Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL PENGELOLA DESTINASI MELALUI PEMETAAN DAN ANALISIS TREN WISATAWAN DI DESA KABUL KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lalu Masyhudi; Murianto Murianto; Sri Wahyuningsih
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, khususnya dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun pengelolaan destinasi masih menghadapi kendala berupa rendahnya kapasitas digital pengelola wisata, keterbatasan pemetaan potensi destinasi, serta minimnya kemampuan analisis tren wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital pengelola destinasi melalui pelatihan pemetaan digital dan analisis tren wisatawan berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan digital mapping, pelatihan analisis tren wisatawan, serta pendampingan penggunaan media digital dalam promosi destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola destinasi mengenai penggunaan Google Maps, media sosial, dan pemanfaatan data wisatawan untuk mendukung strategi pemasaran destinasi wisata. Selain itu, pengelola wisata mulai mampu memetakan potensi wisata desa secara digital dan memahami pola kunjungan wisatawan sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan destinasi. Program ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata desa yang adaptif, berbasis data, dan berkelanjutan
RUTE WISATA MINIMUM 10 DESTINASI PANTAI POPULER DI PULAU LOMBOK Lalu Masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Destinasi andalan di Pulau Lombok salah satunya adalah destinasi wisata pantai. Lombok oleh kementrian pariwisata dijadikan sebagai salah satu prioritas nasional atau yang disebut sebagai 10 bali baru. Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai adalah BIL (Bandara Internasional Lombok) dan sampai dengan adalah destinasi wisata pantai populer yang dikutip dari situs www.tempatseru.com . untuk mencapai destinasi wisata pantai yang lain wisatawan dapat mengunjungi destinasi wisata pantai lainnya sebelum mencpai destinasi wisata tujuan. Hal ini tentunya akan mengirit waktu dan biaya yang akan dikeluarkan oleh wisatawan sehingga Untuk mencapai destinasi yang akan dituju wisatawan dapat singgah di destinasi lain dengan jarak yang diketahui. Untuk menentukan jarak minimum yang akan ditemputh digunakan perhitungan menggunakan Algoritma Djiktstra dan dalam penghitungan jarak dari BIL ke 10 destinasi menggunakan bantuan google maps. Hasil yang didapatkan adalah Dari 10 destinasi wisata pantai populer wisatawan dapat menempuh jarak dengan dua pilihan, pertama wisatawan dapat langsung ke destinasi wisata pantai yang dituju dan kedua wisatawan dapat singgah di destinasi-destinasi wisata pantai lainnya sebelum mencapai destinasi wisata yang dituju dengan BIL sebagai destinasi awal wisatawan. Dari perhitungan destinasi wisata pantai yang dapat ditempuh secara langsung adalah destinasi wisata pantai Pantai Nambung, Pantai Selong Belanak, Pantai Seger dan Pantai Senggigi. Sedangkan destinasi wisata pantai yang mempunyai destinasi wisata persinggahan adalah Pantai Sekotong, Pantai Bangko-Bangko, Pantai Sire, Pantai Tebing, Pantai Mawun dan Pantai Mawi.
POTENSI DESA PEMEPEK SEBAGAI KAWASAN WISATA PEDESAAN BERBASIS LINGKUNGAN AGRARIS DI KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH I Wayan Suteja; Sri Wahyuningsih; Lalu Masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v8i2.13

Abstract

Pengembangan wisata alternatif dalam rangka mencapai keberlanjutan sangat penting dilakuakan dalam rangka menangkal dampak negatif dari pariwisata massal. Begitu juga Desa Pemepek yang tengah berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki dengan konsep pariwisata yang tepat supaya dapat sejalan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan alamnya. Konsep wisata pedesaan adalah salah satu yang mungkin dapat menjadi alternatif pilihan. Melalui tulisan ini, dibahas tentang potensi Desa Pemepek sebagai pengembangan kawasan wisata pedesaan berbasis agraris. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan diskusi terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pemepek memiliki potensi yang sangat beragam yaitu potensi alam yang terdiri dari lahan pertanian, sungai, tebing dan bukit, hutan lindung dan budidaya bambu tabah. Sedangkan potensi budaya terdiri dari aktivitas masyarakat dalam pertanian, rantok atau budaya panen dan juga peninggalan sejarah masjid watu telu serta tidak kalah penting dari aspek kulinernya. Pengembangan Desa Pemepek sebagai kawasan wisata pedesaan berbasis agraris menjadi langkah strategis dalam memadukan pariwisata dengan kegiatan masyarakat dalam kegiatan pertanian. Langkah ini akan mendorong keberkanjutan keduanya dan memberi dampak positif yang saling menguntungkan.
PENGELOLAAN SANGGAR WAYANG SAMAPTE DESA PRINGGARATA Murianto Murianto; Lalu Masyhudi; Nukeu Novia Andriani; Lalu Yulendra; Andi Suprianto; Mahdani Mahdani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.28

