Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Fisis Atmosfer Saat Hujan Lebat Di Kabupaten Melawi Menggunakan Model WRF-ARW (Studi Kasus 30 Oktober 2021) Novi Ramadhani; Andi Ihwan; Randy Ardianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.597-604

Abstract

Pada akhir bulan Oktober hingga awal bulan November 2021 telah terjadi banjir akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Banjir menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi seperti Menukung dan Ella Hilir. Peningkatan banjir akibat curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan dampak kerugian material bahkan memakan korban jiwa. Kajian fisis atmosfer sangat diperlukan untuk memahami penyebab terjadinya hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Penelitian ini menerapkan model cuaca numerik Weather Research and Forecasting-Advanced Research WRF (WRF-ARW) untuk menganalisis kondisi fisis atmosfer saat kejadian banjir di Kabupaten Melawi dengan menggunakan data Final Global Data Assimilation System (FNL) untuk menjalankan model tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa beberapa parameter meteorologi menjadi faktor utama terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir di Kabupaten Melawi. Parameter meteorologi seperti suhu udara, tekanan permukaan, kecepatan dan arah angin, kelembapan relatif, serta outgoing longwave radiation (OLR) dapat menyebabkan terjadinya hujan di Kabupaten Melawi. Sebelum hujan lebat terjadi di Kabupaten Melawi, terlebih dahulu ditandai dengan suhu udara yang tinggi mengakibatkan lajunya penguapan, tekanan permukaan yang rendah di beberapa wilayah yang menyebabkan terjadinya pola angin konvergensi, sehingga memunculkan awan-awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan. Kondisi atmosfer di Kabupaten Melawi yang lembab juga memicu terjadinya hujan lebat yang ditandai dengan nilai CAPE yang tinggi berkisar antara 1000 hingga 1300 J/kg. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah di Kabupaten Melawi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.  Informasi tentang kondisi atmosfer yang dapat mendukung terjadinya hujan lebat memungkinkan adanya peringatan dini yang lebih akurat dan tepat waktu.
Dinamika Kopling Laut-Atmosfer antara Suhu Permukaan Laut, CAPE, dan Curah Hujan di WPPNRI 711 Menggunakan Analisis Korelasi dan Lag Berbasis Data ERA 5 (2004-2023) Rifki Rionda Arsyandi; Riza Adriat; Andi Ihwan
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i2.75554

Abstract

WPPNRI 711 sebagai bagian dari Benua Maritim Indonesia memiliki interaksi antara laut dan atmosfer yang kompleks dan berperan penting dalam proses konveksi di perairan tropis. Penelitian ini mengkaji hubungan antara Suhu Permukaan Laut (SPL), Convective Available Potential Energy (CAPE), dan curah hujan dengan menggunakan data reanalysis ERA5 selama periode tahun 2004 hingga 2023. Metode yang digunakan diawali dengan merata-ratakan bulanan setiap parameter di wilayah kajian, yang selanjutnya  dilakukan proses korelasi Pearson, uji signifikansi dengan ukuran sampel efektif, korelasi parsial terhadap indeks Niño 3.4, serta analisis lag korelasi setiap parameternya. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat antara SPL dan CAPE (r = 0,71) pada lag 0 bulan, yang menunjukkan bahwa respons konvektif terjadi bersamaan dengan meningkatnya energi laten permukaan laut. Setelah mempertimbangkan pengaruh ENSO, hubungan tersebut masih berkorelasi positif (r = 0,28; p < 0,001). Sebaliknya, hubungan antara CAPE dan curah hujan tidak terlalu kuat karena nilai koefisien korelasi yang lemah (r = -0,36) dan koefisien determinasi (r2 = 0,12), dengan korelasi tertinggi terjadi pada lag +6 bulan, menunjukkan adanya respons yang tertunda yang dipengaruhi oleh variasi musiman dan perubahan dinamika atmosfer. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun SPL adalah sumber utama energi konvektif, pembentukan hujan di WPPNRI 711 yang merupakan lautan tropis dipengaruhi oleh faktor lokal dan global. 
Analysis of Water Pollution in the Kapuas River Due to Illegal Gold Mining (IGM) Activities Yuris Sutanto; Elvi Derina Safitri; Andi Ihwan; Hasanuddin Hasanuddin; Kukuh prasetyo
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 23, No 2 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v23i2.25676

