Claim Missing Document
Check
Articles

WACANA EKSPRESI HUMOR DAN KREATIVITAS MEME FILM PENGABDI SETAN 2017 Pramesti Saniscara; Elda Franzia Jasjfi; Agung Eko Budi Waspada
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 3 No. 2 (2021): Junal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2623.179 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v3i2.9430

Abstract

AbstractDigital Democracy in Popular Culture: Meme and Political Critics. Meme has become a popular subculture that cannot be separated from the internet sphere. Meme have become an agent of free speech that allows a discourse to be communicated, modified, disseminated without the need of conventional conversation. The upcoming Presidential Election 2019 in Indonesia has become one of the discourses that often, using memes as its agent. Memes, while being a medium of expressed humor and satire, also become a media critic of Indonesian democracy practices. This journal sees the meme of Nurhadi-Aldo as a discourse of political criticism wrapped in comedy and satire in response to the 2019 Presidential Election using structuralism approach from Anthony Giddens.Keywords: Internet, memes,   Abstrak Wacana Ekspresi Humor Dan Kreativitas Meme Film Pengabdi Setan 2017. Meme sudah menjadi subkultur populer yang tidak bisa dipisahkan dari dunia internet. meme sudah menjadi sebuh media ekspresi bebas yang memungkinkan sebuah ide dikomunikasikan, dimodifikasi, dan disebarluaskan tanpa harus mengalami dialog secara langsung. Meme selain menjadi ekspresi humor dan satir warganet. Tulisan ini melihat perkembangan meme sebagai media komunikasi dan perkembangannya seiring   wacana ekspresi humor dan kreativitas meme film pengabdi setan 2017, dengan melihat aspek implikatur dan semantic yang digunakan dalam meme Pengabdi Setan 2017 Kata kunci: meme, Ekspresi Humor, Pengabdi Setan
ANALISIS USABILITY SITUS WEB PUSAT DOKUMENTASI SASTRA HB JASSIN USABILITY ANALYSIS OF HB JASSIN LITERATURE DOCUMENTATION CENTER WEBSITE Robert Mugabe; R. Drajatno Widi Utomo; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.167 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v4i1.9974

Abstract

Abstract Digitalization is an effort to save the text from being destroyed due to hostile climate and humidity. Therefore, observers, enthusiasts, researchers and script owners as well as the government must unite to build synergies in saving and maintaining the script. Thus, the digitalization program which is currently being promoted by various parties or agencies can truly save the nation's intellectual treasure contained in the text. At least, HB Jassin's Literary Documentation Center can take the lead in digitizing theater scripts. With the involvement of the textbook community and official state institutions, it is hoped that there will be some kind of website that takes into account its use as a form of digitization as a form of sustainable national preservation of theater scripts.Keywords: digitalization, teather manuscripts, Center for Literary Documentation of HB Jassin, usability.  AbstrakDigitalisasi merupakan sebuah upaya penyelamatan naskah dari kemusnahan akibat iklim dan kelembaban udara yang tidak bersahabat. Oleh karena itu, para pemerhati, peminat, peneliti, dan pemilik naskah serta pemerintah harus bersatu padu untuk membangun sinergi dalam hal penyelamatan dan pemeliharaan naskah. Dengan demikian, program digitalisasi yang kini sedang digalakkan oleh berbagai pihak atau instansi benar-benar dapat menyelamatkan khazanah intelektual bangsa yang terkandung di dalam naskah. Setidaknya, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dapat tampil sebagai garda depan dalam urusan digitalisasi naskah teater. Dengan pelibatan komunitas pernaskahan dan lembaga resmi negara, diharapkan adanya semacam situs web yang memerhatikan usability sebagai bentuk digitalisasi sebagai wujud penyelamatan naskah teater secara nasional yang berkesinambungan.Kata kunci: digitalisasi, naskah teater, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, usability.
GAYA VISUAL INFOGRAFIK SEBAGAI IDENTITAS HARIAN KOMPAS DI ERA DIGITAL Pandu Lazuardy Patriari; Elda Franzia Jasjfi; Agung Eko Budiwaspada
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.111 KB)

