakan sosial keagamaan MUI melalui fatwa yang diterbitkan mengandung tiga motif dominan. Ketiga, motif instrumentally rational dalam fatwa mengacu pada berbagai macam model peribadatan. Keempat, MUI menggunakan nilai-nilai dari Agama Islam yang bersumber dari Alquran, Hadis, dan Kaidah Fikih. Kelima, MUI berupaya untuk meneruskan tradisi para Nabi dan Sahabat. Keenam, Dominasi Kekuasaan MUI penentu hal wajib dan haram dalam peribadatan. Ketujuh, MUI sangat penting perannya dalam upaya mitigasi Pandemi COVID-19.Kata Kunci: Tindakan Sosial; Dominasi Kekuasaan; COVID-19; Mitigasi, Fatwa MUI.
Konsep Jilbab dan Identitas Keagamaan Persepsi Mahasiswi Sebagai Calon Guru PAI Layli Tsurayya; Muhamad Agus Mushodiq
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 2 No 02 (2018): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.638 KB) | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v2i02.1302

Abstract

The research was distributed by the presence of one of the factors that affect religious expression, namely globalization. In the tradition of the religious expression of Islam, one of which can be seen through the veil. In Indonesia, the phenomenon of women veiled growing along with the development of the diversity of models and variations of the hijab. In connection with the phenomenon, the authors of driven to do research among academics, headscarves, namely Faculty of Tarbiyah PIE Coed and teacher training UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, which notabenenya as a potential teacher PAI. This type of research is a research field that is descriptive-qualitative. The technique in the determination of the subject of the research that the author use is observation, in-depth interviews and documentation involved, while the analysis of the data using a descriptive-analytic, and ultimately the conclusion. By using the theory of the religious dimension of the Glock and Stark, the results showed: first, understanding of the concept of hijab according to female student of PAI as religion teacher candidates not only have a single concept, but rather is composed of five variations, namely: (1) Hijab as an obligation in Islam to cover nakedness, (2) Hijab as Muslim identity, (3) Hijab as motivation to form characters, (4) Hijab protectors, 5) the hijab as a form of homage to the women, and (6) Hijab as a Muslim woman's new life style. Second, the influence of the concept of the hijab Coed PAI against religious behavior can be seen from two competence, i.e. of the personality and social. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya salah satu faktor yang mempengaruhi ekspresi keagamaan, yaitu globalisasi. Dalam tradisi Islam, ekspresi keagamaan tersebut salah satunya dapat dilihat melalui jilbab. Di Indonesia, fenomena wanita berjilbab semakin meningkat seiring dengan perkembangan keanekaragaman model dan variasi jilbab. Sehubungan dengan fenomena tersebut, penulis terdorong untuk melakukan penelitian jilbab di kalangan akademisi, yaitu Mahasiswi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang notabenenya sebagai calon guru PAI. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif-kualitatif. Teknik dalam penentuan subjek penelitian yang penulis gunakan adalah wawancara mendalam, observasi terlibat dan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan deskriptif-analitik, dan pada akhirnya kesimpulan. Dengan menggunakan teori dimensi keagamaan Glock dan Stark, hasil penelitian menunjukkan: Pertama, konsep pemahaman tentang jilbab menurut Mahasiswi PAI sebagai calon guru agama tidak hanya memiliki konsep tunggal, melainkan terdiri dari lima variasi, yaitu: (1) Jilbab sebagai kewajiban dalam Islam untuk menutup aurat, (2) Jilbab sebagai identitas muslimah, (3) Jilbab sebagai motivasi untuk membentuk karakter, (4) Jilbab sebagai pelindung, 5) Jilbab sebagai bentuk penghormatan kepada kaum wanita, dan (6) Jilbab sebagai gaya hidup baru wanita muslimah. Kedua, Pengaruh konsep jilbab Mahasiswi PAI terhadap perilaku keagamaannya dapat dilihat dari dua kompetensi, yakni dari kepribadian dan sosial.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM OMAR MUHAMMAD TOUMY DALAM PERSPEKTIF PROGRESIVISME Muhamad Agus Mushodiq; Yusuf Hanafiah
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jrtie.v4i1.1930

