Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Analisis Kemiskinan Berbasis Website dengan Model Knn untuk Kelayakan Penerimaan PKH di Kabupaten Cilacap Dede Yusuf; Tri Stiyo Famuji; Imam Agus Faizal; Setiawan Ardi Wijaya
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 3: NOVEMBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v5i3.1477

Abstract

Kemiskinan menjadi permasalahan strategis di Kabupaten Cilacap dengan angka mencapai 12,43% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem SIPANDU Cilacap (Sistem Prediksi dan Analisis Data untuk Subsidi) berbasis website untuk mendukung penentuan kelayakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan desain mixed-methods. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kuesioner terstruktur, dan wawancara terhadap 350 kepala keluarga di lima kecamatan prioritas. Sistem dikembangkan menggunakan arsitektur three-tier dengan teknologi PHP, MySQL, dan Bootstrap 5. Hasil penelitian menghasilkan sistem berbasis website yang terintegrasi dengan empat fitur utama: Pemetaan Wilayah untuk visualisasi sebaran kemiskinan, Cek Status PKH untuk input data calon penerima, Berita untuk informasi program, dan Tentang SIPANDU untuk profil sistem. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan data terstruktur sesuai format yang diperlukan implementasi algoritma K-Nearest Neighbor dalam analisis kelayakan. Hasil validasi model KNN menunjukkan akurasi sebesar 83,33% dengan nilai K optimal = 5 berdasarkan evaluasi menggunakan 5-fold cross validation. Implementasi sistem menunjukkan kemampuan dalam konsolidasi data sosio-demografi yang komprehensif meliputi 21 variabel prediktor. Pengujian sistem mencakup User Acceptance Test (UAT) dengan stakeholder Dinas Sosial Kabupaten Cilacap yang menunjukkan tingkat kepuasan 92% pada aspek usability dan functionality. Hasil pengujian blackbox terhadap seluruh modul sistem menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, membuktikan keandalan sistem untuk diimplementasikan. SIPANDU Cilacap diharapkan dapat menjadi solusi teknologi untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial PKH, sekaligus mendukung evidence-based policy dalam perumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah.
Tingginya Prevalensi Sel Burr Tanpa Hubungan yang Signifikan dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Gagal Ginjal Kronik: High Prevalence of Burr Cells Without Significant Association with Urea and Creatinine Levels in Chronic Kidney Disease Patients Pramudiatmoko; Yusuf Eko Nugroho; Ira Pangesti; Imam Agus Faizal
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/qjk8g725

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penurunan fungsi ginjal menyebabkan akumulasi ureum dan kreatinin dalam darah serta dapat memicu perubahan morfologi eritrosit seperti sel burr. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar ureum dan kreatinin dengan temuan sel burr pada pasien GGK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 pasien GGK yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium berupa kadar ureum, kreatinin, dan apusan darah tepi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar ureum dan kreatinin berada di atas nilai normal. Sebagian besar pasien (74,5%) menunjukkan adanya sel burr pada apusan darah tepi. Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar ureum dan kreatinin dengan temuan sel burr (p > 0,05). Analisis regresi juga menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut tidak berpengaruh secara simultan terhadap keberadaan sel burr. Kesimpulan: Kadar ureum dan kreatinin tidak berhubungan secara signifikan dengan temuan sel burr pada pasien GGK, sehingga tidak dapat digunakan sebagai prediktor langsung perubahan morfologi eritrosit