Abstract

Sanggar Wayang Samapte-Desa Pringgarata merupakan salah satu lembaga seni yang masih bertahan hidup ditengah perkembangan moderenisasi. Aktifitas dan Pupularitas lembaga ini sudah mulai menurun karena minat masyarakat untuk melestarikanya. Perkembangan pariwisata di pulau Lombok yang semakin baik memberikan harapan dan peluang besar dalam pengembangan sanggar wayang sebagai daya tarik wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan secara observasi, wawancara mendalam dengan Purposive Sampling dengan melakukan wawancara mendalam secara langsung dengan berbagai tokoh seperti Dalang Wayang Samapte, Anggota Sekaha, dan penggiat serta pelaku budaya lainya yang ada di Pulau Lombok. Potensi Daya Tarik Wisata wayang ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan dampak secara sosial, fisikologis dan menganngkat taraf ekonomi pelaku seni wayang yang lebih baik. Membuat paket-paket wisata wayang yang bisa dipadukan dengan paket wisata lainya sehingga Peluang pasar dapat diperesar seperti Kantor Pemerintah, BUMD dan BUMN, , Travel Agent, dan Perhotelan serta Stakeholder Pariwisata oleh karena itu, penting kiranya dibuat model pengelolaan yang baik supaya sanggar wayang samapte ini bisa berkembang secara berkelanjutan
PKMS KELOMPOK USAHA PASAR SENI DESA SESELA KABUPATEN LOMBOK BARAT Rizal Kurniansah; Ni Putu Ade Resmayani; Murianto Murianto; Lalu Masyhudi; I Gusti Ngurah Putu Dedy Wirawan
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.158

Abstract

Pasar Seni Desa Sesela merupakan sebuah pasar seni yang dibangun pada tahun 2012. Pasar seni ini menjual berbagai jenis kerajinan tangan dari kelompok masyarakat setempat dan dijual kepada para masyarakat umum serta para wisatawan yang berkunjung di daerah Senggigi. Untuk produk yang paling terkenal di pasar ini adalah kerajinan cukli yang berbentuk meja, kursi, almari, asbak, dan topeng. Program kemitraan masyarakat ini adalah masyarakat yang produktif secara ekonomi yaitu kelompok usaha pasar seni yang wilayah domisilinya ada di Desa Sesela kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Permasalahan Mitra dilihat dari system pesamasaran yang kurang maksimal, sehingga berdampak terhadap tingkat kunjungan para konsumen yang tidak meningkat, kurangnya pengetahuan para penjual dalam hal memberikan pelayanan yang prima kepada tamu yang mengakibatkan kurangnya ketertarikan tamu untuk membeli cendramata di pasar seni Sesela. Hasil kegiatan PKMS ini berlangsung dengan baik dan sukses, kegiatan pengabdian dilaksanakan di Pasar Seni Desa Sesela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat yang dihadiri oleh para pengelola dan pedagang dan telah mampu melayani para wisatawan dengan baik memasarkan kerajinan di media online. Kegiatan ini perlu ada lanjutan yang berupa pelatihan sejenis untuk selalu diselenggarakan secara terus menerus, sehingga kemampuan yang dimiliki oleh Mitra. Dalam situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan pengabdian tidak hanya melalui tatap muka langsung dengan peserta tetapi bida memanfaatkan media online untuk melakukan seminar online dengan peserta.
PENGUNAAN GOOGLECLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PARIWISATA PADA MAHASISWA PARIWISATA STP MATARAM Ida Nyoman Tri Darma Putra; Gusti Ayu Meri Aryani; lalu masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.161

Abstract

Metode pembelajaran mengalami perubahan seiring perkembangan informasi dan teknologi khususnya pada perkembangan teknologi dalam penggunaan gadget dan internet. Di Indonesia saat ini salah satu metode pembelajaran online yang paling sering digunakan adalah google classroom. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi bagaimana respon mahasiswa di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram terhadap pembelajaran Bahasa Inggris Pariwisata menggunakan Google Classroom. Sebanyak 120 mahasiswa program studi S1 Pariwisata merupakan sampel dalam penelitian ini. Adapaun aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah aspek (Google Classroom Ease of Access) kemudahan dalam mengakses pembelajaran Google classroom, (google classroom perceived usefulness) kegunaan, (google classroom communication and interaction) komunikasi dan interaksi, (learners’satisfaction) kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran google classroom. Kesimpulan dari hasil penelitian menujukan bahwa respon mahasiswa di STP mataram dalam pembelejaran Bahasa Inggris Pariwisata dengan Googleclassroom menunjukan respon yang positif hal ini terlihat dari nilai rerata skor pada setiap aspek memiliki skor > 3.00 pada sebagai besar item kuesioner.
PELATIHAN GOOGLECLASSROOM SEBAGAI MEDIA PERKULIAHAN ONLINE PADA KELOMPOK DOSEN DI SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM Ida Nyoman Tri Dharma Putra; Gusti Ayu Meri Aryani; Lalu Masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.164

