Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUAH CIPLUKAN (Physalis peruviana) DI WAAIDA FARM, JAWA BARAT Muhammad Kemalvin Akbar Nugraha; Ernah Ernah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.638 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.20664

Abstract

ABSTRAKWaaida Farm merupakan perusahaan pionir agribisnis ciplukan berjenis Physalis peruviana di Indonesia. Waaida Farm mulai fokus untuk membudidayakan ciplukan karena melihat besarnya peluang pasar ciplukan di Indonesia. Namun sejauh ini Waaida Farm baru mampu memenuhi permintaan dari Pulau Jawa disebabkan oleh produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi mengenai strategi pengembangan agribisnis ciplukan berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal yang dapat dilakukan di Waaida Farm. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kualitatif dan teknik penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi literatur. Dalam menentukan strategi pengembangan yang tepat, diperlukan analisis matriks IFAS, EFAS, IE, SWOT dan QSP. Hasil analisis SWOT menghasilkan lima rumusan strategi yang dapat diterapkan oleh Waaida Farm. Hasil analisis matriks QSP menghasilkan prioritas strategi yang tepat untuk diterapkan oleh Waaida Farm yaitu menginvestasikan profit perusahaan untuk pembelian boks pendingin yang berguna untuk mengatasi kekurangan produksi di periode tertentu dan meningkatkan angka penjualan. Kata kunci: Ciplukan, Strategi Pengembangan Agribisnis, SWOT, QSPM.ABSTRACTWaaida Farm is a pioneer company of agribusiness of Physalis peruviana “ciplukan” in Indonesia. Waaida Farm started its cultivation of “ciplukan” with the considerations of “ciplukan” that has a big market opportunity. However, Waaida Farm could just fulfill the demand from Java so far because of its low production. The object of this research is to give a solution regarding the agribusiness developing strategy of “ciplukan” based on internal and external factors analysis which can be done at Waaida Farm. This research uses descriptive-qualitative design and study case research technique. Data collecting method used in this research is through interview and literature study. In needs to find the right developing strategy, there needs to be a matrix analysis of IFAS, EFAS, IE, SWOT and QSP. The SWOT analysis resulted five strategy formulations that can be implemented at Waaida Farm. The matrix QSP analysis resulted the right priority strategy for Waaida Farm, that is to invest the company’s profit for purchasing cooler boxes to overcome production shortages in certain periods and to increase the number of sales.Keywords: “Ciplukan”, Agribusiness Developing Strategy, SWOT, QSPM.
KAJIAN SOSIAL LINGKUNGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN BERDASARKAN ISPO DI PTPN VIII TAMBAKSARI SUBANG JAWA BARAT Prisman Andri Lesmana Sihombing; Ernah Ernah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.863 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.20665

Abstract

 ABSTRAK.Kelapa sawit adalah komoditas yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, hal ini dikarenakan tingginya permintaan pasar international akan minyak nabati. Fenomena ini menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) standard, yaitu prinsip dan kriteria untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang dibuat sebagai bentuk perwujudan peraturan perundang – undangan dan dukungan Pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. PTPN VIII Kebun Tambaksari adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah menerapkan standard ISPO dalam pengelolaan perkebunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pemenuhan aspek sosial dan lingkungan perkebunan kelapa sawit berdasarkan ISPO di PTPN VIII Tambaksari Subang Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskrptif kualitatif. Hasil survey menunjukkan bahwa PTPN VIII Tambaksari telah memenuhi hampir semua indikator aspek sosial dan lingkungan sebagaimana yang tercantum dalam Prinsip ISPO.Kata Kunci: Kelapa Sawit, ISPO, Keberlanjutan, PerkebunanABSTRACTPalm oil is the most cultivated commodity in Indonesia, this is due to the high international market demand for vegetable oil. This phenomenon has a negative impact on social and environmental aspects. To overcome this, the government issued a policy known as the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) standard, namely the principles and criteria for oil palm plantations in Indonesia which were made as a manifestation of legislation and the support of the Government of the Republic of Indonesia to realize oil palm plantations that sustainable and environmentally friendly. PTPN VIII Tambaksari Gardens is one of the oil palm plantation companies that has implemented the ISPO standard in managing their plantations. This study aims to examine the extent of fulfillment of the social and environmental aspects of oil palm plantations based on ISPO at Tambaksari Subang VIII West Java. The research method used is qualitative descriptive analysis. The survey results show that PTPN VIII Tambaksari has fulfilled almost all indicators of social and environmental aspects as stated in the ISPO Principles.Keywords: Palm Oil, ISPO, Sustainability, Estate
INNOVATION OF LEMBANG VOCATIONAL TRAINING CENTER TO CREATE AGRICULTURAL ENTREPRENEUR Timotius Setiawan; Dwi Purnomo; Ernah Ernah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.16504

Abstract

ABSTRACTLembang Vocational Training Center (Balai Latihan Kerja/BLK Lembang) is a government vocational training institution in charge of organizing vocational training in agriculture/agribusiness for the community, especially job seekers. The challenge faced by BLK Lembang is to create agricultural entrepreneurs expected to reduce 1.8 million unemployed in West Java (BPS, 2017). This study aims to investigate the innovations undertaken by BLK Lembang in creating agricultural entrepreneurs through agricultural vocational training. The study was conducted from November to December 2017 at BLK Lembang using qualitative descriptive method. Data were collected through secondary data, observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussion (FGD) to several key informants. The results of this study showed that BLK Lembang has performed innovations in its vocational training system in order to create agricultural entrepreneurs that include: vision and planning, demonstration and training facilities, capacity building for instructor, training program development, training contents development, utilization of material practice, On Job Training Program, and networking. In the future, BLK Lembang will take opportunities for innovation in management and work culture, human resources, training programs, membership, facilities and partnership to improve its training system and quality in order to create more agricultural entrepreneurs. Keywords: agricultural entrepreneur, agricultural innovation system, agricultural vocational training ABSTRACTBalai Latihan Kerja (BLK) Lembang adalah lembaga pelatihan kerja pemerintah yang bertugas menyelenggarakan pelatihan kerja di bidang pertanian/ agribisnis bagi masyarakat, terutama pencari kerja. Tantangan yang dihadapi oleh BLK Lembang adalah menciptakan wirausaha pertanian yang diharapkan dapat mengurangi 1,8 juta penganggur di Jawa Barat (BPS, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi yang dilakukan oleh BLK Lembang dalam menciptakan wirausaha pertanian melalui pelatihan kerja bidang pertanian. Penelitian dilakukan dari November hingga Desember 2017 di BLK Lembang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui data sekunder, observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) kepada beberapa informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BLK Lembang telah melakukan inovasi dalam sistem pelatihan kerjanya untuk menciptakan wirausaha pertanian yang meliputi: visi dan perencanaan, fasilitas peraga dan pelatihan, pengembangan kapasitas untuk instruktur, pengembangan program pelatihan, pengembangan materi pelatihan, pemanfaatan bahan latihan, Program On-Job Training dan jaringan kerja sama. Di masa mendatang, BLK Lembang akan memanfaatkan peluang-peluang untuk inovasi dalam aspek manajemen dan budaya kerja, sumber daya manusia, program pelatihan, kepesertaan, fasilitas, dan jaringan kerja sama untuk meningkatkan sistem dan kualitas pelatihan dalam rangka menciptakan lebih banyak wirausaha pertanian.  Kata kunci: wirausaha pertanian, sistem inovasi pertanian, pelatihan kerja pertanian
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. Ha Sudoni; Eti Suminartika; Ernah Ernah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 2 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v4i2.24532

Abstract

Perkebunan kelapa sawit dengan komoditas utama minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia dengan memberikan kontribusi di tahun 2017 senilai USD 18,28 milyar atau 9,6 % terhadap ekspor nasional. Meski demikian sepanjang tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 harga CPO dalam trend menurun. Penurunan harga CPO ini sejalan dengan penurunan harga saham perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia. PT London Sumatra Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang harga sahamnya mengalami penurunan. Oleh karena itu investor yang akan berinvestasi di sektor perkebunan melalui bursa efek perlu melakukan penilaian dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. Hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda didapat faktor-faktor yang memengaruhi harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk adalah harga CPO, harga saham market leader, kurs rupiah, Return On Equity dan Earning Per Share.Kata Kunci: Harga saham, Harga CPO, Saham market leader, Return On Equity, Earning Per ShareABSTRACTOil palm plantations with the main commodity palm oil or Crude Palm Oil (CPO) are a strategic sector in the Indonesian economy by contributing in 2017 valued at USD 18.28 billion or 9.6% of national exports. However, throughout 2010 up to 2018 CPO prices were in a downward trend. The decline in CPO prices is in line with the decline in the prices of oil palm plantations on the Indonesia Stock Exchange. PT London Sumatra Indonesia Tbk is a palm oil plantation company whose share price has decreased. Therefore investors who will invest in the plantation sector through the stock exchange need to make an assessment in making investment decisions. This study aims to identify the factors that influence the stock prices of PT London Sumatra Indonesia Tbk. The results of the study using multiple linear regression analysis tools obtained factors that influence the price of PT London Sumatra Indonesia Tbk stock prices are CPO prices, market leader stock prices, rupiah exchange rates, Return On Equity and Earning Per Share.Keywords: Stock price, CPO price, Market leader stock, Return On Equity, Earning Per Share
FAKTOR–FAKTOR YANG DAPAT MEMENGARUHI PENERAPAN SERTIFIKASI KEBERLANJUTAN DI KALANGAN PETANI SWADAYA DI KECAMATAN SECANGGANG Prisman Andri Lesmana Sihombing; Maman Haeruman Karmana; Ernah Ernah
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i1.5670

Abstract

One of the important factors in increasing consumption of palm oil in Indonesia is because palm oil is the main ingredient for making cooking oil. The purpose of this study is to describe the factors that can affect the implementation of sustainability certification on independent smallholders in Secanggang District. The research method uses a survey. Sampling in this study uses a random sample (Random Sampling) with the number of respondents as many as 258 independent farmers. Data analysis used Binary Logistics Regression Analysis with logit regression model. The results showed that the internal factors that could influence the implementation of oil palm plantation sustainability certification among independent smallholders in Secanggang District were Farmer Age, Oil Palm Farming Experience, Number of Family Dependents and Oil Palm Farming Income, while external factors that could affect the implementation of plantation sustainability certification palm oil is Access to Information.
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH LAHAN RAWA DI KABUPATEN CIAMIS (Suatu Kasus di Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis) T. Syaiful Azwar; Trisna Insan Noor; Ernah Ernah
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.426 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i2.2264

Abstract

Rice is still an important commodity in agricultural policy in Indonesia because it is related to food security and rice self-sufficiency. The use of inefficient production factors will affect the level of farm productivity. The ability of farmers to manage and allocate production factors used will affect production and productivity, and will provide an overview of the level of efficiency achieved by farmers. The identification of the problem of this research are: 1) How is the performance of wetland rice farming in Lakbok Subdistrict? 2) Is there influence on the use of production factors together (simultaneously) and individually (partially) on the production of rice paddies in Lakbok Sub-district? 3) Is the average use of production factors on rice farming efficient or not? Test analysis using multiple regression analysis with a sample of 98 respondent farmers in Lakbok District, Ciamis Regency. Sampling is done by cluster sampling. The collected data were analyzed using quantitative descriptive approach and Production Factor Economic Efficiency Analysis. The results showed that: 1) The average yield of rice produced in Lakbok Subdistrict was 3,600 Kg / Ha MPD. While the total income for farmers in Lakbok District is Rp. 7,197,137.37 per hectare per planting season with RC ratio of 1.80 per planting season. 2) The amount of determination (R2) is 0.913. This can be interpreted that the independent variables (land area, seeds, fertilizers, pesticides, fungicides, insecticides and labor) can explain the dependent variable (rice production) of 91.1 percent, while the remainder is explained by other factors outside the derived model. While the value of the coefficient of determination obtained value of 0.958 means that the closeness of the relationship between the independent variable and the dependent variable is 95.8 percent. 3) The area of land, fungicides, insecticides and labor is greater than one, meaning that the combination of the use of production factors in the form of land area, fungicide, insecticide and labor in lowland rice farming has not been economic efficiency. While the value of economic efficiency for factors of seed and pesticide production shows a negative number, meaning that the use of production factors in rice farming is too much and will reduce the level of income earned.
Peningkatan Pengetahuan Petani Melalui Sosialisasi Daring Tech For Farmers Ernah Ernah; Eliana Wulandari
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 6 (2020): Vol 1 No 6 December 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i6.180

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor penting di Indonesia dimana sebagian besar penduduk Indonesia memiliki mata pencaharian petani. Penerapan teknologi pertanian sangat diharapkan guna meningkatkan hasil produksi pertanian. Permasalahannya teknologi pada petani Indonesia masih rendah dimana salah satu penyebabnya adalah tingkat pendidikan petani yang relatif rendah. Untuk itu diperlukan upaya untuk penerapan teknologi untuk petani, salah satunya dapat melalui program tech for farmers. Sebuah program yang digunakan untuk pengenalan teknologi pada petani. Program ini disosialisasikan secara daring melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Kegiatan ini terdiri atas tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap tindak lanjut dengan brainstorming, menentukan permasalahan dan solusi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petani terhadap teknologi pertanian dan menemukan teknologi yang sesuai untuk kebutuhan setempat.
Pengenalan Standar Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Ernah Ernah; Eliana Wulandari; Sudarjat Sudarjat
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 1 (2021): February, Pages 1-160
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i1.218

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu sektor pertanian yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara. Sebagai produsen kelapa sawit, Indonesia terus menjaga eksistensinya untuk meningkatkan produksi produk kelapa sawit di pasar global. Seiring peningkatan tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu kebijakan terkait standar perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, atau yang dikenal dengan istilah Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Saat ini informasi mengenai penerapan prinsip dan kriteria ISPO masih rendah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk mengenalkan standar perkebunan kelapa sawit berkelanjutan pada petani dan masyarakat di Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Secara umum, metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan petani dan masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami tentang prinsip dan kriteria perkebunan sawit yang berkelanjutan.
Pengenalan Digital Marketing pada UKM Aneka Cemilan Hikmah Bandung Ernah Ernah; Edy Subroto; Rossi Indiarto
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 1 (2022): February, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i1.558

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah mengubah strategi pemasaran dari konvensional menjadi lebih modern dengan menggunakan teknologi digital atau internet yang dikenal dengan istilah pemasaran digital atau digital marketing. Digital marketing merupakan pemasaran produk maupun jasa secara daring melalui media sosial atau sarana digital lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengenalkan dan meningkatkan pengetahuan tentang digital marketing pada UKM Aneka Cemilan Hikmah Bandung. Kegiatan ini menggunakan dua metode yaitu metode ceramah berupa presentasi dengan menggunakan power point dan proyektor LCD dan metode tanya jawab atau diskusi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan UKM Hikmah dalam penggunaan media digital sebagai strategi pemasaran produk. Dengan adanya kegiatan pengenalan digital marketing ini diharapkan dapat membantu UKM Hikmah dalam mengelola dan mengembangkan marketplace sebagai ajang promosi dan pemasaran produknya secara daring terutama dimasa pandemi Covid-19.
PERILAKU KONSUMEN MINYAK GORENG SAWIT SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANDUNG JAWA BARAT Ernah Ernah; Mathilda Gracia Tanaem
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 1 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i1.9530

