Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI MORAL DALAM KUMPULAN PUISI SENO GUMIRA AJIDARMA Dwi Wahyu Candra Dewi; Salsabila Amalia
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 3 (2004): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i3.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa dan nilai-nilai moral dalam puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Dengan mengambil sampel puisi-puisi terkenalnya, penelitian ini melakukan analisis teks mendalam untuk mengidentifikasi gaya bahasa yang dominan digunakan oleh Sapardi, seperti personifikasi, metafora, imagery, paralelisme, dan refrain. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam puisi-puisi tersebut, seperti kesadaran akan kehidupan, kebijaksanaan, keharmonisan, ketabahan, keabadian, kesadaran akan tujuan hidup, dan kesederhanaan dalam cinta. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sapardi Djoko Damono menggunakan gaya bahasa secara kreatif dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kehidupan dan nilai-nilai moral yang mendalam. Penggunaan gaya bahasa yang kaya dan beragam tersebut dapat memperkuat ekspresi dan makna dalam puisi-puisinya, sehingga memberikan pengalaman estetika yang mendalam bagi pembaca. Selain itu, nilai-nilai moral yang terkandung dalam puisi-puisi Sapardi memberikan inspirasi dan refleksi bagi pembaca tentang kehidupan dan nilai-nilai yang sesungguhnya penting dalam hidup. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang karya sastra Sapardi Djoko Damono dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta menjadi referensi penting bagi pengkaji sastra Indonesia dan pembaca yang tertarik pada puisi dan sastra Indonesia.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA PESAN MORAL SEBAGAI PELAJAR DALAM NOVEL “DILAN” 1990 KARYA PIDI BAIQ Dwi Wahyu Candra Dewi; Restika Wijayanti
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i3.3182

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Sosiologi Sastra Pesan Moral Sebagai Pelajar Dalam Novel “Dilan” 1990 Karya Pidi Baiq” bertujuan agar pelajar memiliki moral yang baik dan terus memperbaiki moralitas kedepannya. Interaksi antara pelajar dan guru serta sesama pelajar menjadi bagian kunci dalam pembentukan moralitas remaja. Artikel ini berfokus pada novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq untuk mengeksplorasi moral yang tercermin dalam interaksi para tokoh di dalam novel. Melalui metode deskriptif kualitatif, kutipan-kutipan dari novel tersebut dianalisis untuk menemukan pesan-pesan seperti kesopanan, menghormati otoritas, kejujuran, tanggung jawab, dan saling membantu. Pembahasan menekankan pentingnya pesan moral ini dalam membentuk karakter pelajar dan menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis. Dengan memahami dan menerapkan pesan-pesan tersebut, diharapkan pelajar dapat memperkuat hubungan interpersonal, mengembangkan karakter yang baik, dan meningkatkan moralitas mereka di masa depan. Penutup artikel menekankan pentingnya pendidikan yang melibatkan seluruh aspek kehidupan pelajar, bukan hanya pelajaran akademik, serta menyarankan penelitian lebih lanjut untuk strategi konkret dalam meningkatkan kesadaran moral dalam lingkungan pendidikan.
ANALISIS PENOKOHAN TOKOH ASHLEY DALAM NOVEL ARCHENDIA DAN ASYLLUS KARYA ASHYELS ROSYANNA Septi Selviati; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i5.3553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penokohan tokoh utama Ashley dalam novel Archendia dan Asyllus karya Ashyels Rosyanna. Tokoh adalah pelaku yang menjadi objek dan menjalankan peran dalam sebuah cerita. Sedangkan, penokohan merupakan salah satu unsur intrinsik dalam sebuah novel, yang menunjukkan tentang bagaimana seorang tokoh dalam sebuah cerita menggambarkan karakter atau watak tokoh tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yakni desktiptif kualitatif. Teknik penyajian data analisis berupa penjelasan dan uraian. Sumber data diperoleh dari novel Archendia dan Asyllus karya Ashyels Rosyanna. Penokohan dalam novel ini digambarkan melalui watak tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ashley dalam novel Archendia dan Asyllus karya Ashyels Rosyanna digambarkan sebagai tokoh yang religius, peduli, rendah hati, rajin, optimis, memotivasi, hemat, sayang ibu, dan tegas.
RELASI KUASA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN “JODOH” KARYA A.A. NAVIS Fitria Maya Sari; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i6.3608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggambaran relasi kuasa laki-laki dan perempuan dalam kumpulan cerpen Jodoh karya AA. Navis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif, yakni konsep penyajian data dalam bentuk uraian kata-kata maupun teks. Sumber data dari penelitian ini adalah kumpulan cerpen ”Jodoh” karya A.A. Navis. Teknik pengumpulan data penelitian ini, yaitu membaca, memberi tanda, memilah, dan mencatat data-data. Data penelitian ini meliputi kata, frasa, dan kalimat. Instrumen pengumpulan data meliputi catatan dan tabel. Analisis data dilakukan dengan deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) relasi kuasa laki-laki dan perempuan dalam kumpulan cerpen Jodoh berdasarkan pandangan gender maupun kekuasaan yang menggambarkan pertukaran peran gender, serta 2) kepemilikan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan.
KONFLIK BATIN TOKOH YUNING DALAM CERPEN “BULAN KUNING SUDAH TENGGELAM” KARYA AHMAD TOHARI Fitria Salsabella; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i2.3966

