Claim Missing Document
Check
Articles

GAYA BAHASA DALAM KARYA SASTRA. EKSPLORASI ESTETIKA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENAFSIRAN Rini Rahmawati; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1245

Abstract

Sastra, sebagai seni berbasis bahasa, memiliki dimensi kompleks yang mencakup gaya bahasa sebagai elemen penting. Gaya bahasa tidak hanya mencerminkan kepiawaian penulis dalam merangkai kata-kata, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap pengalaman estetika pembaca dan penafsiran teks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap gaya bahasa dalam karya sastra Eksplorasi Estetika, menggali dimensi estetika yang terkandung di dalamnya, dan menganalisis bagaimana gaya bahasa tersebut memengaruhi penafsiran pembaca. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan. Gaya bahasa dalam karya sastra Eksplorasi Estetika mencakup berbagai teknik dan strategi penggunaan kata, kalimat, dan struktur naratif. Gaya bahasa ini tidak hanya memperindah tulisan, tetapi juga membangun suasana, karakter, dan menyampaikan makna dengan cara unik. Penggunaan gaya bahasa yang tepat dapat menciptakan efek estetika tertentu, memperkaya karya sastra, dan menghasilkan dampak emosional pada pembaca. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap dua karya sastra, yaitu kumpulan puisi "Midas" karya Nanang Suryadi dan novel "Manusia Langit" karya Jajang A. Sonjaya. Kedua karya sastra ini menunjukkan eksplorasi gaya bahasa seperti metafora, personifikasi, perbandingan, pertautan, pertentangan, dan perulangan. Gaya bahasa ini berperan penting dalam menciptakan keunikan estetika karya sastra dan memengaruhi penafsiran pembaca. Melalui eksplorasi estetika gaya bahasa, penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang kompleksitas dan keindahan dunia sastra serta memberikan pandangan baru terhadap keterkaitan antara gaya bahasa, estetika, dan interpretasi dalam konteks karya sastra. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana gaya bahasa memengaruhi pengalaman estetika dan penafsiran pembaca dalam membaca karya sastra Eksplorasi Estetika.
ANALISIS NILAI PERJUANGAN DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI Nur Asyifa Rohainy; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1252

Abstract

Penelitian yang bertajuk “Analisis Nilai Perjuangan Dalam Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur atau nilai perjuangan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, dalam novel tersebut Alif tidak mempunyai ijazah, dengan cepat memupuskan harapannya. Memang saat itu pesantren belum diperbolehkan memberikan gelar seperti lembaga subsidi pemerintah, namun hal tersebut tidak menyurutkan cita-cita Alif, ia kemudian berhasil memperoleh ijazah dengan menyelesaikan ujian kesetaraan. Setelah itu Alif mengikuti tes UMPTN dan diterima di universitas di Bandung; dia berencana untuk belajar Hubungan Internasional. Alif tak khawatir ia tak lolos masuk ITB. Dia terus belajar dengan rajin. Meski mengalami banyak kesulitan, termasuk kesulitan keuangan. Alif tergoda untuk menyerah, namun ia mengingat slogan "man shabara zhafira", yang berarti "siapa yang bersabar maka ia beruntung", dan ia memutuskan untuk terus berjuang dan bersabar. Pada akhirnya, Alif berhasil memperbaiki keadaan keuangannya melalui tulisan. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif, yang mana informasi dideskripsikan dan bukan dianalisis secara numerik, digunakan dalam pendekatan penelitian ini. Juga pendekatan bibliografi karena melibatkan banyak referensi buku. Hasil penelitian ini adalah mendapatkan nilai perjuangan yang dimiliki oleh tokoh Alif dalam mengejar cita-citanya dengan berbagai rintangan yang ia hadapi dan terdapat unsur intrinsik dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi.
ANALISIS MAJAS DAN DIKSI PADA LAGU CINCIN YANG DIPOPULERKAN HINDIA Nadiya Nadiya; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1292

Abstract

Bahasa sebagai identitas terpenting dari suatu negara dan sebagai alat komunikasi dikalangan masyarakat. Bahasa saat ini banyak berkembang melalui sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Musisi Baru. Pada lagu, keadaan dan perasaan seseorang yang mendengar dapat terwakilkan. Salah satunya lagu yang terkenal karena liriknya yang menarik, yaitu lagu Cincin yang dipopulerkan oleh Hindia. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan stilistika untuk meneliti gaya bahasa dan diksi dalam lirik lagu tersebut. Data yang dikumpulkan adalah kata, frasa, dan kalimat dari lirik lagu Cincin. Hasil penelitian menemukan ada 15 gaya bahasa dan 21 diksi dalam lagu tersebut. Penelitian ini direkomendasikan bagi pencinta lagu Cincin yang ingin lebih memahami dan mendalami lagu tersebut.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK PUISI TAK SEPADAN KARYA CHAIRIL ANWAR Muhammad Fikri Arosad; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik dalam puisi berjudul Tak Sepadan karya Chairil Anwar penelirian ini dapat bermanfaat untuk pembaca dan dapat meningkatkan kemampuan dalam menganalisis unsur intrinsik yang terdapat dalam puisi.metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis unsur intrinsik pada puisi karya Chairil Anwar yang kemudian dideskripsikan secara menyeluruh dari 7 unsur tersebut, dari hasil penelitian ini terdapat beberapa unsur intrinsik puisi diantaranya yaitu 1) menganalisis tema dari puisi 2) diksi 3) rasa 4) nada 5) suasana 6) majas 7) amanat. Hasil dari analisis unsur intrinsik puisi yang telah peneliti laksanakan ini terdapat makna yang terkandung dalam puisi “tak sepadan” yang menggambarkan tentang dua jalur hidup yang berbeda dalam cinta. Satu jalur mengarah pada pernikahan, kebahagiaan, dan keluarga, sementara yang lain merasa terjebak dalam pengembaraan dan kutukan cinta.
ANALISIS NILAI EDUKASI PADA NOVEL AKAR KARYA DEWI LESTARI Indah Maharany; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1404

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur pembangun dan nilai edukasi yang terdapat dalam novel "Akar" karya Dewi Lestari dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan selanjutnya menggunakan teknik catat.. Hasil penelitian ini mencakup nilai edukasi yang terkandung dalam novel Akar, seperti nilai penghargaan, cinta, toleransi, kerja sama, dan kebebasan pikiran.
ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL PASTA KACANG MERAH KARYA DURIAN SUKEGAWA Aulia Ridhatul Hanifah; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penokohan dalam novel Pasta Kacang Merah karya Durian Sukegawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sumber data penelitian ini bersumber dari novel Pasta Kacang Merah karya Durian Sukegawa cetakan ketiga yang terbit pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Teknik ini dilakukan dengan cara membaca dan menelaah kalimat atau kutipan dalam novel Pasta Kacang Merah. Hasil analisis penelitian ini berupa penokohan yang ada di dalam novel Pasta Kacang Merah. Dari hasil pengamatan, ditemukan 11 tokoh yang berperan dengan berbagai jenis penokohan yang digambarkan oleh Durian Sukegawa. Tokoh- tokoh tersebut terdiri dari Tsuji Sentaro, Yoshii Tokue, Wakana, Nyonya Pemilik Toko, Moriyama, Bos, Yoshiaki, Ibu Tokue, Adik Tokue, Ibu Sentaro, dan Tanaka.
NILAI MORAL DALAM NOVEL ARCHENDIA DAN ASYLLUS KARYA ASHYELS ROSYANNA Septi Selviati; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1430

Abstract

Novel Archendia dan Asyllus karya Ashyels Rosyanna menghadirkan berbagai nilai moral yang terdapat dalam setiap tokohnya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja wujud nilai moral yang terdapat dalam novel Archendia dan Asyllus karya Ashyels Rosyanna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yakni desktiptif kualitatif. Teknik penyajian data analisis berupa penjelasan dan uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Archendia dan Asyllus karya Ashyels Rosyanna menunjukkan empat wujud nilai moral, yaitu hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan tuhannya meliputi, berdoa, bersyukur, dan berikhtiar. Wujud nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi, percaya diri, bekerja keras, keberanian, kemandirian, hemat, kejujuran dan kerendahan hati. Wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan manusia meliputi, berbakti kepada orang tua, tolong-menolong, peduli dan berbagi. Wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan alam yakni menjaga kebersihan lingkungan.
Makna Simbol di Balik Puisi “Rumahku” Karya Chairil Anwar Rahma Sari; Dwi Wahyu Candra Dewi
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1378

Abstract

Chairil Anwar's poem "My Home" reflects the inner struggle and search for identity in a life full of uncertainty. This study uses a qualitative descriptive method to explore the meaning of the symbols contained in the poem. Symbols such as "home," "tent," "twilight," and "clear glass" are depictions of feelings of alienation, confusion of direction, and a desire for peace that is not physical, but spiritual. The results of the study show that this poem is not only an aesthetic expression, but also a medium for understanding the dynamics of the human mind in facing reality. Chairil Anwar positions poetry as a space for self-protection and a place to search for the meaning of life. The implications of this study strengthen the understanding that literature, especially poetry, has an important function as a means of reflection and existential expression in facing the complexities of life.
Kritik Sosial dalam Lagu “Bayar Bayar Bayar” Karya Band Sukatani Dede Fadilatunisa; Dwi Wahyu Candra Dewi
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1381

