Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Carrying Capacity of Crop as Cow and Goat Feed in Muna Barat Regency Musram Abadi; Firman Nasiu; Surahmanto Surahmanto; Abdul Rizal; Fatmawati Fatmawati
Buletin Peternakan Vol 43, No 3 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (3) AUGUST 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v43i3.34630

Abstract

This study aimed to assess the potency of forages in Muna Barat Regency as cattle and goat feed. The study was performed by performing forage observation based on the forage production multiplied by the harvested area, and presented on dry matter unit (DM). Sampling was carried out by using a designed square tool. Forages that was evaluated on this study was legume groups. Data analysis was performed by using carrying capacity method. The study reveals that there are 8 types of forages found in Muna Barat Regency. The dry matter of those forages can meet the feed requirement for cattle and goat in Muna Barat Regency. The result of KPRR analysis shows that Muna Barat Regency has carrying capacity for 2,669 cattle and 3,293 goat.
Kandungan Energi Dan Variasi Bahan Pakan Pada Sapi Potong Di Bagian Hulu Dan Hilir Wilayah Daerah Aliran Sungai Jratunseluna L. N. Mayangsari1 Surahmanto dan M. Christiyanto
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i1.189

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengkaji kandungan energi dan variasi bahan pakan pada sapi potong di hulu dan hilir DAS Jratunseluna dengan pengujian bahan pakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak yang dipilih secara acak di hulu dan hilir DAS Jratunseluna, pakan untuk mengetahui kandungan energi pada pakan sapi potong dan untuk mengetahui pertambahan bobot badan harian pada ternak yang berada pada daerah hulu dan hilir DAS Jratunseluna, kawat nikelin, Na2CO3, Methyl red, aquades, dan oksigen dengan tekanan 25-30 Kpa. Data di analisis statistik menggunakan uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pakan sapi potong di daerah hulu dan hilir berbeda karena menyesuaikan ketersediaan pakan. Konsumsi bahan kering didaerah hulu lebih tinggi dari daerah hilir DAS Jratunseluna berbeda pada (P0,95).  Konsumsi energi di daerah hulu lebih rendah dari daerah hilir DAS Jratunseluna berbeda pada (P0,70). Pertambahan bobot badan ternak di daerah hulu lebih rendah dari daerah hilir DAS Jratunseluna berbeda pada (P0,60). Kata Kunci: Sapi potong, energi, bahan pakan
Pembuatan Pakan Berbasis Ampas Sagu Pada Peternak Itik Petelur di Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Musram Abadi; La Ode Nafiu; Deki Zulkarnain; Surahmanto Surahmanto; Asma Bio Kimestri; Gerhana Gerhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v4i2.28300

Abstract

Kecamatan Puuwatu merupakan salah satu wilayah sentra pengembangan budidaya ternak itik di Kota Kendari. Salah satu kendala yang dihadapi oleh peternak itik adalah tingginya biaya pakan komersil. Pengabdian kepada masyarakatbertujuan untuk mengembangkan inovasi pakan lokal ampas sagu melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKM-I) Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo kepada Kelompok Wanita Tani Kasaiseha di Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.  Program ini dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu pada bulan 9 September – 9 Desember 2022. Pelaksanaan program dilakukan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyuluhan yang dilakukan dalam 2 tahap, yaitu: (1) Kegiatan non fisik meliputi: sosialisasi, penyuluhan dan bimbingan teknis (pendampingan) sebagai media transfer informasi pengetahuan dan teknologi; (2) Kegiatan fisik melalui: pengadaan alat/bahan, demonstrasi plot (demplot) dan kegiatan praktek pembuatan pakan dengan bahan baku ampas sagu.  Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan hasil yang telah dicapai pada program PKM-I UHO yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak itik terhadap pemanfaatan dan pengolahan pakan dari limbah hasil pertanian berupa ampas sagu, sehingga dapat meningkatkan produktifitas peternak dan mengurangi ketergantungan peternak pada pakan komersil serta dapat mengurangi dampak pencemaran dari limbah ampas sagu
An Analysis of the Development and Income of Sahiwal Cross Cattle Business during the Covid 19 Pandemic in Konda District South Konawe Regency Abdul Rizal; Musram Abadi; S. Surahmanto; La Harudin
Chalaza Journal of Animal Husbandry Vol 6, No 1 (2021): Chalaza Journal of Animal Husbandry
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.414 KB) | DOI: 10.31327/chalaza.v6i1.1389