Abstract

Illegal gold mining (IGM) activities, utilizing mercury (Hg) in their processing, have the potential to pollute and impair river functions. Therefore, a study was conducted to analyze the water quality status of the Kapuas River due to IGM activities in Sekadau Regency based on physical and chemical parameters. Water quality status was determined by comparing observations at the research site with quality standards using the Pollution Index (PI) method. In this scientific paper, the physical parameters tested are turbidity, conductivity, total dissolved solids (TDS), total suspended solids (TSS), and water temperature. In contrast, the chemical parameters tested are pH, dissolved oxygen (DO),  Iron (Fe), Hg, lead (Pb), and manganese (Mn). Based on the research results, the parameters that meet the quality standards are TDS, TSS, pH, Hg, Pb, and Mn. Parameters not meeting the quality standards are turbidity, conductivity, water temperature, DO, and Fe. The PI value obtained was (5.25 ± 0.008). Based on the PI value, the water quality status was classified as moderately polluted. The TSS parameter exhibits a radial pattern from the pollution source, indicating that the measured TSS values decrease with increasing distance from IGM activity.
Analisis Dinamika Atmosfer Saat Hujan Lebat di Wilayah Pontianak Menggunakan Model WRF-ARW (Studi Kasus 22-23 Desember 2022) Andi Ihwan; Minuk Hidayatul Mabriyah; Randy Ardianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.3

Abstract

Abstract West Kalimantan has a tropical rainforest climate characterized by high rainfall intensity. On December 22–23, 2022, heavy rainfall occurred in Pontianak City with an intensity reaching 101.3 mm/day, resulting in flooding in the area. This study analyzes weather conditions and atmospheric stability during the event using the WRF-ARW model with FNL data as model input, along with GSMaP data and observations of air temperature and surface pressure for verification. Model accuracy was evaluated using dichotomous equations (Accuracy, FAR, POFD), correlation coefficient, and Mean Absolute Error (MAE). The verification results indicate that the GD scheme performed better than the KF Kessler and KF Lin schemes, with the GD scheme achieving an accuracy value of 0.74 and lower error. Analysis using the GD scheme suggests atmospheric conditions conducive to the formation of convective clouds that caused the heavy rainfall. These conditions were marked by an unstable atmosphere with a maximum temperature of 30°C before the rain, low surface pressure, high wind speeds in the waters west of Pontianak City, humidity reaching 100%, and CAPE values indicating moderate instability (2000 J/kg). Keywords: Heavy rain, cumulus parameterization scheme, WRF-ARW  
Analysis of Extreme Weather in the Waters of West Kalimantan using the WRF-ARW Model (Case Study 13-14 July 2021) Tarisya Juliana; Riza Adriat; Randy Ardianto; Andi Ihwan; Yuris Sutanto
JURNAL GEOCELEBES Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/geocelebes.v10i1.43141

Abstract

On 13 July 2021, there was an extreme weather phenomenon in the waters of West Kalimantan. The extreme weather resulted in several fishing boats sinking and causing 136 casualties. This study aims to analyze atmospheric conditions during extreme weather on July 13-14, 2021. In running the WRF-ARW model, verification is carried out using the dichotomy method (Accuracy, POD, FAR) and RMSE to determine the model's accuracy in simulating extreme weather events. The RMSE verification results show an error value of 4,97. The results of the WRF-ARW model output show that the extreme weather that occurs is caused by the presence of a convergence wind zone with a maximum wind speed of 18 m/s, causing the formation of cumulonimbus clouds. OLR simulations show a low value of 122 watts/m², indicating a lot of cloud cover with the potential for rain. The emergence of this convection zone causes strong winds, which cause high waves, thus contributing to ship accidents.
Enhancing geophysical literacy awareness and student interest through hands-on instrumentation training for high school students in Sambas regency Irfana Diah Faryuni; Andi Ihwan; Muh. Ishak Jumarang; Muliadi; Yoga Satria Putra; Joko Sampurno; Riza Adriat; Zulfian; Radhitya Perdhana; Muhardi; Taufik Nur Fitrianto; Tiara Nusa Putri
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i2.14198