Abstract

Di masa era globalisasi dan kemajuan teknologi, dosen perlu untuk memperoleh pelatihan penggunaan pembelajaran jarak jauh dengan jaringan internet. Pelatihan penggunaan googleclassroom perlu untuk dilakukan terlebih lagi dengan adanya social distancing di masa pandemi covid 19 ini dosen dituntut untuk dapat memberikan perkuliahan secara daring dengan berbagai media pembelajaran online. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dan gratis saat ini adalah googleclassroom. Berdasarkan hasil analisis masalah, banyak dosen belum mengetahui dan kesulitan dalam menggunakan googleclassroom. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret, kegiatan pertama yang dilakukan adalah memberikan orientasi pengenalan tentang penggunaan googleclassroom dalam pembelajaran secara daring dan praktik secara langsung. Selama pelatihan yang memanfaatkan googlecassroom ini, menunjukan respon yang positif dari peserta dosen di STP Mataram terlihat dari partisipasi aktif dari peserta pelatihan ini. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah kemampuan dosen dalam menggunakan komputer/ smartphone, koneksi internet yang lambat, masalah teknis pada laptop dan waktu dan jadwal pelatihan yang masih berbenturan dengan jadwal kegiatan lain maupun kegiatan pribadi masing-masing dosen yang ada di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.
IDENTITIKASI POTENSI PENGEMBAGAN EKOWISATA DESA KARANG SIDEMEN UNTUK MENDUKUNG BERKELANJUTAN DI LINGKAR GEOPARK, LOMBOK TENGAH Murianto Murianto; Lalu Masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan adalah upaya memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif aktivitas kepariwisataan terhadap ketiga aspek pembangunan tersebut. Agar pembangunan pariwisata di Lombok berkelanjutan, diperlukan perencanaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip keberlanjutan yang berlaku secara global, nasional, dan lokal. Ekowisata Berbasis Masyarakat (Community Based Ecotourism) Pola ekowisata berbasis masyarakat adalah pola pengembangan ekowisata yang mendukung dan memungkinkan keterlibatan penuh oleh masyarakat setempat dalamperencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan usaha ekowisata dan segalakeuntunganyang diperoleh. Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang memprioritaskan peran aktif masyarakat. Masyarakat setempatlah yang memiliki pengetahuan tentang alam serta budaya yang menjadi potensi dan nilai jual sebagai daya tarik wisata, sehingga pelibatan masyarakat menjadi mutlak. Menggunakan anilisis deskriftif kualitatif menjelaskan potensi dan spengembangan pariwisata berkelanjutan sehingga mampu memaparkan dengan baik potensi dan kekayaan Desa karang sidemen yang belum ditemukan saat ini. Potensi sumber daya alaam atau ekowisata yang memiliki daya jual kepada wisatawan, akan tetapi kalau tidak dikelola dengan baik maka tidak akan menghasilkan pariwisata negatif yang dapat merusak alam, Lingkar hutan gunung Rinjani sudah mulai rusak dengan ilegaloging yang dilakukan oleh masyarakat sendiri termasuk masyarakat yang berasal dari karang sidemen. Ketidakmampuan masyarakat dalam menjaga satwa, flora dan fauna juga menjadi tatangan dalam mengembangkan ekowisata.
PENGEMBANGAN DESA WISATA DENGAN PENDEKATAN SISTEMEIK INTEKONEKSI PROGRAM DI KABUPATEN LOMBOK UTARA I Putu Gede; Putu Ayu Paratiwi DS; Lalu Masyhudi; Ida Nyoman Tridarma Putra; I Ketut Purwata
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i1.1614

Abstract

Desa wisata ideal adalah desa wisata dengan katagori mandiri yang mampu memberdayakan masyarakat lokal, realitas di Kabupaten Lombok Utara belum ada desa yang berkatagori mandiri pengembangan desa wisata pasca gempa bumi di pulau Lombok dapat mempercepat proses renovasi, revitalisasi desa wisata. Tujuan penelitian secara umum untuk menganalisis berbagai pendekatan pengembangan desa wisata melihat basis kekuatan ragam potensi desa wisata, desa wisata di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah metode campuran (Mix methods), penentuan basis potensi desa wisata; menggunakan analisis Locatioin Quotient (LQ). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, pertama adanya keterkaitan pengembangan desa wisata pegunungan, daratan dan pesisir, dengan atraksi, aksesibilitas, dan aminities desa di Kecamatan Tanjung menunjukkan potensi kuat pada desa pesisir dengan nilai 1,266 dan desa di Kecamatan Bayan menunjukkan potensi kuat pada desa pegunungan atau perbukitan dengan nilai 1,145, dan tiga kecamatan lainnya terindikasi masih lemah pada keunngulan kompetitive wilayah pengembangan desa wisata pegunungan, dataran dan pesisir, dengan pendekatan Sistemik Interkoneksi Program (SIP) pengembangan desa wisata dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki dapat mendukung terselenggaranya desa wisata mandiri menjadi lebih efektif dalam pemanfaatan sumber daya pariwisata desa di Kabupaten Lombok Utara.
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN WISATA PANTAI IMPOS DESA MEDANA KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Lalu Juliyadi; Lalu Masyhudi; I Nyoman Tri Sutaguna
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2343

