Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Academic Physiotherapy Conference Proceeding

PHYSIOTHERAPY MANAGEMENT FOR CERVICAL ROOT SYNDROME: A CASE STUDY Zaman, Alifia Fatimah; Wahyuni, W; Israwan, Wiek
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2021: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.278 KB)

Abstract

Introduction: Cervical root syndrome (CRS) is a pain that extends from the vertebrae of the neck to the arms. The occurrence of CRS can be caused by factors related to activity, posture, and degenerative changes of the cervical discs that can be caused by age, trauma, repetitive movements, and work. The appearance of such pain can decrease productivity, quality of life, and social activities. Problems caused by cervical root syndrome are sharp spreading pain, muscle weakness, spasm in the cervical muscles, and a decrease in ROM to decrease the functional ability of the patient Case Presentation: The patient age 54 years old came to the Dempo clinic in Malang with a CT-Scan with the results of hernia nucleus pulposus in C3 and C4 and with complaints of pain radiating from the neck to the left arm since 2 weeks ago. Activities that aggravate complaints are when the patient looks up, turns to the left, when going to sleep, and when typing using a laptop for a long time. Pain will be reduced when sleeping at night. The patient is a lecturer whose activities are a lot of sitting, standing, and using a laptop to teach. Management and Outcome: Patient receive therapy three times in once a week. Ultrasound therapy and cervical traction were used for the patient. The Numeric Rating Scale (NRS), Range of Motion using metline, and Neck Disability Index (NDI) were used to evaluate patient. Discussion: After therapy in three weeks with ultrasound and cervical traction, the pain decreases and ROM increases. The functional ability of the neck decreased the disability rate from 26% to 20%. Conclusion: Physiotherapy program conducted in three times for three weeks’ therapy with physiotherapy modalities used such as ultrasound and mechanical traction is able to reduce pain and restore the body's function to carry out daily activities.
Physiotherapy Management for Reconstruction of Anterior Cruciatum Ligament (ACL) With Achilles Graft: A Case Study Lestari, Fegi; Maryam, Siti; Wahyuni, W
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2022: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.004 KB)