Abstract

Abstract The mass media, especially newspapers, are starting and adapt to enter digital platforms as a result of industrial revolution 4.0. People change how to reading and that makes the mass media must be able to provide information briefly but clearly, one of which is through visual journalism, represented by infographics. The Kompas Daily Infographic has its own visual style that distinguishes it from others. This visual style become an identity that represents the Kompas Daily brand. This study explores how the visual style of infographics becomes the identity of Kompas Daily in terms of text, production, consumption, to socio-culture. The goal is to understand how visual style becomes identity. The methodology uses Norman Fairclough's critical discourse analysis which dissects a phenomenon with three dimensions. The results of this study show that the visual style of Kompas Daily infographic can be an identity that distinguishes it from other media. Infographic visual style is produced to align its ideology, policies, and consumption. Identity is manifested from a pattern that takes place in a continuous time and is formed by various factors, both directly and indirectly influencing it. Keywords: Mass Media, Infographic, Visual Style, Identity Abstrak Media massa khususnya surat kabar mulai beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0 untuk masuk ke dalam platform digital. Pola baca yang ikut berubah menjadikan media massa harus mampu memberikan informasi dengan singkat namun jelas, salah satunya melalui jurnalisme visual yang diwakili salah satunya dengan infografik. Infografik Harian Kompas memiliki gaya visual sendiri yang membedakan dengan infografik media lain. Gaya visual tersebut dapat menjadi identitas yang mewakili brand Harian Kompas. Penelitian ini mengangkat bagaimana gaya visual infografik menjadi identitas Harian Kompas dilihat dari teks, produksi, konsumsi, hingga sosial budaya. Tujuannya untuk memahami bagaimana gaya visual menjadi identitas. Metodologi menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough yang membedah suatu fenomena dengan tiga dimensi. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya visual infografik Harian Kompas dapat menjadi identitas yang membedakan dengan media lain. Gaya visual infografik diproduksi untuk menyelaraskan ideologi, kebijakan, dan konsumsinya. Identitas terwujud dari pola yang berlangsung dalam waktu yang kontinyu dan terbentuk oleh dari berbagai macam faktor baik yang memengaruhi langsung maupun tidak secara langsung. Kata kunci: Media Massa, Infografik, Gaya Visual, Identitas
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH WADAH PLASTIK UNTUK DEKORASI BAGI REMAJA PUTRI DI KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT Elda Franzia Jasjfi; Agus Adhityatama; Yosua Reydo Respati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.987 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i1.6681

Abstract

Indonesia merupakan penghasil limbah plastik terbesar kedua di dunia. Salah satu sumber penghasil limbah tersebut berasal dari rumah tangga. Wadah plastik merupakan material sulit didaur ulang oleh karena itu penggunaan ulang (Reuse) merupakan salah satu upaya memperpanjang nilai guna suatu produk sehingga tidak menjadi limbah yang menumpuk di rumah tangga. Untuk memperpanjang nilai guna produk limbah diperlukan kreativitas dari masyarakat penggunanya. Pengembangan kreativitas warga Kelurahan Tomang, Jakarta Barat sebagai wilayah sekitar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti menjadi sasaran pelatihan. Pengembangan kreativitas pengolahan limbah plastik rumah tangga menjadi tujuan pelatihan. Sasaran pelatihan adalah ibu rumah tangga dan remaja putri di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat. Metode pelatihan dilakukan dengan cara percontohan dan pelatihan pengolahan limbah plastik dalam bentuk wadah yang dikombinasikan dengan kertas dan cat warna. Pelatihan dilakukan melalui tahapan metode yang secara bertahap (sequential instruction) oleh instruktur dari Program Studi Desain Komunikasi Visual diikuti oleh masyarakat sasaran. Hasilnya adalah produk kreasi wadah dari limbah plastik yang dekoratif, yang dapat dimanfaatkan penggunaannya secara langsung oleh masyarakat sasaran. Pelatihan ini bermanfaat untuk membuka wawasan masyarakat sekitar tentang pentingnya kreativitas dan peran aktif masyarakat dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL KACA MENJADI LAMPU DINDING Awang Eka Novia Rizali; Elda Franzia Jasjfi; Ariani Ariani; Gihon Nugrahadi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.957 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i2.7483

