Claim Missing Document
Check
Articles

The Production of Space and Ecological Conflict in the Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut: Study of Lefebvre and Ecocriticism Aswati Asri; Nur Hasbi; Ayu Anriani Alle
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 19, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v19i1.84885

Abstract

This study aims to uncover the production of space and ecological conflict in the novel through the perspectives of space production and ecocriticism. The study uses a qualitative approach with a descriptive-interpretive design. The data source is the novel entitled Perempuan yang Tunggu di Lorong Menuju Laut by Dian Purnomo. The data consists of narrative excerpts, dialogues, and events that represent the space of Sangihe, roads, sea, land, houses, mines, officials, and community resistance. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed based on the concepts of spatial practice, spatial representation, representational space, and human relations with the environment. The main instrument of the study was the researcher herself as a human instrument, assisted by data analysis guidelines. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data classification, interpretation, and drawing conclusions. Data validity was maintained through diligent reading, source triangulation, and theory triangulation. The results of the study indicate that Sangihe is represented as a living space produced through the work, memory, solidarity, and ecological ties of the community. In contrast, mining companies represent this space as an area of investment, concession, and exploitation. The ecological conflict in the novel is not only the threat of environmental damage, but also a spatial conflict between the living space of society and extractive capital. The implications of the findings of this study indicate that literature has an important position as a space for criticism of extractive practices and ecological injustice, and also shows how power relations work through the production of space and control of people's living areas, so that reading literature does not stop at the exploitation of nature or the resistance of characters, but also at the spatial mechanisms that enable domination and resistance to take place.
POLA BAHASA DALAM DOANGANG: PELESTARIAN PUISI MAKASSAR MELALUI KAJIAN MEMORI SASTRA Nur Hasbi; Asis Nojeng; Sahban Nur
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84888

Abstract

This study aims to describe the language patterns in doangang that reflect the literary memory of the Makassar people. The method used is a qualitative method with a literary memory approach. The research data source is the doangang text Aklampa Akboya Dallek which is analyzed using data collection techniques through documentation studies and reading and note-taking techniques. Data analysis is carried out using interactive methods that include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of this study indicate that the language patterns in doangang are formed due to three main elements, namely fixed formulas, relational metaphors, and language refinements. Fixed formulas act as mnemonic devices that maintain the continuity of texts in oral literature. Relational metaphors describe the symbolic relationship between humans, God, the Prophet, and the cosmological direction when seeking sustenance. Language refinements function as a way to aestheticize literary memory through religious and polite expressions. This study emphasizes that doangang is not merely oral poetry, but also functions as a means to store and pass on the cultural memory of the Makassar people.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.
KAJIAN EKOFEMINISME: RELASI PEREMPUAN DAN ALAM PADA CERPEN PEREMPUAN YANG MENCINTAI POHON KARYA WAHID KURNIAWAN Devi Apyunita; Nur Hasbi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara perempuan dan alam dalam cerpen Perempuan yang Mencintai Pohon karya Wahid Kurniawan dengan menggunakan perspektif ekofeminisme. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks sebagai pendekatan utama. Data penelitian berupa kutipan-kutipan langsung dari cerpen yang kemudian dianalisis secara interpretatif untuk mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi perempuan dan alam direpresentasikan melalui kedekatan emosional yang mendalam, penggunaan simbolisme pohon sebagai entitas kehidupan, serta bentuk perlawanan terhadap dominasi patriarki yang merusak keseimbangan lingkungan. Dalam cerpen tersebut, perempuan diposisikan sebagai agen ekologis yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. Perempuan tidak hanya digambarkan sebagai bagian dari alam, tetapi juga sebagai pelindung yang aktif dalam menjaga harmoni lingkungan dari berbagai bentuk eksploitasi dan kerusakan.
Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Buku Teks Pelajaran Bahasa dan Budaya Makassar Kembong Daeng; Ilma Rahim; Nur Hasbi; Rahmi Mardatillah
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.719

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui buku teks pelajaran bahasa dan budaya Makassar. Kegiatan pengabdian dan desiminasi dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan model Participatory Action Research (PAR). Subjek kegiatan adalah guru mata pelajaran Bahasa dan Budaya Makassar di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan identifikasi kebutuhan, pelaksanaan workshop, pendampingan implementasi pembelajaran, evaluasi, serta refleksi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket evaluasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan pemahaman guru mengenai implementasi Kurikulum Merdeka berbasis budaya lokal. Hasil survei menunjukkan bahwa 66,7% peserta sangat setuju dan 37,0% setuju bahwa materi workshop relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Selain itu, 58,3% peserta sangat setuju dan 41,7% setuju bahwa materi mendukung pengembangan pembelajaran bahasa Makassar. Workshop juga membantu guru dalam memanfaatkan buku teks bahasa dan budaya Makassar sebagai media pembelajaran kontekstual dan penguatan literasi budaya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan pembelajaran bahasa daerah, pelestarian budaya lokal, dan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal di sekolah.
Banalities in Kelong Makassar Asis Nojeng; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4955.193-206

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of banality in Makassar kelong, namely the tendency of degradation of meaning due to commercialization, use outside its original cultural context, and the influence of digital media in its distribution. The research method used is a qualitative approach. This research was conducted from May to December 2025. The data sources for this study consist of primary and secondary data. Data collection techniques used are literature study, documentation, observation, data transcription, and data classification. Meanwhile, data analysis is carried out using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions, then the final stage is data validity. The results of the study show that banality in Makassar kelong occurs in several forms, such as simplification of meaning, adaptation that eliminates philosophical values, and dissemination through social media that tends to prioritize entertainment aspects over cultural substance. This phenomenon shows that kelong is no longer only part of a sacred oral tradition, but has also undergone a transformation into a pragmatic popular cultural product. This study provides a theoretical contribution to the field of oral literature by combining semiotics and banality. These findings serve as a reflection to preserve kelong so that it does not lose its depth of meaning in more modern cultural flows. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena banalitas dalam kelong Makassar, yaitu kecenderungan degradasi makna akibat komersialisasi, penggunaan di luar konteks budaya aslinya, serta pengaruh media digital dalam persebarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu Mei hingga Desember 2025. Sumber data penelitian ini terdari dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, dokumentasi, observasi, transkripsi data, dan klasifikasi data,. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penariksan kesimpulan, kemudian tahap akhir adalah keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banalitas dalam kelong Makassar terjadi dalam beberapa bentuk, seperti simplifikasi makna, adaptasi yang menghilangkan nilai filosofis, serta penyebaran melalui media sosial yang cenderung mengutamakan aspek hiburan dibandingkan substansi budaya Fenomena ini menunjukkan bahwa kelong tidak lagi hanya menjadi bagian dari tradisi lisan yang sakral, tetapi juga mengalami transformasi menjadi produk budaya populer yang bersifat pragmatis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam bidang sastra lisan dengan memadukan semiotika dan banalitas. Hasil temuan ini berfungsi sebagai refleksi untuk melestarikan kelong agar tidak kehilangan kedalaman maknanya dalam arus budaya yang lebih modern.
IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL UNTUK LITERASI DASAR ANAK DI PAUD PELANGI KABUPATEN JENEPONTO Rahmi Mardatillah; Nur Hasbi; Fadilah Neyarasmi; Devi Apyunita; Sri Mulyani R
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar anak usia dini di PAUD Pelangi Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam mengenal huruf dan memahami objek visual. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang digunakan sehingga proses belajar kurang menarik dan kurang interaktif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar anak melalui implementasi media visual dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan learning by playing melalui penggunaan poster edukatif, gambar objek, permainan visual, dan aktivitas membaca sederhana berbasis gambar. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pembelajaran berbasis media visual, dan evaluasi perkembangan kemampuan anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi media visual mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, keberanian berbicara, dan kemampuan anak dalam mengenal huruf serta menghubungkan simbol dengan objek visual. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan media visual dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung penguatan literasi dasar anak usia dini di PAUD Pelangi Kabupaten Jeneponto.