p-Index From 2021 - 2026
8.952
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Rechtsidee Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Pembaharuan Hukum JURNAL MAHKAMAH Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi Al-Usrah : Jurnal Al-Ahwal As-Syakhsiyah JURNAL MERCATORIA SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Journal of Humanities and Social Studies Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam KRTHA BHAYANGKARA ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Journal Of World Science Jurnal Interpretasi Hukum Journal Of Human And Education (JAHE) Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Bulletin of Indonesian Islamic Studies Borneo : Journal of Islamic Studies AL-SULTHANIYAH Riwayat: Educational Journal of History and Humanities IIJSE El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Journal of Social Work and Science Education Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies Lex Stricta : Jurnal Ilmu Hukum Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Waiting Period for Men after Divorce Perspective of Jamaluddin Aṭiyah's Maqaṣid Sharia Theory Hasanuddin Hasanuddin; Muhammad Syukri Albani Nasution; Imam Yazid
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 8, No 2 (2021): October
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v8i2.2818

Abstract

The Director General of Islamic Religious Institutional Development again issued Circular Number P-005 / DJ. III/Hk.00.7/10/2021 concerning marriage during the iddah period, according to the provisions of the circular "an ex-husband man can marry another woman when the iddah period of his ex-wife has ended". This article attempts to further analyze the waiting period for men due to talak raj'i divorce using Jamaluddin Aṭiyah's theory of maqashid as-sharia. This research is normative legal research. In the perspective of Maqashid As-Sharia proposed by Jamaluddin Aṭiyah, the regulation of waiting periods for men after divorce not only reflects aspects of Islamic law governing divorce, but also serves as a means to achieve broader goals in the lives of individuals, families, communities, and humanity by Islamic values. With this approach, the regulation has a profound impact on various aspects of life-related to divorce.
Concept of Kafā’Ah in Marriage and Its Implementation among the Alawiyin Community in the Medan City, Indonesia Hasanah Sadiqin; Syafruddin Syam; Imam Yazid
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v11i1.3444

Abstract

This research delves into the application of the Kafa'ah concept in Alawi marriages in Medan City. Kafa'ah, a regulated Islamic principle, emphasizes equality and suitability in selecting life partners, considering factors such as religion, lineage, wealth, and morality. Through literature review, interviews with key figures like Habib HA and Habib MA, and direct observation, the study examines how Alawis prioritize Kafa'ah nasab as the primary criterion for their offspring's marriages. The findings highlight the community's commitment to preserving the lineage of Prophet Muhammad, with most adhering strictly to Kafa'ah principles. However, a minority engages in marriages deviating from Kafa'ah, influenced by factors like awareness, territorial location, education, and economic demands. Data analysis exposes differing views between Alawis and mainstream fiqh scholars regarding Kafa'ah, aligning with the Hanbali school's mandate for its application. The study also uncovers a dilemma among sharifah, facing challenges in finding spouses within the sayyid community, necessitating consideration of marriages with non-sayyid individuals. This research contributes valuable insights into Alawi marriage dynamics in Medan City, shedding light on the implications of Kafa'ah nasab in preserving the lineage of Prophet Muhammad. Recommendations include maintaining community awareness and solidarity, with Rabithah Alawiyah involvement to address the struggles of sharifah seeking partners within the sayyid community. 
Mekanisme Adat Penyelesaian Kasus Khalwat di Aceh Singkil: Tinjauan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 dan Qanun Nomor 9 Tahun 2008 Jakaria Jakaria; Imam Yazid; Noor Azizah
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 2 (April 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i2.83102

