Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN PELABUHAN LANGARA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT WAWONII BARAT, KABUPATEN KONAWE KEPUALAUAN TAHUN 1995-2020 Herman Herman; Syahrun Syahrun; Aswati Mukadas; Hisna Hisna
Journal Idea of History Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari - Juni 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/history.v5i1.1649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan (1) latar belakang pembangunan dan perkembangan Pelabuhan Langara di Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan tahun 1995-2020, (2) dampak Pelabuhan Langara terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang berada di Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan tahun 1995-2020. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Louis Gottschalk dengan melalui empat tahapan kerja antara lain: heuristik, kritik sumber, interpretasi sumber, dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan Pelabuhan Langara di Kabupaten Konawe Kepulauan pada tahun 1995, dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat setempat untuk membangun sebuah pelabuhan. Pembangunan Pelabuhan Langara pada masa itu dianggap sangat penting bagi masyarakat setempat. Hal itu karena selain bertujuan untuk menghubungkan Pulau Wawonii dan Kota Kendari, Pelabuhan Langara juga berfungsi sebagai transaksi ekonomi masyarakat Wawonii khususnya yang berada di sekitar pelabuhan tersebut. Keberadaan Pelabuhan Langara memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran transportasi laut masyarakat karena menjadi titik simpul yang menghubungan antardaerah Wawonii dan Kota Kendari. Pelabuhan Langara terus mengalami perkembangan dari tahun 1995-2020. Hal itu dapat dilihat dari jenis kapal yang berlabuh di Pelabuhan Langara misalnya jumlah kapal kayu dan kapasitas kapal ferry yang semakin meningkat, jumlah sarana-prasarana pelabuhan, seperti terminal penumpang, toilet, listrik, dan fasilitas lainnya terus bertambah. Pelabuhan Langara memiliki dampak bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat Wawonii. Hal demikian karena Pelabuhan Langara selain berperan sebagai tempat interaksi sosial masyarakat yang ingin melakukan aktivitas antarpulau juga menjadi tempat aktivitas ekonomi masyarakat masyarakat Wawonii.
PERAN NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA KENDARI, 1990-2019 Herman; Basrin Melamba; Syahrun; Fatma; Siti Hermina
Journal Idea of History Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Juli - Desember 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/history.v5i2.1881

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut: (1) Bagaimana peranNahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan di Kota Kendari 1990-2019?; (2) Apa hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Nahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan di Kota Kendari 1990-2019? Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah dengan empat tahapan, yakni heuristik, kritik sumber, interpertasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran Nahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan pada tahun 1990 dilakukan dengan ceramah agama yang bersifat nonformal yang biasa dilakukan di masjid, musallah, dan rumah kiai dengan waktu yang tidak menentu sesuai dengan ketersediaan penceramah pada saat itu. Nahdlatul Ulama juga berperan dalam menjalankan pendidikan formal melalui pembentukan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin pada 2007 dan Mambaus Sholihin pada 2019; (2) Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Nahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan di Kota Kendari terdapat pada bidang finansial , bidang manajemen kelembagaan, serta bidang kurikulum. Penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran dalam penulisan sejarah yang berkaitan dengan pendidikan Nahdlatul Ulama Khusus di Kota Kendari serta sebagai bahan masukan dan pembanding dalam upaya penelitian selanjutnya.
NILAI PENTING DAN STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN BENTENG WUNA Saswal Ukba; Syahrun Syahrun; Sandy Suseno
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 6 No. 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan unsur nilai penting dan untuk merumuskan sebuah strategi pengolaan yang baik pada situs Benteng Wuna. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitif dan memiliki jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini melibatkan unsur stakeholder atau pemangku kepentingan untuk mengetahui pihak yang berkepentingan terhadap upaya pengelolaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan Benteng Wuna diketahui memiliki unsur nilai penting, yaitu nilai penting sejarah, nilai penting ilmu pengetahuan, nilai penting kebudayaan, dan nilai penting ekonomi. Sementara untuk strategi pengelolaan yang dapat diterapkan yakni strategi berbasis partisipatif masyarakat dan berbagi tanggung jawab.
ANALISIS CATCHMENT AREA TERHADAP TINGGALAN MOLUSKA GUA Muhamad Ardian Syah; Abdul Rauf Suleiman; Syahrun Syahrun
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 7 No. 1: June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v7i1.2174

Abstract

Penelitin ini mengkaji tinggalan arkeologi berupa moluska yang terdapat pada situs Gua Tengkorak 2 di Desa Wawontoaho Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis taksonomi moluska dan analisis daerah tangkapan. berdasarkan hasil analisis taksonomi dikethaui terdapat 11 jenis moluska dari 3 habitat yang berbeda yakni 1 jenis gastropoda darat (Cyclotus Politus), 7 jenis gastropoda air tawar (Tylomelania Celebicola, Tylomelania Palicolarum, Tylomelania Perfecta, Tylomelania Sarasinorum, Tylomenia Scalariopsis, Tylomelania Sp, dan Tylomelania Wallacei), dan 2 jenis gastropoda air laut (Olividae dan Tarebia Granifera) serta 1 jenis bivalvia air laut (Cytherea Incrassata). Adapun untuk wilayah daerah tangkapan moluska tersebut adalah lingkungan air tawar yakni Sungai Larambe yang berjarak 4 Kilometer dari Gua Tengkorak 2. Kemudian untuk wilayah daerah tangkapan moluska yang berasal dari lingkungan air laut adalah wilayah tenggara Kabupaten Konawe Utara yang berjarak 20,5 Kilometer dari Gua Tengkorak 2. Terkhusus untuk moluska darat (Cyclotus Politus) tidak dilakukan pencarian untuk daerah tangkapannya dikarenakan lingkungan sudah sangat berubah.
IDENTIFIKASI BENTENG BONE-BONE DI DESA BONE-BONE KECAMATAN BATUKARA KABUPATEN MUNA Tamiudin Tamiudin; Abdul Alim; Syahrun Syahrun
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 7 No. 1: June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v7i1.2176

Abstract

Benteng Bone-Bone merupakan salah satu tinggalan arkeologi yang merupakan warisan budaya Bangsa Indonesia. Dalam penelitian ini diangkat rumusan masalah (1) apa saja tinggalan arkeologi yang terdapat di dalam Benteng Bone-Bone dan (2) apa fungsi Benteng Bone-Bone berdasarkan tinggalan arkeologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tinggala-tinggalan arkeologi pada Benteng Bone-Bone dan berupaya untuk menjelaskan fungsi benteng tersebut berdasarkan tinggalan arkeologisnya. Penelitian ini menggunakan landasan konseptual arkeologi ruang, konsep benteng, konsep tinggalan arkeologi dan landasan teori sejarah budaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan bentuk penalaran induktif serta didukung dengan bentuk analisis klasifikasi dan analisis kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yang menunjukan bahwa tinggalan arkeologis yang terdapat pada Benteng Bone-Bone berjumlah 11 tinggalan yang terdiri dari Benteng Bone-Bone, lawa I, lawa II, makam i, makam II dan makam III serta temuan lepas berupa fragmen moluska dengan lima jenis moluska yang terdiri dari hellix pomatia, ruditapes decussatus, pugilina cochlidium, telescopium dan cerithidea quoyi. Benteng Bone-Bone memiliki fungsi sebagai benteng pertahanan.
SEBARAN GUA DAN CERUK PRASEJARAH DI DESA PADALERE UTAMA Hendra Saputra; Syahrun Syahrun; Salniwati Salniwati
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 7 No. 1: June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v7i1.2179

Abstract

ABSTRAK Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Gua dan Ceruk Prasejarah apa saja yang ada di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (2) Bagaimana karakteristik Gua dan Ceruk Prasejarah di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan metode penalaran induktif yaitu pernyataan secara khusus yang disimpulkan secara umum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu data kepustakaan, data lapangan (observasi), dan wawancara. Selain itu, teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis morfologi dan analisi kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa ada sekitar 14 gua dan 2 ceruk yang ada di desa Padalere Utama ini dan masing- masing gua dan ceruk memiliki potensi adanya tinggalan arkeologis di dalamnya. Beberapa tinggalan arkeologis yang dapat ditemukan adalah moluska, tulang belulang, gerabah, alat batu,keramik dan gambar cadas. Dari banyaknya gua dan ceruk yang ditemukan, tinggalan arkeologis yang mendominasi adalah berupa moluska. Selain itu, karakteristik gua dan ceruk dapat dilihat dari keadaan morfologi, keadaan lingkungan dan keadaan tinggalan arkeologisnya. Sebaran gua dan ceruk prasejarah di Desa Padelere Utama dengan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia prasejarah saai itu, menunjukan adanya budaya dan peradaban manusia serta imigrasinya. Kata Kunci: Sebaran; Gua; Ceruk; Karakteristik; Tinggalan Arkeologis
Analysis of Perceptions of the Bajo Community on the Construction of the Kendari-Toronipa Tourism Road in Bajo Indah Village and Leppe Village, Konawe Regency Syahrun syahrun; Alias alias; M. Hafiz Sukri Sukri; Mursin mursin; Sitti Nilawati Samad; Nurmia Alimudin
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i1.43221