Abstract

Limbah botol kaca banyak didapati di sekitar rumah, limbah tersebut dapat berasal dari konsumsi kecap, saus, minuman dan selai. Pertambahan jumlah sampah di lingkungan rumah dapat dikurangi secara signifikan melalui upaya pemanfaatan pengolahan limbah, khususnya botol kaca menjadi benda bernilai guna. Dalam upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah rumah tangga, maka diselenggarakan pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Kaca Menjadi Lampu Dinding bagi Warga Asem Baris Gang 3, RT 03/RW 05, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Warga Asem Baris yang menjadi sasaran pelatihan merupakan kelompok pekerja paruh waktu dengan latar belakang Sekolah Menengah Atas. Pelatihan dibutuhkan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang diperlukan dalam pengolahan limbah botol kaca. Metode pelatihan dilaksanakan secara tatap muka bertahap, di mana peserta pelatihan dapat mengikuti tahapan pembuatan secara langsung yang diperagakan oleh instruktur. Hasil dari pelatihan ini adalah lampu dinding yang dibuat oleh masing-masing peserta pelatihan dengan menggunakan alat secara tepat guna.
RUANG KOMUNAL UNTUK KEBERLANJUTAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MINANGKABAU Resky Annisa Damayanti; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.669

Abstract

Abstract: Communal activity done by Minangkabau society until now. The need of communication and social activity with internal community and the change of places are meaningful to nation sustainability. Human needs to interior activities can be analyzed through cultural and interior design approach, to know the communal room’s role in Rumah Gadang and Minangkabau people’s house in urban area. This research aims to understand the concept of communal room in Rumah Gadang at West Sumatera including its meaning and philosophy, and to know the implementation of communal room in Minangkabau people’s house in urban area as social interaction sustainability of Minangkabau peoples nowadays. This research used qualitative method to describe the meaning, function, and philosophy of Rumah Gadang in Minangkabau and its sustainability in Minangkabau people’s houses in urban area. The data collecting method is documentation and interview with resources to know how they used the communal rooms in the Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung and two houses as study cases of this research. The result is description of Minangkabau people’s communal room in traditional Rumah Gadang to urban houses that carries Minangkabau philosophy in their implementation activities.Abstrak: Aktivitas komunal dilakukan oleh masyarakat Minangkabau sejak dulu hingga saat ini. Adanya kebutuhan masyarakat Minangkabau untuk tetap melakukan aktivitas komunikasi dan sosial bersama saudara sekaum, dan adanya perubahan tempat di mana kegiatan tersebut dilakukan merupakan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang bermakna penting untuk keberlanjutan bangsa. Kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas di dalam ruang dapat dikaji melalui pendekatan budaya dan desain interior, sehingga dapat diketahui peran ruang komunal pada Rumah Gadang dan rumah tinggal masyarakat Minangkabau di perantauan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami konsep ruang komunal pada Rumah Gadang di Sumatera Barat meliputi makna dan filosofinya, serta mengetahui bagaimana implementasi ruang komunal pada rumah tinggal orang Minangkabau perantauan sebagai bentuk keberlanjutan interaksi sosial masyarakat Minangkabau saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan makna, fungsi dan falsafah ruang komunal Rumah Gadang di Minangkabau dan keberlangsungannya di rumah tinggal masyarakat Minangkabau di perkotaan. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara dengan narasumber untuk mengetahui pemanfaatan ruang komunal Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dan dua buah rumah tinggal yang menjadi studi kasus penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah deskripsi ruang komunal masyarakat Minangkabau dari Rumah Gadang tradisional ke rumah tinggal di perantauan yang masih membawa falsafah adat Minangkabau dalam implementasi penggunaannya.
ANALISIS VISUAL KEMASAN BOTOL GOOD DAY PADA GAUL CREATION COMPETITION 2019 DENGAN TEMA “INDONESIA BANYAK RASA” Audrey Lutfianti; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v8i1.16690

