Claim Missing Document
Check
Articles

POTRET DESPOTISME DALAM NOVEL HAJI MURAT KARYA LEO TOLSTOY: A PORTRAIT OF DESPOTISM IN THE NOVEL HAJI MURAT BY LEO TOLSTOY Nur Hasbi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan despotisme yang tercermin dalam novel Haji Murat karya Leo Tolstoy, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan ketekunan pengamatan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa despotisme dalam novel tersebut direpresentasikan oleh kekuasaan absolut Tsar Rusia, serta militerisme dan imperialisme terhadap masyarakat Kaukasus, ditambah dengan tindak kekerasan negara terhadap warga sipil. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media refleksi historis terhadap praktik kekuasaan represif, sekaligus memperkuat kajian sosiologi sastra dalam memahami relasi antara sastra, sejarah, dan struktur sosial masyarakat.
The Production of Space and Ecological Conflict in the Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut: Study of Lefebvre and Ecocriticism Aswati Asri; Nur Hasbi; Ayu Anriani Alle
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 19, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v19i1.84885

Abstract

This study aims to uncover the production of space and ecological conflict in the novel through the perspectives of space production and ecocriticism. The study uses a qualitative approach with a descriptive-interpretive design. The data source is the novel entitled Perempuan yang Tunggu di Lorong Menuju Laut by Dian Purnomo. The data consists of narrative excerpts, dialogues, and events that represent the space of Sangihe, roads, sea, land, houses, mines, officials, and community resistance. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed based on the concepts of spatial practice, spatial representation, representational space, and human relations with the environment. The main instrument of the study was the researcher herself as a human instrument, assisted by data analysis guidelines. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data classification, interpretation, and drawing conclusions. Data validity was maintained through diligent reading, source triangulation, and theory triangulation. The results of the study indicate that Sangihe is represented as a living space produced through the work, memory, solidarity, and ecological ties of the community. In contrast, mining companies represent this space as an area of investment, concession, and exploitation. The ecological conflict in the novel is not only the threat of environmental damage, but also a spatial conflict between the living space of society and extractive capital. The implications of the findings of this study indicate that literature has an important position as a space for criticism of extractive practices and ecological injustice, and also shows how power relations work through the production of space and control of people's living areas, so that reading literature does not stop at the exploitation of nature or the resistance of characters, but also at the spatial mechanisms that enable domination and resistance to take place.
POLA BAHASA DALAM DOANGANG: PELESTARIAN PUISI MAKASSAR MELALUI KAJIAN MEMORI SASTRA Nur Hasbi; Asis Nojeng; Sahban Nur
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84888

Abstract

This study aims to describe the language patterns in doangang that reflect the literary memory of the Makassar people. The method used is a qualitative method with a literary memory approach. The research data source is the doangang text Aklampa Akboya Dallek which is analyzed using data collection techniques through documentation studies and reading and note-taking techniques. Data analysis is carried out using interactive methods that include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of this study indicate that the language patterns in doangang are formed due to three main elements, namely fixed formulas, relational metaphors, and language refinements. Fixed formulas act as mnemonic devices that maintain the continuity of texts in oral literature. Relational metaphors describe the symbolic relationship between humans, God, the Prophet, and the cosmological direction when seeking sustenance. Language refinements function as a way to aestheticize literary memory through religious and polite expressions. This study emphasizes that doangang is not merely oral poetry, but also functions as a means to store and pass on the cultural memory of the Makassar people.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.
KAJIAN EKOFEMINISME: RELASI PEREMPUAN DAN ALAM PADA CERPEN PEREMPUAN YANG MENCINTAI POHON KARYA WAHID KURNIAWAN Devi Apyunita; Nur Hasbi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara perempuan dan alam dalam cerpen Perempuan yang Mencintai Pohon karya Wahid Kurniawan dengan menggunakan perspektif ekofeminisme. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks sebagai pendekatan utama. Data penelitian berupa kutipan-kutipan langsung dari cerpen yang kemudian dianalisis secara interpretatif untuk mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi perempuan dan alam direpresentasikan melalui kedekatan emosional yang mendalam, penggunaan simbolisme pohon sebagai entitas kehidupan, serta bentuk perlawanan terhadap dominasi patriarki yang merusak keseimbangan lingkungan. Dalam cerpen tersebut, perempuan diposisikan sebagai agen ekologis yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. Perempuan tidak hanya digambarkan sebagai bagian dari alam, tetapi juga sebagai pelindung yang aktif dalam menjaga harmoni lingkungan dari berbagai bentuk eksploitasi dan kerusakan.