Abstract

Impos Beach is one of the tourist destinations in Karang Anyar Hamlet, Medana Village, Tanjung District, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This study aims to determine the availability of facilities and infrastructure and to describe the management of facilities and infrastructure for the Impos Beach Tourism Area, Medana Village, Tanjung District, North Lombok Regency. This study used descriptive qualitative method. The method of determining respondents was purposive sampling. The data used in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative analysis, namely to reveal events or facts, circumstances, phenomena, variables and circumstances that occurred during the research by revealing what actually happened. The results of this study are the availability of facilities and infrastructure for the Impos Beach Tourism area is quite good but there are some that need to be added because they are not in accordance with the number of visits. Impos Beach is managed by Pokdarwis Sejahtera Pantai Impos which has been running since 2017 until now. The management of the facilities and infrastructure of the Impos Beach Tourism Area is still not optimal due to the lack of public awareness in protecting the environment on the Impos Beach and the lack of cohesiveness from Pokdarwis members because they are more concerned with private stalls.
Co-Authors Agusman Agusman Ajuar Abdullah Andi Suprianto Andriani, Nukeu Novia Anggia Praba Putri Anna Apriana Hidayanti Arofah, Irvana Bagiastra, I Ketut Bagus Satra Putra Baiq Pindayu Widianiswara Besse Arnawisuda Ningsi Chelsania, Ni Putu Ajeng Debbie Aryani Tribudhi Debbie Aryani Tribudhi Dewi Ramadhani Dwi Cahya Andira Dyah Indraswati Fahurrahim Fahurrahim Fathurrahim, Fathurrahim Gamanudin Yusuf Gusti Ayu Meri Aryani Hariyadi Seprianta Herfan Sabandi Hulfa, Ihyana Husna Leila Yusran I Gde Putu Wandita Yudistira I Gusti Ngurah Putu Dedy Wirawan I Ketut Purwata I Made Murdana I Nyoman Tri Sutaguna I Putu Gede I Putu Gede I Putu Gede I Wayan Nuada I Wayan Suteja Ida Nyoman Tri Darma Putra Ida Nyoman Tri Dharma Putra Ida Nyoman Tridarma Putra Juna Harwadi Kurnia Sri Astuti Lalu Asnan Kurnia Al Hadi Lalu Juliyadi Lalu Mahsar Lalu Mohamad Iswadi Athar Lalu Putra Muhlis Lia Rosida Lia Rosida M. Rozi Iskandar Mahdani Mahdani Mahsun mahsun Mala Mutmainah Maruf Alqifari Ma’ruf Al Qifari Mey Susanti AS Mikyarul Ilmy Muh. Yusril Hamzani Saputra Muhamad Syafiq Rapiqi Muharis Ali Mujriah Mulhidin Mulhidin Mumun Surahman Murianto Murianto Murianto Murianto Nabila Inas Salma Ni Komang Ayu Triani Asih Ni Luh Kartini Ni Putu Ade Resmayani Ni Putu Ajeng Chelsania Ni Putu Taning Nia Kurniati Nuri Dahlan Purwata, I Ketut Putrawan Habibi Putu Ayu Paratiwi DS Ria Astuti Rifaid Rifaid Riki Kusuma Marga Rizal Kurniansah Rizal Pratama Roly Handika Rozita Rozita Sainul Abidin Ali Salma, Nabila Inas Saputra, Didin Hadi Siluh Putu Damayanti Silvia Maharani Safitri Siti Hidayatul Jumaah Soeharjoto, Soeharjoto Sri Wahyunigsih Sri Wahyuningsih Sulaeman Sulaeman Sulaeman Sulaeman Supriadi Supriadi Susanty, Sri Susanty, Sri Syech Idrus Tekad Sukomardojo Tribudhi, Debbie Aryani Ulfan Mulyawan Utama, Lalu Satria Utama, Lalu Satria Uwi Martayadi Uwi Martayadi Wahyu Khalik Yahadi Yahadi Yayang Erry Wulandari Yulendra, Lalu Yusran, Husna Leila