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyelesaian kasus khalwat melalui mekanisme adat desa terhadap pelaku non-warga di Desa Kampung Baru, Aceh Singkil, dengan meninjau kesesuaiannya menurut hukum positif Aceh dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang dipadukan dengan pendekatan sosiologis melalui studi lapangan dan wawancara dengan aparatur desa serta tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penyelesaian adat terhadap pelaku non-warga desa masih dilakukan meskipun secara normatif kewenangan peradilan adat desa dibatasi hanya terhadap penduduk setempat. Praktik tersebut dapat dikualifikasikan sebagai pelampauan kewenangan peradilan adat yang berdampak pada melemahnya asas kepastian hukum dan legalitas dalam penegakan hukum jinayat. Dari perspektif hukum Islam, mekanisme adat dapat dipahami sebagai bentuk ta‘zir dan ‘urf yang dibenarkan, namun penerapannya dalam kasus ini belum sepenuhnya mencerminkan tujuan maqashid al-syari’ah, khususnya dalam aspek pencegahan kemafsadatan dan perlindungan kehormatan. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penataan hubungan antara hukum adat dan hukum jinayat agar tercapai keseimbangan antara kepastian hukum, kemaslahatan, dan keadilan Substantif dalam penerapan syari’at Islam di Aceh.
Co-Authors Achmad Yazid Sinulingga Adilla Putri Putri Adly, M. Amar Ahmad Tamami Akbar, Raihan Ryanta Amin, Ade Ulfa Ananda, Faisar Anisah Nasution Annisa Silitonga Anshari, Muhd. Khumaidi El Apriansyah, Adit ARDIANSYAH ARDIANSYAH Aryani, Winda Intan Bagus Ramadi Batubara, Alvi Mawaddah Damanik, Dian Farindah Dea Amalia Putri Delti Hidayati Fachrul Dhamanhuri Herman fatimah Fatimah Fatimah Zahara Fatimah Zahara Fikri Al Muhaddits Fitri Suryani Sihombing Fitria, Chici Fri Yosmen Haniyah Haniyah Harahap, Khairuddin Soleh Harahap, Puspa Indriani Hasanah Sadiqin Hasanuddin Hasanuddin Hasibuan, Ahmad Ridoan Heri Firmansyah Heriandi Ibsah, Mirdiana Putri Ilmi Aulia Ismail Inaya, Ardina Nur Iwan Iwan Jakaria Jakaria Jannah, Nurul Miftahul Kartika, Chairany Khotimah, Dinda Nurul Lubis, Junaidi M Amar Adly Makky, Ahmad Marwah Amelia Sari Harahap Mhd. Eko Nanda Siregar Mhd. Fadli Al Hadi Mirdiana Putri Ibsah Muhammad Ali Akbar, Muhammad Ali Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly, Muhammad Amar Muhammad Fadhil Muhammad Faisal Hamdani Muhammad Irfan Muhammad Syukri Albani Muhammad Syukri Albani Nasution Muhammad Zulfikar Muhyiddin, Mhd. Ibnu Imam Mulyadi Antori Mustapa  Khamal  Rokan Muzakir Nainggolan, Miftah Al Azrin Nasution, Muhammad Roihan Nasution, Saphira Husna Nisya Rahmaini Marpaung Noor Azizah Nur Halimah Assa’diah Nurcahaya Nurcahaya Nurcahaya, Nurcahaya Nurlaini Milo Siregar Nurul Huda Prasetiyo, Yogi Pryambudi, Muhammad Qorib, Ahmad Rahmi Lestari Hutagalung Reza Fauzan Rif'at, Rif'at Ririn Oktaviani Salsabila Nailul Muna Lubis Sholak, Desmawan Sholeh Kamil Sihombing, Fitri Suryani Siregar, Ali Muktar Siswahyudianto Siti Wahyuni Panjaitan Solahuddin Nasution Sri Suci Ayu Sundari Sukiati Sukiati Sukiati Sukiati Sukiati Sukiati Sukiati, S Syafiq, Syafiq Aljani Siagian Syafruddin Syam Syafruddin Syam Syahputra, Akmaluddin Tetty Marlina Tarigan Turnip, Devi Cantika Wandasari, Opi Wulan Dari, Wulan Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain