Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Prosesi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi aggalara’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan fokus pada metode kualitatif dengan menggunakan beberapa Teknik pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka akan digunakan teori struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons untuk menganalisa berbagai proses pelaksanaan tradisi aggalara’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tradisi aggalara’ melalui beberapa tahap dimulai dengan penentuan hari baik dan pemilihan pemimpin yang akan melaksanakan prosesi tradisi aggalara’, Tahap kedua yaitu persiapan perlengkapan dan penentuan bentuk tradisi aggalara’ yang akan dilaksanakan. Tahap ketiga yaitu mengundang pemain alat musik tradisional ganrang tradisi aggalara’ dan Tahap keempat yaitu pelaksanaan tradisi aggalara’ secara sakral.
Tujuan Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga tradisi ini masih eksis dilakukan sampai sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait tujuan pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tujuan pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu untuk mempererat solidaritas sosial. Kedua yaitu untuk meningkatkan kehormatan keluarga. Ketiga untuk menguatkan hubungan antargenerasi dan keempat untuk menjaga keberagaman budaya lokal.
Pelatihan Desain Grafis sebagai Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Digital Siswa SMAN 1 Gowa Sudirman; Musa; Nasir, Nasir; Henri; Ujianti Tawakkal
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): JIPMAS : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v2i1.117

Abstract

Graphic design skills are one of the skills that are increasingly needed in the digital era, both in the world of education and the creative industry. However, limited access and lack of training make high school students, especially at SMAN 1 Gowa, not have adequate skills in this field. This service aims to improve students' creativity and digital skills through practice-based graphic design training. Methods used include interactive lectures, live demonstrations, and self-practice using Adobe Photoshop and Canva software. This activity was attended by 30 students who were selected based on their interest and interest in graphic design. The results of the evaluation showed that 85% of the participants were able to understand the basic concepts of graphic design and produce simple design works with a good level of creativity. In addition, this training also increases students' confidence in participating in various design competitions and extracurricular activities. The conclusion of this activity is that graphic design training has a positive impact on the development of students' skills, as well as opening opportunities for them to contribute to school promotion activities and other creative projects.
Pelatihan Variasi Metode Pembelajaran bagi Guru SMP Negeri 9 Marusu dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik di Era Digital Supriadi, Supriadi; Chalifah, A. Noer; Henri, Henri; Arifin, Zainal; Ibrahim, Ibrahim
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembelajaran di sekolah menengah masih banyak didominasi metode ceramah yang bersifat satu arah sehingga mengurangi partisipasi aktif siswa. Kondisi ini juga ditemui di SMP Negeri 9 Marusu, di mana guru membutuhkan penguatan kompetensi pedagogik dalam penggunaan variasi metode pembelajaran yang lebih interaktif. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami dan mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif sesuai kebutuhan peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi teori, simulasi dan praktik, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami konsep dan mempraktikkan sepuluh variasi metode pembelajaran, antara lain brainstorming, AIR, artikulasi, buzz group, cooperative script, tebak kata, debat aktif, double loop problem solving, example non example, dan direct instruction. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam simulasi serta menilai metode debat aktif, problem solving, dan tebak kata paling sesuai dengan kelas mereka. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan variasi metode pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran, sekaligus mendorong terciptanya suasana kelas yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna.Kata Kunci: variasi metode pembelajaran, kompetensi pedagogik, guru
PELATIHAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH BAGI MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN DI UPTD SMP NEGERI 9 MARUSU Torro, Supriadi; Henri, Henri; Ramadhany, A. Noer Chalifah; Taufik, Parham; Nur’aini, Tiara
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1521

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para stakeholder di UPTD SMP Negeri 9 Marusu dalam menerapkan prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap konsep dan implementasi MBS, yang berdampak pada lemahnya pengelolaan sumber daya serta minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion), demonstrasi, serta praktik langsung (learning by doing) dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep MBS dan penerapannya dalam konteks manajerial sekolah. Keterampilan peserta dalam perencanaan partisipatif dan pelibatan komite sekolah mengalami peningkatan yang nyata. Kepala sekolah memperoleh peningkatan kapasitas kepemimpinan yang lebih transformatif, sementara guru mulai mengimplementasikan strategi pembelajaran aktif dan kreatif (PAKEM). Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana pendukung dan waktu pelaksanaan. Meskipun demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kolaborasi antar-stakeholder serta mendorong terwujudnya tata kelola sekolah yang lebih mandiri, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.
Manfaat Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja manfaat yang diperoleh masyarakat setelah melaksanakan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga dengan mengetahui manfaat tradisi aggalara’ maka masyarakat utamanya generasi muda akan lebih antusias dalam mempelajari berbagai hal terkait tradisi aggalara’ dan memperoleh berbagai keterampilan setelah ikut andil dalam pelaksanaan tradisi aggalara pada acara pasunna’. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait manfaat pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa manfaat pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu memperkuat posisi adat dalam struktur sosial. Manfaat kedua yaitu memperluas jejaring sosial antarwilayah. Manfaat ketiga yaitu meningkatkan keterampilan generasi muda dan manfaat keempat yaitu menjadi wahana dokumentasi budaya lokal.
Dinamika Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11505

