Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KEDALAMAN GERUSAN LOKAL BERDASARKAN DEBIT TERUKUR (STUDI KASUS: JEMBATAN WAY BILLU) Indri Rahmandhani Fitriana; M. Gilang Indra Mardika; Afriyanti Indi Mustari
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1659

Abstract

A threat to the sustainability of the bridge is flooding, which can cause damage, especially in the form of local erosion of the abutment. Erosion that occurs due to the presence of structures or buildings in the river is known as local erosion. This study aims to determine the maximum depth of local abrasion around the bridge abutment at the time of measured discharge using HEC-RAS software. The object of this research is the dimensions of the Way Billu Bridge with the dimensions of a new bridge after experiencing damage due to flooding on December 9, 2021. The velocity data collection method is carried out using a current meter with an average flow velocity of 0.225 m/s. The calculation of measured discharge using the mean section method resulted in a discharge of 2,413 m3/s. The sedimentation velocity produced from upstream, downstream, and river basins is 0.025 m/s, 0.017 m/s, 0.017 m/s. The results show that the depth of local erosion at the measured discharge is a total erosion depth of 0.08 m.
STUDY RE-ANALYSIS OF HIGH WAVE DEFORMATION IN RE-DESIGN COASTAL REVETMENT PROTECTION OF RAJABASA BEACH KALIANDA Fauzi, Muhammad Aldhiansyah Rifqi; Mardika, Muhammad Gilang Indra; Fatkhurrozi, Muhammad; Martino, Ahmad Fadlun Harianto
Journal of Science and Applicative Technology Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Science and Applicative Technology June Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v8i1.1754

Abstract

The eruption of Mount Krakatau in 2018, along with high waves, has impacted the coastal conditions of Kalianda Beach. The parameters for planning the revetment include significant wave height, highest high water level (HHWL), refraction and shoaling coefficients, wave set-up, and SLR. Wave data processing was conducted using the FT Type I. The extreme wave 50-year period has a height (Hr) of 2.22 m and a period (Tr) of 14.67 s. The wave transformation coefficients for refraction and shoaling, which are 0.74 and 1.44 respectively, lead to a deformation wave height of 2.19 m at a depth of 5 m. Admiralty tide analysis yielded a tidal range element at MSL of 0.94 m, which serves as the datum for elevation point 0. The HHWL from MSL is 0.73 m, wave set-up is 0.58 m due to breaking waves at 3.43 m, and SLR is 0.16 m, leading to a DWL of 1.46 m. The wave run-up varies according to the type of revetment, boulder type elevations id 4.60 m, tetrapod type is 3.80 m, and dolos type is 4.40 m. Differences elevation are attributed to different wave run-up every type of revetment material, run-up of the type material boulder is 2.83 m, run-up of tetrapod is 2.08 m, and dolos is 2.67 m.
Arahan Peningkatan Kemakmuran Kota Samarinda Pada Dimensi Infrastruktur Pratama, Maryo Inri; Putri, Ajeng Meidiany; Mustofa, Umar; Mardika, Muhammad Gilang Indra
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i2.4249

Abstract

Kota Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, menghadapi tantangan signifikan dalam menyelaraskan pertumbuhan pesat dengan pengembangan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi infrastruktur Kota Samarinda menggunakan City Prosperity Index (CPI) dan memberikan rekomendasi perbaikan. Data sekunder diperoleh melalui survei literatur untuk mengidentifikasi praktik terbaik dari kota-kota yang telah sukses dalam analisis CPI. Dengan menggunakan metode triangulasi, studi ini membandingkan hasil CPI Samarinda dengan kriteria CPI dan best practice dari kota lain yang memiliki karakteristik serupa. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa aspek infrastruktur Samarinda, seperti akses air bersih, kepadatan penduduk, ketersediaan dokter, dan transportasi umum, memerlukan perbaikan signifikan untuk mencapai kategori “cukup kuat”. Rekomendasi termasuk peningkatan cakupan layanan dasar, pengembangan transportasi massal, dan perbaikan fasilitas sosial. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan peringkat CPI Samarinda dan mendukung kemakmuran kota secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk pengembangan infrastruktur dan kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan daya saing ekonomi Kota Samarinda.
OPTIMASI PINTU AIR DAERAH IRIGASI (D.I) PUNGGUR UTARA ZONA C PETAK 16 KIRI 1 KABUPATEN LAMPUNG TIMUR DAN LAMPUNG TENGAH Mardika, M Gilang Indra; Fitriana, Indri Rahmandhani; Rahmawati, Vaisyah
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i1.9993

