Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

A CASE REPORT : TINDAKAN IMPLANT REVISION PADA IMPLANT FAILURE 1/3 MIDLE LEFT TIBIA DAN FIBULA PASCA TINDAKAN OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION PLATE AND SCREW Cahyani, Nafila; Hasbi, Berry Erida; Hidayatullah, Syarif; Sam, Andi Dhedie Prasatia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54921

Abstract

Implant failure merupakan salah satu komplikasi pasca Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) yang dapat menyebabkan instabilitas fraktur hingga non-union, terutama pada regio cruris yang sering mengalami cedera akibat trauma. Insidensi fraktur tibia masih tinggi baik secara global maupun di Indonesia, dengan kecelakaan lalu lintas dan jatuh sebagai penyebab utama. Faktor yang berperan dalam implant failure meliputi kualitas tulang yang buruk, kegagalan biomekanik implan, infeksi, serta ketidakpatuhan terhadap rehabilitasi, sehingga penatalaksanaan yang tepat dan multidisiplin diperlukan untuk mengembalikan stabilitas serta fungsi ekstremitas. Dilaporkan kasus seorang perempuan 29 tahun yang datang ke poli ortopedi RSP Ibnu Sina dengan keluhan nyeri tungkai kiri bawah pasca trauma jatuh, disertai riwayat ORIF tibia sebelumnya. Pemeriksaan klinis menunjukkan deformitas dan nyeri regio cruris sinistra dengan status neurovaskular distal (NVD) baik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis ringan, dengan kadar hemoglobin dan trombosit dalam batas normal. Radiografi memperlihatkan fraktur tibia 1/3 tengah dengan plate dan screw yang mengalami pergeseran minimal, celah fraktur persisten, tanpa pembentukan kalus, mengarah pada implant failure dan risiko non-union. Diagnosis ditegakkan sebagai implant revision akibat implant failure pada tibia dan fibula sinistra pasca ORIF. Pasien menjalani tindakan ORIF revisi dengan hasil posisi implan stabil, alignment tulang membaik, serta perbaikan nyeri dan fungsi tanpa komplikasi akut. Rehabilitasi pascaoperasi yang adekuat berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan fraktur.
Gambaran Pasien Tumor Payudara Jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang Tahun 2023 Bahri, Miranda Ashari; Gani, Azis Beru; Harahap, Muhammad Wirawan; Dahliah, Dahliah; Hasbi, Berry Erida
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1866

Abstract

Latar Belakang: Tumor payudara jinak merupakan masalah kesehatan signifikan di seluruh dunia, dengan peningkatan kasus di Indonesia. Tumor payudara jinak, meskipun tidak bersifat kanker, tetap memerlukan perhatian karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pasien tumor payudara jinak, termasuk usia, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan desain observasional dilakukan pada pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu selama periode Agustus hingga Oktober 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun (33%), berstatus pelajar (50%), dengan indeks massa tubuh (IMT) obesitas tingkat 1 (46%), serta lokasi tumor lebih banyak di payudara kiri (59%). Kesimpulan: Tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang paling banyak terjadi pada wanita muda usia produktif, berstatus pelajar, memiliki IMT berlebih, dan lebih sering terjadi di payudara kiri.
LAPORAN KASUS : FIMOSIS PADA ANAK DI RSUD HAJI MAKASSAR Rahayu, Mika; Hasbi, Berry Erida; Krisna, Muhammad. Sidharta; Abduh, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55441

Abstract

Fimosis merupakan kondisi ketidakmampuan retraksi preputium penis yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Pada anak, fimosis umumnya fisiologis dan mengalami resolusi spontan seiring pertambahan usia, namun fimosis patologis dapat menimbulkan keluhan klinis signifikan, termasuk gangguan berkemih, nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan meningkatkan risiko infeksi serta komplikasi lainnya, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dibawa ke Poli Bedah RSUD Haji Makassar dengan keluhan sulit berkemih sejak satu minggu disertai nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan distensi preputium saat berkemih. Preputium tidak dapat diretraksi dan pasien tampak kesakitan saat berkemih, tanpa riwayat demam, hematuria, atau sirkumsisi sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum sedang sakit dengan tanda vital dalam batas normal, sedangkan pemeriksaan genitalia eksterna menegaskan preputium tidak dapat diretraksi dengan hiperemis pada ujung penis tanpa edema atau nyeri tekan. Pemeriksaan penunjang meliputi darah rutin dalam batas normal dan urinalisis yang mengarah pada infeksi saluran kemih. Berdasarkan temuan klinis dan penunjang, pasien didiagnosis mengalami retensi urin akibat fimosis dan direncanakan menjalani sirkumsisi sebagai tindakan operatif. Kasus ini menegaskan bahwa fimosis patologis dapat menyebabkan gangguan berkemih yang signifikan dan membutuhkan intervensi medis. Sirkumsisi terbukti sebagai terapi definitif yang aman dan efektif, sementara penegakan diagnosis yang tepat serta pemilihan tatalaksana yang sesuai berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mencapai luaran klinis optimal.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kepuasan Pasien terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) pada Instalasi Bedah RSP Ibnu Sina Puspita, Andi Adelia; Jaya, Muhammad Alim; Karim, Marzelina; Harahap, Wirawan; Hasbi, Berry Erida
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan Bed Occupancy Rate (BOR) pada pelayanan rawat inap Instalasi Bedah RS Ibnu Sina YW–UMI Makassar. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepuasan pasien berbasis SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance, sedangkan datasekunder berupa laporan BOR rumah sakit Triwulan I Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR Instalasi Bedah sebesar 70,85%, yang berada dalam kategori ideal sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada dimensi reliability dan terendah pada dimensi responsiveness. Namun, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi kepuasan pasien dan BOR (p > 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian BOR lebih dipengaruhi oleh faktor manajerial dan operasional rumah sakit dibandingkan persepsi kepuasan pasien, sehingga peningkatan mutu pelayanan dan pengelolaan BOR perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi.