Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESIAPAN PETANI SWADAYA DALAM MENGHADAPI RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN NO. 44 TAHUN 2020 TENTANG PENGELOLAAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN DITINJAU DARI ASPEK STATUS LAHAN, LEGALITAS DAN SUMBER BIBIT DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Mulono Apriyanto; Muhammad Arpah; Amd Junaidi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.970

Abstract

Salah satu upaya yang saat ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untukmemastikan keberlanjutan pengembangan industri kelapa sawit adalah menciptakanstandar keberlanjutan yang disebut Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dalamperaturan presiden no 44 tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenentukan nilai kemampuan petani swadaya kelapa sawit di Indragiri Hilir untukmemenuhi standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan mengidentifikasimasalah yang dihadapi dalam mencapai standar-standar ini. Evaluasi kemampuanpetani swadaya untuk mencapai standar ISPO dilakukan dengan metode audit, hasilpenilaian dari semua parameter yang ditetapkan sesuai dengan Prinsip, Kreteria danIndaktor. Kriteria dan Indikator yang terkandung dalam ketentuan ISPO kemudiandinilai dalam satuan persen. Metode audit dilakukan secara analisis deskriptifkuantitatif kesesuaian antara prinsip, kriteria dan indikator ISPO denganmembandingkan pelaksanaan legalitas, organisasi dan pengelolaan, pengelolaan danpemantauan lingkungan yang diterapkan oleh petani swadaya. Kesiapan penerapanISPO pada petani sawdaya dengan melakukan penilaian terhadap empat prinsip, 20kriteria dan 47 indikator. Dari 47 indikator yang ditetapkan pada persayaratan ISPOpola swadaya, sebanyak 58,94% indikator ISPO belum pernah dijalankan petaniswadaya dan sebesar 42,06 % indikator ISPO sudah ada petani yang menjalananya.Dari indikator ISPO yang sudah dijalankan petani swadaya, hanya dijalankan olehsebahagian kecil petani swadaya.
Studi Mikrobia dan Biokimia Fermentasi Biji Kakao Kering Mulono Apriyanto; Rujiah
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.584 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v9i1.992

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari parameter fermentasi biji kakao kering secara kuantitatif dan sudut pandang kualitatif, sehingga lebih efektif menentukan peran dan fungsi mikroorganisme. Ketiga cara fermentasi yaitu kontrol (tanpa penambahan inokulum), selanjutnya inokulum Sacharomyces cerevisiae (FNCC 3056), Lactobacillus lactis (FNC 0086) dan Acetobacter aceti (FNCC 0016), masing–masing sekitar 108 cfu/g diberikan serentak diawal fermentasi (A) dan ketiga inokulum diberikan secara bertahap (B) di awal fermentasi ditambahkan Sacharomyces cerevisiae (FNCC 3056), selanjutnya jam ke 24 ditambahkan Lactobacillus lactis (FNC 0086) dan Acetobacter aceti (FNCC 0016) pada jam ke 48 selanjutnya difermentasi hingga jam ke 120. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan kadar gula total, pH dan total polifenol pada ketiga perlakuan selama fermentasi. Konsentrasi etanol, asam laktat dan asam asetat pada semua perlakuan mencapai jumlah puncaknya berturut – turut pada jam ke 24, 60 dan 108 fermentasi. S. cerevisiae, L. lactis dan A. aceti dari ketiga perlakuan mencapai populasi tertinggi berturut –turut pada jam ke 24, 48 dan 72 fermentasi.
Recovery Protein by Product Virgin Coconut Oil Mulono Apriyanto
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.598 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v9i1.1009

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk optimasi proses pembuatan tepung blondo dan untuk mempelajari sifat fisis dan kimia tepung blondo kering yang dihasilkan. Blondo segar dipersiapkan dari blondo sebagai hasil samping pembuatan virgin coconut oil. Blondo diberi perlakuan pendahuluan sentrifugasi, pengempaan hidrolik dan kombinasinya, dan selanjutnya dikeringkan dengan oven pada berbagai variasi suhu bertuturturut 40, 60, dan 80 °C. Analisa dilakukan untuk penentuan kadar air, residu minyak, asam lemak bebas, angka peroksida, angka iod, kadar protein dan profil asam amino. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan sentrifugasi dan pengempaan hidrolik menghasilkan tepung blondo kering terbaik yang ditunjukan oleh kadar air 12 %, residu minyak 31,2 % dan berkadar protein 29,03 %.
Analisis Produksi dan Pemasaran Gula Merah di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir Mulono Apriyanto; Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.937 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v9i1.1012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui proses produksi gula merah dibuat oleh pengrajin di desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, (2) untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi proses dan proses pemasaran gula merah di desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (3) untuk memecahkan masalah dan solusi yang dihadapi petani selama proses produksi dan pemasaran gula merah di desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, (4) untuk menganalisis proses pemasaran gula merah di desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan analisis primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan metode survei dengan responden 30. Dalam saluran pemasaran ada 2 pemasaran saluran sehingga akan mengetahui perbedaan harga, laba, dan saluran efektif untuk pengrajin gula merah.
EVALUASI SENSORI PRODUK COKLAT BATANGAN BERBAHAN BAKU BIJI KAKAO KERING PADA BERBAGAI PERLAKUAN FERMENTASI Mulono Apriyanto; Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan panelis pada coklat batangan yang dihasilkan dari berbagai perlakuan fermentasi pada biji kakao kering jemur. Variasi fermentasi terdiri dua perlakuan yaitu, penambahan inokulum secara bertahap (A1) dan penambahan inokulum secara serentak diawal fermentasi (A2). Inokulum yang ditambahkan adalah S. cerevisiae (FNCC 3056), L. lactis (FNC 0086) dan A. aceti (FNCC 0016). Perlakuan kontrol adalah biji kakao kering tanpa fermentasi (A0). Lama fermentasi 120 jam selanjutnya biji kakao hasil fermentasi selanjutnya diolah menjadi coklat batang. Coklat batang yang dihasilkan dianalisis secara sensoris meliputi evaluasi rasa sepat, pahit, dan asam serta di uji yang digunakan kandungan polifenol coklat batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan rasa sepat, pahit dan asam berturut turut dari perlakuan A0, A2, A1. Kandungan polifenol tertinggi berturut A0, A2, dan A1. Panelis menyatakan coklat batang yang di sukai berbahan baku biji kakao perlakuan A1.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau) Melisa; Mulono Apriyanto
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1281

Abstract

Proses produksi pengolahan tandan segar sawit menjadi minyak sawit (Crude Palm Oil) menghasilkan limbah yang cukup banyak, baik dari limbah cair maupun limbah padat. Limbah tersebut berpotensi merusak lingkungan perairan. PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang terdapat di Provinsi Riau. Pengolahan limbah cair pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul menggunakan 10 kolam sebagai medianya. Setiap kolam memiliki fungsi yeng berbeda-beda. Limbah yang keluar dari Apolo Tank pertama kali dialirkan ke kolam nomor 1, di kolam ini limbah cair didinginkan kemudian dialirkan ke kolam 2, 3, 4, dan 5, secara berurutan. Pada kolam 2, 3, 4, dan 5, limbah diproses secara anaerob untuk menurunkan kadar BOD. Setelah dari kolam 5, limbah dipompakan ke dalam kolam 6 untuk proses fakultatif yang bertujuan untuk menurunkan BOD dan COD. Setelah itu, limbah dipompakan ke kolam 7, 8, dan 9 secara berurutan. Pada kolam 7, 8, dan 9, limbah diproses secara aerob yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran lingkungan. Kemudian limbah dipompakan ke kolam 10 untuk diendapkan kotorannya sebelum dibuang ke perairan bebas. Hasil pengujian laboratorium, didapatkan kadar COD dan BOD pada PT. Tribakti Sarimas PKS Ibul, masing-masing 319 mg/L dan 43 mg/L. Hasil ini telah memenuhi syarat baku mutu limbah cair yang terdapat pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014.
Penurunan total polifenol, etanol, asam laktat, asam asetat, dan asam amino selama fermentasi biji kakao asalan dengan penambahan inokulum Mulono Apriyanto; Rujiah Rujiah
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 1, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.456 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2017.5(1).1-8

