Claim Missing Document
Check
Articles

Ethnomedicine di Indonesia: Perspektif tradisional hingga lanskap modern: Ethnomedicine in Indonesia: From traditional perspectives to the modern landscape I Made Dwi Mertha Adnyana; Putut Dewantha Jenar; Ketut Suniartini; Ni Luh Made Noviana Dewi; Ketut Merdana Sugiarta; I Nyoman Sridana
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/s1dc9743

Abstract

Latar Belakang: Paradigma kesehatan tradisional Indonesia mengalami transformasi dari praktik berbasis adat-istiadat menuju pengobatan berdasarkan bukti empiris. Ethnomedicine berkembang sebagai integrasi pengetahuan, praktik, dan kepercayaan turun-temurun yang berakar dari antropologi medis, mencakup konsep sehat-sakit, pencegahan, dan penyembuhan dari perspektif budaya lokal. Tujuan: Menganalisis perkembangan ethnomedicine di Indonesia dari perspektif tradisional hingga lanskap modern, mengevaluasi potensi Indonesia sebagai pusat ethnomedicine dunia, dan mengidentifikasi tantangan serta peluang integrasi pengobatan tradisional dengan sistem kesehatan kontemporer. Metode: Analisis bibliometrik terhadap 2.783 artikel publikasi menggunakan kata kunci "Ethnomedicine", "Traditional medicine", "community medicine", dan "Indonesia" periode 1971-2024. Penelusuran literatur dilakukan untuk memetakan tren penelitian, kluster riset, dan densitas pengembangan ethnomedicine di Indonesia. Hasil: Terdapat 67.804 artikel ilmiah yang memberikan informasi klinis dan pra-klinis tentang kesehatan tradisional. Bali dan Sumatera Utara menunjukkan fokus tinggi dalam pengembangan obat bahan alam. Kluster riset difokuskan pada "drug", "jamu", "local knowledge", "traditional healer", dan "health care". Visualisasi tren menunjukkan penguatan elemen ethnomedicine dengan dominasi penelitian berbasis pengetahuan lokal dan pengembangan produk kesehatan komplementer. Kesimpulan: Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat ethnomedicine dunia dengan dukungan 25.000-30.000 spesies tumbuhan obat dan 300-700 etnis. Integrasi pengobatan tradisional-modern mencerminkan lanskap kesehatan dinamis. Keberlanjutan ethnomedicine memerlukan penguatan regulasi, fasilitas riset, kolaborasi global, dan pelestarian pengetahuan tradisional melalui digitalisasi dan program pendidikan berbasis budaya lokal.
Potensi multi-target, mekanisme dan bukti klinis Zea mays L. untuk kesehatan: Tinjauan naratif: The multi-target potential, mechanisms, and clinical evidence of Zea mays L. for health: A narrative review I Made Dwi Mertha Adnyana; Muhammad Rizky Pratama; Alreva Muhazier Jayaputra; Ni Luh Gede Sudaryati; Maykon Jhuly Martins de Paiva; Elsa Mega Suryani
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/bm04nz54

Abstract

Latar Belakang: Zea mays L. menjadi salah satu tanaman pangan utama dunia. Bagian rambut, tongkol, kelobot, biji berwarna dan dedaknya mengandung beragam senyawa bioaktif dengan potensi manfaat kesehatan, namun kompilasi bukti ilmiahnya masih terbatas. Tujuan: Menganalisis potensi fitokimia, mekanisme dan implikasi kesehatan dari bagian tanaman Zea mays L. Metode: Penelusuran dilakukan pada basis data PubMed/MEDLINE menggunakan kombinasi istilah terkait “Zea mays”, “corn silk”, “purple corn”, “anthocyanin”, dan “corn bran arabinoxylan”, dibatasi pada artikel open access dan tergolong artikel penelitian, brief report, short communication atau tinjauan serta diterbitkan pada rentang tahun 2015 hingga 2026. Seluruh data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Dua belas artikel memenuhi kriteria dan diekstraksi. Temuan menunjukkan rambut jagung menunjukkan efek antihipertensi, antioksidan dan fotoprotektif melalui modulasi jalur NF-κB, Nrf2 dan mikrobiota usus pada model in vivo. Kandunga Antosianin jagung ungu berasosiasi dengan efek antiinflamasi, antiproliferatif pada hiperplasia prostat jinak dan perbaikan kognitif pada uji klinis perempuan menopause. Arabinoxylan dedak jagung memodulasi mikrobiota usus dan penanda metabolik pada uji klinis acak terkontrol manusia. Kesimpulan: Zea mays L. menyimpan potensi multi-target untuk kesehatan kardiovaskular, metabolik, dan kognitif, namun translasi klinis masih terbatas pada komponen arabinoxylan dan antosianin, sehingga standardisasi dan karakterisasi senyawa bagian tanaman, uji kandidat obat serta uji klinis masih diperlukan untuk menguatkan bukti terapeutiknya
Correlation of IL-10 Levels with the Bacterial Index in Multibacillary Leprosy Fitriyanti, Fitriyanti; Lipinwati, Lipinwati; Istarini, Attiya; Ekaputri, Tia Wida; Nastiti, Niken Irfa; Adnyana, I Made Dwi Mertha
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v13i2.48898

