Claim Missing Document
Check
Articles

Hematological Parameters and Growth Performance of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fed Fermented Papaya (Carica papaya L.) Leaf Extract Lestari, Widia; Azhar, Fariq; Diamahesa, Wastu Ayu
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i4.8335

Abstract

Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the most important aquaculture species worldwide, but intensive farming has increased susceptibility to bacterial infections, particularly Aeromonas hydrophila, which threatens productivity and survival. This study evaluated fermented papaya (Carica papaya L.) leaf extract (FPLE) as a natural immunostimulant and sustainable alternative to antibiotics in Nile tilapia culture. A 45-day feeding trial was conducted using a completely randomized design with five treatments (0, 16, 18, and 20 mL FPLE/kg feed) and three replicates. Hematological, immunological, growth, and bacterial resistance parameters were analyzed. Results showed that supplementation with 20 mL/kg FPLE significantly increased post-infection leukocyte counts (2.82×10⁴ vs. 2.40×10⁴ cells/mm³), phagocytic activity (46.26% vs. 39.51%), and erythrocyte levels (5.85×10⁶ vs. 5.25×10⁶ cells/mm³). Differential leukocyte analysis revealed lymphocyte dominance (90.33%) and elevated monocytes (13.33%), indicating enhanced adaptive and nonspecific immunity. In addition, total bacterial load decreased by 22.4%, and specific growth rate improved (4.34% vs. 4.22%/day), while water quality remained within optimal ranges. The synergistic effects of papaya-derived bioactive compounds and Lactobacillus casei probiotics from Yakult likely contributed to immune enhancement and nutrient absorption. FPLE supplementation at 20 mL/kg optimized immunostimulation without compromising survival (77–84%), demonstrating its dual role in disease prevention and growth promotion. These findings highlight FPLE as a safe, eco-friendly feed additive with strong potential for reducing antibiotic dependence and supporting sustainable tilapia aquaculture.
THE OPTIMIZATION OF THE HATCHHOLD RELEASE PROGRAM THROUGH COMMUNITY AND TOURIST PARTICIPATION IN NIPAH, NORTH LOMBOK REGENCY Laily Fitriani Mulyani; Septiana Dwiyanti; Yuliana Asri; Thoy Batun Citra Rahmadani; Damai Diniariwisan; Wastu Ayu Diamahesa
Komunikasi Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 No 1 April 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i1.32

Abstract

Turtles are a species that faces the threat of extinction due to habitat degradation, hunting, and marine pollution. North Lombok Regency has a coastal ecosystem that is an important habitat for turtles to lay their eggs, so conservation efforts are crucial. This community service program aims to optimize the release of hatchlings by increasing community and tourist participation as an ecotourism-based conservation strategy. The methods used include conservation education, community involvement in beach patrols, and hatchling releases involving tourists with a local wisdom-based approach. The results of the activities show an increase in community and tourist awareness of the importance of turtle conservation, as evidenced by their increased involvement in nest monitoring and hatchling releases. In addition, this program contributes to local economic growth through conservation-based ecotourism, where communities are starting to get involved in tourism support services. However, there are still challenges in terms of long-term funding and regulations that need to be strengthened to maintain a balance between tourism and conservation activities. In conclusion, a hatchling release program involving communities and tourists can be an effective and sustainable conservation model. With the right strategy, such as increasing education, partnerships with various parties, and supporting regulations, this program can continue to grow and provide ecological and socio-economic benefits for the community in North Lombok Regency.
Feed production techniques using local raw materials for mud crab farmers in Madak Belek Hamlet, Sekotong District Diamahesa, Wastu Ayu; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Azhar, Fariq; Abidin, Zaenal; Badrun, Badrun; Affandi, Rangga Idris; Sumsanto, Muhammad; Diniariwisan, Damai; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Setyono, Bagus Dwi Hari
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i4.2284

Abstract

This community service activity focused on developing feed production techniques using local raw materials for mud crab farmers in Madak Belek Hamlet, Sekotong District. The main challenge faced by farmers is the high cost of commercial feed, which reduces profit margins. In fact, the area is rich in underutilized nutrient-rich local resources such as trash fish and seafood processing by-products. A participatory approach was applied, including observation, socialization, demonstration, hands-on training, and evaluation. The training emphasized feed formulation and the application of 5% wheat gluten as a binder, which had been proven in preliminary studies to enhance feed stability in water. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills in processing local ingredients into quality feed. The expected impacts include reducing dependence on commercial feed, lowering production costs, and improving the efficiency and sustainability of mud crab farming. For further optimization, feed performance testing on crab growth and economic feasibility analysis are required.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sengkol melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Pengelolaan Limbah Organik Berkelanjutan Shintya Sari; M. Aprian Rahmat; Aminati Idiantini; Anisa Salma; Loventnia Midy Nisrina Nabilah; Nunda Widia Ningrum; Asep Wibowo; Sofiyatil Anwariyah; M. Hendri Januarta; M. Yayan Gunawan; Wastu Ayu Diamahesa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14609

Abstract

Pengelolaan limbah organik yang tidak optimal masih menjadi permasalahan utama di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Limbah rumah tangga dan pertanian yang dibuang tanpa pengolahan berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga juga belum dimaksimalkan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui implementasi solusi terpadu berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengelolaan limbah organik sekaligus optimalisasi lahan pekarangan melalui penanaman sayuran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya maggot dan pembuatan pupuk kasgot, serta distribusi bibit sayuran (cabai, tomat, dan terong) yang melibatkan 27 ibu rumah tangga sebagai peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik berkelanjutan. Budidaya maggot BSF terbukti efektif mereduksi volume limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan biomassa maggot sebagai pakan ternak alternatif dan pupuk kasgot yang diaplikasikan pada tanaman pekarangan. Integrasi antara pengelolaan limbah dan budidaya sayuran menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat sepanjang program menjadi indikator keberhasilan transfer teknologi dan pengetahuan. Untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa dan penguatan kelembagaan lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam mengatasi permasalahan limbah organik sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Nila Melalui Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Dusun Repok Pancor, Lingsar, Lombok Barat Rangga Idris Affandi; Bagus Dwi Hari Setyono; Damai Diniariwisan; Thoy Batun Citra Rahmadani; Wastu Ayu Diamahesa; Nunik Cokrowati; Laily Fitriani Mulyani; Yuliana Asri; Septiana Dwiyanti; Rizky Regina Kawirian
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14695

Abstract

Dusun Repok Pancor di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan, khususnya komoditas ikan nila. Meskipun demikian, para pembudidaya masih menghadapi berbagai kendala, seperti pengelolaan pemeliharaan dan sanitasi yang belum optimal serta efisiensi penggunaan pakan yang rendah. Keterbatasan pemahaman mengenai standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi salah satu faktor penghambat peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan prinsip-prinsip CBIB. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung dengan pendekatan partisipatif dan demonstratif. Evaluasi dilakukan untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis pembudidaya, terutama terkait biosekuriti, pengelolaan kualitas air, penggunaan pakan yang tepat, serta pengelolaan limbah budidaya. Peserta juga memperlihatkan antusiasme dan komitmen dalam menerapkan CBIB pada kegiatan sehari-hari. Secara keseluruhan, pelatihan dan pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pembudidaya dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sosialisasi Potensi Vegetasi Mangrove Sebagai Habitat Kepiting Bakau di Desa Cendi Manik, Lombok Barat Damai Diniariwisan; Wastu Ayu Diamahesa; Rangga Idris Affandi; Thoy Batun Citra Rahmadani; Laily Fitriani Mulyani
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i1.1950

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis dan ekonomis yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, antara lain sebagai penahan abrasi, penyerap karbon, serta habitat bagi biota laut seperti kepiting. Namun, keberadaan mangrove sering terancam akibat alih fungsi lahan, penebangan, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove melalui pendekatan edukasi partisipatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi partisipatif, praktik penanaman mangrove, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman lebih baik mengenai fungsi mangrove dan menunjukkan antusiasme dalam praktik penanaman, dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak ±100 batang di area kosong bekas tumbuhan mangrove. Selain itu, melalui pembentukan kelompok masyarakat peduli mangrove sebagai upaya keberlanjutan untuk dapat mengawasi dan menjaga. Kegiatan ini termasuk pada edukasi berbasis partisipasi aktif yang mampu meningkatkan kesadaran kolektif dan mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam konservasi lingkungan pesisir.
Paparan Subletal Mikroplastik Polistirena (PS) Menurunkan Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Bhakti Negara; Bagus Dwi Hari Setyono; Wastu Ayu Diamahesa
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8628