Abstract

The study aimed to provide information on strategy development and income level of the Sahiwal Cross cattle business. The research method used was a survey. The researcher applied a stratified random sampling technique to determine the research sample. The location of the research was determined by considering the largest number of cattle and area representativeness. The respondents of this research consisted of all Sahiwal Cross cattlemen in Konda District. Research data were analyzed by applying SWOT Analysis. SWOT Analysis was used to describe the development strategy, and the income level analysis was used to describe the amount of income of Sahiwal Cross cattlemen. The result showed that Sahiwal Cross cattle breeding development was categorized as quadrant 1 equals to aggressive where the strategies used consisted of utilizing technology for marketing process, utilizing local human and natural resources maximally, maximizing the infrastructure development that can support cattle breeding development, improving cattle breeding management well, increasing Sahiwal Cross population, maximizing the investment availability to improve cattle productivity, guiding traditional cattle system to modern, increasing cattlemen’s knowledge optimally, utilizing agricultural waste to be alternative fodder, minimizing or reducing cattle thievery impact, improving institutional system, decreasing middlemen role so that the cattle prices are directly decided by the breeders, anticipating the fodder availability during dry season, creating policies on cattle breeding, developing facilities and infrastructures supporting cattle breeding, maximizing institutional system and improving cattle breeding management system. The average revenue of Sahiwal Cross cattlemen annually was IDR. 20,588,143 for each cow sold.
Development Potential of Bali Cattle in Baito Sub-district South Konawe Regency Musram Abadi; Restu Libriani; La Ode Nafiu; Hairil H Hadini; Abdul Rizal; G. Gerhana; S. Surahmanto
Chalaza Journal of Animal Husbandry Vol 8, No 1 (2023): Chalaza Journal of Animal Husbandry
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/chalaza.v8i1.1904

Abstract

This study aims to analyze the development potential of Bali cattle in the Baito District, South Konawe Regency. Respondents in this study were Balinese cattle breeders in Baito District, South Konawe Regency. Determination of respondents in this study was carried out by purposive sampling with a total of 80 respondents so that each village/sub-district was represented by 10 breeders with the criterion of breeders having ≥ 3 Bali cattle. The research variables observed were technical aspects and non-technical aspects. Data analysis used in this study is descriptive analysis, to describe the condition of Bali cattle farms in the Baito District area. The results stated that Baito District of South Konawe Regency has the potential as a Bali cattle development area based on the parameters of the age of productive breeders and the experience of breeders is long enough, semi-intensive maintenance systems and breeding maintenance patterns, normal reproductive activity, types and sources of feed available, and adequate livestock officers, and facilities and infrastructure available.
Bimbingan Teknis Penggemukan Sapi Bali Pada Kelompok Tani Samaenre Kota Kendari La Ode Sahaba; Achmad Selamet Aku; Natsir Sandiah; Yamin Yaddi; Harapin Hafid; Deki Zulkarnain; Surahmanto Surahmanto; La Ode Muh. Munadi; Muh. Rusdin; Amiluddin Indi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3418

Abstract

Sapi Bali merupakan plasma nutfah lokal sapi potong Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sulawesi Tenggara. Meskipun memiliki keunggulan adaptasi lingkungan, pertumbuhan yang cepat, dan kinerja reproduksi yang baik, populasi sapi Bali di daerah ini menghadapi tantangan terutama dalam penggemukan dan pengelolaan feses. Artikel ini mengidentifikasi beberapa permasalahan utama, termasuk kurangnya pengetahuan dan keterampilan peternak, serta kurangnya pemahaman tentang manajemen pakan dan analisis ekonomi. Melalui diskusi dengan masyarakat peternak, solusi yang ditawarkan termasuk peningkatan pengetahuan melalui program bimbingan teknis dan sekolah lapangan tentang penggemukan sapi Bali, manajemen kesehatan ternak, dan produksi pupuk kompos berkualitas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan serta mengurangi dampak lingkungan negatif yang dihasilkan oleh sistem pemeliharaan yang ekstensif.
Moringa oleifera leaf for replacing protein portion of soybean meal in the diet of young growing meat goats J. Achmadi; E. Pangestu; S. Surahmanto; A. Muktiani; S. Sutrisno; M. Christiyanto; S. Surono; L. K. Nuswantara; A. Subrata
Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture Vol 48, No 4 (2023): December
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitaa.48.4.315-321