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu produk hilir kelapa sawit yang menjadi andalan dalam era hilirisasi industri. Penurunan angka permintaan minyak goreng sawit selama masa pandemi COVID-19, membawa perhatian bagi para pemegang kepentingan di sektor industri kelapa sawit nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap dan perilaku konsumen minyak goreng sawit di Kota Bandung, salah satu wilayah pasar potensial minyak goreng sawit yang terkena dampak pandemi. Sampel terdiri dari 100 responden rumahtangga, yang diambil dari empat wilayah di Kota Bandung dengan menggunakan metode quota sampling. Data dianalisis dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar konsumen di Kota Bandung menggunakan minyak goreng sawit setiap hari, membeli 2-6 L minyak goreng sawit per bulan, dengan rentang harga Rp. 12.000-13.000,- per liter, dan tidak menggunakan produk minyak goreng nabati berbahan dasar lainnya. Variabel sikap individu, norma subyektif dan kontrol perilaku menunjukan korelasi yang nyata dan signifikan terhadap intensi pembelian minyak goreng sawit selama masa pandemi. Konsumen tidak memiliki persepsi, pengalaman, atau pengaruh norma subjektif yang negatif terkait konsumsi minyak goreng sawit selama masa pandemi. Konsumen juga tidak merasa terkendala oleh penerapan kebijakan pembatasan aktivitas sosial dan melemahnya daya beli selama pandemi. Selama masa pandemi, mayoritas konsumen di Kota Bandung tetap akan membeli dan menggunakan minyak goreng sawit dengan volume, frekuensi, pilihan jenis produk dan harga yang tetap, dengan mengedepankan faktor keamanan dan kepraktisan.
Co-Authors ABDILLAH AZZAM WAHYUDIN Achmad, Mubarik Adhi Irianto Mastur, Adhi Irianto Adhitya Yoga Prasetya Adi Nugraha Afifah, Annisa Nashwa AGUNG KARUNIAWAN Agung Karuniawan Ahmad Choibar Tridakusumah Ahmad Choibar Tridakusumah Alawi, Muhammad Ridwan Alfarizi, Muhamad Fadhli Alfret Reynalto Alfret Reynalto Amalia Murnihati Noerrizki Amanda, Audi Amelia Hendra Amrulloh, Sandy Fauzi Anadilla Fahyra Riawan Ananda, Vanya Dina Andanarini M S, Dhian Andhini, Mayva Salwa Putri Angeli, Biru Anggita, Sotya Tresna Apong Sandrawati Apong Sandrawati Aqilah Azkanissa Arief, Machaty Fellisarah Kobat Asep Mulyana Atmajaya, Lakeyssa Faith Az Zahra Khoirurrizqa Fadiya Azzahra, Najla Bagaskara, Fadil Barus, Amelta Br Bhakti, Anneke Lamarsha Bobby Rachmat Saefudin Budi Irawan CITRA BAKTI Daniswara, Muhammad Nadhif Deilla Tsamrotul Fuadah Desy Indra Yani Dewi Rengganis Dewi Rengganis Dhaifina Ghassani Dian Febrianti Manurung Dika Supyandi Dika Supyandi Dika Supyandi Dini Rochdiani Diva Maurizky Diyanti, Novelyvia Zaneta Djuarsa, Febby Firdian Dwi Agus Riyanto Yonda Dwi Purnomo Dwi Purnomo Eddy Renaldi Edy Subroto Eka Purna Yudha Eliana Wulandari Elisa Happy Cahyani Elly Rasmikayati Endah Djuwendah Eti Suminartika Fadillah, Futri Fauza Fadillah, Khansa Lubna Faizah, Sarah