Abstract

Mikroplastik polistirena (PS) semakin banyak dilaporkan terdapat dalam sistem akuakultur dan berpotensi menurunkan kinerja produksi organisme budidaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh paparan subletal mikroplastik PS terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan efisiensi pemanfaatan pakan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu 0 mg/L (P1/kontrol), 1 mg/L (P2), 10 mg/L (P3), dan 20 mg/L (P4), masing-masing tiga ulangan. Udang stadia PL-10 dipelihara selama 45 hari dalam 20 L media pemeliharaan. Variabel yang diamati meliputi kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan bobot spesifik, dan laju pertumbuhan panjang spesifik. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Paparan PS berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel kinerja utama. Nilai SR menurun dari 71.67±2.89% pada kontrol menjadi 38.33±2.89% pada dosis 20 mg/L (F3,8=40.905; p<0.001). Nilai FCR meningkat dari 1.54±0.07 menjadi 2.94±0.38 (F3,8=17.348; p=0.001), sedangkan EPP menurun dari 52.27±3.12% menjadi 23.13±3.61% (F3,8=40.371; p<0.001). Pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan bobot spesifik, dan laju pertumbuhan panjang spesifik juga menurun signifikan seiring peningkatan dosis. Kualitas air tetap berada dalam kisaran layak sepanjang percobaan, sehingga penurunan performa lebih rasional dikaitkan dengan paparan PS daripada dengan penurunan kualitas media pemeliharaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kontaminasi mikroplastik PS merupakan faktor risiko yang relevan terhadap produktivitas budidaya udang vaname
PENINGKATAN KAPASITAS KUB SEGARE LAUK MELALUI INOVASI POLIKULTUR LOBSTER-BARONANG SISTEM KJA DI DUSUN UJUNG BETOK Yuliana Asri; Lalu Hizbulloh; Rangga Idris Affandi; Arya Arpanda; Laily Fitriani Mulyani; Nanda Diniarti; Wastu Ayu Diamahesa; Damai Diniariwisan; Bagus Dwi Hari Setyono
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10496

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KUB pembudidaya lobster melalui penerapan inovasi polikultur lobster pasir (Panulirus homarus) dan ikan baronang (Siganus sp.). Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya mengenai konsep, manfaat, dan teknik penerapan sistem polikultur. Selanjutnya, pelatihan difokuskan pada praktik persiapan keramba, teknik penebaran benih, manajemen pakan, serta pengelolaan kualitas air budidaya. Distribusi benih ikan baronang sebanyak 500 ekor dilakukan sebagai bentuk implementasi langsung sistem polikultur pada kelompok sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan sistem budidaya terintegrasi yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Penerapan polikultur mampu mendukung diversifikasi komoditas budidaya dan meningkatkan peluang ekonomi kelompok pembudidaya. Program pengabdian ini mendapat respons positif dari masyarakat dan berpotensi menjadi model budidaya laut berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya pesisir.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA MELALUI PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII YANG EFEKTIF DI TELUK EKAS Septiana DWIYANTI; Nanda Diniarti; Andre Rahmat Scabra; Wastu Ayu Diamahesa; Sahrul Alim; M. Dicky Adamsyah; Sisca Triavina; Jawwad Kalla
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10804

Abstract

Teluk Ekas, merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensial pengembangan budidaya rumput laut. Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bahan baku utama industri karaginan yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, dan bioteknologi. Meskipun memiliki potensi besar, produktivitas budidaya rumput laut di tingkat pembudidaya masih menghadapi berbagai kendala. Beberapa permasalahan yang sering ditemukan meliputi penggunaan bibit yang kurang berkualitas, ketidaktepatan bobot bibit awal, teknik penanaman yang belum optimal, serangan penyakit, perubahan cuaca, serta keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai praktik budidaya yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pembudidaya dalam menerapkan teknik budidaya Kapphyhcus alvarezii yang efektif dan berkelanjutan. Pelaksanaan program pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yang mencakup kegiatan persiapan, penyuluhan, pelatihan teknis, serta pendampingan dalam budidaya rumput laut.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik budidaya Kapphyhcus alvarezii dari segi pemilihan bibit, jarak tanam, metode tanam dan konstruksi rakit apung sehingga pengabdian ini berpotensi mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya rumput laut di Teluk Ekas.      
Pelatihan Pembuatan Kepiting Presto Crispy Sebagai Diversifikasi Produk Pangan Berbasis Potensi Pesisir Di Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Sekotong Wastu Ayu Diamahesa; Bagus Dwi Hari Setyono; Muhammad Baiul Hak; Fariq Azhar; Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Zaenal Abidin; Laily Fitriani Mulyani; Yuliana Asri; Sahrul Alim; Dewi Putri Lestari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15816