Abstract

ABSTRACTBackground: Farmers mostly produced dry beans without fermentation. Attempts to get dry cocoa beans that have a typical cocoa flavor precursors can be done if there is still a substrate which can be fermented by microbes involved in the fermentation of fresh cocoa beans with the appropriate process conditions.Objectives: To evaluate the effect of variety of techniques fermentation of cocoa beans randomly to quality parameters of fermented cocoa beans, and evaluate the precursors of flavor and volatile compounds produced after roasting.Methods: Stages of the research were as follows: fermentation technique was done 3 variations of fermentation technique that were the first, treatment without the addition of inoculum (control), second, treatment with inoculum of S. cerevisiae (FNCC 3056), L. lactis (FNC 0086) and A. aceti (FNCC 0016), about 108  cfu / g of microbes at the beginning of fermentation (IA). Third, yeast inoculum at the start of fermentation, lactic acid bacteria on the hour of 24 and acetic acid bacteria at 48 hours, with the same mount of microbial population with the second treatment (IB). Fermentation was conducted during 120 hours. Temperature was adjusted during fermentation, that were 35° C the first (24 hours), 45° C (the second 24 hours), 55° C (the third 24 hours) and 35° C (the fourth 24 hours). At the end of stage, fermented cocoa beans were roasted and analyzed for its volatile compound.Results: The results showed that total plyphenols decrease in all treatments during fermentation. It have been to produce hydrophobic amino acids, that were: alanine, tyrosine, valine, phenilalanin, isoleucine and methionin as precursors of flavor with a total of hydrophobic amino acids were owned all treatment.Conclusions: Parameter testing, like aroma precursors and volatile compounds in the treatment shown the highest increase gradually inoculum. KEYWORDS: cocoa beans, fermentation, inoculum, poliphenol, and amino acidABSTRAK Latar belakang: Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasi tidak menghasilkan prekursor flavour khas kakao. Upaya untuk mendapatkan biji kakao kering yang memiliki prekursor flavour khas kakao dapat dilakukan apabila terdapat subtrat yang dapat difermentasi oleh mikrobia yang terlibat dalam fermentasi biji kakao segar dengan kondisi proses yang sesuaiTujuan: Mengetahui pengaruh variasi teknik fermentasi biji kakao asalan terhadap parameter mutu biji kakao asalan hasil fermentasi, dan mengevaluasi prekursor flavour dan senyawa volatil yang dihasilkan biji kakao hasil fermentasi pasca sangrai.Metode: Tahapan penelitian yang dilakukan adalah 3 variasi teknik fermentasi yaitu pertama perlakuan tanpa penambahan inokulum (kontrol), kedua menggunakan inokulum S. cerevisiae (FNCC 3056), L. lactis (FNC 0086) dan A. aceti (FNCC 0016), masing-masing sekitar 108 cfu/g diberikan serentak di awal fermentasi (IA). Ketiga, pemberian inokulum secara bertahap yeast di awal fermentasi, bakteri asam laktat pada jam ke-24, dan bakteri asam asetat pada jam ke 48 dengan populasi mikrobia sama dengan perlakuan kedua (IB). Fermentasi dilaksanakan selama 120 jam. Suhu diatur selama fermentasi, berturut-turut 35oC (24 jam pertama), 45oC (24 jam kedua), 55oC (24 jam ketiga) dan 35oC  (48 jam terakhir), Tahap ketiga, biji kakao hasil fermentasi dari tiga perlakuan tersebut disangrai dan dianalisis senyawa volatilnya.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama fermentasi biji kakao asalan menunjukan total polifenol turun pada ketiga perlakuan. Biji kakao asalan pasca fermentasi menghasilkan asam amino hidrofobik yaitu alanin, tirosin, valin, phenilalanin, isoleusin dan methionin sebagai prekursor flavor dengan total asam amino hidrofobik dimiliki oleh perlakuan penambahan inokulum secara serentak.Kesimpulan: Rehidrasi pulp biji kakao asalan dapat memperbaiki komposisi pulp sebagai subtrat fermentasi. Parameter pengujian, prekursor aroma dan senyawa volatil tertinggi ditunjukkan pada perlakuan penambahan inokulum secara bertahap. KATA KUNCI: biji kakao asalan, fermentasi, inokulum, polifenol dan asam amino hidrofobik.
Total of phenol and antioxydant activities of rice bran yoghurt Olvi Ariyani; Fatma Zuhrotun Nisa; Mulono Apriyanto; Veriani Aprilia
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 2, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(2).37-40