Fajar Febrian, Mochamad Rizky Farasgali, Najma Aulia Faris Maulana Satria Farisa Qisthi Shafara Faruq, Nisa Hanan Al Fauzi Jihadul Haq Fikri Nugroho Utomo Fikri, Rasheeda Fitri, Nisa Nurul Fransisca Johana Tania Fransisca Johana Tania Furqon Afif, Ahmad Ghausan, Muhammad Gunawan, Syahrul Ha Sudoni Haerusman, Adithya Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hanum, Nayla Nur Alifia Hartono, Choirussahla Aqiilah Hasanah, Anggraeni Mafhul Hasbiansyah, O. Hepi Hapsari Heriyanto, Farizy Rafi Hesty Nurul Utami Ibrahim, Daffa Muhammad Ikrar Nusa Bhakti Intan Pratama Irfan Muhammad Irfianti, Nasywa Putri Irpan Meisyandi Isbandi, Muhammad Izdan Iwan Setiawan Junawinata, M. Gunardi Kamilah, Shofiah Kusnaedi, Putri Maudi Labida, Lulu Laili Rahayuwati Lestari, Salma Budi Lolo Nola Tumanggor Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Makarim, Za’faran Mahmud Maman Haeruman Karmana Mathilda Gracia Tanaem Maulana, Muhammad Hasbi Maulana, Rifdi Nur Maura Salsabila Melania Fadillah Melania Fadillah Muhamad Daffa Reivanza Kuswandi MUHAMAD KHAIS PRAYOGA Muhammad Arief Budiman Muhammad Kemalvin Akbar Nugraha Murgayanti Murgayanti Ningrum, Catharina Audrey Nulhakiem, Arsal Nafiz Nur Hopifah, Asiyah Nur Syamsiyah Nurdijanti, Rahmadevi Nurhakim, Raihan Rizky Nurkhairi, Adinda Nurlaily, Ashifa Pandi Pardian Permata, Anisa Putri Prameshwari, Jasmine Nadiva Prayoga, Muhammad Lazuardi Prisman Andri Lesmana Sihombing Prisman Andri Lesmana Sihombing Pruisya Tabinacahya Giasani Putri, Andiani Aulia Radella Adi Putri Raden Maulidya Khairunnisa Rafif Rananta Achmadi Rahma Adriyani Khairiyah Rahma, Najwa Fauzia Rahmannisa, Farsya Yulia Rahmatullah, Alifa Aisyah Rahmi, Sakinah Aini Rakka Rezkie Surahman Ramadhani, Amalia Nurul Rayhan, Muhammad Dzaki Resa Ana Dina Reviana Aulia Rezandel, Faqih Wahdani Rifka Haula Anggraeni Riyanto Yonda, Dwi Agus Riyanto, Dwi Agus Rossi Indiarto RY, Dwi Agus Ryan Putra Fadila Ryandoko, Rifqi Fauzi Nursyaban Sadiyyah, Putri Aulia Safitri, Khalisya Rahma Sakti, Seno Sindhu Salsabila V.P.G.S, Ragilby Izza Salsabila, Nisa Samuel, Kelvin Adrian Firdaus Sara Ratna Qanti Sarianingrat, Gandia Serli Febrianti Setiawan, Timotius Shella Vidya Pandiangan Siahaan, Emil Morris Gumanti Sihombing, Elisabeth Veronica Sinaga, Artikha Ruth Ckhaeren Seoul Souw, Antonius Sri Fatimah Suci Yulianti Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sudarjat Suganda, Fitri Nur Rohimah Sulistyodewi Nur Wiyono SUPYANDI, DIKA Syariful Mubarok T. Syaiful Azwar Talitha Zahira Hendriadi Tania, Fransisca Johana Tauladani, Jastitia Arifania Tiara Maharani, Tiara Timotius Setiawan Tresna Kusuma Putri Trisna Insan Noor Tuti Karyani Ulfah Suci Amalia Ulfah Suci Amalia usuf, Ghina Amelia Vira Kusuma Dewi Wijanarko, Nayla Haura Balqis Wipangga, Tova Yanggi, Deren Anmerson Yonda, . YUDITHIA MAXISELLY Yusuf, Ghina Amelia Zahwa, Maulina Zumi Saidah Zweta Br.Simorangkir