Articles
Pemodelan Curah Hujan Bulanan Di Wilayah Pontianak Menggunakan Algoritma Genetika
Kornellius, .;
Ihwan, Andi;
Arman, Yudha
POSITRON Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.346 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v5i1.9223
Telah dibangun sebuah model data curah hujan bulanan menggunakan metode Algoritma Genetika. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan Kota Pontianak dari tahun 1999 hingga 2011. Deret penjumlahan fungsi sinus hingga orde 8 digunakan sebagai model dengan 24 buah parameter model. Ditambahkan beberapa konstrain pada model untuk mendapatkan kecocokan optimum antara data dengan model. Pemodelan ini menggunakan 300 individu pada setiap generasi dan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,7 dengan nilai kesalahan kuadrat rata-rata sebesar 89,94. Hasil validasi model dengan data dari tahun 2012 hingga 2013 menunjukkan korelasi yang baik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,7. Berdasarkan model yang dihasilkan diperkirakan pada tahun 2014 puncak curah hujan terjadi pada bulan April dan November dengan nilai berkisar 345 mm dan 450 mm sementara curah hujan minimum sebesar 50 mm diprediksi terjadi pada bulan Februari.
Estimasi Keadaan Cuaca di Kota Pontianak Menggunakan Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Algoritma Hopfield
Retnawati, .;
ihwan, andi;
Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (134.224 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v3i2.5136
Telah dilakukan penelitian tentang estimasi keadaan cuaca, menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Algoritma Hopfield. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, dan arah angin jam-jaman pada bulan Mei, Juni, dan November 2012. Berdasarkan simulasi model yang dilakukan, diperoleh nilai estimasi keadaan cuaca pada bulan Mei sangat baik (82%), dan pada bulan Juni dan November masing-masing pada tingkat ketepatan baik (79% dan 75%).
Analisis Cadangan Karbon Tanah Gambut pada Lahan Yang Telah Direklamasi
Kurnia, Ayu;
Ihwan, Andi;
Wahyuni, Dwiria
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/pf.v3i1.9687
Telah dilakukan penelitian tentang cadangan karbon tanah gambut pada lahan yang telah direklamasi yang terdiri dari lahan perkebunan kelapa sawit dan lahan pertanian jagung di Kabupaten Kubu Raya dengan luas lahan penelitian masing-masing 1 Ha. Untuk menentukan kandungan unsur karbon serta morfologi pada tanah gambut digunakan SEM-EDX dan untuk mengetahui cadangan karbon digunakan metode gravimetri. Hasil SEM-EDX menunjukkan bahwa unsur karbon pada tanah gambut yang telah direklamasi lebih besar daripada unsur oksigen dan unsur lainnya dan morfologi sampel tanah gambut terlihat tidak beraturan, terpecah-pecah atau tidak menyatu antara satu struktur dengan struktur lainnya. Sedangkan dengan metode gravimetri diperoleh jumlah cadangan karbon pada lahan perkebunan kelapa sawit dan pertanian jagung dengan luas masing-masing 1 Ha sebesar 2107,19 ton dan 1084,17 ton. Kata Kunci : gambut, lahan reklamasi, cadangan karbon
Kajian Potensi Energi Angin untuk Perencanaan Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) di Kota Pontianak
Andi Ihwan;
Ibrahim Sota
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.117 KB)
|
DOI: 10.20527/flux.v7i2.3087
Krisis energi telah banyak melanda negara di berbagai belahan bumidiantaranya Indonesia, hal ini disebabkan karena cadangan bahan bakar fosilsemakin berkurang sedangakan kebutuhan akan energi semakin meningkatsalah satu jalan keluarnya adalah melakukan pencarian energi alternatif dalambentuk energi baru dan terbarukan salah satu energi alternatif adalah energiangin. Dalam penelitian ini akan dikaji potensi energi angin di Kota Pontianak.Dari hasil analisis menggunakan metode Fungsi Weibull diperoleh bahwakecepatan angin yang bertiup di Kota Pontianak termasuk dalam golongan anginrendah, yaitu berkisar pada kecepatan 2,5 - 3,5 m/s. Potensi energi yang dapatdihasilkan dari tenaga angin di Kota Pontianak berkisar antara 3,21 - 4,82 KW.
Estimasi Curah Hujan Bulanan Kota Pontianak Dengan Suhu Permukaan Laut Sebagai Estimator Berdasarkan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Herkulana Ferdianti Aprianti;
Andi Ihwan;
Muh. Ishak Jumarang
POSITRON Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.989 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v3i1.5121
Telah dilakukan estimasi untuk mengetahui pengaruh Suhu Permukaan Laut (SPL) terhadap curah hujan bulanan wilayah kota Pontianak tahun 2001 s.d 2012 menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) algoritma Backpropagation. Pada penelitian ini Backpropagation dibangkitkan dengan arsitektur [15 10 5 1]. Terdapat 16 titik SPL dari 24 titik pengamatan yang dijadikan sebagai fokus pengamatan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses training koefisien korelasi antara output dan target berkisar dari 0,99 s.d 1,00 sedangkan pada proses testing diperoleh 3 koefisien korelasi tertinggi yaitu 0,70; 0,71 dan 0,75, yang masing-masing berada disekitar garis equator. 2 wilayah di perairan Samudera Hindia dan 1 di wilayah Samudera Pasifik. Koefisien Korelasi ini menunjukkan bahwa pola SPL mendekati pola curah hujan di Pontianak (pola equatorial).
Modifikasi Estimasi Curah Hujan Satelit TRMM Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Studi Kasus Stasiun Klimatologi Siantan
Fanni Aditya;
Joko Sampurno;
Andi Ihwan
POSITRON Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (646.372 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v4i2.7581
Telah dilakukan modifikasi estimasi curah hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menggunakan data curah hujan observasi bulanan di Stasiun Klimatologi Siantan tahun 2002 s.d 2013. Estimasi ini menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Propagasi Balik dengan arsitektur [45 40 35 30 25 20 15 10 5 1]. Hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses pelatihan antara output dan target menghasilkan koefisien korelasi 0.80 untuk pola data 6 bulanan dan 0.77 untuk pola data tahunan. Hasil pengujian menghasilkan koefisien korelasi 0,73 untuk pola data 6 bulanan dan 0.57 untuk pola data tahunan. Koefisien Korelasi ini menunjukkan pola data 6 bulanan lebih memiliki pola yang mirip dengan data observasi di Stasiun Klimatologi Siantan dibandingkan pola data tahunan. Perbandingan nilai korelasi sebelum dan setelah dimodifikasi menghasilkan nilai korelasi yang lebih tinggi setelah dilakukan modifikasi. Dengan demikian pola data 6 bulanan kedepan bisa digunakan sebagai data pembanding atau pelengkap untuk daerah penelitian.
Penyesuaian Fungsi Deret Fourier untuk Karakteristik Pola Curah Hujan di Kota Pontianak
Andi Ihwan
POSITRON Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.699 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v2i1.2003
Secara umum karakteristik curah hujan bulanan di Indonesia menunjukkan adanya pola hubungan dengan frekuensi revolusi bumi yang menyebabkan spektrum gelombang tidak bisa dianggap berdiri sendiri. Hal ini membuat fluktuasi curah hujan terhadap waktu merupakan fungsi gelombang priodik tak-harmonik dimana fungsi gelombang tersebut adalah superposisi gelombang yang harmonik. Karakteristik curah hujan yang merupakan superposisi gelombang tersebut dapat didekati dengan analisis deret Fourier. Hasil simulasi menggunakan metode least-square non linier menunjukkan bahwa pola curah hujan bulanan di Kota Pontianak dapat didekati dengan analisis deret Fourier pada orde ke-8 dengan tingkat kesesuaian di atas 70%.