Abstract

The song "Bayar Bayar Bayar" by the band Sukatani describes a social critique of injustice in public services in Indonesia, especially those involving the police institution. Through simple yet meaningful repetitive lyrics, the song reflects the reality of people's lives who have to face additional costs to obtain public services that should be free or fair. In this analysis, the song is connected to Nancy Fraser's concept of social injustice, which shows the inequality in the distribution of social rights, as well as the instrumental theory of law which states that law is often a tool for certain interests. The aesthetic techniques used in the song, including repetition and hyperbole, strengthen the message of social criticism, making it a means of resistance to corrupt social structures. In the Indonesian social context, the song also serves as a reflection of society's distrust of public institutions and becomes a medium of expression that encourages collective awareness of broader issues of injustice.
Makna dalam Lirik Lagu “Paris Berantai” karya Anang Ardiansyah Yuwana Yuwana; Dwi Wahyu Candra Dewi
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v3i2.1757

Abstract

This article explores the significance found in the lyrics of the song "Paris Berantai" by Anang Ardiansyah through Paul Ricoeur's hermeneutic approach. This song is among the plethora of traditional Banjar music that not only provides enjoyable melodies but also incorporates social imagery that mirrors the values of Banjar society, including love, yearning, struggle, identity, and social dynamics. The methodology employed is qualitative descriptive with hermeneutic research methods, which involve a thorough interpretation of song lyrics as social works. This research seeks to uncover the implications within the lyrics that musically and artfully express the intricacies of local culture. The findings reveal that this song is not merely a traditional musical composition but also serves as a medium for conveying the character and intellect of Banjar society. This analysis indicates that each lyric of the song holds a philosophical significance that reflects the perspectives of the Banjar people on time, social relationships, nature, and the impact of external societies. Furthermore, this song portrays the experience of profound love and acts as a channel for conveying moral, spiritual, and social messages within a sophisticated context.
Co-Authors Agus Nuryatin Ahmad Hariyadi Ahsani Taqwiem Aisah Aisah Annisa Putri Ramadhani Arum Murdianingsih M.Pd Atika Zahradia Maulida Aulia Novitasari Aulia Ridhatul Hanifah Aulia Ridhatul Hanifah Aulia, Saidatul Daroe Iswatiningsih Dede Fadilatunisa Dewi Kusumaningsih Dhini Kusuma Lestari Emira Naisya Imani Emira Naisya Imani Fahimah Fara Khoerunnisa Fara Pramuditya Fitria Ika Farizha Fitria Maya Sari Fitria Salsabella Hamnah, Hamnah Hana Khairiyah Hany Nor Azizah Hany Nor Azizah Hany Nur Azizah Henny Futry Ananti Husnul Khatimah Ida Zulaeha Ikrimah Ikrimah Ikrimah, Ikrimah Indah Maharany Indah Maharany Iqram Anwar Ramadhani Iqram Anwar Ramadhani Jumadi Jumadi Jumadi , Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Kalila Shahwa Noor Rahman Kalila Shahwa Noor Rahman Khatimah, Husnul Kristina Widya Andini La Ino Leny Marlindawati Leny Marlindawati Mahdiati Mahdiati Mahdiati, Mahdiati Maulana Abdurrasyid Mei Leani Olfah Mohammad Fatah Yasin Muhammad Asyari Muhammad Asyari Muhammad Fikri Arosad Muhammad Fikri Arosad Muhammad Rafiek Muhammad Ryan Muhammad Ryan Muhlis Fajar Wicaksana Nadia Halima Putri Nadia Maulina Nadiya Nadiya Nadiya Nadiya, Nadiya Nadjwa Salshabilla Humayra Neysiana Febrianti Sundusiah Nida Ul Hasanah Nida Ul Hasanah Noor Cahaya Nur Asyifa Rohainy Nur Asyifa Rohainy Nur Hikmatul Rizkiah Nurhaliza Nurhaliza Nurul Huda Nydia Zulfa Hany Nydia Zulfa Hany Putri Ayu Lestari Putri Ayu Lestari Rabiatul Jannah Rahma Sari Rahmadi Rahmadi Raudatul Jannah Restika Wijayanti Rini Rahmawati Rini Rahmawati Rizkina Zahra RR. Nindya Aurellia Nugroho Rusma Noortyani Sahwa Laily Sainul Hermawan Salsabila Amalia Salsabila Amalia Septi Selviati Septi Selviati Siti Hadijah Siti Mutiah Sri Puji Rahayu Sri Puji Rahayu Sulisno Sulisno Teguh Supriyanto Wahdatun Nikmah Wahdatun Nikmah Yuwana Yuwana Zahiya Zahiya Zahra Anisa