Abstract

Artikel ini mengkaji konflik batin tokoh Yuning dalam cerpen "Bulan Kuning Sudah Tenggelam" karya Ahmad Tohari. Melalui analisis teks kualitatif yang mendalam dan menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini mengungkap konflik antara keinginam pribadi dan tuntutan sosial serta keluarga membentuk dinamika naratif dan pengembangan karakter Yuning. Dalam artikel ini, konflik internal Yuning dianalisis melalui teori konflik Sigmund Freud yang membagi kehidupan psikis menjadi id, ego, dan superego.Implikasinya juga dikaji dari konflik batin Yuning terhadap pemahaman yang lebih luas tentang peran wanita dalam masyarakat, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam menavigasi harapan sosial yang seringkali kontradiktif. Analisis menunjukkan bahwa Yuning berada dalam perjuangan konstan antara id yang menginginkan kebebasan untuk mengikuti suaminya dan superego yang mendorongnya untuk mematuhi norma sosial yang mendalam dan tinggal dekat dengan orang tuanya. Penelitian ini mengemukakan bahwa melalui konflik batin Yuning, Tohari berhasil menangkap dan mengkritik norma sosial yang membatasi, seraya menunjukkan kekuatan sastra dalam mengungkap dan membahas isu-isa sosial penting.
ANALISIS PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL KARYA J.S KHAIREN “KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS” Nadjwa Salshabilla Humayra; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i3.4064

Abstract

Penelitian kali ini dilakukan untuk menggambarkan tema buku. Alur cerita, tokoh, serta latar dalam buku yang dibuat oleh J.S. Khairen, yaitu “Kami (Bukan) Sarjana Kertas” serta psikologi tokoh utama di dalam buku tersebut. Penelitian ini menggunakan psikologi sastra oleh Sigmund Freud yang menggunakan metode desktiptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang sudah kami lakukan, ditemukan beberapa kesimpulan, diantaranya; 1) Buku ini bertema sosial pendidikan, kesenjangan dan kemiskinan. 2) Terdiri dari enam tokoh utama yang digambarkan secara jelas dan utuh bagaimana perjuangan, masalah-masalah yang dihadapi, dan sisi lain dari kehidupan mereka dengan berlatarkan kampus yang ada di Ibukota. 3) Berdasarkan teori psikologi Sigmund freud, seluruh tokoh utama dalam buku ini memiliki aspek Id, Ego, dan Super Ego.
Rasa Ini oleh Vierratale : Ketika Hati Bicara, Tapi Kata Tak Tersampaikan Raudatul Jannah; Dwi Wahyu Candra Dewi
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i2.1608

Abstract

This article discusses the lyrics of the song “Rasa Ini” by Vierratale as a representation of hidden feelings of love, emotional wounds, and doubts in relationships. Through a qualitative descriptive approach and Roland Barthes’ semiotic theory and Grice’s implicature theory, this article analyzes the figurative meaning in the song lyrics, especially the use of metaphor, symbolism, signs, connotation, denotation, and emotional narrative structures that emerge through a first-person perspective. The findings show that the lyrics of this song not only convey messages verbally, but also describe a strong inner mood through visualization of imagery, melody, musical nuances, and supporting poetic emotions. The presence of the background of the songwriter, Kevin Aprilio, also enriches the intertextual meaning that is manifested in the authenticity of emotions. This song is also a mirror of popular culture that reflects the dynamics of love in Indonesian society, especially love that is not conveyed directly, internalized in personal experiences, the psychology of the listener, and expressions of cultural identity.
Makna Perpisahan dan Penerimaan pada Lirik Lagu “Selamat (Selamat Tinggal)” Karya Virgoun: Analisis Semiotika Sahwa Laily; Dwi Wahyu Candra Dewi
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v5i2.2013

Abstract

This study discusses the meaning of separation and acceptance in the lyrics of the song “Congratulations (Goodbye)” by Virgoun feat. Audy through Ferdinand de Saussure’s semiotic approach. Lyrics are not just a series of words, but contain symbols, hidden meanings, and emotional messages that can be interpreted in depth. Using an interpretive qualitative method, this study analyzes the relationship between the signifier and the signified in each verse of the song. The results of the analysis show that each verse represents the stages of emotion experienced by the character in the song, from nostalgia, loss, to acceptance and self-transformation. This song is not only about separation, but also describes the emotional maturity that arises from wounds and learning. The findings of this study indicate that symbols in the lyrics are able to convey universal messages about love, loss, and sincerity. The implications of this study indicate that song lyrics as a medium of symbolic communication can be a means of emotional reflection for listeners.
Struktur dan Makna Puisi “Ibu” Karya Chairil Anwar: Kajian Struktural dalam Pengajaran Sastra Rahmadi Rahmadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v5i2.2014

Abstract

Poetry, as a medium of aesthetic and reflective expression, holds significant potential in developing students' critical literacy. However, the complexity of form and symbolism in poetry often becomes a barrier in the learning process. This study aims to analyze the poem Ibu by Chairil Anwar using a structural approach to reveal the interrelation between physical and inner structures in constructing meaning, as well as to examine its relevance in literature learning at the secondary school level. Employing a Qualitative descriptive-analytical method, this study explores the poem’s physical structure such as typography, diction, imagery, and figures of speech and its inner structure, including theme and message. The analysis reveals that the poem Ibu is composed with simplicity yet conveys deep emotional and spiritual layers, reflecting profound reverence toward the mother figure. The structural approach proves effective in systematically uncovering meaning and is applicable in classroom settings, supporting the integration of analytical and contextual literary education aligned with the Merdeka Curriculum. These findings underscore the urgency of implementing structural analysis as a pedagogical strategy to enhance literary appreciation and critical literacy in secondary education.
GASTRONOMI DALAM NOVEL “NEGERI VAN ORANJE” KARYA WAHYUNINGRAT DAN KAWAN-KAWAN: GASTRONOMY IN THE NOVEL “NEGERI VAN ORANJE” BY WAHYUNINGRAT ET AL. Fahimah; Dwi Wahyu Candra Dewi; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.313