Analisis Fluktuasi Suhu Udara Bulanan Kota Pontianak Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik
Andi Ihwan;
Yudha Arman;
Iis Solehati
POSITRON Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.773 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v1i1.594
Fluktuasi suhu udara berdasarkan deret waktu dapat didekati dengan menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST), dalam penelitian ini dilakukan estimasi suhu udara bulanan dengan studi kasus di Kota Pontianak menggunakan JST Propagasi Balik. Fungsi aktifasi yang digunakan adalah fungsi linear, sigmoid bipolar, dan sigmoid biner. Hasil simulasi pada tahap training dengan data bulanan sebanyak 216 data (1990 – 2008) diperoleh bahwa data model mampu mengikuti pola suhu udara observasi pada iterasi 6936 dengan nilai MSE 9,98.10-7 dan koefisien korelasi 1. Sedangkan pada tahap pengujian menggunakan sebanyak 12 data diperoleh bahwa hasil model masih dapat mengenali pola suhu udara bulanan dengan nilai koefisien korelasinya 0,97.
Pemodelan Curah Hujan Bulanan Di Kabupaten Sintang Menggunakan Metode Monte Carlo dengan Algoritma Metropolis
Atang Rahma Agusta;
Yudha Arman;
Andi Ihwan
POSITRON Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.823 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v3i2.5126
Telah dibangun model inversi untuk mengestimasi curah hujan bulanan dengan rentang waktu 12 tahun, yaitu dimulai dari tahun 1999 hingga 2010 di Kabupaten Sintang menggunakan metode Monte Carlo Algoritma Metropolis dengan hampiran pemodelan kedepan menggunakan deret Fourier. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa kemiripan pola terhadap deret waktu tersebut dimiliki oleh deret Fourier yang berorde besar, yaitu pada orde 17. Hasil estimasi tersebut kemudian divalidasi dengan data tahun 2011 hingga 2012 menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,68. Prediksi untuk curah hujan pada tahun 2013 menunjukkan pola curah hujan di Kabupaten Sintang adalah pola hujan monsun dengan puncak curah hujan terjadi pada bulan Januari.
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Andi Ihwan;
Hidayat Pawitan;
Rahmat Hidayat;
Arnida Lailatul Latifah;
Muh. Taufik
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1394.205 KB)
|
DOI: 10.26418/positron.v9i2.35072
Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hutan. Bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut merupakan dampak dari kekeringan yang berkepanjangan. Informasi tentang karakteristik kekeringan di wilayah DAS Kapuas masih kurang diungkap terutama terkait dengan penggunaan data iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekeringan meteorologis dan kekeringan hidrologis DAS Kapuas. Analisis kekeringan meteorologis digunakan pendekatan Standardize Precipitation Index (SPI) dan kekeringan hidrologis digunakan Standarized Runoff Index (SRI). Data curah hujan dan runoff dari Global Climate Model (GCM) yang telah di-downscaling menjadi 20 km x 20 km digunakan sebagai input data. Berdasarkan indeks kekeringan skala satu bulanan selama 30 tahun (1981-2010), diperoleh bahwa DAS Kapuas telah mengalami kekeringan meteorologis sebanyak 45 kali dan 48 kali kekeringan hidrologis dengan kategori moderat kering sampai dengan ekstrim kering. Luas wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis maksimum terjadi pada tahun 1986 yakni 11,01% dari total wilayah DAS, kekeringan hidrologis maksimum terjadi pada tahun 1991 yakni 13,9% dari total wilayah DAS. Durasi kejadian kedua jenis kekeringan tersebut dominan berdurasi satu bulan. Luas wilayah kekeringan, tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi kekeringan cenderung meningkat saat kejadian El-Niño. Hasil analisis karakteristik kekeringan menunjukkan bahwa data GCM dapat digunakan untuk analisis kekeringan di DAS Kapuas.