Abstract

Abstract: This article explores the progressive style of Islamic education and education philosophy initiated by Omar Muhammad at-Toumy Asy-Syaibani. In conducting the exploration, the author uses a qualitative literature research method with the primary source of the book Falsafatu at-Tarbiyah al-Islamiyah by Omar at-Toumy. The results of this paper are a progressive style in the concept of Omar's Islamic education philosophy, including (1) the concept of Tawazun (balanced) and I'tidal (proportional) applied by Omar in formulating the philosophy of Islamic education accommodating the characteristics of progressivism in education in general and at the same time providing a new color in Islamic progressivism. Omar's concept of tawazun was poured into seeing reality, seeing the process of humans getting knowledge, and sources of knowledge and knowledge that are considered valid. (2) Emphasizing individual and societal change for the better, (3) The philosophy of Islamic education is following the community environment's realities (environmentalism) and can be practiced, not utopian ideas. (4) The philosophy of Islamic education is dynamic (dynamic) which can be changed at any time according to the demands of the times (5) Humans (education subjects) as creatures (natural realities) are the best according to Islamic teachings and have intelligence (instrumentalism) as natural resources and potential in solving all problems in the world, besides that he can prosper or take advantage of all the potential that exists in his life (6) The principle of justice and equality in society (students). A progressive style can be seen in (1) The existence of practical and realistic concepts in Islamic education, not only dwelling on information and theory, (2) According to him, an educator must maintain the differences that students have. , given that students have different potentials. (3) The goals of education are also very dynamic, they are adapted to the times, and (4) The curriculum in Islamic education must also be dynamic and flexible with the times. Keywords: Progressive,Tawazun; Tagyir; Omar Muhammad at-Toumy; Islamic Education Philosophy.
Anlisisis Kompleksitas Psikologi Tokoh Suami Dalam Cerpen Indama Ya’ti al-Masa’ Karya Najib Mahfudz Muhamad Agus Mushodiq
Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 02 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.837 KB) | DOI: 10.32332/al-fathin.v1i2.1304

Abstract

This research aims to analyze the psychological complexity of the character's husband on a short story Indama Ya’ti al-Masa with a focus study of id, ego and super ego. In examining psychological personages husband, researchers using the theory of Sigmund Freud. As for the method used in this research is qualitative research methods. Based on this analysis the results presented in descriptif-narrative. The results of this research are the Id in self character husband greatly affect the State of the psychological’s husband, because he always felt lonely and unable to withstand the departure of his wife even though he has logically about the reason why he did not want to move to the new apartment. While the Ego in itself has made himself chose to maintain her own life in the apartment for the sake of the environment around the already friendly and her friends very soon. In addition, the ego has made him to assume that the most important factor is the best friend of his life. Superego in himself has been delivering him to never give up even though the burden is very heavy dipikulnya. He prefers to hold the pain itself instead of having to ask for solutions to them.
Hermeneutika Perspektif Gadamer dan Fazlur Rahman Dian Risky Amalia; Wiwied Pratiwi; Muhamad Agus Mushodiq; Muhammad Saifullah
Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 3 No 02 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-fathin.v3i02.2416

Abstract

Hermeneutics is one of the keys out of the problematic understanding of the text, when the text is understood by only a few circles and is considered less appropriate to the current context, because it is not easy to interpret the classical books that are the hold of life, and are limited by the ages from its descent to in the present. Gadermen and Fazlur Rahman offer a concept of hermeneutics that both refer to the history of the text, and reconstruct the new understanding they analyzeby relating it to the current social context.Gadermen prefers to make hermeneutics an ontological basis, which is based on deep thought, while Fazlur Rahman makes hermeneutics a methodology in the function of ijtihad. Key Words : Gadamer, Fazlur Rahman, Hermeneutic Hermeneutika menjadi salah satu kunci keluar dari problematika pemahaman terhadap teks, disaat teks dipahami hanya oleh beberapa kalangan saja dan dianggap kurang sesuai dengan konteks saat ini,karena memang tidak mudah untuk menginterpretasikan kitab klasik yang menjadi pegangan hidup, dan terbatasi oleh zaman dari mulai turunnya sampai pada masa sekarang.Gadermen dan Fazlur Rahman menawarkan konsep hermeneutika yang sama-sama mengacu pada historis teks tersebut, dan merekontruksi pemahaman baru yang mereka analisis dengan mengaitkannya pada konteks sosial saat ini.Gadermen lebih pada menjadikan hermeneutika sebagai ontologis yaitu berdasarkan pemikiran yang dalam, sedangkan Fazlur Rahman menjadikan hermeneutika sebagai metodologis dalam fungsi ijtihad. Kata Kunci: Gadamer, Fazlur Rahman, Hermeneutika
Religionomik Hadits Al-Habbah As-Sauda’ (Studi Analisis Matan Hadis) Muhamad Agus Mushodiq
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 5 No 2 (2017): Islam dan Ekonomi
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.232 KB)

Abstract

This study aims to examine the hadith related to habbah sauda 'which serve as a justification tool of trade product quality. Given that many herbal medicine companies, especially habbatu sauda who use the verses of the Qur'an or hadith as a means of justification of the greatness of the drugs they sell. The use of disproportionate religious symbols will only lead to improper symbolization. This will result in misinterpretation of the content of the Qur'an or hadith. Thus the analysis of hadith matan with Fazlurrahman’s hermeneutics allegedly gave an ideal interpretation, logical and holistic. The analysis stages of matan hadith used are (1) linguistic analysis, (2) thematic analysis, (3) confirmatory analysis, (4) historical analysis, (5) general analysis, and (6) praxis analysis. As for results that found from this study are (1) the selection of dicsi syifa and not dawa indicates that in habbatus sauda there are substances that have healing properties, not drugs that are physically intact can cure all kinds of diseases. (2) with other traditions it is found that what is meant by all diseases is a disease of money arose in the time of the Prophet, not a generative disease that always evolved into the modern era, (3) Ibn Hajar al-Atsqalāni and Abu Bakar bin al- 'A'rabi says that honey is very clearly mentioned in the Qur'an as a drug more worthy of the title as a cure of all illness than al-habbah as-sauda
REPRESENTAMEN CINTA DALAM KISAH NABI SULAIMAN DAN RATU SABA’ SURAT AN-NAML (Studi Analisis Semiotika dan Komunikasi Interpersonal) Muhamad Agus Mushodiq
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3826

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menemukan makna dari tanda-tanda yang terdapat pada kisah Nabi Sulaiman dan Ratu saba’. Selain itu, tulisan ini juga bertujuan untuk mengungkap proses komunikasi interpersonal antar keduanya yang disinyalir menuju pada pengungkapan perasaan cinta yang berakhir pada pernikahan. Makna-makna tersebut dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Charles sanders Pirce. Teori semiotika peirce fokus pada system triadiknya, sehingga ketika peneliti melakukan  interpretasi, maka ia harus melewati tiga tahapan, representamen, objek, dan interpretan. Selain menngunakan teori semiotika, peneliti juga menggunakan teori komunikasi interpersonal guna menyingkap proses pengungkapan perasaan antara kedua tokoh. Setelah peneliti melakukan analisis dengan dua teori tersebut, ditemukan beberapa simbol kebahasaan yang merujuk pada indikasi cinta, di antaranya adalah penggunaan fi’il mabni li majhul qi>la guna memberikan kesan keramahtamahan Nabi Sulaiman terhadap Ratu Saba. Kata perintah langsung tanpa adanya harfu nida ya juga disinyalir menggambarkan keinginan Nabi Sulaiman untuk merasa dekat dengan Ratu Saba’.  Adapun indikasi cinta yang ada pada diri Ratu Saba’ telah nampak pada awal-awal episode kisah, di mana ia memeberikan respon positif terhadap surat yang dikirim oleh Nabi Sulaman. Adapun proses pengungkapan perasaan yang diterangkan al-Quran secara eksplisit pada diri Sulaiman adalah (1) pengamatan (sensing) terhadap Ratu Saba’, (2) menafsirkan (interpreting) respon Ratu Saba’, (3) mengalami perasaan tertentu (feeling) yang diakibatkan penafsiran sebelumnya, (4) menanggapi (intending) perasaan tersebut, dan (5) mengungkapkan perasaan (expressing). Adapun proses pengungkapan perasaan yang diterangkan al-Quran secara eksplisit pada diri Ratu Saba’ adalah (1) pengamatan (sensing) terhadap Nabi Sulaiman dan (2) pengungkapan (expressing) perasaan.