Abstract

Background: Multibacillary (MB) leprosy is characterised by a high bacillary burden and a tolerogenic immune profile. Interleukin-10 (IL-10) is a key immunoregulatory cytokine that may reflect bacillary load. Objective: To compare bacillary burden and IL-10 between MB patients and controls and to examine the correlation between the Bacterial Index (BI) and IL-10 among MB patients. Methods: A comparative cross-sectional study included 68 participants (MB n=34; controls n=34). Categorical variables were analysed using Chi-square tests, and medians were used with Mann–Whitney U tests. Spearman’s rank correlation was used to assess the BI–IL-10 relationship in MB. Results: Age distribution was similar between groups (p=0.451), whereas occupation (p=0.040) and education (p=0.027) differed. BI was markedly higher in MB than in controls (median 2.5 [IQR 4] vs 0 [0]; p<0.001). IL-10 concentrations were also higher in MB (1.96 [4.03] pg/mL) than in controls (1.12 [1.94] pg/mL; p=0.029). Among MB patients, BI correlated positively with IL-10 (ρ = 0.358; p = 0.038). Conclusion: MB leprosy shows substantially greater bacillary burden and elevated IL-10 relative to controls. The positive association between BI and IL-10 supports the role of an immunoregulatory milieu linked to bacillary load. These findings highlight IL-10 as a potential biomarker for disease burden in MB leprosy and warrant validation in larger, adjusted cohorts.
Hierarchical Risk Factors for Stunting in Urban Indonesian Children (0–59 Months): A Case‒Control Study from Jambi, Indonesia Huntari Harahap; Irawan Anasta Putra; Nisa Haska Maulina; Erny Kusdiyah; I Made Dwi Mertha Adnyana; Nurul Qalbi Alrani
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 6, No 2 (2025): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v6i2.107534

Abstract

Stunting affects 149.2 million children globally, with Indonesia reporting a prevalence of 21.6%, despite a decline in trends. Urban-specific risk factors remain poorly characterized, which limits the development of effective intervention strategies for metropolitan areas. This study aimed to identify the risk factors associated with stunting in children aged 0 to 59 months in Jambi, Indonesia. This case-control study involved 108 children aged 0 to 59 months from five community health centers in Jambi City from December 2024 to January 2025. The cases (n = 54) were children with height-for-age z scores of less than 2 standard deviations (SD), and the controls (n = 54) had standard growth patterns. Data collection involved anthropometric measurements and structured maternal interviews, which were analyzed via chi-square tests with 95% confidence intervals. Low birth length had a very high odds ratio (OR = 45.69, 95% CI = 5.88 to 354.70; p &lt; 0.001), whereas inadequate complementary feeding resulted in a perfect prediction (OR = 5.33, 95% CI = 3.20 to 8.88; p &lt; 0.001). Incomplete immunization (OR = 37.81, 95% CI = 8.32 to 171.71; p &lt; 0.001) and maternal educational deficit (OR = 6.53, 95% CI = 1.76 to 24.18; p = 0.002) were identified as the primary modifiable determinants. Multisectoral strategies targeting maternal nutrition, universal immunization, and education-based interventions are necessary to reduce stunting in Indonesia’s urban population sustainably.
The Relationship Between Feeding Patterns and Maternal Knowledge about Nutrition with the Incidence of Stunting in Children Age 0-5 Years in the Working Area of the Gedongan Health Center, Mojokerto City Nadya Aisyah Sasqia Putri; Ronald Pratama Adiwinoto; Prima Arundani; Pramita Anindya Nugraheni; I Made Dwi Mertha Adnyana
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v5i1.83808

Abstract

Stunting is a prolonged state of chronic malnutrition. This disorder is characterized by having a body length-for-age or body height-for-age measurement that falls below the -2 standard deviation established by the World Health Organization (WHO). The etiology of stunting is multifaceted, encompassing factors such as nutrition, feeding practices, infectious illnesses, and household income. Maternal understanding of nutrition, including dietary factors, is also associated with the occurrence of stunting. This study aimed to establish the relationship between feeding habits and maternal knowledge of nutrition with the prevalence of stunting in the operational region of the Gedongan Health Center, located in Mojokerto City. This study is an observational analytical study employing a cross-sectional design. The study’s population consisted of all women with children residing in the working area of the Gedongan Health Center. This study encompassed 144 participants who completed the Child Feeding Questionnaire (CFQ) regarding eating practices and a questionnaire assessing maternal knowledge of nutrition. The objective was to examine the relationship between these factors to height and age. The chi-square test results indicate a statistically significant association between feeding practices and stunting (p = 0.0001) and maternal knowledge about nutrition and stunting (p = 0.0001). The survey revealed that most children had been provided with appropriate feeding patterns, and most moms had a commendable nutritional understanding. The study’s findings indicate a noteworthy relationship between feeding behaviors and mothers’ nutrition knowledge.
Co-Authors Agustini, Desak Gede Dwi Al Karina, Citra Alief Qobidh Al Bashor Arifin Alreva Muhazier Jayaputra Anak Agung Komang Suardana Anggelia Puspasari Annissa Delfira Ariastuti, Indria Armaidi Darmawan Artha Budi Susila Duarsa Arundani, Prima Asik Surya Asrica Fitri Yonera Asty, Zahra Frizki Attiya Istarini ATTIYA ISTARINI Aulia Cempakasari Bimantara, Riza Fajar Biutifasari, Verna Budi Utomo Cruz, Zito Viegas da da Cruz , Zito Viegas Dea Anenta Veonika Denok Tri Hardiningsih Dewi Syahputri Dewi, Gusti Ayu Putu Wahyu Purnama Dominicus Husada Dwinka Syafira Eljatin Ekaputri, Tia Wida Eljatin, Dwinka S. Elsa Mega Suryani Erny Kusdiyah Esa Indah Ayudia Farachatus Salwa Salsabila Azhari Firdha Yekti Hutami Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Hafinuddin Hafinuddin Hafizah Hafizah Hanung Prasetya Herdiyantini, Mita Huntari Harahap I Nyoman Sridana I P. Sudiartawan I Putu Sudiartawan I Wayan Wahyudi, I Wayan I. A. R. Astiti Asih Indrayanti, Ni Komang Rina Irawan Anasta Putra Jundaeng, Jarupat Juniastuti Juniastuti Kadek Adi Mahendra Ketut Merdana Sugiarta Ketut Suniartini Kusman Ibrahim Lena Wijayaningrum Liliawanti Lipinwati Lipinwati ., Lipinwati Luh Nik Armini Lutfian, Lutfian Machado, Filipe de Neri Mahendra, Kadek Adi Maulana, Sidik Maykon Jhuly Martins de Paiva Miftahurrahma Miftahurrahma Muhamad Frendy Setyawan Muhammad Bayu Zohari Hutagalung Muhammad Ridho Akbar Eljatin Muhammad Rizal Muhammad Rizky Pratama N. W. Bogoriani Nadya Aisyah Sasqia Putri Ni Ketut Ayu Juliasih Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Made Noviana Dewi Niken Irfa Nastiti Niken Irfa Nastiti Niken Irfa Nastiti Nisa Haska Maulina Nuartha, Pande Komang Aditya Ryan Nur Aini Hasan Nurul Qalbi Alrani Nurul Uswatun Hasanah Panduyasa, I Gede Pereira, Abrão J. Prabowo, Sang Kompyang Yudistira Eddy Pramita Anindya Nugraheni Pramita Anindya Nugraheni Prasetya, Hanung Praswitasari, Rengganis Pratama A., Ronald Prima Arundani Putra, I Gede Satya Wijaya Putra, Oki Nugraha Putri, Ida Ayu Govinda Lazenobia De Sanjaya Putu Lakustini Cahyaningrum Putut Dewantha Jenar Putut Dewantha Jenar Qulistan Balqis Ulwani Raza, Syed Meesam Renata Prameswari Rini Pratiwi Ronald Pratama Adiwinoto Ronald Pratama Adiwinoto Ronald Pratama Adiwinoto Sadya Wendra Savitri, Ida Ayu Gede Winda Setiadi M Noor Soedarsono Soedarsono Stefanus Djoni Husodo Suardana, A.A Komang Sudaryati, Ni LG. Sudiartawan, I Putu Sundari, Ni Luh Putu Ari Suwandani, Ni Made Ayu Syed Meesam Raza Tasalina Yohana Parameswari Gustam Tasalina Yohana Parameswari Gustam Tengku Arief Buana Perkasa Tia Wida Ekaputri Tia Wida Ekaputri Hz Tiara Rahmawati Tika, Fanny Eprilia Umar, Tungki Pratama Uswatun Hasanah Widiastiti, Ni Nyoman Widyantari, Dewa Ayu Wyasena, Pande Nyoman Tri Saguna Zito Viegas da Cruz Zuriat Zuriat