Abstract

Abstract A Visual Analysis of The Good Day’s Bottle Packaging at Gaul Creation Competition 2019 With Theme “Indonesia Banyak Rasa”. Packaging becomes the initial attraction of a consumer in buying a product. Attracting consumers requires visual elements that match the company's image. It has been applied to the instant coffee-drink company good day through the creation competition for packaging design. This study will discuss visuals, especially the use of illustrations and colors in bottles of Good Day in Gaul Creation Competition 2019 with the theme "Indonesia Banyak Rasa." The research method used is the quantitative and semiotics analysis of Roland Barthes to analyze the cultural code found in the good day creation competition 2019 packaging design with the "Indonesia Banyak Rasa". Data collection techniques are carried out through library studies of such sources as journals, articles, books, and the Internet. The study of the new good day creation competition 2019 bottled design can be seen by the selection of objects and icons that represent Indonesia's cultural codes where every cultural code present in this facility has different meanings in every area. Keywords: packaging design, cultural codes, competition, visual semiotics Abstrak Analisis Visual Kemasan Botol Good Day pada Gaul Creation Competition 2019 Dengan Tema “Indonesia Banyak Rasa”. Kemasan menjadi daya tarik awal konsumen dalam membeli suatu produk. Untuk menarik konsumen diperlukan elemen-elemen visual yang sesuai dengan citra perusahaan tersebut. Hal tersebut telah diterapkan oleh perusahaan minuman kopi instan yaitu Good Day melalui kompetisi desain kemasan yaitu Gaul Creation Competition. Penelitian ini akan membahas visual terutama penggunaan ilustrasi dan warna pada kemasan botol Good Day pada Gaul Creation Competition 2019 dengan tema “Indonesia banyak rasa”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes untuk menganalisis kode budaya yang terdapat dalam desain kemasan Good Day pada Gaul Creation Competition 2019 dengan tema “Indonesia banyak rasa”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dari berbagai sumber seperti jurnal, artikel, buku maupun internet. Hasil penelitian pada desain kemasan botol Good Day edisi Gaul Creation Competition 2019 ini, dapat dilihat melalui pemilihan objek serta ikon yang merepresentasikan kode-kode budaya Indonesia di mana setiap kode budaya yang hadir dalam ilustasi ini memiliki makna berbeda di setiap daerah. Kata kunci: desain kemasan, kode budaya, kompetisi, semiotika visual
KOMPARASI VISUAL POSTER FILM “PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN” DAN “HOMELAND” SEASON 4 Hayfa Putri Alifia; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v8i1.16693