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the perception of the Bajo people towards the construction of the Kendari -Toronipa tourist road in Bajo Indah and Leppe Village, Konawe Regency. The research method used is a qualitative approach with data collection through in-depth interviews and participatory observation. The results showed that the Bajo community has a complex view of the development. Although they see the potential economic benefits offered by the construction of tourist roads, they also have concerns about the possible social, cultural, and environmental impacts. In this context, the adoption of a balanced approach between development and cultural preservation is important. This research provides insight into the dynamics of community views in dealing with local development, as well as underlining the need to involve communities in sustainable development decision-making. This finding has important implications for development planning that takes into account cultural, social, and environmental aspects in coastal areas. Keywords: Perception, Bajo Society, Development, Tourism
SOSIALISASI NILAI PENTING TINGGALAN ARKEOLOGI PRASEJARAH DI DESA SAWAPUDO, KECAMATAN SOROPIA Salniwati Salniwati; Abdul Alim; Arie Tourisno Hadi; Sandy Suseno; Syahrun Syahrun; La Ode Aspin; M. Hafiz Sukri; Bainuddin Bainuddin; Cisilia Saragi; Muh. Syawal Zul Saputra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19704

Abstract

Sosialisasi Nilai Penting Tinggalan Arkeologi Prasejarah di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang nilai penting cagar budaya dan manfaatnya terdadap kehidupan masyarakat. Faktor alam dan juga manusia sangat erat kaitannya dalam eksistensi dan pelestarian cagar budaya. Dari nilai yang terkandung di dalamnya, maka dapat berperan untuk pebentukan kareakter masyarakat. Karakter yang dimaksud adalah tumbuhnya cinta terhadap warisan budaya bendawi (tangible) dan implementasi nilai-nilai di dalamnya yang berguna untuk kehidupan saat ini dan masa yang akan datang. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi nilai-nilai tersebut khususnya kepada masyarakat tentang nilai-nilai penting tinggalan Arkeologi Prasejarah di Desa Sawapudo. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi survey kawasan situs prasejarah di Desa Sawapudo, Tutorial langsung kepada masyarakat, serta presentasi situs Tinggalan Arkeologi Prasejrah berupa temua karakteristik bentukdan ragam hias tembika yang terdapat di Gua Sawapudo Desa Sawapudo. Langka terkahir adalah wawancara terhadap masyarakat terkait manfaat pelaksanaan kegiatan sosialisasi nilai penting tinggalan Arkeologi Prasejarah didesa tersebut. Dari hasil kegiatan ini mampu menanamkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur dan budaya Indonesia yang kaya akan karakter seni dan adanya kesadaran masyarakat Desa Sawapudo untuk ikut serta melestarikan cagar budaya Bangsa Indonesia sudah mulai terbentuk. Untuk itu, kegatan seperti ini diharapkan dapat terus diterapkan untuk menjaga kekaayan warisan budaya Indonesia
BERBAGI PENGALAMAN BERSAMA MASYARAKAT BUTON UTARA TENTANG PENGETAHUAN LOKAL DALAM PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAMBU METE Syahrun Syahrun; La Niampe; Rahmat Sewa Suraya; La Ode Topo Jers; Laxmi Laxmi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20554

Abstract

Pengetahuan lokal memiliki peran penting dalam praktik pertanian. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk berbagi pengalaman bersama masyarakat Buton Utara tentang pengetahuan lokal masyarakat tentang penggunaan organik dalam meningkatkan produksi jambu mete di Kabupaten Buton Utara. Metode dalam PKM ini adalah diskusi secara berkelompok yang di dahului dengan pengumpulan data wawancara dan dilanjutkan diskusi bersama masyarakat terhadap pengalaman yang dimiliki dalam mengelola perkebunan jambu mete. Hasil PKM menunjukkan bahwa masyarakat petani di wilayah ini memiliki pengetahuan lokal yang mendalam tentang cara membuat dan menerapkan pupuk organik yang efektif yang bersumber dari lingkungan alam sekitarnya. Kemudahan masyarakat dalam mengelola jambu mete berhubungan erat dengan hasil yang diperoleh dengan menerapkan cara penggunaan pupuk organik secara luas. PKM ini juga merekomendasikan penguatan program edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan petani dalam menggunakan pupuk organik secara berkelanjutan.
WARISAN BUDAYA KANTINU SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN WISATA PADA MASYARAKAT MUNA Wa Ode Winesty Sofyani; Ashmarita Ashmarita; La Ode Topo Jers; Raemon Raemon; Syahrun Syahrun
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11, Nomor 3, Oktober 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v11i3.1756

Abstract