Abstract

Introduction: Anterior Cruciatum Ligament (ACL) reconstruction is an action performed by performing surgery to restore the repairation function and joint stability by grafting the ACL using tendon tissue. Ligament replacement using other materials (graft) will usually be taken from the patellar tendon or hamstring tendon in the patient himself (autograft). The physiotherapy management provided is expected to be able to help the recovery process in ACL reconstruction cases.Case Presentation: Mr. G aged 38 years working as a private employee performed an ACL reconstruction with an achilles graft on his left leg which had been diagnosed with ACL rupture by doctors after performing an MRI. This injury is caused because the patient is hit by an impact during football. The operation was carried out on October 28, 2021 at Harapan Bunda Hospital. The patient after undergoing surgery one week later did physiotherapy at Esa Unggul Clinic so it still includes phase 1 rehabilitation.Management and Outcome: The physiotherapy program used cryotherapy, strengthening exercises and isometric exercises for 2 sessions/week for 4 week. The evaluation carried out the Numeric Rating Scale (NRS) to measure the pain, Manual Muscle Testing (MMT) to measure the muscle strength and goniometer to measure the Range of Motion (ROM) of knee joint.Discussion: After being given a physiotherapy program for 4 weeks, the results can reduce of pain in knee joint sinistra from 8 to 0, increasing the MMT of knee joint from 2 to 4 and increase ROM of active motion of the regio knee from the first week of S:0º - 0º - 45º to S:0º - 0º - 120º.Conclusion: Physiotherapy management in cases of ACL reconstruction with achilles graft used cryotherapy, strengthening exercise and isometric exercise can reduce pain, increase muscle strength and ROM.
Physiotherapy Management in Pneumonia Cases in The ICU: Case Report Wahyuni, W; Isak, Galih Adi; Prihantoro, Bangkit Dwi; Dwiyanti, Neriza; Fadhilah, Siti; Tomiana, T; Lestari, Dimas Budi; Pabrizadinata, M. Irfan Jasir; Sabana, M. Rajab; Ramadhani, Raden Shafira Saniyyah; Meir, Ruth Golda; Pratiwi, Yunita Rahayu; Salsabila, Brissa Isabel
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2023: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduce: Data from the 2019 Global Burden of Diseases study shows that lower respiratory tract infections including pneumonia and bronchiolitis affect 489 million people worldwide. Children <5 years and adults >70 years are the populations most affected by pneumonia, according to the 2019 GBD study. Purpose: Knowing the physiotherapy management of pneumonia cases in the ICU Methods: using the case report method taken at PKU Yogyakarta Hospital Conclusion: Providing intervention in the form of passive rib torsion in patients in ICU care with the use of ventilators due to pneumonia is considered capable of increasing chest expansion.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Claw Finger e.c. Morbus Hansen disertai Drop Foot: A Case Report Sari, Etik Yunita; Wahyuni, W; Wijayanti, Christina Wahyu
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Kusta atau lepra merupakan salah satu penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyerang pada area kulit, saraf tepi, saluran pernapasan, dan jaringan tubuh lainnya. Kusta ditandai dengan gejala berupa lesi kulit yang tidak terasa sakit,atau mati rasa serta penurunan sensitivitas kulit, deformitas pada ekstremitas tubuh akibat kerusakan saraf. Meskipun kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan cacat permanenpada penderita kusta.Case Presentation: Seorang pasien dengan nama TN. A, laki-laki berusia 28 tahun, didiagnosis menderita claw finger bilateral dan drop foot bilateral. Pasien mengeluhkan nyeri di tangan kiri dan mati rasa di telapak tangan kanan, khususnya pada area jari keempat dan kelima. Ia juga kesulitan untuk meluruskan jari-jarinya.Management and Outcome: Diberikan intervensi fisioterapi sebanyak 2 kali pertemuan selama 2 minggu diapatkan hasil pada kekuatan otot yang masi sama , pengukuran lingkup gerak sendi yang meningkat , dan peningkatan kemampuan fungsional yang masi samaDiscussion: Pemberian intervensi fisioterapi dalam dua pertemuan menunjukkan hasil bahwa kekuatan otot tidak berubah, lingkup gerak sendi sedikit meningkat, dan aktivitas fungsional tetap sama. Kerusakan saraf butuh waktu lama untuk sembuh, sehingga diperlukan waktu evaluasi lebih lama. Penelitian yang lebih lama dapat memberikan hasil yang baik untuk evaluasi jangka panjangnConclusion: Intervensi fisioterapi dalam dua pertemuan tidak mengubah peningkatan otot, sedikit peningkatkan lingkup gerak sendi, serta tidak mengubah aktivitas fungsional sehari-hari. Pemulihan saraf butuh waktu lama. Penelitian lebih panjang bisa menghasilkan hasil yang lebih baik.
Management Fisioterapi pada Kasus Lymphedema et Causa Ca Mamae di Poli Rehab Medik RSUP Prof. Dr. I. G. N. G Ngoerah Bali: Studi Kasus Hanum, Ery Nafisah; Wahyuni, W; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Limfedema pada kanker payudara merupakan kondisi ketika terganggunya sistem limfatik sehingga menimbulkan akumulasi cairan yang kaya dengan protein di ruang interstisial yang menyebabkan terjadinya pembengkakan. Kejadian ini akan merasakan nyeri, keterbatasan gerak, distorsi bentuk anggota tubuh, dan penurunan kemampuan fungsional pada ekstremitas atas pasien. Fisioterapis memiliki tujuan untuk menurunkan rasa nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, menurunkan bengkak, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan pemberian modalitas dan intervensi lain.Case Presentation: Seorang pasien perempuan berusia 46 tahun mengeluhkan nyeri pada leher hingga jari-jari tangan sisi kiri ketika