Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

LAPORAN KASUS : FIMOSIS PADA ANAK DI RSUD HAJI MAKASSAR Rahayu, Mika; Hasbi, Berry Erida; Krisna, Muhammad. Sidharta; Abduh, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55441

Abstract

Fimosis merupakan kondisi ketidakmampuan retraksi preputium penis yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Pada anak, fimosis umumnya fisiologis dan mengalami resolusi spontan seiring pertambahan usia, namun fimosis patologis dapat menimbulkan keluhan klinis signifikan, termasuk gangguan berkemih, nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan meningkatkan risiko infeksi serta komplikasi lainnya, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dibawa ke Poli Bedah RSUD Haji Makassar dengan keluhan sulit berkemih sejak satu minggu disertai nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan distensi preputium saat berkemih. Preputium tidak dapat diretraksi dan pasien tampak kesakitan saat berkemih, tanpa riwayat demam, hematuria, atau sirkumsisi sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum sedang sakit dengan tanda vital dalam batas normal, sedangkan pemeriksaan genitalia eksterna menegaskan preputium tidak dapat diretraksi dengan hiperemis pada ujung penis tanpa edema atau nyeri tekan. Pemeriksaan penunjang meliputi darah rutin dalam batas normal dan urinalisis yang mengarah pada infeksi saluran kemih. Berdasarkan temuan klinis dan penunjang, pasien didiagnosis mengalami retensi urin akibat fimosis dan direncanakan menjalani sirkumsisi sebagai tindakan operatif. Kasus ini menegaskan bahwa fimosis patologis dapat menyebabkan gangguan berkemih yang signifikan dan membutuhkan intervensi medis. Sirkumsisi terbukti sebagai terapi definitif yang aman dan efektif, sementara penegakan diagnosis yang tepat serta pemilihan tatalaksana yang sesuai berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mencapai luaran klinis optimal.
The Effect Of Applying Virgin Coconut Oil (VCO) Ointment On the Healing Of Vulnus Scissum In Mice (Mus Musculus) Tahir, Sugiarti; Wahid, Syarifuddin; Hasbi, Berry Erida; Purnamasari, Reeny; Karim, Marzelina
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10167

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses kompleks yang melibatkan beberapa tahap biologis, inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Salah satu terapi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka adalah penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO), yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek salep VCO terhadap penyembuhan vulnus scissum pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental ini menggunakan desain true experimental dengan tiga kelompok, yaitu dua kelompok perlakuan yang masing-masing diberi salep VCO dengan dosis 1,5 ml dan 2 ml dan kelompok kontrol yang tidak diberi VCO selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep VCO dosis 1,5 ml dan 2 ml secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok dengan dosis 2 ml menunjukkan penyusutan luka yang lebih cepat, dengan panjang luka pada hari ke-14 menjadi lebih kecil 0,6 mm hingga 0,0 mm. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p = 0.000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep VCO efektif dalam mempercepat penyembuhan luka vulnus scissum pada mencit, dengan dosis 2 ml memberikan hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis lebih optimal dan aplikabilitas klinis pada manusia.
Nutritional Status Among Children Under Five with Radiologically Diagnosed Bronchopneumonia at Ibnu Sina Hospital Makassar, 2022–2024 Nizam, Alyah Nasywa Alzena; Harahap, Muhammad Wirawan; Hasbi, Berry Erida; Jafar, Muh. Alfian; Pratiwi, Dwi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10057

Abstract

Pneumonia, khususnya bronkopneumonia, merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun, dengan malnutrisi sebagai faktor risiko utama. Di Indonesia, prevalensi malnutrisi pada balita, termasuk stunting dan wasting, masih tinggi dan berkontribusi pada tingginya angka kejadian pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi pada anak balita yang menderita bronkopneumonia di RS Ibnu Sina Makassar pada periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yang menganalisis data sekunder dari rekam medis pasien anak balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 0-12 bulan, dengan sebagian besar memiliki status gizi baik (47,6%), diikuti dengan gizi kurang (20,1%) dan obesitas (13,6%). Penelitian ini juga menemukan bahwa status gizi yang buruk berkontribusi pada peningkatan kejadian bronkopneumonia dan memperburuk prognosis penyakit. Kesimpulannya, intervensi gizi yang tepat sangat penting untuk mencegah dan mengurangi keparahan bronkopneumonia pada anak balita. Kolaborasi antara tenaga medis, ahli gizi, dan kebijakan kesehatan diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan menurunkan angka kejadian pneumonia.