Abstract

In vitro ruminal feed fermentability test and feeding experiment were conducted to clarify the substitution of soybean meal with Moringa oleifera leaf powder (MOlp) in the diet of young growing goats. Five M. oleifera based feeds were studied in the test of in vitro ruminal fermentability: 0% MOlp, 25% MOlp, 50% MOlp, 75% MOlp and 100% MOlp. All feeds were designed to be isoprotein and isoenergy, containing 20% crude protein and 71 - 75% TDN. In the feeding experiment, three dietary experiments were offered to young growing Jawarandhu goats, aged 3 – 5 months with average body weight of 10 kg. The dietary experiments were 0% MOlp, 25% MOlp and 75% MOlp. All dietary experiments were designed to be isoprotein and isoenergy, containing 20% crude protein and 71 - 75% TDN. Result of the in vitro ruminal feed fermentability test showed that feed dry matter and crude protein digestibilities, ruminal concentrations of total VFA and NH3, and total ruminal protein production increased (p<0.05) in line with the level of MOlp in the experimental feeds. Result of feeding experiment revealed that nutrient intakes and body weight gain were not different (p>0.05) among treatment groups. Blood concentrations of protein, urea, ammonia, glucose, triglycerides, and cholesterol were similar in all groups. The dietary treatment did not effect significantly (p>0.05) on some hematological parameters. M. oleifera leaf could replace protein portion of soybean meal in the diet of young growing meat goats without negative effect on productive performances.
Rancang Bangun Sistem Laporan Kedatangan Dan Keberangkatan Kapal Nelayan Berbasis Website Muhammad Surahmanto; Soekarta, Rendra; Arpandi, Arpandi
Insect (Informatics and Security): Jurnal Teknik Informatika Vol. 10 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/insect.v10i1.3658

Abstract

Kantor Syahbandar di Pelabuhan Kota Sorong bertanggung jawab untuk menerbitkan surat izin penangkapan ikan. Hal ini meliputi pengumpulan informasi kapal, verifikasi kelengkapan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), pengecekan Standar Kelayakan Operasional (SLO), dan memastikan semua dokumen lain yang diperlukan sudah sesuai. Saat ini, prosesnya masih manual, yang dapat menyebabkan keterlambatan dan penumpukan dokumen. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan pengembangan sistem berbasis situs web untuk pelaporan kedatangan dan keberangkatan kapal penangkap ikan. Sistem ini akan memungkinkan entri data langsung dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, sehingga nelayan tidak perlu datang langsung ke kantor. Penelitian ini menggunakan model Agile dari System Development Life Cycle (SDLC) untuk merancang sistem berbasis website ini. PHP dan MySQL akan digunakan untuk pengembangan. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem yang menyederhanakan proses pengumpulan data baik bagi nelayan maupun pengelola. Sistem akan menjalani pengujian black box untuk memastikan sistem menerima, memproses, dan mengeluarkan data dengan benar. Hasilnya adalah Implementasi sistem laporan kedatangan dan keberangkatan kapal nelayan sesuai dengan kebutuhan pengguna yang ditunjukkan dengan angka rata-rata 78% pengguna setuju
PENGOLAHAN PAKAN SAPI DAN PUPUK BOKASHI PADA PETERNAK SAPI DI DESA ALEBO KECAMATAN KONDA Hafid, Harapin; Tasse, Andi Murlina; Pancar, Fadli Ma’mun; Surahmanto, La Ode
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/anoa.v4i2.46586

Abstract

People in Alebo village, Konda subdistrict, South Konawe Regency, are very familiar with cattle farming because almost all of them raise cattle and work as vegetable and secondary crop farmers. The aim of this activity is to teach how to prepare feed formulations and process drum manure into bokashi fertilizer so that the livestock community gets added value in the form of side income. In the process of raising cattle, these breeders do not optimally understand the system of raising cattle properly and correctly, especially the issue of feed formulation and processing manure into organic fertilizer. This is due to the limited knowledge and skills of farmers in managing their cattle farming business, especially providing feed and managing livestock waste. Based on the results of discussions with farmers, the target to be achieved after implementing the village development program is to increase the knowledge and skills of farmers regarding ration formulation techniques as cattle feed that meet quality standards by utilizing local feed raw materials, and processing livestock waste into fertilizer bokashi.
Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Kompos Feses Ternak Sapi Bali Sebagai Sumber Pendapatan Peternak Pasca Covid-19 Di Desa Kiaea Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan Sani, La Ode Arsad; Abadi, Musram; Syamsuddin, Syamsuddin; Rusdin, Muh; Pagala, Muhammad Amrullah; Nafiu, La Ode; Aku, Achmad Selamet; Auza, Fuji Astuty; Fitrianingsih, Fitrianingsih; La Sahaba, La Sahaba; Surahmanto, Surahmanto; Yaddi, Yamin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i2.43414