Abstract

[Bahasa]: Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memiliki potensi geologi dan hidrologi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam pendidikan geosains. Namun, literasi geosains siswa SMA di wilayah ini masih menghadapi tantangan, terutama akibat keterbatasan pembelajaran berbasis lapangan dan minimnya pengenalan instrumen ilmiah. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan lapangan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui perencanaan kolaboratif dengan sekolah mitra serta demonstrasi berbagai instrumen geofisika, antara lain metode resistivitas, flowmeter, dan Automatic Weather Station (AWS), disertai pengenalan identifikasi batuan menggunakan lup geologi dan komparator batuan. Evaluasi program dilakukan melalui kuesioner pascakegiatan yang mencakup skala Likert empat poin, pertanyaan nominal, dan respons terbuka untuk mengukur tingkat pengenalan awal, ketertarikan siswa, aktivitas yang paling berkesan, serta minat melanjutkan pembelajaran di bidang geofisika. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta menyatakan tingkat ketertarikan dan persepsi manfaat yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis pengalaman, khususnya dalam memahami aplikasi geosains dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa demonstrasi instrumen dan pemanfaatan konteks geologi lokal dipersepsikan positif sebagai media pembelajaran geosains. Selain itu, kegiatan ini menegaskan potensi Kabupaten Sambas sebagai “laboratorium alam” yang strategis untuk mendukung penguatan pendidikan kebumian, terutama di wilayah dengan kerentanan lingkungan dan kebencanaan. Kata Kunci: Geofisika, edukasi lapangan, Kabupaten Sambas [English]: Sambas Regency, West Kalimantan, possesses substantial geological and hydrological potential that can be utilized as a contextual learning resource in geoscience education. However, geoscience literacy among high school students in this region remains limited, primarily due to restricted access to field-based learning and limited exposure to scientific equipment. This community service program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of preparation, field implementation, and evaluation stages. The activities involved collaborative planning with partner schools and hands-on demonstrations of geophysical instruments, including electrical resistivity equipment, flow meters, and an Automatic Weather Station (AWS), as well as introductory rock identification using geological hand lenses and rock comparators. Program evaluation was conducted through a post-activity questionnaire comprising four-point Likert-scale items, nominal questions, and open-ended responses to assess students’ initial exposure, interest, most memorable activities, and motivation to engage further with geophysics learning. The results indicated that more than 70% of the participants reported high levels of interest and perceived benefits from the experiential learning activities, particularly in understanding the real-world applications of geoscience. These findings suggest that students positively perceive instrument-based demonstrations and the use of local geological contexts as effective learning media. Furthermore, this program highlights the potential of Sambas Regency as a “natural laboratory” for strengthening earth science education, especially in regions vulnerable to environmental and disaster-related challenges. Keywords: Geophysics, field education, Sambas Regency
ESTIMASI KONSENTRASI GAS SO2 DAN NO2 DI INDONESIA BERDASARKAN PARAMETER IKLIM Purwanto, Joko; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pencemaraan udara perlu mendapatkan perhatian serius karena banyaknya aktivitas manusia yang mengakibatkan kualitas udara jadi menurun. Tujuan penelitian ini adalah melakukan estimasi konsentrasi gas SO2 dan NO2 di Indonesia berdasarkan parameter iklim. Data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu data sekunder yang terdiri dari data konsentrasi gas emisi SO2, NO2 serta data curah hujan, temperatur, arah kecepatan angin dan kelembapan. Analisis yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode regresi linier berganda. Hasil estimasi dari regresi linier berganda untuk gas SO2 adalah dan gas NO2 adalah . Dari analisis regresi linier berganda data SO2 dan NO2, nilai korelasi yang tinggi dan RMSE yang rendah menunjukkan bahwa kedua model regresi tersebut baik dalam memprediksi konsentrasi gas tersebut memiliki hubungan sangat kuat.
ACLiMA: an IoT-based autonomous flood monitoring and mitigation system with database-driven threshold control Hendi Santoso; Rizqan Khairan Munandar; Apriansyah Apriansyah; Andi Ihwan; Putri Yuli Utami
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 16, No 4: August 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v16i4.pp1867-1875

