Claim Missing Document
Check
Articles

RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN KLASIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MODERN Yahya Tohari; Etika Pujianti; Ikhsanudin Ikhsanudin; Amelia Eka Saputri; Siti Nur Baeti
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10909

Abstract

This study aims to analyze the relevance of classical teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) in the modern era. The method used is a literature review by examining various scientific articles related to PAI teaching methods, such as lectures, tahfiz (memorization), drills (practice), question and answer, as well as bandongan and sorogan. The data were analyzed descriptively using a qualitative approach to identify the characteristics, advantages, and implementation of these methods in the learning context. The results show that PAI teaching methods have diverse approaches that are still used today and remain an important part of educational practice. Classical methods such as tahfiz, drills, bandongan, and sorogan remain relevant as they support the development of memorization, skills, and students’ religious understanding. In addition, lecture and question-and-answer methods are still effective in delivering material and fostering classroom interaction. In the modern context, these methods have undergone adaptation and integration to meet students’ needs and current educational developments. In conclusion, classical teaching methods in PAI remain relevant and can be contextually developed to improve the quality of learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi metode pembelajaran klasik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah terkait metode pembelajaran PAI, seperti ceramah, tahfiz (hafalan), drill (latihan), tanya jawab, serta bandongan dan sorogan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi karakteristik, kelebihan, dan penerapan metode dalam konteks pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pembelajaran PAI memiliki keragaman pendekatan yang masih digunakan hingga saat ini dan tetap menjadi bagian penting dalam praktik pendidikan. Metode klasik seperti tahfiz, drill, bandongan, dan sorogan tetap relevan karena mendukung pembentukan hafalan, keterampilan, dan pemahaman keagamaan siswa. Selain itu, metode ceramah dan tanya jawab masih efektif dalam penyampaian materi dan interaksi pembelajaran. Dalam konteks modern, metode-metode tersebut mengalami adaptasi dan integrasi agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan pembelajaran saat ini. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran klasik dalam PAI tetap relevan dan dapat dikembangkan secara kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
TEORI BELAJAR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR Etika Pujianti; Senja Dwi Lestari; Anwar Dwi Maulana; Rizki Mubarok; Ari Kusuma Wati; Ratna Widiya Puspita Sari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11201

Abstract

This study aims to describe the application of learning theories in Islamic Religious Education (PAI) learning and analyze their contributions to improving the quality of learning. The research employed a qualitative approach using a library research method. Data sources were obtained from various scientific journal articles, books, and relevant literature discussing behavioristic, cognitivistic, constructivistic, and humanistic theories in PAI learning. Data collection techniques were carried out through documentation, while data analysis used content analysis techniques. The results of the study indicate that behavioristic theory plays a role in shaping students’ religious habits and discipline through habituation and behavioral reinforcement. Cognitivistic theory helps improve students’ understanding and thinking skills regarding PAI materials. Constructivistic theory encourages students to actively construct knowledge through learning experiences and social interaction, while humanistic theory contributes to the development of students’ emotional, spiritual, and character aspects comprehensively. In addition, the integration of various learning theories is considered capable of creating PAI learning that is more effective, active, meaningful, and relevant to the needs of students in the modern era. Thus, the integrated application of learning theories can help improve the quality of PAI learning and shape students who possess religious understanding, religious attitudes, and noble character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, dan literatur relevan yang membahas teori behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, dan humanistik dalam pembelajaran PAI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behavioristik berperan dalam membentuk kebiasaan dan disiplin religius peserta didik melalui pembiasaan dan penguatan perilaku. Teori kognitivistik membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan berpikir peserta didik terhadap materi PAI. Teori konstruktivistik mendorong peserta didik untuk aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan interaksi sosial, sedangkan teori humanistik berkontribusi dalam pengembangan aspek emosional, spiritual, dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Selain itu, integrasi berbagai teori belajar dinilai mampu menciptakan pembelajaran PAI yang lebih efektif, aktif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Dengan demikian, penerapan teori belajar secara terpadu dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI serta membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman keagamaan, sikap religius, dan akhlak mulia.
Manajemen Pendidikan Berbasis Hybrid Ecosystem Learning: Upaya Mewujudkan Sekolah Adaptif Di Era Society 5.0 Martiman Suaizisiwa Sarumaha; Etika Pujianti; Nasril Nasril; Mahmudah Mahmudah; Ari Supadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep manajemen pendidikan berbasis Hybrid Ecosystem Learning dalam menciptakan sekolah adaptif; (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya di era Society 5.0; serta (3) merumuskan model manajemen adaptif yang mengintegrasikan teknologi dan interaksi sosial secara seimbang. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil menunjukkan bahwa manajemen Hybrid Ecosystem Learning efektif meningkatkan adaptabilitas sekolah melalui fleksibilitas kurikulum, kolaborasi digital-luring, dan pemberdayaan ekosistem belajar (guru, orang tua, komunitas). Faktor pendukung utamanya adalah infrastruktur digital dan kompetensi guru, sedangkan hambatan berupa beban kerja ganda dan kesenjangan akses siswa. Model manajemen adaptif yang dirumuskan menekankan siklus perencanaan partisipatif, kepemimpinan transformasional, serta evaluasi berbasis umpan balik real-time.
Co-Authors Abdul Qodir Zaelani Adawiyah, Robiatin Ahmad Tarmizi Al-Ansori, M. Zein Alfi Rizki Khasanah Alfi Zahrotul Hamidah Alvina Alvina Amelia Eka Saputri amelia, bela Anugriaty Indah Asmarany Anwar Dwi Maulana Ardiyanti, Erni Ari Kusuma Wati Ari Supadi Arif Saefudin Arina Arina Aryanto, Fahri Asnani, Ria Atmasari, Siti Auliya, Arifah Feby Bara, Masita Batubara, Abdul Rohimil Mahdi Cendana, Marisa Desmala Dewi Desti Afrika Dewi Nisrina Dianzah, Roy Fahmi, Hairul Ferdiansyah, Firman Finy Muslihatuzzahro Fitria Fatmawati Hairul Fahmi Hasibuan, Abdul Rahman Hasibuan, Nur Annisa Heri Apriandi Husaini, Fahri Ihsan Saifullah Ikhsanudin Ikhsanudin Intan, Mas Ayu Istiqomah, Anisa Istiqomah, Dedeh Jannah, Inayatul Jasafat Javan, Muhammad Kamal Akbar Jujun Juanda Julaeha, Eha Khusna Nazila Kurniati, Lisa Kusmahadi, Kusmahadi Lailatul Badriyah Lestari, Heni Li, Catherine Linda Yudistera Lutfi Afifah, Ahsena Mahmudah Mahmudah Marisa Cendana Martiman Suazisiwa Sarumaha Mashurin, Mashurin Masita Bara Maya Sari Muhammad Hardi, Muhammad Muhammad Yasin Mustafa Tuan Mutoharoh, Latifatul Nasril Nasril Nasution, M. Rifai Nazila, Khusna Nisrina, Dewi Nugraha, Hendika Adi Nur Hayati Nur Widiastuti Nurnazli Nurnazli Nurul Hidayati Murtafiah Ofriantika, Septi Padilah, Siti Purnomo Purnomo Puspitasari, Riska Ratna Widiya Puspita Sari Ridhoan, Ahmad Rina Setyaningsih, Rina Rizki Maulana, Rizki Rizki Mubarok Rohmiyati, Ummi Roy Dianzah Rozi, Fakhru Saifullah, Ihsan Salbiah, Siti Sari, Ani Renita Sarpendi Sarpendi Senja Dwi Lestari Siti Nur Baeti Siti Salbiah Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sulaiman, Dedek Syafi'i, Ahmad Tasya Nurulita Putri Tuan, Mustafa Wahidatussa'diyah, Binti Wahyudin Rahman Yahya Tohari Yanwari, Yanwari Yeti Hartati Yudistera, Linda Yuli Habibatul Imamah