Abstract

Daerah Irigasi Punggur Utara, bagian dari Sistem Sekampung, mencakup 132,28 hektar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Kota Metro. Tantangan utamanya adalah distribusi air yang tidak efisien, menyebabkan pemborosan dan persaingan atas sumber daya air yang terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, pintu air dioptimalkan dengan menyesuaikan hubungan antara ketinggian pintu dan kebutuhan air. Daerah ini mengikuti pola tanam Padi-Padi-Bera, dengan data curah hujan dari tahun 2014-2023 menunjukkan puncak 5,13 mm/hari pada bulan Maret. Kebutuhan air berkisar dari 0,04 m³/detik di bulan April hingga 0,20 m³/detik di bulan Mei. Pintu air Crump de Gruyter, dengan lebar 0,75 meter dan koefisien 0,913, mengatur aliran air. Bukaan pintu 5 cm menyediakan 0,20 m³/detik untuk memenuhi kebutuhan tertinggi, sedangkan bukaan 1 cm menghasilkan 0,04 m³/detik untuk kebutuhan terendah. Optimalisasi dilakukan menggunakan Pemrograman Linear melalui Solver, menyesuaikan ketinggian pintu untuk memenuhi kebutuhan irigasi dalam batas kapasitas. Metode ini meningkatkan manajemen sumber daya air di Punggur Utara.
Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum 2025 - 2030 Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera Kurniawan, Rahmat; Michael, Michael; Syuhada, Syahidus; Maini, Miskar; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Dwiyana, Putri Ayu; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Ribowo, Anggarani Budi; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.463

Abstract

Penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) merupakan upaya strategis untuk memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tantangan pembangunan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah kolaboratif dalam merumuskan Kurikulum 2025–2030. Proses ini melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk dosen, mahasiswa, alumni, praktisi, asosiasi profesi, serta pengguna lulusan. Kurikulum yang dikembangkan dirancang sesuai dengan standar Outcome Based Education (OBE) dan kriteria akreditasi LAM Teknik, dengan penekanan pada penguatan kompetensi inti bidang teknik sipil, integrasi teknologi digital, prinsip keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan soft skills mahasiswa. Hasil FGD ini menghasilkan rekomendasi kurikulum yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan standar nasional maupun internasional, sekaligus mendukung visi ITERA untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam sains, teknologi, dan inovasi.
Study of Jetty Planning as Coastal Protection Structure to Address Estuary Sedimentation: Case Study of Lubuk Tukko Beach, North Sumatra Province Mardika, M Gilang Indra; Fitriana, Indri Rahmandhani; Sihombing, Tera Melya Patrice; Lumbantobing, Oscar
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 7 No 2 (2025): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v7i2.4703

Abstract

Sediment transport from the sea can cause estuary siltation. The effective jetty construction planning is one of problem addressing structurely. To derive the elevation and dimensions of an effective jetty structure in addressing the estuary sedimentation at Lubuk Tukko Beach, North Sumatra Province, wave analysis is conducted using the hindcasting method and tidal analysis using the admiralty method. The research analysis show that the wave height design is 0.676 meters and the highest water surface elevation is 0.616 meters. The type of jetty used is a long jetty with a left jetty length of 394 meters and a right jetty length of 426 meters. The elevation of the right jetty end is 2.5 meters, with a building top width of 1 meter, and the elevation of the left jetty end is 2.6 meters, with a top width structure of 1 meter.
Analisis Banjir Akibat Sudetan Meandering Sungai Kolokoso Studi Kasus : Bandara Dhoho, Kediri Mardika, M Gilang Indra; Sihombing, Tera Melya Patrice; Andreas, Ryan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 23, No 4 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v23i4.20652

Abstract

DAS Kolokoso mengalami perubahan tata guna lahan dengan dibangunnya Bandara Dhoho Kediri. Dalam antisipasi perubahan lahan ini, dilakukan sudetan meandering sebagai antisipasi mitigasi banjir di Area Bandara Kediri. Objek yang digunakan dalam penelitian adalah dimensi Box Culvert. Metode distribusi yang memenuhi dalam analisis frekuensi untuk menentukan hujan rancangan adalah distribusi log pearson III. Metode yang digunakan dalam mendapatkan nilai intensitas hujan adalah metode Mononobe dengan kala ulang 25 tahun. Metode curah hujan efektif yang dipilih adalah metode Alternating Block Methode, dengan nilai hyetograph berurut selama 6 jam adalah 71,61 mm; 18,61 mm; 13,06 mm; 10,39 mm; 8,78 mm; 7,67 mm. HSS SCS digunakan untuk metode debit banjir dengan debit puncak sebesar 0,829 m3/detik. Dengan menjalankan analisis menggunakan software HEC-RAS 6.4.1 perbedaan luasan sebaran banjir di sekitar area bandara dengan luasan banjir sebelum dilakukan sudetan adalah 5,93 ha dan luasan banjir setelah dilakukan sudetan adalah 0,65 ha. Setelah melakukan kalibrasi dan validasi data, didapatkan persentase perbandingan antara tinggi muka air antara data terukur dengan data hasil analisis sebaran banjir adalah 89% dan perbandingan antara kecepatan aliran antara data terukur dengan data hasil analisis sebaran banjir adalah 98%.
STUDI TSUNAMI INUNDATION MODELLING PADA PANTAI TANJUNG SETIA LAMPUNG DENGAN PEMANFAATAN SOFTWARE DELFT3D M Gilang Indra Mardika; Mashuri Mashuri; Muhammad Dukhi Safaraz
Jurnal Infrastruktur Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v10i2.6573

Abstract

Tanjung Setia Beach is located in the West Coast area of Lampung Province. This location is very vulnerable of disaster such as tsunami, because it is on the edge of a geologically active continent with a coastline facing the Indian Ocean and distinguished by the confluence of tectonic plates. With such conditions at any time a tsunami disaster can occur and cause damage to the area. One of the weaknesses in the Tanjung Setia coastal tourist area on, West Coast of Lampung Province, is non exist of hazard maps or KRB (Disaster Prone Vulnerability) maps made by the National Center for Volcanology and Disaster Mitigation. Modeling the propagation of tsunami waves by determining the distribution pattern of tsunami waves and implementing several planned wave height values and historical wave height is a basic step of disaster mitigation in the area. Using Delft3D 4.04.01 software based on data and scenario analysis can produce wave propagation in the area. The height and wave period of the plan are calculated using the hindcasting method and are based on the SPM 1984 standard and then used as input in Delft3D modeling software. From the calculation results, the height and wave period of the maximum plan for the 15 year is 3.01 m with a period of 8.21 s, the 25 year is 3.16 m with a period of 8.49 s and the 50 year is 3.37 m with a period of 8.87 s. In addition, historical tsunami wave heights of 3.6 m, 8 m and 15 m are also used as inputs in the Delft3D model. The results of propagation planned wave does not cause a significant tsunami disaster. As a result of wave propagation based on the historical height of tsunamis used, 3.6 m wave does not cause tsunami disasters in the area and take 35 minutes to reach coastal areas, while waves of 8 and 15 meters are able to cause tsunami disasters on land, which takes 27-34 minutes to reach the coast. All three scenarios qualify for model accuracy in shallow seas. From the results of mapping using GIS software, the maximum propagation of the scenario of high waves of 8 meters on land as far as 803 meters and waves of 15 meters as far as 872 m from the coastline.
Studi Perencanaan Jetty Sebagai Bangunan Pelindung Muara Dalam Menyelesaikan Permasalahan Muara Sungai Air Hitam Bengkulu M Gilang Indra Mardika; Julita Hayati; Reynaldi Kurniawan; Indri Rahmandhani Fitriana; Tera Melya Patrice Sihombing
Jurnal Infrastruktur Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/nbmwxc55

Abstract

One of the estuaries in Bengkulu Province, the Air Hitam River Estuary, has gradation and estuary drift problems based on Google Earth satellite observations annually. The cause is the occurrence of high sediment material and the phenomenon of longshore currents. The structural solution is the design of a jetty structure with a long type because the estuarine condition causes the need to remain open. This coastal protection aims to maintain estuary stability and regulate the stream flow. The methods used in the research methods are the Admiralty method in the processing of tidal data and the Hindcasting method from CERC in the processing of wind data. The results of the analysis provide a jetty length of 270 m with a width of 200 m between jetties. The left and right jetties have a peak width of 3 m and the highest building is 4 m from sea level with high tidal parameters of HHWL, MSL, and LLWL conditions are 78.21 m, 0.04 m, and -78.36 m, respectively. The breaking wave analysis derived a height of 2.50 m at a depth of -3.22 m which is utilized for infrastrcture dimension analysis. The coastal protection materials used with a 1:2 building slope on both jetties are tetrapods for the first and second layers, and boulders for the core layer. Used 0.5-2 tons weight of tetrapods for both sides of the jetty, 0.44-16.71 kg and 0.18-16.71 kg weight of boulder stones for both sides of the jetty, and toe protection used boulder stones weighing 43.69-157.28 kg and 18.39-157.28 kg for both sides of the jetty. Based on the literature study and estuary conditions, this design is capable of maintaining estuary stability and control river flow effectively.
Pendampingan Teknis Pengelolaan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant dalam Mendukung Penyediaan Material Konstruksi Beton Ribowo, Anggarani Budi; Susanti, Junita Eka; Kurniawan, Rahmat; Dwiyana, Putri Ayu; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Wirawan, Nugraha Bintang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1232