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Bekatul merupakan salah satu produk pertanian Indonesia yang kaya akan zat bioaktif, terutama senyawa fenolik dan fitokimia. Senyawa fenolik sulit diekstraksi karena seratnya tidak larut air. Salah satu cara untuk mengekstraksinya yaitu dengan fermentasi. Yogurt merupakan salah satu produk fermentasi susu. Adanya penambahan bekatul ke dalam yogurt dapat meningkatkan efek fungsionalnya, tidak hanya efek kesehatan saluran cerna, tetapi juga efek antioksidatifnya.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh proses fermentasi terhadap aktivitas antioksidan dan total fenol yogurt dengan adanya penambahan bekatul.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Ada 4 formula yogurt yang berbeda pada jumlah bekatul yang ditambahkan, antara lain: 0%, 5%, 10%, dan 15%. Total fenol dianalisis menggunakan metode Follin-Ciocalteu dan aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH. Data kemudian dianalisis statistika menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda nyata Duncan.Hasil: Penambahan bekatul pada konsentrasi yang lebih tinggi memengaruhi persentase total fenol yang makin tinggi juga, antara lain 0,03±0,00; 0,04±0,00; 0,06±0,00; dan 0,07±0,00% untuk penambahan konsentasi bekatul 0, 5, 10, dan 15%. Aktivitas antioksidan juga meningkat secara signifikan dari 25,77±0,14% untuk sampel tanpa penambahan bekatul menjadi 47,43±0,29% untuk sampel dengan penambahan bekatul 15%.Kesimpulan:  Penambahan bekatul memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan total fenol dan aktivitas antioksidan yogurt. KATA KUNCI: bekatul, yogurt, aktivitas antioksidan, total phenol  ABSTRACTBackground: Rice bran is one of Indonesia agricultural product that is high in bioactives, especially phenolic and phytochemical compounds. Phenolic compunds are difficult to extract because the fiber can not solute in water. An alternative way to extract is by fermentation. Yogurt is one of dairy fermentation product. The addition of rice bran into the yogurt will improve its functional effect, not only provides the gastrointestinal health effects but also antioxidant activity. Objectives: To investigate the influence of fermentation process on the antioxidant activity and total phenol of yogurt with the addition of rice bran.Methods: This was an experimental study using completely randomized design. There were 4 formulation of yogurts with different amount of rice bran, i.e. 0%, 5%, 10%, and 15%. Total phenol was measured by Follin-Ciocalteu methods and the antioxidant activity was analyzed by DPPH. Data were analyzed statistically by one-way ANOVA and continued to Duncan’s multiple range test.Results: The addition of rice bran in higher concentration showed higher percentage of total phenol, those were 0.03±0.00; 0.04±0.00; 0.06±0.00; and 0.07±0.00 respectively for the addition of 0, 5, 10, and 15% of rice bran. The antioxidant activities were also increased significantly from 25.77±0.14% for sample without rice bran to 47.43±0.29% for sample with the addition of 15% rice bran. Conclusions: The addition of rice bran gave the significant effect on total phenol and antioxidant activity of yogurt. KEYWORDS: rice bran, yogurt, antioxidant activity, total phenol
PELATIHAN TEKNIS PENANAMAN PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN Mulono Apriyanto; Nursida; Hermiza Mardesci; Marlina; Yeni Afiza; Retty Ninsix; Yoyon Riono; Rifni Novitasari; Partini; Yulianti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i2.43

Abstract

Extension is a partnership between government, landowners and communities, providing planned care and education to meet community needs. The purpose of community service is to increase the ability of extension workers in the technique of jajar legowo rice cultivation. The training method is the presentation of material and practice. The results of community service show an increase in the ability of extension workers in the technique of planting jajar legowo rice.
PRODUCTION MANAGEMENT OF CRUDE PALM OIL (CASE STUDY AT “X” COMPANY Baharuddin Baharuddin; Kadek Rantawan; Andi Tenri Fitriyah; Ratri Retno Utami; Nurhayati Nurhayati; Mulono Apriyanto
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Industri hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i1.7536

Abstract

Factors that influence Crude Palm Oil (CPO) production is the increase in CPO consumption and with the implementation of CPO production process management, it can meet domestic and export demand. The purpose of this study was to determine the application of CPO production process management at “X” Co. This research has been conducted from May to June 2018. The data collection technique was purposive sampling with descriptive analysis. The results obtained indicate that based on the implementation of production management, improvements are still needed through increasing CPO production by increasing the capacity of production machines from 2.5 tons per lorry to 10 tons per lorry. In addition, it is also necessary to improve the quality of human resources and products to increase the company's competitiveness. Keywords: management, production, demand, CPO, planning
Co-Authors -, Baharuddin Abdul Rahman Sidik Abdul Razak Abdul Razak Ahamad Rifa’i Alfa, Akbar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Ali Azhar Amd Junaidi Anis Nurhayati Anitasar, Bestfy Anto Ariyanto, Anto Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Ari Setiawan Arif Munandar Arum Putri Rahayu Backe, Riati Bahruslim Bayu Fajar Susanto Bayu Rianto Dewi Handayani Dita Fitriani Eko Priyono Eko Sutrisno Eko Sutrisno Elfi Yenny Yusuf Eman Sulaiman Eni Harmayani Eni Harmayani Euis Amalia Fatma Zuhrotun Nisa Feni Puspitasari Feni Puspitasari Fenthy Marlina Safitri Fitriani, Dita Fitriyah, Andi Tenri Hadi, Danang Hermiza Mardesci Ihwana As’ad Ilham, Dirja Nur Ilyas Ilyas Indra Mudrika Indra Purnama Indriyani Indriyani Indriyati, Citra Intan Sari Irianto Irianto Irianto Irianto Ismawati, Ike Jamri Jeki Prianto Kadek Rantawan Khairul Ihwan, Khairul Lana Santika Nadia Lilla Puji Lestari Listiyawati Listiyawati Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Lukman Handoko M Rexy Dimas Nasrullah M. Ramli M. Ridwan Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Melisa Muchlis Muchlis Muflihah Isnawati Muhammad Arpah Muhammad Iqbal Muhammad Ramli Muhammad Ramli Muharun Muharun Muharun, Muharun Mustofa, Riyadi Najirah Umar Nefrida Ninsix, Retti Ninsix, Retti Novitasari, Rifni Novyar Satriawan Fikri, KMS Nurhayati, Nurhayati Nursida, Nursida Nursida. Zinatal Hayati, Rofika Nofri Yandra. Olvi Ariyani Partini Priambada, Priambada Priyanto, Trimo Puspitasari, Feni Rahmadewi, Yunda Maymanah Ratri Retno Utami Ratri Retno Utami Rauza Sukma Rita Retti Ninsix Retty Ninsix Reza Winata Aulia Hutami Riati Bakce Riono, Yoyon Riyadi Mustofa Roberta Zulfhi Surya Roshid, Muhammad Nahruddin Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah Rujiah, Rujiah Safitri, Fenthy Marlina Safitri, Fenthy Marlina Said Muhammad Ikhsan Zulfi Maaruf Saputra, M. Rezki Satriawan Fikri, KMS. Novyar Sevia Dwi Suryanti Siti Asiah Jamil Siti Helmyati Sri Ndaru Arthawati Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Suci Adhis Rahmadani Sufiyanto, Mohammad Imam Sunaryanto, Hadi Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Suryadi Suryadi Suryadi Suryanti, Sevia Dwi Sutardi Sutardi Sutardi Sutardi Sutiharni, Sutiharni Syamsiar, Syamsiar Syamsul Arifin Tiara Pertiwi Trimo Priyanto Veriani Aprilia Vivi Arfiani Siregar Vivi Arfiani Siregar Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Wuri Ratna Hidayani Yoyon Riono Yoyon Riono Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yunda Maymanah Rahmadewi Yusuf, Elfi Yenny