Abstract

Urban flooding remains a critical challenge in densely populated and low-lying areas, where delayed response and limited monitoring infrastructure significantly increase flood risks. Existing flood monitoring systems are typically limited to passive observation or fixed-threshold alerting without integrated autonomous mitigation and flexible configuration. This study proposes autonomous control logic for IoT-based monitoring and actuation (ACLiMA), an IoT-based autonomous flood monitoring and mitigation system using a database-driven threshold control approach to enable real-time monitoring and immediate response. The system integrates ultrasonic water-level sensing, centralized database management, web-based visualization, and autonomous pump actuation within a unified architecture. Flood conditions are classified into four operational states—SAFE, CAUTION, DANGEROUS, and FLOOD—based on configurable threshold values stored in the database, allowing dynamic adjustment without firmware modification. Experimental results demonstrate stable system integration with deterministic control behaviour and low response latency between sensing and actuation, enabling timely pump activation during critical conditions. The system also provides multi-temporal visualization for monitoring and analysis, while the database-driven configuration enhances flexibility, scalability, and ease of deployment across different environments. Overall, the proposed system offers a low-cost, modular, and autonomous solution for real-time flood mitigation, contributing to the transition from passive monitoring toward active mitigation in smart city and resource-constrained urban applications.
Co-Authors . Apriansyah . Kornellius . Nurfarahin . Renitania . Retnawati Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Mirza Adlina, Zora Ulva Afrizal - Agustina Listiawati Ajeng Candra Indrawati Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Aprilina Aprilina Ardianto, Randy Arnida Lailatul Latifah Asep Nursangaji Asifa Asri Aswandi - Atang Rahma Agusta Bistari Boni Pahlanop Lapanporo Christy, Maria Citra Puella Dwi Zulfita Dwiria Wahyuni Edy Suasono Elly Suharlina Elvi Derina Safitri Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Fadhilah, Raudhatul Fanni Aditya Fernanda, Anastasia Gracia Ferry Hadary Firmansyah Sirait, Firmansyah Fita Kurniasari Fitri Imansyah Fitrianto, Taufik Nur Fitriyawita, Mega Fronika, Yohana Gibran, Muhammad Godja, Balduyanus Yosep Hamdani - Haries Satyawardhana Hasanuddin Hasanuddin Hendi Santoso Herkulana Ferdianti Aprianti Herniawati Herniawati Herniawati, Herniawati Herry Sujaini Hidayat Pawitan Hutabarat, Victor Ibrahim Sota Ibrahim Sota Iis Solehati Imam Ghozali Iman Hakiki, Iman Irfan Maftuh Irfana Diah Faryuni Irfana Diah Faryuni Ismawartati - Joko Purwanto Joko Sampurno Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Ishak Jumarang, Muh Ishak Kukuh prasetyo M. Yogi Riyantama Isjoni Maftuh, Irfan Masriani . Massuro, Lusyndatul Meiran Panggabean Memet Agustiar Miftahuddin, . Minuk Hidayatul Mabriyah Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muh. Ishak Jumarang Muh. Ishak Jumarang Muh. Ishak Jumarang Muh. Taufik Muhammad Elifant Yuggotomo Muhammad Gibran Muhammad Luthfi Muhammad Yusuf Muhardi Muhsin Muhsin Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Nathasya, Risma Nia Daniati Niken Ayu Oktaviani Ningsih, Kurnia Norsiah, Norsiah Novi Ramadhani Novi Suryanti Novia Anggraini Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurmainah - Nurul Kusuma Wardhani Oktapiana, Teresia Oktavia, Vivi Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Priyo Saptomo Purba Santoso, Purba Purwaningsih - Purwoko, Agus Putri Yuli Utami Putri Yuli Utami Rachmawati Radhitya Perdhana Rahmat Hidayat Rahmidiyani - Randy Ardianto Randy Ardianto Randy Ardianto Ratna Herawatiningsih Riduansyah - Rifki Rionda Arsyandi Rika Katulistiyani Riza Adriat Riza Adriat Riza Adriat Riza Adriat Riza Adriat Riza Adriat Rizqan Khairan Munandar Rommy Patra Sari, Deby Kartika Satria Putra, Yoga Serafi Yana Setia Budi Sholva, Yus Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Sultra Tari Surachman - Susi Susanti Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tari, Sultra Tarisya Juliana Taufik Nur Fitrianto Tia Nuraya Tiara Nusa Putri Tiara Tiara Tiara, Tiara Tsabita, Tyas Khansa Tyas Khansa Tsabita Uslianti, Silvia Uti Asikin Vivi Bachtiar Wendy Windhu Putra Witarsa - Yani, Elyda Yoga Satria Putra Yoga Satria Putra Yohanes Gatot Sutapa Yudha Arman Yuline - Yulis Jamiah Yuris Sutanto Yuris Sutanto Yuris Sutanto Yuris Sutanto Zubaidah R Zulfian Zulfian Zulfian