ditekan, keterbatasan gerak pada leher dan bahu sisi kiri, serta bengkak pada lengan sisi kiri. Pasien mempunyai riwayat 5 tahun lalu muncul benjolan pada payudara kiri dan ketiak, ketika menjalani kemoterapi pasien mulai merasakan bengkak pada lengan kiri yang kian membesar setiap harinya. Dilakukan pemeriksaan nyeri menggunakan NRS, kekuatan otot menggunakan MMT, lingkup gerak sendi menggunakan goniometer, oedema menggunakan midline, dan kemampuan fungsional menggunakan SPADI.Management and Outcome: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional. Pasien mendapatkan intervensi berupa modalitas TENS, manual lymphatic drainage vodder (MLDV), stretching, dan mobilisasi sendi. Pasien mendapatkan terapi sebanyak 5 kali pertemuan dengan fisioterapis dan dilakukan evaluasi pada setiap pertemuannya. Hasil menunjukkan penurunan nyeri NRS. Rata-rata lingkup gerak cervical dan shoulder sinistra meningkat. Oedema lingkar lengan menurun. Kemampuan fungsional meningkat, skor SPADI dari 33,8% menjadi 28,4%. Namun, kekuatan otot regio cervical dan shoulder sinistra tidak menunjukkan peningkatan.Discussion: Kombinasi terapi TENS, MLDV, stretching, dan ROM terbukti efektif untuk menurunkan gejala lymphedema dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa intervensi fisioterapi multimodal dapat memperbaiki fungsi sistem limfatik, mengurangi nyeri akibat peradangan kronis, dan meningkatkan mobilitas pasien pasca kanker payudaraConclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi menggunakan modalitas TENS, stretching exercis, mobilisasi sendi, dan Manual Lymphatic Drainage Vodder (MLDV) selama 5 kali pertemuan efektif menurunkan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, mengurangi oedema, dan meningkatkan fungsi pada kasus lymphedema et causa CA Mamae.
Pengaruh Program Rehabilitasi berbasis Latihan pada Kasus Osteoarthritis Knee: A Case Report Hastuti, Rehning Puji; Wahyuni, W; Yunanto, Sri
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Osteoartritis lutut adalah penyakit degeneratif yang memengaruhi sendi dan berkembang seiring waktu. Penyakit ini ditandai dengan kerusakan struktur tulang rawan, yang menyebabkan perubahan patologis. Gejala yang sering terjadi meliputi kekakuan di pagi hari dan suara "cracking", terkadang dikenal sebagai suara krepitus, saat menggerakkan lutut. Ketidaknyamanan lutut memengaruhi banyak elemen kualitas hidup karena mengurangi tugas fungsional seperti berjongkok, berdiri, berjalan jauh, dan naik turun tangga. Prevalensi penderita osteoartritis lutut sekitar 25% orang dewasa, dan dalam 20 tahun terakhir.Case Presentation: Penelitian ini dilakukan di RSUD Bagas Waras Klaten, dan partisipan penelitian yaitu Tn. S.B. berusia 59 tahun dan berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen telah didiagnosis menderita osteoartritis lutut unilateral. Pasien datang dengan keluhan kaku dan nyeri pada lutut kanan. Keluhan ini membuat pasien kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pergerakan dari duduk ke berdiri, berjalan jauh, dan gerakan sholat menjadi aktivitas utama yang terganggu. Selain itu pasien melaporkan saat melakukan gerakan lutut terdengar bunyi "krek" atau krepitus pada lutut kanan.Management and Outcome: Rehabilitasi berbasis Latihan dapat meningkatkan status fungsional, mengurangi tingkat dan intensitas nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup yang merupakan manfaat manajemen fisioterapi untuk mengatasi masalah Osteoartritis.Conclusion: Pertemuan Fisioterapi pada pasien osteoartritis lutut dengan empat kunjungan menggunakan TENS, mobilisasi patela, dan latihan mengurangi rasa tidak nyaman, meningkatkan aktivitas fungsional, memperkuat otot, dan memperluas jangkauan gerak sendi.
Co-Authors Abdullah, Arif Achmad Fuad Hafid Adeputra, James Alfida, Nur Andzani, Fahreza Ayu Anshari, Riyadi Anugrah, Welya Nesvi Anwar, Rafidan Ari Sartinah, Ari Arif Pristianto Arimbi, Cindy Kartika Ariyanti, Annisa Mutiara Aty Widyawaruyanti Baru Sadarun Belinda, Melur Carla Wulandari Sabandar Chairunnisa, Maurizka Dewi, Diana Rosalina Kartika Dwiyanti, Neriza Fadhliyah Malik Hamid, Mustakim Hamidah, Nilam Nur Hanum, Ery Nafisah Hardalena, Lidya Hasanuddin, Didi Dharmadi Hastuti, Rehning Puji Haswika, Haswika Helmia, Wa Ode Nia Imam Mawardi Isak, Galih Adi Israwan, Wiek Iyan Gustiana Jabbar, Asriullah Kamaluddin Kamaluddin Kasmawati, Henny Kun Harismah Kusala, Katrin Vidya Lestari, Dimas Budi Lestari, Fegi lestari, sulis Lestari, Ulfa Putri Mahardhini, Ambarrizka Malaka, Muhammad Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Maliesgasari, Dita Marcelia, Riza Mardianto, Halim Mardikasari, Sandra Aulia Maulidia, Kamila Mawarni, Indah Meir, Ruth Golda Mesi Leorita, Mesi Mubaroq, S R Muhammad Ilyas Yusuf Muhammad Rizqi Musadar Mappasomba Noor Hidayah Noor Iman, Fidiantari Novrini Hasti Nur Illiyyin Akib Pabrizadinata, M. Irfan Jasir Perdana, Suryo Saputra Poko, Feny Riskiana Pratiwi, Dilia Ananda Pratiwi, Heny Pratiwi, Yunita Rahayu Prayitno, P Prihantoro, Bangkit Dwi Pristanto, Arif Ramadhani, Raden Shafira Saniyyah Ramadhani, Suci Indah Rini Hamsidi Rustam HN, Muhammad Sabana, M. Rajab Sabana, Muhammad Rajab Sabarudin Sabarudin Sahidin . Sahidin, S Salsabila, Brissa Isabel Sanjoyo, D D Sari, Etik Yunita Septiani, Icha Shidiq, Ronald Rizal Siti Fadhilah, Siti SITI MARYAM Sri Yunanto Suaib, S Sudarmi, S Suwarto Suwarto Syaahidah, Habiibatusy Timung, Yusni Oktaviani Tomiana, T Tri Widayatno Triastuti Rahayu Trisnabari, Hindari Mernasantia Umi Budi Rahayu Umi Faridah Utami, Mulatsih Nita Wa Ode Sitti Musnina Wahidah, Yulia Wahyu Tri Sudaryanto Wardianti, Dwi wati, Mida Wijayanti, Christina Wahyu Wijianto, W Wirasmanto, Bayu Wiwied Ekasari Wulaisfan, Randa Wulandari, Nanda Dias Zaman, Alifia Fatimah