Abstract

Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) berperan strategis dalam penyediaan material konstruksi, namun aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah padat dan cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara optimal. Sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Provinsi Lampung dengan fokus pada pendampingan identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi jenis dan volume limbah, pengambilan sampel sludge beton, sisa agregat, serta debu produksi AMP, pengujian karakteristik fisik material di laboratorium, dan perancangan variasi campuran beton dengan substitusi sebagian agregat menggunakan material limbah yang telah melalui proses pengeringan dan pengayakan. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kuat tekan beton pada beberapa variasi komposisi limbah. Hasil menunjukkan bahwa pada komposisi limbah 20%–30%, beton non-struktural mampu mencapai kuat tekan rata-rata 12,73 MPa dan masih memenuhi persyaratan teknis untuk aplikasi seperti paving block dan elemen pracetak ringan. Namun, pada komposisi 75%, kuat tekan menurun signifikan menjadi 5,85 MPa. Dengan ketersediaan limbah sekitar 1–2 ton per minggu, pemanfaatan optimal pada kisaran 20%–30% berpotensi mendukung produksi beton non-struktural berkelanjutan serta penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor konstruksi.
Co-Authors Aditya Alif Hidayat Afriyanti Indi Mustari Ahmad Fadlun Harianto Martino Ahmad Yudi Alda Farida Amelia Oktavia Andreas, Ryan Andry Yuliyanto Anita Lestari Condro Anita Lestari Condro Winarsih Anita Lestari Condro Winarsih Aprilia, Ayu Sinta Apriwelni, Siska Ayudia Hardiyani Kiranaratri Budi Ribowo, Anggarani Cahyo Agung Saputra Dandi Rahman Hakim Dandi Rahman Hakim Devi, Yunida Dukhi Safaraz, Muhammad Eka Aji Saputro Ekaputra, Reza Asriandi Fadillah Sabri Fahmi, Aziz Fatkhurrozi, Muhammad Ferial Asferizal Ferial, Asferizal Fitriana, Indri Rahmandhani Galih Rio Prayogi Gita Oktarina Nur Annisa Hayyu Sariyah Heni Pujiastuti Ilpandari, Ilpandari Indri Rahmadhani Fitriana Irfaan Wiratyadi Julita Hayati Julita Hayati Junita Eka Susanti Khanza, Ayu Kamila Lukamnul Hakim Lumbantobing, Oscar M. Juang Renaldi Fiqri Marina, Bernaditha Catur Martino, Ahmad Fadlun Harianto Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mekel Grendy Ginting Michael Michael Michael Michael Miskar Maini Muhammad Dukhi Safaraz Muhammad Hakiem Sedo Putra Mustofa, Umar Nadi, Muhammad Abi Berkah Nana Putri Yanto Naomi Jesika Sitompul Ni Made Lita Wikantari Nugraha Bintang Wirawan, Nugraha Bintang Oscar Lumbantobing P Kirtinanda Pratama, Maryo Inri Priyono, Alfito Putri Ayu Dwiyana Putri, Ajeng Meidiany Rahma Yanda Rahmat Aris Pratomo Rahmat Kurniawan Rahmawati, Vaisyah Retno Hutami Adinigsih Revin Valent Lumban Tobing Reynaldi Andinata Reynaldi Kurniawan Reynaldi Kurniawan Ryan Andreas Sahid Sahid Sahid Sahid Selma Nurul Fauziah Setiawan, Preza Sihombing, Tera Melya Patrice Sihombing, Tera Melya Patrice Simaremare, Nicodemus Serep Martua Aritonang Sitepu, Arif Rahman Hakim Syahidus Syuhada Syukry, Zein Akbar Tambunan, Hermon Frederik Tera Melya Patrice Sihombing Tera Melya Patrice Sihombing Tera Melya Patrice Sihombing Tera Melya Patrice Sihombing Tera Melya Patrice Sihombing Wiedad, Diyaulhaq Yudi, Ahmad Zhafira, Elian Zulqadri Ansar Zunanik Mufidah