Academic supervision plays a vital role as a quality assurance strategy in education amidst increasing demands for educator professionalism. This study aims to analyze the effectiveness of systematic academic supervision implementation on improving teacher performance at SMK Islam PB. Soedirman 1 Jakarta. Using a qualitative descriptive approach over two semesters, data collection was conducted through triangulation, including in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The supervision process was implemented cyclically and collaboratively, encompassing stages of needs-based planning, classroom observation, reflection, and follow-up training. The research findings show a significant increase in pedagogical competence, with the quality of standardized lesson plans (RPP) jumping from 20% to 75%, and the application of innovative methods increasing from 28% to 68%. Improvements in the evaluation culture were also recorded, with 80% of classes implementing formative evaluation, resulting in an average increase in student learning outcomes of 11 points. Furthermore, 93% of teachers responded positively, viewing supervision as professional guidance rather than inspection. It was concluded that planned and reflective supervision effectively builds a culture of continuous learning, thus recommending technology integration and principal training to broaden the impact of this policy. ABSTRAKSupervisi akademik memegang peranan vital sebagai strategi penjaminan mutu pendidikan di tengah meningkatnya tuntutan profesionalisme pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan supervisi akademik yang sistematis terhadap peningkatan kinerja guru di SMK Islam PB. Soedirman 1 Jakarta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif selama dua semester, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi yang mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Proses supervisi dilaksanakan secara siklis dan kolaboratif, meliputi tahapan perencanaan berbasis kebutuhan, observasi kelas, hingga refleksi dan pelatihan tindak lanjut. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi pedagogik, di mana kualitas perencanaan pembelajaran (RPP) berstandar melonjak dari 20% menjadi 75%, serta penerapan metode inovatif meningkat dari 28% menjadi 68%. Perbaikan budaya evaluasi juga tercatat dengan 80% kelas menerapkan evaluasi formatif, yang berimplikasi pada kenaikan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 11 poin. Selain itu, 93% guru merespons positif dengan memandang supervisi sebagai bimbingan profesional alih-alih inspeksi. Disimpulkan bahwa supervisi yang terencana dan reflektif efektif membangun budaya pembelajaran berkelanjutan, sehingga direkomendasikan adanya integrasi teknologi dan pelatihan kepala sekolah untuk memperluas dampak kebijakan ini.