Abstract

Abstract Visual Comparison of the “Perempuan Berkalung Sorban” Movie Poster and “Homeland” Season 4. The movie poster is a synopsis in graphic form. Movie posters must be carefully considered in order to communicate effectively. “Perempuan Berkalung Sorban” is a drama genre movie that first aired in 2009. While “Homeland“ Season 4 is a TV series movie that aired around October 5, 2014. The two posters are interesting to study because there are similarities but also contradictions. This research generally aims to find out the meaning behind the visuals on the poster. This study uses descriptive qualitative research methods to analyze visual objects, colors, layouts, and typography. The visual analysis uses Roland Barthes' semiotic theory. The results of the study reveal that the two movie posters have many similarities and differences. Both posters use similar objects, colors, and compositions, and the use of objects as backgrounds are similar. However, these two posters also have differences in terms of meaning. Keywords: visual comparison, visual meaning, movie poster, poster semiotics Abstrak Komparasi Visual Poster Film “Perempuan Berkalung Sorban” dan “Homeland” Season 4. Poster film merupakan sebuah sinopsis dalam bentuk grafis. Pembuatan poster film harus dipertimbangkan secara matang agar dapat berkomunikasi secara efektif. “Perempuan Berkalung Sorban” merupakan film drama yang pertama kali tayang pada 2009 silam. Sementara “Homeland” Season 4 merupakan film serial TV yang ditayangkan sekitar 5 Oktober 2014. Kedua poster tersebut menarik untuk diteliti karena ada kemiripan namun juga ada kontradiksi. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui makna di balik visual pada poster. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menganalisis objek visual, warna, layout dan tipografi. Analisis visual menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua poster film tersebut memiliki banyak persamaan dan perbedaan. Kedua poster sama-sama menggunakan objek, warna dan komposisi yang mirip, serta penggunaan objek menjadi background yang serupa. Namun kedua poster ini juga mempunyai perbedaan dari segi maknanya. Kata kunci: komparasi visual, makna visual, poster film, semiotika poster
RACISM ISSUES IN NIKE BRAND ADVERTISEMENT Rafi, Muhammad Abyan; Jasjfi, Elda Franzia
VCD (Journal of Visual Communication Design) Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Visual Communication Design VCD
Publisher : Universitas Ciputra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/vcd.v5i1.2682

Abstract

Racialism is a social issue that has become a culture in major countries. Many protest movements against social issues, starting from the community, an organization, to a well-known brand, one of which is Nike. Nike is one of the most well-known and successful sports brands in terms of products and athletes in all sports. This is one of the keys to the success of the Nike brand in awakening the world to the issue of racism, which is widely shown through its visual campaign in the form of an official Nike poster advertisement entitled “Believe in something. Even if it means sacrificing everything "Colin Kaepernick," Speaking up doesn't always make life easier. But easy never changed anything "Raheem Sterling, and George Floyd's official video ad" For once, Don't do it ". The three controversial official Nike advertisements are an interesting topic to discuss in this journal. The method used is a descriptive qualitative method that aims to find out what visual forms the Nike brand is trying to raise in raising the issue of racism by describing the context surrounding the event, describing how the process happened to become an official advertising campaign in the form of a visual object using the technique. semiotics in describing it. The results of this study are to find out how the visual form of Nike's official brand advertisements in conveying the current issue of racism and with a semiotic approach we can find out how Nike is in delivering campaigns about the issue of racism in order to form understanding and sensitivity to the social issues of racism around us. Keywords: racism, advertisement, poster, video, brand, Nike
PENGARUH ANTARMUKA PENGGUNA (UI) DAN INTERAKSI PADA GAME SHOPEE TANAM TERHADAP PENGALAMAN PENGGUNA (UX) Lie Fika Firlianty; Elda Franzia Jasjfi; Achmad Syarief
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v5i2.16814