Abstract

Abstract: Coastal areas have considerable potential to support community-based food product innovation, particularly through the utilization of local fishery resources. This community service activity aimed to improve the knowledge and practical skills of POKDARWIS Bagek Kembar in processing crab into a value-added food product, namely crispy pressure-cooked crab. The activity was carried out in Bagek Kembar Ecotourism Area, Cendi Manik Village, Sekotong District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara, from July to September 2025. The program involved preliminary identification, partner needs assessment, counseling, demonstration, and hands-on training. A total of 15 participants joined the training. The material covered raw material preparation, crab cleaning, basic food hygiene, pressure-cooking technique, seasoning, flour coating, and frying process to produce a crispy texture. The results showed that the participants were actively involved in discussions and practical sessions and were able to follow the main stages of crispy pressure-cooked crab processing. This activity introduced a simple and applicable processing technique that can potentially support local culinary diversification in the ecotourism area. Further assistance is needed, particularly in product standardization, food safety, packaging, marketing, and business feasibility analysis.
Co-Authors Abidin, Z Abidin, Zaenal Agustin, Pradita Ayu Ahyani, Dina Aini, Nila Robiatul Alis Mukhlis Aminati Idiantini Andre Rachmat Scabra Andre Rahmat Scabra Andriana, Ina Eka Angga, Prayogi Dwina Anisa Salma Arya Arpanda Asep Wibowo Asri, Yuliana Atiatun Shalehah Aula Husnul Fajri Badrun Badrun Badrun Bagus Dwi Hari Setyono Bagus Dwi Hari Setyono Batun Citra Rahmadani, Thoy Bhakti Negara Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Chen, Peter Damai Diniariwisan DAMAI DINIARIWISAN Damai Diniariwisan Damai Diniariwisan Damai Diniariwisan DEDI JUSADI Devi Wahyuni Cahyani Dewi Putri Lestari Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dina Ahyani Dina Ahyani Diniariwisan, Damai Dwi Budi Santoso Dwina Angga, Prayogi Dwiyanti, Septiana Fadliana Khofiatun Fariq Azhar Fariq Azhar Fitriani, Laily Fitriani Hadzriil Jeeffry , Ku Haini, Naufara Hak, Muhammad Bai`ul Hizbulloh, Lalu Idris Affandi, Rangga Ina Eka Andriana Jawwad Kalla Juli Ekasari Kaswadi, Hendri Khofiatun, Fadliana Laily Fitriani Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Lalu Hizbulloh Lalu Hizbulloh Loventnia Midy Nisrina Nabilah Lumbessy, Salnida Yuniarti M. Aprian Rahmat M. Dicky Adamsyah M. Hendri Januarta M. Yayan Gunawan Masumoto, Toshiro Maudina, Finda Mia Setiawati Miranti, Sevia MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Amin Muhammad Baiul Hak Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Marzuki Muhammad Sumsanto Mulyani, Laily Fitriani Mutiara, Ni Luh Nanda Diniarti Naufara Haini Nisa, Haerunnisaa Nunda Widia Ningrum Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nuri Muahiddah Nurul Aeni Panosa, Alief Erwanda Pebrianti, Ni Luh Mutiara Putri Lestari, Dewi Rahmadani, Thoy Bathun Citra Rahmadani, Thoy Batun Citra Rahmadhani, Thoy Batun Citra Ramdani, Nursuci Rangga Idris Affandi Retno Palupi Rizky Regina Kawirian RR. Ella Evrita Hestiandari Sadikin Amir Sahidu, Adriana Monica Sahrul Alim Sapto Andriyono Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Sevia Miranti Shalehah, Atiatun Shintya Sari Sisca Triavina Sitti Hilyana Sofiyatil Anwariyah Syawalina Fitria Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Toshiro Masumoto Toshiro Masumoto Widia Lestari Windi Yuastika Yesica Marcelina Romauli Sinaga Yuastika, Windi Yuliana Asri Yuliana Asri Yuliana Asri Yuliana Asri Yuliana Asri YUSRIN YUSRIN Zaenal Abidin Zaenal Abidin