Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Urban Heat Island (UHI) Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat Nathasya, Risma; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75507

Abstract

Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah sebesar 504,00 km2 atau sekitar 0,34 % dari luas wilayah Kalimantan Barat dan jumlah penduduknya 241.467 jiwa dengan kepadatan penduduk 479 jiwa/km2. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan terus meningkat, dapat memberikan pengaruh besar terhadap perubahan luas permukiman dan juga akan mempengaruhi suhu udara yang dapat memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini menggunakan citra penginderaan jauh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk menganalisis fenomena UHI yang terjadi di wilayah Kota Singkawang. Hasil penelitian ini menunjukkan Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi LST (28-30 ℃) dalam suhu udara hangat dan tahun 2022 didominasi LST (30-32℃). Kota Singkawang telah terdampak fenomena UHI dimana pada tahun 2001 Kota Singkawang yang terindikasi UHI dengan luas sebesar 94,83 km2 dan nilai maksimum UHI 2℃, tahun 2022 luas wilayah sebaran UHI sebesar 253,12 km2 dengan nilai maksimum mencapai 3℃. Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi suhu permukaan kelas 3 sedangkan tahun 2022 Kota Singkawang didominasi suhu permukaan kelas 4. Perubahan UHI yang terjadi dari tahun 2001-2022 di Kota Singkawang yaitu adanya peningkatan luas sebaran wilayah yang terindikasi UHI sebesar 158,28 %, dan nilai intensitas UHI yang pada tahun 2001 hanya terdapat 3 kelas sedangkan pada tahun 2022 ada 4 kelas.
Analysis of Extreme Weather in the Waters of West Kalimantan using the WRF-ARW Model (Case Study 13-14 July 2021) Juliana, Tarisya; Adriat, Riza; Ardianto, Randy; Ihwan, Andi; Sutanto, Yuris
JURNAL GEOCELEBES Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/geocelebes.v10i1.43141

Abstract

On 13 July 2021, there was an extreme weather phenomenon in the waters of West Kalimantan. The extreme weather resulted in several fishing boats sinking and causing 136 casualties. This study aims to analyze atmospheric conditions during extreme weather on July 13-14, 2021. In running the WRF-ARW model, verification is carried out using the dichotomy method (Accuracy, POD, FAR) and RMSE to determine the model's accuracy in simulating extreme weather events. The RMSE verification results show an error value of 4,97. The results of the WRF-ARW model output show that the extreme weather that occurs is caused by the presence of a convergence wind zone with a maximum wind speed of 18 m/s, causing the formation of cumulonimbus clouds. OLR simulations show a low value of 122 watts/m², indicating a lot of cloud cover with the potential for rain. The emergence of this convection zone causes strong winds, which cause high waves, thus contributing to ship accidents.
Analisis Fisis Atmosfer Saat Hujan Lebat Di Kabupaten Melawi Menggunakan Model WRF-ARW (Studi Kasus 30 Oktober 2021) Novi Ramadhani; Andi Ihwan; Randy Ardianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.597-604

Abstract

Pada akhir bulan Oktober hingga awal bulan November 2021 telah terjadi banjir akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Banjir menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi seperti Menukung dan Ella Hilir. Peningkatan banjir akibat curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan dampak kerugian material bahkan memakan korban jiwa. Kajian fisis atmosfer sangat diperlukan untuk memahami penyebab terjadinya hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Penelitian ini menerapkan model cuaca numerik Weather Research and Forecasting-Advanced Research WRF (WRF-ARW) untuk menganalisis kondisi fisis atmosfer saat kejadian banjir di Kabupaten Melawi dengan menggunakan data Final Global Data Assimilation System (FNL) untuk menjalankan model tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa beberapa parameter meteorologi menjadi faktor utama terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir di Kabupaten Melawi. Parameter meteorologi seperti suhu udara, tekanan permukaan, kecepatan dan arah angin, kelembapan relatif, serta outgoing longwave radiation (OLR) dapat menyebabkan terjadinya hujan di Kabupaten Melawi. Sebelum hujan lebat terjadi di Kabupaten Melawi, terlebih dahulu ditandai dengan suhu udara yang tinggi mengakibatkan lajunya penguapan, tekanan permukaan yang rendah di beberapa wilayah yang menyebabkan terjadinya pola angin konvergensi, sehingga memunculkan awan-awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan. Kondisi atmosfer di Kabupaten Melawi yang lembab juga memicu terjadinya hujan lebat yang ditandai dengan nilai CAPE yang tinggi berkisar antara 1000 hingga 1300 J/kg. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah di Kabupaten Melawi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.  Informasi tentang kondisi atmosfer yang dapat mendukung terjadinya hujan lebat memungkinkan adanya peringatan dini yang lebih akurat dan tepat waktu.
Dinamika Kopling Laut-Atmosfer antara Suhu Permukaan Laut, CAPE, dan Curah Hujan di WPPNRI 711 Menggunakan Analisis Korelasi dan Lag Berbasis Data ERA 5 (2004-2023) Rifki Rionda Arsyandi; Riza Adriat; Andi Ihwan
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i2.75554

Abstract

WPPNRI 711 sebagai bagian dari Benua Maritim Indonesia memiliki interaksi antara laut dan atmosfer yang kompleks dan berperan penting dalam proses konveksi di perairan tropis. Penelitian ini mengkaji hubungan antara Suhu Permukaan Laut (SPL), Convective Available Potential Energy (CAPE), dan curah hujan dengan menggunakan data reanalysis ERA5 selama periode tahun 2004 hingga 2023. Metode yang digunakan diawali dengan merata-ratakan bulanan setiap parameter di wilayah kajian, yang selanjutnya  dilakukan proses korelasi Pearson, uji signifikansi dengan ukuran sampel efektif, korelasi parsial terhadap indeks Niño 3.4, serta analisis lag korelasi setiap parameternya. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat antara SPL dan CAPE (r = 0,71) pada lag 0 bulan, yang menunjukkan bahwa respons konvektif terjadi bersamaan dengan meningkatnya energi laten permukaan laut. Setelah mempertimbangkan pengaruh ENSO, hubungan tersebut masih berkorelasi positif (r = 0,28; p < 0,001). Sebaliknya, hubungan antara CAPE dan curah hujan tidak terlalu kuat karena nilai koefisien korelasi yang lemah (r = -0,36) dan koefisien determinasi (r2 = 0,12), dengan korelasi tertinggi terjadi pada lag +6 bulan, menunjukkan adanya respons yang tertunda yang dipengaruhi oleh variasi musiman dan perubahan dinamika atmosfer. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun SPL adalah sumber utama energi konvektif, pembentukan hujan di WPPNRI 711 yang merupakan lautan tropis dipengaruhi oleh faktor lokal dan global. 
Co-Authors . Apriansyah . Kornellius . Nurfarahin . Renitania . Retnawati Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Mirza Adlina, Zora Ulva Afrizal - Agustina Listiawati Ajeng Candra Indrawati Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Aprilina Aprilina Ardianto, Randy Arnida Lailatul Latifah Asep Nursangaji Asifa Asri Aswandi - Atang Rahma Agusta Bistari Boni Pahlanop Lapanporo Christy, Maria Citra Puella Dwi Zulfita Dwiria Wahyuni Edy Suasono Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Fadhilah, Raudhatul Fanni Aditya Fernanda, Anastasia Gracia Firmansyah Sirait, Firmansyah Fita Kurniasari Fitri Imansyah Fitrianto, Taufik Nur Fitriyawita, Mega Fronika, Yohana Gibran, Muhammad Godja, Balduyanus Yosep Hadary, Ferry Hamdani - Haries Satyawardhana Herkulana Ferdianti Aprianti Herniawati Herniawati Herniawati, Herniawati Herry Sujaini Hidayat Pawitan Hutabarat, Victor Ibrahim Sota Ibrahim Sota Iis Solehati Imam Ghozali Iman Hakiki, Iman Irfan Maftuh Irfana Diah Faryuni Ismawartati - Joko Sampurno Joko Sampurno Juliana, Tarisya Jumarang, Ishak Jumarang, Muh Ishak M. Yogi Riyantama Isjoni Mabriyah, Minuk Hidayatul Maftuh, Irfan Masriani . Massuro, Lusyndatul Meiran Panggabean Memet Agustiar Miftahuddin, . Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muh. Ishak Jumarang Muh. Ishak Jumarang Muh. Taufik Muhammad Elifant Yuggotomo Muhammad Gibran Muhammad Luthfi Muhammad Yusuf Muhardi Muhsin Muhsin Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Nathasya, Risma Nia Daniati Niken Ayu Oktaviani Ningsih, Kurnia Norsiah, Norsiah Novi Ramadhani Novi Suryanti Novia Anggraini Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurmainah - Nurul Kusuma Wardhani Oktapiana, Teresia Oktavia, Vivi Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Priyo Saptomo Purba Santoso, Purba Purwaningsih - Purwoko, Agus Putri Yuli Utami Rachmawati Rahmat Hidayat Rahmidiyani - Randy Ardianto Ratna Herawatiningsih Riduansyah - Rifki Rionda Arsyandi Rika Katulistiyani Riza Adriat Riza Adriat Riza Adriat Riza Adriat Rommy Patra Sari, Deby Kartika Satria Putra, Yoga Serafi Yana Setia Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Sultra Tari Surachman - Susi Susanti Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tari, Sultra Tia Nuraya Tiara Tiara Tiara, Tiara Tsabita, Tyas Khansa Tyas Khansa Tsabita Uti Asikin Vivi Bachtiar Wendy Windhu Putra Witarsa - Yani, Elyda Yoga Satria Putra Yohanes Gatot Sutapa Yudha Arman Yuline - Yulis Jamiah Yuris Sutanto Yuris Sutanto Zubaidah R Zulfian Zulfian