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan fungsi gastronomi serta persilangan budaya melalui interaksi tokoh yang melibatkan gastronomi dalam novel Negeri van Oranje karya Wahyuningrat dan kawan-kawan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan gastronomi sastra dengan perspektif fungsiogastronomi sastra. Studi pustaka diterapkan sebagai teknik pengumpulan data dengan instrumen berupa tabel pengklasifikasian data. Setelah dikumpulkan, data dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastronomi dalam novel ini memiliki fungsi sebagai pengingat masa lalu, pembuka dalam pembicaraan, meningkatkan kebersamaan, mempererat banyak orang, pengenalan identitas, mata pencaharian, asupan nutrisi, estetika cerita, ekspresi rasa, menyehatkan jiwa manusia, bentuk adaptasi dengan lingkungan baru, penetral emosi, referensi keterampilan kuliner, dan pengenalan kebiasaan. Sementara itu, persilangan budaya tercermin melalui enam komponen yang menggambarkan bahwa makanan atau minuman menjadi medium interaksi lintas budaya. Enam komponen tersebut, yaitu asal makanan atau minuman, adaptasi budaya, persepsi terhadap makanan atau minuman, konflik atau harmoni budaya, lingkungan sosial dan makna simbolis makanan atau minuman. Abstract This study aims to explain the function of gastronomy and cultural cross-cultural interactions through character interactions involving gastronomy in the novel Negeri van Oranje by Wahyuningrat et al. This qualitative study uses a literary gastronomy approach with a literary gastronomy function perspective. Literature study is applied as a data collection technique with an instrument in the form of a data classification table. After being collected, the data is analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that gastronomy in this novel has a function as a reminder of the past, an opener in conversation, increasing togetherness, bringing many people together, introducing identity, livelihood, nutritional intake, story aesthetics, expression of taste, nourishing the human soul, a form of adaptation to a new environment, neutralizing emotions, culinary skill references, and introducing habits. Meanwhile, cultural cross-culturalism is reflected through six components that illustrate that food or drink is a medium for cross-cultural interaction. The six components are the origin of food or drink, cultural adaptation, perception of food or drink, cultural conflict or harmony, social environment and the symbolic meaning of food or drink.
Co-Authors Agus Nuryatin Ahmad Hariyadi Ahsani Taqwiem Aisah Aisah Annisa Putri Ramadhani Arum Murdianingsih M.Pd Atika Zahradia Maulida Aulia Novitasari Aulia Ridhatul Hanifah Aulia Ridhatul Hanifah Aulia, Saidatul Daroe Iswatiningsih Dede Fadilatunisa Dewi Kusumaningsih Dhini Kusuma Lestari Emira Naisya Imani Emira Naisya Imani Fahimah Fara Khoerunnisa Fara Pramuditya Fitria Ika Farizha Fitria Maya Sari Fitria Salsabella Hamnah, Hamnah Hana Khairiyah Hany Nor Azizah Hany Nor Azizah Hany Nur Azizah Henny Futry Ananti Husnul Khatimah Ida Zulaeha Ikrimah Ikrimah Ikrimah, Ikrimah Indah Maharany Indah Maharany Iqram Anwar Ramadhani Iqram Anwar Ramadhani Jumadi Jumadi Jumadi , Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Kalila Shahwa Noor Rahman Kalila Shahwa Noor Rahman Khatimah, Husnul Kristina Widya Andini La Ino Leny Marlindawati Leny Marlindawati Mahdiati Mahdiati Mahdiati, Mahdiati Maulana Abdurrasyid Mei Leani Olfah Mohammad Fatah Yasin Muhammad Asyari Muhammad Asyari Muhammad Fikri Arosad Muhammad Fikri Arosad Muhammad Rafiek Muhammad Ryan Muhammad Ryan Muhlis Fajar Wicaksana Nadia Halima Putri Nadia Maulina Nadiya Nadiya Nadiya Nadiya, Nadiya Nadjwa Salshabilla Humayra Neysiana Febrianti Sundusiah Nida Ul Hasanah Nida Ul Hasanah Noor Cahaya Nur Asyifa Rohainy Nur Asyifa Rohainy Nur Hikmatul Rizkiah Nurhaliza Nurhaliza Nurul Huda Nydia Zulfa Hany Nydia Zulfa Hany Putri Ayu Lestari Putri Ayu Lestari Rabiatul Jannah Rahma Sari Rahmadi Rahmadi Raudatul Jannah Restika Wijayanti Rini Rahmawati Rini Rahmawati Rizkina Zahra RR. Nindya Aurellia Nugroho Rusma Noortyani Sahwa Laily Sainul Hermawan Salsabila Amalia Salsabila Amalia Septi Selviati Septi Selviati Siti Hadijah Siti Mutiah Sri Puji Rahayu Sri Puji Rahayu Sulisno Sulisno Teguh Supriyanto Wahdatun Nikmah Wahdatun Nikmah Yuwana Yuwana Zahiya Zahiya Zahra Anisa