p-Index From 2021 - 2026
4.405
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi Islam LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Wardah UNIVERSUM Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya JURNAL IQRA´ FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra An Nabighoh Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Arab Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Nizham Journal of Islamic Studies Khazanah Theologia Khazanah Theologia Bulletin of Counseling and Psychotherapy Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Bulletin of Community Engagement Jurnal Pengabdian Multidisiplin Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 12 Waiheru Bulletin of Indonesian Islamic Studies Jurnal Penelitian Indonesian Journal of Educational Management and Leadership Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Studies Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Cenderawasih Journal of Counseling and Education Al Maghazi : Arabic Language in Higher Education Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies
Claim Missing Document
Check
Articles

TANDA PEIRCEAN DAN MAKNANYA DALAM UNSUR INTRINSIK CERPEN ‘INDAMA YA’TI AL-MASA’ KARYA NAGUIB MAHFOUZ (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES S. PEIRCE) Mushodiq, Muhamad Agus
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4672

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang cerita pendek yang ditulis oleh Naguib Mahfouz dengan judul ‘Indama Ya’ti al-Masa. Cerpen tersebut menceritakan tentang kehidupan sepasang sumai istri di masa tua. Mahfouz, menurut hemat peneliti berhasil menampilkan gambaran kehidupan suami istri di masa tua yang dipenuhi dengan konflik keluarga yang kompleks. Peneliti memandang bahwa cerpen tersebut mengandung banyak sekali tanda yang harus dikaji maknanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan judul yang disajikan Mahfouz yang tidak bisa dimaknai dengan makna leksikal. Dengan demikian, peneliti menggunakan teori tanda yang dirumuskan oleh Charles Sanders Peirce. Peirce memandang bahwa tanda dibangun atas unsur triadik, yaitu representamen, objek, dan interpretan. Sedangkan fokus kajian pada penelitian ini ada pada kajian objek yang terdiri dari tanda ikon, indeks, dan simbol. Adapun tanda-tanda peircean yang ditemukan adalah berupa indeks, simbol, dan ikon metafora. Salah satu tanda indeks ditemukan pada kalimat /nazratan fatirah/ ‘pandangan yang lemas dan tidak bersemangat’, bermakna bahwa orang yang memberikan respon tersebut tidak setuju dengan ajakan lawan bicara. Salah satu tanda simbol terdapat pada kata /al-qabri/ ‘kuburan’ tersimpan makna kematian. Tanda ikon metafora pada kata /al-masa’/ ‘sore’ yang merujuk pada makna masa tua, mengingat terdapat kesamaan antara keduanya.
Wahdatul Ulum Perspektif Ibnu Rusyd: Hakikat Agama dan Filsafat untuk Studi Islam Masa Depan Nilawati Tajuddin; Muhamad Agus Mushodiq
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v3i2.1720

Abstract

This paper investigates the concept of wahdatul ulum from the perspective of Ibn Rushd. The researcher utilized qualitative research with a descriptive-historical analysis method. The primary data source for this study is Ibn Rushd's magnum opus, "Faslu Maqal fi Ma Bayna Hikmah wa asy-Syariah min al-Ittisal." The findings suggest that, according to Ibn Rushd, religion and philosophy—being the foundation of science—are fundamentally harmonious. Consequently, the relationship between the two is both absolute and inevitable. It is inconceivable for contradictions to exist between religion and philosophy, as both stem from the same essence: Allah. When apparent contradictions arise, a hermeneutic interpretation is essential to uncover their underlying rationality. In his examination of God’s provisions, Ibn Rushd applies the principle of cause and effect, firmly rooted in rational thought. He places significant emphasis on the importance of logic within religion to prevent individuals from succumbing to the pitfalls of theodicy, apologetics, and dogmatism. Ibn Rushd distinguishes knowledge not by categorizing it as religious or scientific, but by interpreting it as the knowledge of Allah and the knowledge that can be comprehended by humans.