Abstract

Tradisi Aggalara’ adalah bagian dari prosesi adat Pasunna’ yang berlangsung di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Seiring waktu, praktik dan maknanya mengalami banyak perubahan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi Aggalara’ berkembang dari masa lalu hingga saat ini, dengan menyoroti dinamika perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara, serta studi dokumentasi. Analisisnya menggunakan teori modernisasi dari Walt Rostow, yang berpendapat bahwa masyarakat bergerak melalui beberapa tahap dari masyarakat tradisional hingga masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan ada lima perubahan utama yang terjadi. Pertama, kepercayaan sakral menjadi tradisi kultural modern. Kedua, proses pewarisan tradisi yang sebelumnya dilakukan secara lisan mulai beralih ke digitalisasi, meskipun proses ini masih berlangsung secara terbatas. Ketiga, prosesi yang dulunya tertutup kini lebih terbuka dan dipublikasikan secara luas melalui media sosial, sehingga mampu menjangkau audiens di luar komunitas lokal. Keempat, Dari Praktik Tradisional ke Penguatan Akademik dan Kolaborasi Institusional. Kelima, suasana awal yang sakral berubah menjadi semi-hiburan, di mana acara yang dulunya bersifat tertutup kini terbuka dan berfungsi sebagai daya tarik kebudayaan.
Pemanfaatan Platform Digital dalam Pemasaran Produk UMKM Nasir Pole; Asmansyah; A. Hadijah Sulfiyani A; Haerul; Henri
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran produk. Melalui program ini, para pelaku UMKM memperoleh pelatihan serta pendampingan terkait penggunaan berbagai platform digital, seperti media sosial, marketplace, dan website, yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran secara efektif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan langsung kepada pelaku UMKM, yang diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya transformasi digital dalam kegiatan usaha, dilanjutkan dengan pelatihan teknis penggunaan platform digital, serta pendampingan dalam penerapan strategi pemasaran berbasis online. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pemasaran. Selain itu, pemanfaatan platform digital juga membantu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan potensi penjualan produk. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan dan daya saing UMKM di era digital.
Tantangan Pelestarian Tradisi Aggalara’ Pada Acara Pasunna’ Di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri; Nasir
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16596

Abstract

Tradisi Aggalara’ di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial. Meski begitu, tradisi ini mengalami sejumlah tantangan signifikan, terutama akibat pengaruh modernisasi dan pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode seperti wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi lapangan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam melestarikan tradisi Aggalara’. Berdasarkan Analisis Teori Struktural Fungsional AGIL dari Talcott Parsons, hasil penelitian mengungkapkan empat tantangan utama: (1) dominasi budaya populer yang membuat minat generasi muda terhadap budaya lokal semakin menurun, (2) kurangnya regenerasi dalam penurunan nilai-nilai tradisional, (3) pandangan negatif terkait praktik tradisional yang dianggap kuno atau bertentangan dengan keyakinan agama, dan (4) fragmentasi sosial budaya yang menyebabkan pelestarian tradisi ini hanya berlangsung di kalangan terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pelestarian yang berorientasi pada pendidikan budaya, keterlibatan generasi secara lintas umur, dan kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan agar tradisi Aggalara’ tetap relevan dan hidup di tengah berbagai perubahan sosial yang berlangsung dinamis.
Upaya Pelestarian Tradisi Aggalara’ Pada Acara Pasunna’ Di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16702

Abstract

Tradisi Aggalara’ pada acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, merupakan warisan budaya yang tidak sekadar praktik ritual, tetapi juga ruang internalisasi nilai spiritual, solidaritas sosial, dan pendidikan lintas generasi. Dalam dinamika modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan serius, seperti menurunnya minat generasi muda, lemahnya regenerasi kepemimpinan adat, perbedaan pandangan keagamaan, serta komersialisasi yang berpotensi menggeser makna sakralnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan dengan kerangka struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons untuk memahami proses adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola dalam pelestarian tradisi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat strategi utama: (1) penguatan pendidikan budaya berbasis komunitas sebagai sarana pewarisan nilai tarbiyah, amanah, dan ukhuwah; (2) regenerasi kepemimpinan adat secara terstruktur guna menjaga legitimasi sosial dan spiritual; (3) dialog keagamaan yang inklusif untuk menegaskan nilai syukur dan pendidikan moral dalam tradisi; serta (4) pengendalian komersialisasi dengan memperjelas batas antara ruang sakral dan publik. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian Aggalara’ bukan hanya menjaga ritual, melainkan merawat memori kolektif, memperkuat identitas budaya, dan membangun harmoni sosial melalui kolaborasi berkelanjutan berbagai pemangku kepentingan.