Abstract

Kabupaten Konawe Selatan merupakan daerah pengembangan ternak sapi Bali. Populasi ternak sapi Bali di Konawe Selatan berjumlah 56.201 pada tahun 2019 dan meningkat pada tahun 2020 berjumlah 59.404 ekor (BPS, 2021). Menurut Yulianingsih (2019) bahwa kotoran ternak yang tidak diolah atau hanya ditumpuk mengemisikan secara langsung gas metana dan dinitrogen oksida ke udara. Pemanfaatan feses ternak sebagai pupuk kompos memiliki peran dan dampak yang sangat besar bagi bidang pertanian. Desa Kiaea Kabupaten Konawe Selatan merupakan daerah yang memiliki populasi ternak yang banyak dan juga lahan pertanian yang sangat besar. Daerah kabupaten Konawe Selatan juga merupakan daerah yang memiliki luas wilayah yaitu 5.779,47 km2 dan untuk luas lahan persawahan menurut kabupaten kota dari rentang tahun 2015-2017 yaitu 21.614,00 – 25.340,00 ha (BPS 2021). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi bimbingan teknis dan penyuluhan. Hasil yang telah dicapai dalam KKN Tematik ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pemanfatan limbah hasil pertanian dan peternakan dengan cara diolah menjadi pupuk kompos yang dapat diaplikasikan pada tanaman sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran limbah hasil pertanian.
Co-Authors A Setiadi, A A. Muktiani A. Purnomoadi A. Subrata A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rizal Abdul Rizal Ahistasari, Asih Ahmad Ilham Amiluddin Indi Amiluddin Indi Amiludin Indi Andi Murlina Tasse Andini Sulfitrana Aras, Suhardi Arpandi, Arpandi AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asma Bio Kimestri Asmaul Husna B. Rahmi, B. Bahari Putra, Fajar Rahardika Bambang W.H.E Prasetiyono, Bambang W.H.E Deki Zulkarnain Dewi S, Rachmita Dewi, Ghina Meriyana E. Pangestu E. Pangestu Eko Harianto . Eny Fuskhah F. Trisakti Haryadi Fadli Ma’mun Pancar Faridah, Alfiyyah Fatmawati Fatmawati Firman Nasiu Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuty Auza Fuskhah, E. G. Gerhana Gerhana Gerhana Hairil Adzulyatno Hadini Harapin Hafid H. Haris, H Ichwan, Saiful J. Achmadi Jabuddin, La Ode Jamaluddin K, Kusrini Kemistri, Asma Bio L. K. Nuswantara La Harudin La Jupriadi Fakhri La Malesi La Ode Arsad Sani La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahaba M. Christiyanto Mallisa, Bita Mardin, Mardin Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Jundullah Muhammad Rizki Setyawan Muhammad Syukri Mustafa, Muhammad Syukri Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Munadi Munadi Musram Abadi Muzakkir Pangri Natsir Sandiah Nur Santy Asminaya Nurdjan, Nirwana Nurhayu Pambudi, Ditto Satria Putra, Fajar Rahardika Bahari Putu Arimbawa Putu Nara Kusuma Prasanjaya Restu Libriani REZKI, REZKI Risna Wati S. Surono S. Sutrisno Sakti, Abdul Sandiah, N. Sa’ad, Muhammad Ibnu Sensu, La Soekarta, Rendra Soemari, Muhammad Rizki Pratono Sri Wulandari Srimawati (Srimawati) Sudjatmogo Sudjatmogo Sumadi (Sumadi) Sumarsono Sumarsono Surya Cipta Ramadhan Kete Syah, Muhamad Azwar Syamsuddin Syamsuddin T. B. Iskandar Moeda T. Miyagi, T. TAKDIR SAILI Talaohu, Syamsudin Aliphadji Tampoebolon, Baginda Iskandar Muda V. D. Yunianto Virasanty Muslimah Widiyanto (Widiyanto) Widiyanto Widiyanto Y. Kawamoto Y. Yanti Yaddi, Yafsin