Abstract

Abstract In online business, gamification is one of the strategies used to increase engagement between products and their users. By applying the concepts and ideas of game into non-game context. Shopee, which is the most popular market place application in 2020 in Indonesia (Husaini, 2020) has successfully implemented gamification through Shopee Tanam game features. This study aims to identify the design of the user interface/UI and game interaction of Shopee Tanam and their influence on user experience/UX. The study was conducted using mixed method with exploratory sequential model, which began with qualitative methods including observation and literature review, the results were items used for making questionnaires in quantitative research so that user interface/UI factors were produced that correlated with user experience/ UX. The results showed that there was a strong correlation between the layout settings of graphic elements on the screen (screen space & spacing) and typography with two factors of user experience/UX, namely Learnability and Environment Condition. So it can be concluded that the ease and practicality of playing and learning the Shopee Tanam game is due to the appropriate graphic element layout and typography setting factors. Abstrak Dalam bisnis daring gamifikasi merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan engagement antara produk dengan penggunanya. Yaitu menerapkan konsep dan ide permainan kedalam konteks bukan permainan. Shopee yang merupakan aplikasi market place terfavorit pada tahun 2020 di Indonesia (Husaini, 2020) telah berhasil menerapkan gamifikasi melalui salah satu fitur permainannya yaitu Shopee Tanam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi desain antarmuka pengguna dan interaksi permainan Shopee Tanam dan pengaruhnya terhadap pengalaman pengguna. Penelitian dilakukan menggunakanmixed method dengan model exploratory sequential, diawali dengan metode kualitatif meliputi observasi dan kajian pustaka kemudian hasilnya berupa item yang digunakan untuk pembuatan kuesioner dalam penelitian kuantitatif sehingga dihasilkan faktor-faktor antarmuka pengguna yang berkorelasi dengan pengalaman pengguna. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara pengaturan tata letak elemen grafis pada layar (screen space & spacing) dan Tipografi terhadap dua faktor pengalaman pengguna yaitu Learnability dan Environment Condition. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemudahan dan kepraktisan dalam bermain dan mempelajari permainan Shopee Tanam dikarenakan faktor pengaturan tata letak elemen grafis dan tipografi yang sesuai.
Co-Authors Acep Iwan Saidi Achmad Syarief Achmad Syarief Achmad Syarief Adhityatama, Agus Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budiwaspada Agus Adhityatama Ahmad Syarif Hidayatullah, Ahmad Syarif Akmal Annisa Dinar Azahra Ariani Ariani Ariani Ariani Asrini Ayu Wibowo Atridia Wilastrina Audrey Lutfianti Awang Eka Novia Rizali Awang Eka Novia Rizali Awang Eka Novia Rizali, Awang Eka Novia Bramantio Aninditho Devalentsky Mayangkoro Cama Juli Rianinggrum Cama Juli Rianingrum Charles S. Marpaung Charles S. Marpaung Edo Tirtadarma Emmanauli, Ribka Erick Teguh Leksono Erlina Novianti Erlina Novianti, Erlina Evan Raditya Pratomo Febriyani Yuda Syafitri Gihon Nugrahadi Gihon Nugrahadi, Gihon Hayfa Putri Alifia Hidayatullah, Ahmad Syarief Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iskandar, Layla Nurina Kartika Ivan, Januar Januar Ivan Jelly Tan Jessica Laurencia Joseph Setiawan Cahyadi Joseph Setiawan Cahyadi Josslyn Amelie Kurniawan, Izzabilla Rahma Putri Laurencia, Jessica Lie Fika Firlianty Mahsa Raffa Raffa Luthta Menul Teguh Riyanti, Menul Teguh Miftahul Jannah At Tabrani Mugabe, Robert Mukamilatun Nisa Nayla Almira Vasthi Nisa, Mukamilatun Nugraha, Dewinta Putri Pandu Lazuardy Patriari Patriari, Pandu Lazuardy Pramesti Saniscara Puspaningtyas, Valentina Ayu Puspatarini, Retna Ayu Quincy, Quincy Rabbani, Syauqi Adam Rachman, Ariani Rafi, Muhammad Abyan Resky Annisa Damayanti, Resky Annisa Rianinggrum, Cama Juli Ribka Emmanauli Rifki Risandhy Risandhy, Rifki Robert Mugabe Rosidianti Alifah Sari, Dhia Naura Sastranegara, Karina Luthfiya Setiadi, Virginia Suryani Siti Marshaula Lyravega Susy Irma Adisurya Syah, Teuku Giara Gaesaro Tahalea, Silvia Amanda Aurelia Teuku Giara Gaesaro Syah Tirtadarma, Edo Utomo, R. Drajatno Widi Vera Waradya Waspada, Agung Eko Budi Wiana, Amanda Wibowo, Asrini Ayu Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yosua Reydo RESPATI Yosua Reydo Respati, Yosua Reydo Yuda Syafitri, Febriyani